
sepulang dari kantor aryan berencana untuk mengajak fara pergi ke rumahnya untuk makan malam bersama sekaligus mengambil dokumen penting di ruang kerja nya.
" nona fara...."
" iya pak "
" kau ikut kerumah saya untuk mengambil dokumen penting di ruang kerja saya, dan besok harus selesai "
fara sejenak diam, ia berpikir pasti ada nino disana.
" kau tidak usah memikirkan yang lain, fokuslah pada pekerjaanmu "
" baiklah pak ".
***************
fara dan aryan telah sampai di rumah utama, ia tak mau berbasa basi ia langsung pamit ke ruang kerja aryan.
fara segera mengambil beberapa dokumen penting yang harus di bawa pulang.
setelah itu ia keluar, sambil membawa dokumen di tangan nya, fara sangat buru buru karena ia tak ingin bertemu dengan nino. akan tetapi kali ini nasib tak berpihak padanya, fara berjalan sambil memeriksa kembali dokumen yang ia bawa tanpa melihat pijakan kakinya sehingga ia bertabrakan dengan seseorang yang tak lain ialah nino. fara hampir terjatuh tetapi degan sigap nino menangkapnya.
" kau tak apa..?" ucap nino dengan nada lembut.
fara masih memandangi wajah nino, lalu ia tersadar dan melepaskan tangan nino dari pinggangnya. lalu mereka bersama sama memunguti kertas yang tercecer di lantai.
" lain kali hati hati kalau jalan " ucap nino. tetapi fara tidak mendengarnya. secara tak sengaja nyonya ahmed melihat fara bersama nino sedang membereskan kertas yang tercecer di lantai.
" kalian sedang apa..?" tanya nyonya ahmed.
" nyonya, ini saya sedang membersekan kertas yang terjatuh di lantai " ucap fara sambil berdiri dan menghampiri nyonya ahmed. sedangkan nino pergi meninggalkan mereka.
" apa kamu pulang bersama aryan nak ?" tanya nyonya ahmed sambil membelai rambut fara.
" iya nyonya, saya pulang bersama pak aryan untuk mengambil dokumen penting "
" aryan memang sangat keterlaluan, selalu saja menyuruh orang untuk lembur "
.
" tidak nyonya, pak aryan hanya menyuruh saya untuk membawanya saja "
" nak, apa kamu sudah makan, bagaimana kalau kita makan malam bersama " ajak nyonya ahmed.
" terima kasih nyonya tapi saya sudah makan " tolak fara dengan nada yang halus.
aryan yang baru saja keluar dari kamar melihat percakapan antara fara dan ibunya, ia langsung menghampiri kedua wanita tersebut.
__ADS_1
" fara , kau belum pulang ?" tanya aryan yang tiba tiba datang sesekali ia melirik ke arah ibunya dan sekertarisnya.
" pak aryan, ini saya mau pulang "
" tidak, kau harus mencicipi masakan ibu nak, sedikit saja "
" tapi nyonya saya........." sejenak fara melirik aryan, aryan pun menganggukan kepalanya dan turun menuju lantai utama.
" ayok sedikit saja nak "
" baiklah nyonya ". lalu fara dan nyonya ahmed turun bersamaan.
kali ini formasi duduk mereka nampak berbeda, aryan duduk bersama fara dan nino bersama najma. di sela sela makan malam mereka, aryan lebih dulu membuka obrolan.
" ayah, ibu aryan ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua "
" apa nak ?" tanya sang ibu antusias.
" aryan ingin mempercepat pernikahan aryan bu "
semua orang yang ada di meja makan sangat kaget termasuk fara.
" siapa calon istri kakak ipar sayang , kok aku tidak tahu ?" tanya nino pada najma.
" sekertaris fara sayang " jawab najma sambil tersenyum bahagia, seketika nino tersedak mendengarnya lalu najma memberikan minum pada nino.
.
