Mumbai In Love

Mumbai In Love
pretty zinta


__ADS_3

hari berganti hari, aryan semakin menunjukkan sikap posesif pada fara, tetapi fara tetap profesional ia selalu menganggap aryan atasan nya dan itu membuat aryan sangat risi.


fara sangat berbeda dengan kebanyakan perempuan yang bila di baperin suka beper, tidak dengan fara yang selalu datar tanpa ekspresi. bahkan aryan sering mencuri pandang lewat kaca apabila fara sedang bekerja.


sebenarnya fara sering memergoki bosnya memperhatikan nya tetapi fara tidak pernah menghiraukan nya, ia tetap fokus pada pekerjaan nya.


hari ini tak biasanya kantor sedikit ribut, fara segera mencari tahu lewat vina, vina bilang ada seorang artis datang ke kantor kita, mungkin brand ambassador produk kita, tetapi fara merasa tidak ada janji dengan siapaun hari ini.


saat fara sedang sibuk dengan ponselnya seseorang sudah berdiri di depan meja kerjanya, ia sangat cantik bak model internasional ia pun melemparkan senyuman pada fara.


" selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu ?" tanya fara dengan ramahnya


" apa tuan aryan syeikh di dalam"


" apa anda sudah ada janji dengan beliau .?" tanya fara lagi


" hmm tentu "


" mari saya antar nona " ajak fara.


fara mengetuk pintu aryan dan membukanya dengan perlahan, meski fara tahu apa yang sedang aryan lakukan tetapi fara tetap sopan bertanya.


" maaf pak nona ini ingin bertemu dengan anda " ucap fara.


" kamu bilang hari ini saya tidak ada janji dengan siapapun " ucap aryan yang belum menoleh sama sekali ke arah fara dan wanita itu.


" tetapi beliau ingin bertemu dengan anda "


wanita itu memberi isyarat pada fara untuk keluar meninggalkan mereka, fara pun mrngangguk setuju dan keluar dari ruangan aryan. fara duduk di kursinya dengan hati yang bertanya tanya , ia melihat sekali lagi ke arah ruangan aryan wanita itu sedang memeluk aryan sedangkan aryan diam tanpa balasan.


fara kaget menutup mulutnya yang menganga melihat adegan tersebut


ya tuhan ,,,, mungkinkah itu pretty zinta wanitanya pak aryan ??


waktunya makan siang, vina dan roland menghampiri u fara yang masih berhadapan dengan laptop


" faradilla, waktunya jam makan siang , ayok kita ke kantin " ajak vina.


" apa pak aryan memberikan segudang pekerjaan padamu far?" tanya roland.


" ti... tidak ayok kita ke kantin sekarang aku juga sudah lapar " ujar fara .


sebelum fara pergi ia sempat menengok ke arah ruangan bos nya, fara berpikir mungkin mereka berdua sedang kangen kangenan di dalam. padahal yang terjadi di dalam ruangan aryan dan pretty adalah mereka sedang bertengkar karena lagi lagi pretty datang hanya untuk meminta di belikan perhiasan terbaru.

__ADS_1


aryan sangat frustasi akan kelakuan pretty yang bisanya menghabiskan uang, jikalau tuan ahmed tahu mungkin pretty sudah di usir dari kantor ini.


aryan memberikan sejumlah uang dalam cek dan memberikan nya pada pretty


" ambillah cek ini dan segera kau menjauh dari hadapanku aku sudah muak dengan mu " tegas aryan


" kamu marah ya sayang, ini kan cuma perhiasan lagian murah kok cuma 300 juta saja " ucap pretty dengan nada manja.


" pergi sekarang, atau aku akan panggilkan satpam " ucap aryan jengkel.


" baiklah, terima kasih ya aryanku " ucap pretty lalu ia keluar dari ruangan aryan dengan wajah yang bahagia.


sedangkan aryan sangat marah dan mengepalkan tangan nya, ia sangat muak dengan perlakuan pacarnya itu.


************


fara datang ke ruangan aryan sambil menenteng paper bag berisi makan siang untuk aryan dan pretty. saat ia masuk di dapati wajah aryan sangat kusut. fara celingukan mencari keberadaan pretty


" siapa yang kau cari ?" tanya aryan


" nona yang tadi "


" dia sudah pergi, lain kali siapapun orangnya kau tolak saja "


" baiklah, tapi... bapak belum makan siang pastinya ini saya bawakan "


" saya tidak mood, kau makan saja "


" baiklah pak saya permisi "


udah gue beliin cape cape eehhh di tolak.


karena aryan tidak mau memakannya fara memberikan nya kepada satpam kantor, setelah itu fara kembali ke meja kerjanya.


tak selang beberapa menit aryan keluar menghampiri fara yang sedang sibuk bekerja


" fara..."


" iya pak " sahut fara tetapi ia tidak menoleh ke arah bos nya.


" ikut dengan saya sekarang !"


" apa bapak ada meeting ? "

__ADS_1


" iya teman saya baru saja datang dari london, beliau mengajak saya untuk bertemu membicarakan masalah bisnis " ujar aryan


" baiklah pak " ucap fara lalu ia mengakhiri pekerjaan nya dan mengikuti aryan dari belakang.


sesampainya di tempat yang di tuju aryan bertemu teman lamanya dan berbincang bincang, sementara fara memilih duduk di kursi lain sambil mengerjakan tugasnya. setelah obrolan mereka selesai kedua sahabat itu saling berpamitan.


aryan yang masih melihat fara bekerja menghampirinya


" nona fara, ayok kita pulang " ajak aryan.


" sudah selesai ya , mana teman bapak yang tadi?" tanya fara sambil celingukan mencari keberadaan teman bos nya itu.


" dia sudah pulang "


" oh "


dalam perjalanan baik aryan ataupun fara tidak berbicara sedikitpun mereka sibuk dengan pikiran masing masing.


" kenapa bapak membawa saya ke rumah utama ?"


" ada berkas yang harus kau bapa pulang dan kau pelajari, besok kau serahkan padaku " ujar aryan.


fara tidak membalas kalimat aryan ia hanya diam saja, dan mobilpun terparkir sempurna di halaman yang begitu luas. seperti biasa fara membantu aryan membawa barang barangnya da menaruhnya di ruang kerja aryan.


" nak fara, " sapa nyonya ahmed yang ketika itu berpapasan di tangga.


" nyonya apa kabar ? " balas fara


" mau kemana nak buru buru , mari ikut makan dulu sama kita " ajak nyonya ahmed sambil menarik lembut tangan fara menuju ruang makan.


disana ia melihat keluarga sedang berkumpul termasuk nino.


" mohon maaf nyonya tapi saya sudah makan, bagaimana kalau lain kali saja " tolak fara secara halus


" tapi nak kita masak banyak hari ini , sedikit saja makan ya "


" tapi nyonya ..."


" fara , ikutlah makan malam bersama kami " sahut aryan dari atas tangga lalu aryan melirik ke arah nino sebentar. dengan berat hati fara mengiyakan permintaan mereka.


berkali kali aryan melirik ke arah nino yang sedang mencuri pandang ke arah fara membuat aryan kesal sampai sampai aryan sengaja menawarkan beberapa makanan untuk fara dan menaruhnya di piring.


semua orang yang ada di meja makan saling melirik satu sama lain termasuk tuan ahmed yang mengetahui tentang anaknya, ia hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


setelah makan malam selesai fara pamit pulang dan tak lupa berterimakasih atas jamuan makan malam nya.


__ADS_2