Mumbai In Love

Mumbai In Love
rencana pesta barbeque


__ADS_3

ke tiga wanita itu masih asyik berbincang bincang, tak jarang mereka becanda sampai tertawa terpingkal pingkal. tiba tiba seseorang mengetuk pintu dan segera bibi membukanya. sang asisten rumah tangga membawa seseorang itu ke hadapan fara dan yang lainnya.


" maaf nona fara ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap bibi.


" siapa bi ?"


" maaf nona saya di perintahkan pak aryan untuk mengambil dokumen di ruang kerjanya "


" oh, baiklah tunggu sebentar aku ambilkan " sahut fara, lalu ia pergi ke lantai dua untuk mengambil dokumen tersebut .


sementara di bawah najma dan kriti tampak berbisik merencanakan sesuatu.


" kriti , cepat kau hubungi farhan untuk datang kemari " bisik najma pada kriti.


" ada apa, apa yang sedang kau rencanakan " kriti sangat penasaran lalu najma membisikan sesuatu ke telinga kriti membuat kriti cekikikan dan setuju dengan rencana yang di buat najma.


tak lama fara kembali dengan membawa sebuah map di tangannya dan memberikannya kepada orang suruhan aryan.


orang itu pun pergi dan fara kembali duduk bersama kedua adiknya.


" kak, sebaiknya kau hubungi kak aryan, suruh dia pulang lebih awal " perintah kriti.


" kenapa ?"


" kita sudah lama tidak membuat pesta barbeque, aku ingin nanti malam kita ada acara " ujar najma.


" oh begitu, baiklah kakak akan telpon kakakmu "


" ayo sekarang lakukan "


fara membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya dan terlihat mengscroll nama yang akan dia hubungi, disana tertera nama pak aryan, najma da kriti sama sama mengerutkan dahinya.


hari ini aryan baru saja keluar dari ruangan meeting, langkahnya terhenti karena dering ponsel di saku jasnya terlihat nama fara tertera di handphone nya bibirnya menyeringai lalu mengangkat nya.


" hallo patnee .... " ucap aryan dalam panggilannya


" hallo, bisakah pulang cepat hari ini ?" tanya fara dengan hati hati.


" ada apa, ?"


" najma dan kriti mau mengadakan pesta barbeque nanti malam "


" baiklah aku akan pulang secepat mungkin "

__ADS_1


setelah itu mereka mengakhiri panggilannya fara menceritakan kalau aryan akan pulang cepat.


**************


najma, kriti dan juga fara terlihat sibuk mempersiapkan untuk acara malam ini, mereka juga tak lupa mengundang varun sahabat aryan begitu pun juga farhan yang baru saja datang.


acara sudah di mulai, sedangkan aryan belum juga pulang, fara sangat gelisah mengapa aryan belum juga pulang, padahal ia berjanji akan pulang lebih awal, akhirnya fara masuk ke kamarnya ia terlihat mondar mandir. di sisi lain aryan baru saja selesai meeting terlihat berjalan tergesa gesa menuju parkiran.


ia sudah berjanji pada istrinya tetapi meeting tidak bisa di cancle, aryan segera menambah kecepatan berkendaranya supaya cepat sampai rumah.


20 menit kemudian aryan sampai di rumah utama, ia segera berlari menuju kamarnya. dan mendorong pintu dengan kasar. yang pertama kali aryan lihat adalah sang istri yang merajuk dengan wajah cemberut.


pasti dia marah gumam aryan dengan berjalan ke arah istrinya pelan pelan.


" meree patnee maaf tadi aku....... " aryan memotong kalimatnya karena seketika fara melunak, ia tak mungkin marah karena hal yang sepele, ia tahu tak mudah jadi aryan.


" ya sudah mandilah, aku sudah siapkan air hangat aku tunggu di atas " ucap fara dengan suara lembut. fara meninggalkan aryan sendirian, karena ia harus segera menyiapkan makanan tetapi aryan menarik tangan fara.


" ada apa ?" tanya fara penasaran. tanpa permisi aryan mencium kening fara dengan romantis fara menjadi salah tingkah dan wajahnya pun kemerahan.