" kapan kau mau melangsungkan penrnikahan nya aryan " tanya sang ayah yang tak kalah bahagia
" bagai mana kalau minggu depan ayah "
fara menoleh ke arah aryan, ia meminta penjelasan pada aryan kalau dia belum siap untuk menikah di waktu yang begitu singkat apalagi ia tak tahu apa apa.
tetapi aryan hanya memberi jawaban dengan senyuman sambil merangkul jari jemari fara dengan lembut.
" baiklah nak, ibumu akan mengatur acara pernikahan kalian "
" terima kasih ayah ".
*****************
" pak, apa yang bapak lakukan, kenapa bapak tidak meminta izin dari saya dulu ?" tanya fara dengan nada jengkel.
" sudahlah fara, kita jalani saja "
" jalani apa, apa yang mendorong bapak untuk menikahi saya, apa karena saya sudah tidak punya orang tua atau,, atau bapak....."
__ADS_1
" cukup fara,,,, !!!!!!" bentak aryan.
" saya hanya tidak mau terluka nantinya jika saya berharap lebih dengan pernikahan ini " ucap fara, ia menangis di hadapan aryan, aryan yang merasa tak tega langsung menarik tangan fara dan mendekapnya dalam pelukan.
maafkan saya fara, saya hanya ingin menebus kesalahan saya sendiri.
fara pulang di antar oleh aryan. ia tidak mengucapkan satu patah kata pun pada bosnya saat membuka pintu mobil. sedaangkan aryan hanya memperhatikan fara sampai ia menghilang dari hadapan nya.
fara masuk ke dalam apartemen nya dengan wajah yang sendu, semua itu tak luput dari perhatian vina sahabatnya yang kala itu masih berada di apartemen fara. ia segera menghampiri sahabatnya itu karena fara berjalan seperti tanpa tenaga.
" fara, apa kau sakit ?" tanya vina dengan nada khawatir ia menyentuh dahi fara tetapi tidak panas.
" fara katakan apa yang terjadi, apa kau bertemu nino ?"
" vina telponlah roland, aku ingin bicara dengan kalian " pinta fara.
vina mengeluarkan ponselnya dan menghubungi roland untuk cepat cepat datang ke apartemen fara.
**************
" apa yang terjadi denganmu far. ?" tanya roland
" roland bukan saatnya untuk bertanya, kita dengarkan apa yang ingin fara katakan, ayo far bicaralah kita sudah disini " pinta vina.
" sejak SD, SMP, SMA, kuliah hingga kerja kita selalu bersama, aku sudah anggap kalian seperti saudara sendiri, kalian tahu kan kalau aku tidak punya keluarga lagi selain kalian " ujar fara ia menggenggam tangan para sahabatnya itu.
" fara, kita kan udah janji tuk selalu bersama, ada apa denganmu ayo ceritalah yang benar far " ucap roland, ia menyangka kalau fara mempunyai masalah.
" vina, roland pak aryan ingin menikahiku "
" apahhhh???????" serempak vina dan roland, mereka sangat terkejut mendengarnya.
" iya, aku tidak tahu apa sebabnya, tapi bagaimana menurut kalian karena pernikahan ini akan dilangsungkan minggu depan " ujar fara.
" sejak kapan kalian berpacaran, apa kamu hamil duluan atau apa ?" pertanyaan itu di lontarkan kepada fara
" hey aku gak serendah itu kali, aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang pasti pak aryan tulus menikahiku "
" far, aku dan vina hanya bisa mendoakan kalian, semoga kalian bahagia, mungkin ini saatnya kamu mempunyai keluarga yang utuh kembali "
" roland, keluargaku adalah kalian "
" kita tetap keluarga far sampai kapanpun "
"oh iya nanti aku sama roland jadi apa, orang tuamu kah ?" tanya vina cekikikan.
" menggelikan sekali aku jadi bapakmu far "
__ADS_1
hahahhahahahahhahahahahahaha
mereka tertawa bersama dan ngobrol sampai larut malam.