
karena hari sudah sore najma dan kriti pamit untuk pulang, lalu fara mengantarkan kedua adiknya sampai naik ke taxi dan mereka berpisah.
lalu fara masuk ke dalam apartemen nya lagi, ia duduk merenungkan pembicaraan najma tadi siang.
" huffttt,,,,, aku tidak tahu pernikahan apa yang aku jalani sekarang ini, lirih fara sambil menatap langit langit rumah, tapi aku harus mencoba mengikuti saran najma siapa tahu najma benar, semangat fara biarpun pak aryan dingin padamu tapi kamu harus semangat, siapa suruh ingin menikah denganku " fara berbicaranya sendiri dan menyemangati dirinya.
setelah itu fara membersihkan dirinya dan berdandan untuk menyambut suaminya pulang, seperti biasa dia memasak untuk makan malam. belum juga masaknya selesai aryan sudah pulang.
oke fara, bersikap manislah pada suamimu gumam dalam hatinya. lalu fara menghampiri suaminya.
" selamat malam " sapa fara sambil tersenyum ke arah suaminya lalu mengambil tas dari tangan suaminya. dan aryan membalasnya dengan senyuman tanpa berbicara.
" o ya aku sudah menyiapkan air hangat dan baju untukmu meree pati " ucap fara sambil memanggil suaminya dengan sebutan balasan tadi pagi, ia berjalan ke kamarnya tanpa menengok suaminya karena malu.
sedangkan aryan tertegun, ia menghentikan langkahnya dia memanggilku pati? apa aku tak salah dengar gumam aryan dengan hati yang sangat luar biasa bahagianya. lalu ia mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar.
saat di dalam kamar keduanya bertabrakan dan fara hilang keseimbangan tapi secepat kilat aryan menangkapnya. pandangan mereka bertemu ( mungkin jika ada musik, lagunya kali ini meree rashke qamar 🤣🤣🤣) .
keduanya lalu tersadar dan aryan segera melepaskan tangan nya dari pinggang fara.
" ma,, maaf aku tidak lihat lihat " fara sangat gugup. sedangkan aryan hanya tersenyum.
" a.. aku akan menyiapkan makan malam " ucap fara sambil melangkah keluar menuju dapur dan meninggalkan aryan.
" pati, panggilan yang sangat romantis " aryan bergumam sendiri lalu masuk ke kamar mandi.
sedangkan fara, ia memukul mukul kepalanya mengutuki kebodohannya, bisa bisanya jantungnya berdetak tak karuan tanpa permisi, sekuat tenaga ia menahan malu.
lalu aryan keluar dari kamar dan menghampiri fara yang sedang menunggunya di meja makan.
__ADS_1
" bagaimana kabar kantor, ?" fara bertanya tanpa menatap suaminya yang sedang menikmati makan, lalu aryan menengok fara sejenak.
" baik " jawabnya singkat.
" oh ".
mereka melanjutkan kembali makan malam sampai selesai, setelah itu fara membersihkan sisa makanan dan membersihkan dapur, sementara aryan kembali melanjutkan pekerjaan kantornya.
seperti biasa fara membuatkan secangkir teh untuk suaminya lalu ia bergegas menuju kamar tetapi ia di kejutkan dengan panggilan aryan padanya membuat ia terpaksa mengurungkan niatnya dan memilih duduk di sofa kecil.
" besok kita kembali ke rumah utama, kasian najma sendirian "
" baiklah, " sahut fara singkat.
" kenapa kamu buru buru pergi ke kamar,apa sudah mengantuk ? "
" kepalaku terasa sakit jadi...... " fara memotong ucapan nya karena ia sedang beralasan untuk menghindari berduaan dengan aryan.
" hufftt,,,,,, untung aja aku bisa beralasan " gumam fara sambil menghela nafasnya. baru saja fara bernafas lega tiba tiba aryan datang sambil membawa segelas air dan obat. fara membelalakan matanya.
omg, sengaja aku beralasan supaya tidak berdua dengan nya kenapa dia tiba tiba mengikutiku kemari jerit fara dalam hatinya.
" minumlah obatnya supaya sakit kepalamu cepat hilang "
" terima kasih " sahut fara, ekor matanya mengikuti kemana aryan pergi sampai aryan duduk mengsejajarkan dirinya dengan fara.
" apa kau mengkhawatirkan ku?" fara bertanya sambil menatap wajah aryan di sampingnya.
" aku hanya tidak ingin di repotkan jika kamu sakit " ketus aryan dengan singkatnya tanpa melirik ke arah fara, lalu ia kembali membuka laptopnya.
__ADS_1
ada sedikit rasa kecewa di hati fara saat mendengar pernyataan itu
seharusnya aku sudah tahu bahwa akan seperti ini, selalu seperti ini dan akan seperti ini sampai kapanpun lirih fara. ia menurukan kakinya ke lantai dan berjalan menuju pintu keluar.
" mau kemana ?" aryan bertanya tapi fara tidak menggubrisnya, ia terus berjalan menuju kamar sebelahnya dan menutup pintu rapat rapat dan berbaring di atas kasur yang ukurannya lebih kecil dari kasurnya.
aryan tidak menghiraukan fara, ia kembali melanjutkan pekerjaan nya hingga pukul 12 malam. aryan menatap jam dinding menunjukkan waktu tengah malam.
aryan heran kenapa fara belum juga kembali ke kamarnya, akhirnya ia keluar untuk mencari keberadaan fara tapi tidak ada, terakhir ia mengetuk pintu kamar sebelahnya tetapi tidak ada sahutan dari dalam. aryan mencoba mendorongnya sepertinya fara ada di dalam.
berkali kali aryan memanggil fara tetapi tidak ada jawaban, akhirnya aryan kembali ke kamarnya.
" ada apa dengan nya, apa dia sedang datang bulan " aryan bergumam sendiri. lalu ia membaringkan tubuhnya lalu tidur.
keesokan paginya aryan bangun, tapi tidak mendapati fara di sampingnya, ia berpikir mungkin fara sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuknya. aryan segera membersihkan dirinya dan menghanti pakaiannya dengan pakaian dinas kantor.
tiba tiba ia teringat akan obat yang ia bawa dan ia melihatnya masih berada di atas nakas. segera aryan keluar kamarnya menuju kamar yang fara tempati semalam.
aryan mengetuk pintu dan memanggil manggil fara, tak lama fara membuka pintunya.
" apa kau baik baik saja, kenapa semalam tidak tidur di kamar kita, katanya kepalamu sakit ?" aryan memberikan beberapa pertanyaan seperti sedang khawatir.
" kenapa, jika mau berangkat ya berangkat saja aku baik baik saja " jawab fara dengan nada malas.
" cepat mandilah , aku akan mengantarmu ke rumah utama "
" aku bisa berangkat sendiri, kau pergilah sana " timpal fara sambil menutup pintu.
" fara, buka pintunya aku belum selesai bicara " teriak aryan dari luar, tetapi fara tidak menggubrisnya.
__ADS_1
ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.