
setelah mendengarkan semua apa yang di lakukan nino pada fara, aryan menjatuhkan bunganya di lantai dan segera melenggang pergi dari apartemen fara, terdengar suara pintu tertutup dengan keras membuat ke tiga sahabat itu terkejut.
vina keluar untuk memeriksa keadaan, ia melihat buket bunga yang tergeletak di lantai depan kamar fara, setelah itu ia berlari ke balkon dan memeriksa siapa yang datang menemui fara, ternyata vina melihat aryan pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
dalam hati ia bertanya tanya apakah tadi pak aryan datang menemui fara dan mendengar semuanya.tetapi vina segera menepis pikirannya tatkala roland menghampiri vina dengan raut wajah bertanya tanya.
" siapa yang membanting pintu vin, apa ada seseorang yang datang kemari ?" tanya roland.
" ah, tidak land, aku rasa mungkin angin kamu sih tadi datang tidak menutup pintu rapat rapat " vina terpaksa berbohong, ia tidak ingin roland tahu kalau aryan datang kemari.
" oh maafkan aku tadi aku sangat emosional "
" hmm,, mana fara land?" vina mencoba mengalihkan pembicaraan agar roland tidak bertanya lagi.
" di dalam, kau temani dia vin hari ini aku harus pulang "
" ya pergilah hati hati di jalan "
" ya "
*****************
aryan berjalan dengan gontai menapaki setiap anak tangga dengan wajah penuh kemarahan, berkali kali mencoba menghela nafas namun kemarahan ini makin lama makin meledak rasanya.
aryan mengetuk pintu kamar adiknya dan berharap nino yang membukanya akan tetapi dugaan nya salah, najma membuka pintu kamar dan memberikan senyuman manis pada kakak kesayangan nya.
" ada apa kak...?"
" suamimu mana sayang ?" tanyanya membalas senyuman adiknya.
" dia sedang di kamar mandi kak "
__ADS_1
" ooh ,, katakan padanya suruh dia ke ruangan kerja kakak ya ada yang mau di bicarakan soal kantor " ujar aryan
" baiklah kakak ku "
" hmm "
najma segera menutup pintu kamarnya, sangat kebetulan di waktu yang sama nino baru saja keluar dari kamar mandi.
" siapa yang datang sayang ?" tanya nino
" kakak, dia menitip pesan supaya kamu menemuinya di ruang kerja "
tumben sekali kak aryan memanggilku
" cepatlah temui dia sayang mungkin kak aryan sangat membutuhkan bantuanmu " titah najma, ia sama sekali tak mempunyai firasat kalau akan terjadi sesuatu pada suaminya.
nino mengetuk pintu ruang kerja aryan, karena tak mendapat sahutan ia memberanikan diri untuk membukanya, dan dilihatnya aryan sedang memunggunginya menatap pemandangan indahnya kota.
" kak, apa saya membuat kesalahan, katakanlah jangan diam saja biar saya koreksi kesalahan saya sebagai manager " ujar nino, aryan membalikan tubuhnya dan menatap nino dengan tatapan membunuh.
aryan sudah tidak bisa menahan kemarahannya, ia menampar nino hingga meninggalkan jejak merah di pipinya.
" ya, kesalahan anda bukan sebagai manager, tapi sebagai suami " kecam aryan.
" kelakuanmu telah menyakiti kedua wanita sekaligus nino, kau telah memperlakukan fara dengan gila dan tanpa kau sadari kau telah menyakiti istrimu..!!!!! "
nino tersenyum mengejek pada aryan, seakan tidak takut akan kemarahan kakak iparnya itu.
" kenapa kau sebegitu mempedulikan fara pak aryan, apa kau telah jatuh cinta padanya, atau karena kau merasa bersalah karena telah memisahkan cinta sejatinya demi kepentingan pribadi heh !!?" nino tak kalah balik menyerang aryan dengan sindiran yang pedas membuat aryan kembali tersulut emosi.
aryan benar benar di luar kendali, ia memukul nino dan meninjunya hingga babak belur, tak ada kesempatan untuk nino melawannya karena aryan tidak memberinya ampun sampai nino lemas dan jatuh tersungkur ke lantai.
__ADS_1
" berani kau macam macam pada fara dan najma, saya tidak segan segan membakar tubuh anda tuan nino " tegas aryan sambil menarik kaosnya yang berlumuran darah.
aryan meninggalkan nino di ruang kerja , tetapi nino menahan langkah aryan dengan sebuah kecaman yang membuat aryan diam seketika.
" kau akan tahu akibatnya tuan aryan, aku akan membuat orang di sekitarmu menderita karena ulahmu.
aku akan memberitahukan pada fara kalau semua ini rencana mu "
" bahkan kau memberitahukan kepada seluruh duniapun tidak akan ada yang percaya padamu, karena kenyataan nya kau pun menikmatinya " ancam balik aryan seraya membalikan badanya dan memberikan penekanan bahwa ancaman nya tidak membuat dirinya takut.
sedari tadi najma mondar mandir di kamarnya menunggu nino untuk kembali, kenapa ia tiba tiba merasa khawatir akan suaminya itu. terpaksa najma keluar dari kamarnya dan menyusul suaminya ke ruang kerja.
najma bertemu dengan aryan ia mencoba bertanya pada kakak nya tapi ia urungkan melihat wajah aryan sangat marah, najma merasa bingung, ia melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja.
najma terkejut tatkala melihat suamniya terluka, ia segera membantu suaminya untuk berdiri.
" a.. apa yang terjadi dengan kalian ?" nino tidak menjawab pertanyaan istrinya.
najma membawa nino dan mengompres luka akibat pukulan aryan.
" katakan sayang, apa yang terjadi antara kamu dan kakak ?" tanya najma, tangan nya tak henti mengompres luka suaminya. nino menatap najma dan menggenggam erat tangan wanita yang baru 3 bulan ia nikahi itu.
" apa kamu percaya setiap kata kataku najma ?"
" aku percaya sama kamu, memangnya kenapa ?"
" najma, aku minta percayalah semua kata kataku, selain itu aku tidak meminta apa apa darimu " ujar nino seraya menyinggungkan senyumannya. lalu ia menenggelamkan kepala najma di dadanya.
" aku percaya semua apa yang kau katakan, kamu tak mungkin berbohong padaku " ucap najma.
bahkan nyawa adikmu saja ada di tanganku sekarang aryan gumam nino dengan senyum devilnya.
__ADS_1