" terima kasih sudah mengerti " lirih aryan. sementara fara hanya membalas dengan senyuman lalu segera pergi. fara bersembunyi di balik tembok yang menghalangi kamarnya dengan ruang kerja. ia mengapit kedua pipinya yang bersemu merah karena menahan malu.


dasar gila, bisa bisanya dia menciumku secara tiba tiba .


fara senyam senyum sendiri seperti orang gila, dan semua itu terekam jelas oleh mata najma dan kriti yang kala itu mereka turun ke bawah untuk mencari kakak iparnya. kedua adik sepupu itu saling senggol melihat tingkah aneh kakaknya.


di rasa semua sudah siap mereka makan bersama di atas balkon dengan cuaca malam yang cerah, setelah makan selesai najma mengajak kriti untuk mengambil jus jeruk di dapur. najma dan kriti menuangkan obat kuat di minuman aryan.


" najma , apa ini semua akan berhasil ?" tanya kriti yang tiba tiba ia mempunyai firasat yang tidak baik akan rencana ini.


" kau tenang saja kriti, ini semua akan baik baik saja "


" kok, perasaanku gak enak gini ya "


" itu cuma perasaanmu saja makanya menikah sana" ejek najma.


" menikah dengan siapa, pacar aja tak punya " timpal kriti kesal


" dengan kucing tetangga " sahut najma tetawa meledek.


" sialan kau najma " cebik kriti sebal.


" bantu aku bawa minuman ini "

__ADS_1


kriti membawa nampan berisi jus jeruk dan membawanya ke atas balkon bersama najma, sesampainya di sana kriti menaruhnya di atas meja dan menyuruh yang lainnya untuk meminum jus tersebut.


kriti memberi kode pada farhan agar tidak mengambil gelas yang agak penuh, begitu pun varun, akan tetapi bodohnya varun tidak mengerti arti kedipan mata kriti.


varun lebih dulu mengambil gelas yang agak penuh tapi segera di cegah oleh farhan karena itu milik kakak tertua di rumah ini.


" maaf kak varun gelas itu milik kak aryan, jadi kau ambil saja yang lain " sergah farhan lalu ia mengambil gelas yang lain dan di berikan kepada varun.


" sejak kapan ada peraturan seperti itu di rumah ini ?" tanya aryan sambil menatap kedua adik perempuan nya yang masih berdiri.


" tidak ada kakakku kami hanya iseng saja hehhe ya iseng saja " ujar najma cengengesan dan di susul oleh kriti.


aryan merasa curiga pada adik perempuannya dengan tingkah yang aneh tapi ia menyembunyikan rasa curiganya itu. suasana kembali ke semula mereka berbincang dan becanda.


karena keterusan tertawa fara merasa tenggorokan nya kering, lalu ia mengambil jus jeruk yang ada di meja tanpa melihat.


fara meneguk jusnya sampai habis tak tersisa, sedangkan kriti dan najma tidak sadar kalau minuman yang seharusnya milik aryan malah di teguk habis oleh fara.


semula tidak terjadi apa apa pada fara, mereka tampak biasa saja hingga acara selesai, fara membantu kriti dan juga najma membawa piring kotor kebawah.


sementara para laki laki kembali duduk di ruang keluarga sambil menonton tv, setelah itu ketiga perempuan itu ikut bergabung dengan mereka. fara merasakan aneh di tubuhnya, tiba tiba ia merasa panas hingga mengipas ngipaskan tangan nya dan wajahnya pun berubah memerah.


" kakak ipar kau kenapa, kau sakit ?" tanya kriti khawatir.


" kriti, kenapa cuaca malam ini terasa panas ya, bisa tolong nyalakan ac nya " pinta fara, ia semakin kepanasan.


" kakak ipar, ac nya sangat dingin " timpal najma.


" ya sudah, kalau begitu aku ke kamar saja " ucap fara ia berlari menuju kamarnya.


sedangkan mereka saling melempar pandangan, merasa aneh dengan sikap fara, tiba tiba najma tersadar akan sesuatu jangan jangan fara meminum jus jeruk nya. aryan menatap tajam ke arah najma dan kriti.


" aryan, susulah istrimu takutnya terjadi apa apa dengan nya " usul varun. tanpa permisi aryan pun bergegas ke kamarnya.


sementara najma panik ia takut kalau aryan memarahinya.


" ada apa dengan kakak ipar ?" tanya varun.


" mm.... eeuuu.. kakak ipar meminum jus jeruk yang kami campurkan obat perangsang" jawab kriti takut.


" apa....? kalian sudah gila ya " varun kaget


" ssstttt.... jangan keras keras nanti kak aryan dengar, "

__ADS_1


" kenapa kalian melakukan hal konyol seperti itu hah ? "


varun ikut kesal pada najma dan kriti. sementara najma dan kriti hanya diam menunduk.


__ADS_2