Mumbai In Love

Mumbai In Love
kepergian fara


__ADS_3

Fara menceritakan pada Aryan tentang apa yang terjadi pada ibu. dan Aryan sudah memanggil Tina dan menanyakan apakah Tina melakukan semua itu pada nyonya Ahmed.


Tina tidak mengakuinya dan ia bersumpah atas nama Tuhan ia tidak melakukan apapun. dan saat itu pula Aryan memperingatkan Fara supaya tidak sembarangan menuduh orang tanpa bukti.


Fara mencoba menjelaskan semuanya akan tetapi Aryan tidak percaya, ia malah pergi meninggalkan Fara dan Tina.


Fara menoleh ke arah Tina sedangkan Tina membalasnya dengan senyum meledek. lalu Fara menyusul Aryan ke kamar.


Fara mendekati Aryan dan meminta maaf, tapi Aryan malah pergi keluar, tina menyaksikan perdebatan antara suami istri itu merasa sangat bahagia. ia mempunyai ide untuk membuat Aryan semakin benci pada Fara.


Aryan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia menenangkan diri di apartemen yang dulu pernah Fara tempati.


ia menjatuhkan kasar tubuhnya ke atas sofa dan memijat keningnya. terdiam sejenak memikirkan apa yang telah ia lakukan pada Fara.


Aryan menghela nafasnya, ia menyadari bahwa apa yang ia lakukan itu salah, seharusnya ia lebih mempercayai istrinya dan mendengarkan penjelasanya.


Aryan bangun dari pembaringannya berniat untuk pulang dan menemui istrinya.


suara pesan masuk dari ponsel Aryan menghentikan langkah kakinya berjalan keluar, sejenak Aryan membuka pesan yang masuk, ternyata dari nomer yang tak di kenal.


Aryan mengerutkan dahinya lalu membuka isi pesan tersebut, laki laki berwajah tampan itu mengepalkan tangannya tampak wajahnya memerah menahan amarah tatkala melihat beberapa gambar yang tertera di pesan tersebut.


ya, itu adalah foto foto yang di kirim Tina pada Aryan. foto kebersamaan Fara dengan Nino.


Aryan mengurungkan niatnya untuk pulang, ia memilih untuk tetap tinggal di apartemen sampai amarahnya reda.


sementara Fara sedari tadi mondar mandir menunggu kedatangan suaminya, berkali kali ia menengok ke arah jendela berharap suaminya pulang, akan tetapi hasilnya nihil, sampai larut malam pun Aryan tidak tampak batang hidungnya.


karena tidak bisa tidur, akhinya Fara memilih untuk menemui mertuanya.


semenjak kepulangan dari rumah sakit keadaan nyonya Ahmed sangat memprihatinkan, dan hanya Fara lah yang merawatnya dengan sangat telaten dan penuh kesabaran.


****************


sudah 3 hari Aryan tidak pulang ke rumah, ia lebih memilih untuk berangkat dari kantor, ia juga meminta kabar tentang ibunya dari najma.

__ADS_1


dan selama itu juga Tina terus mengirimkan foto kedekatan Nino dan juga Fara, dan itu membuat Aryan enggan untuk menginjakkan kakinya di rumah utama, apalagi bertemu Fara.


sedangkan Fara sangat kewalahan, ia mengurus reema yang jatuh sakit dan juga ibu mertuanya.


terkadang Nino datang membantu mengurus reema atau ibunya, dan itu kesempatan Tina untuk memanfaatkan mereka agar Aryan dan Fara secepatnya berpisah.


bahkan saat malam pun Fara tidak bisa meninggalkan reema dan juga mertuanya sampai sampai Fara tidur di kamar ibunya supaya bisa memantau keduanya.


Fara sangat merindukan Aryan yang sama sekali tidak pernah pulang, aakhirnya tanpa permisi air matanya pun terjatuh. betapa ia sangat lelah , rindu bercampur aduk di hatinya.


Aryan, kau dimana apa sekalipun kau tak ingin pulang , tidak kah kau merindukan anak dan ibumu lirih Fara dengan air mata yang terus mengalir.


malam itu Aryan pulang, ia bergegas menuju kamar ibunya untuk menemui Fara disana, karena atas informasi dari Tina kalau Fara berada di kamar nyonya Ahmed.


dan saat itu Fara sedang menggendong reema yang rewel karena demam dan ibu mertuanya juga sedang demam.


Aryan mendobrak pintu dengan keras, membuat Fara kaget hingga botol susu yang ia pegang jatuh seketika.


Aryan berjalan mendekati Fara dengan tatapan penuh amarah, di susul oleh Tina dari belakang.


Tina mengambil alih reema dari tangan Fara dengan cepat.


Aryan menarik tangan Fara dengan paksa dan mencekal tangan nya hingga Fara meringis kesakitan.


" kau.... kau adalah wanita yang tak tahu diri Fara " ucap Aryan dengan marahnya.


" apa maksudmu, aku tidak mengerti "


" tidak mengerti atau pura pura hah...." Aryan semakin mencekal tangan Fara lalu menariknya sampai ke lantai bawah.


lalu Aryan melepaskan tangan Fara dengan kasarnya.


" pergi kau dari sini, aku tidak mau melihat wajahmu lagi Fara.. !!!!! "


" apa salahku , sehingga kau mengusirku Pati " lirih Fara dengan berderai air mata.

__ADS_1


" tidak ada hak bagi dirimu memanggilku dengan sebutan itu, karena mulai malam ini dan seterusnya aku bukan istriku lagi " teriak Aryan .


degghhhh....... bagai di sambar petir, itulah perasaan faradilla saat ini, ia tidak menyangka suaminya yang begitu ia sayangi seketika berubah tanpa tahu masalah yang sebenarnya apa.


faradilla masih mematung di tempatnya, air mata yang sudah tak bisa ia bendung seketika surut begitu saja.


najma dan Nino bergegas turun ke lantai utama tatkala mendengar teriakan Aryan yang begitu menggema.


bahkan reema pun merasakan kesedihan yang ibunya rasakan malam ini, dalam pangkuan Tina reema tidak berhenti menangis.


" pergilah jauh jauh dari kehidupanku, dan jangan pernah sekalipun kau menampakkan wajahmu di depanku " Aryan menunjuk pintu keluar tanpa melihatnya.


" sebegitu marahkah kau padaku, hingga kau tidak memberiku izin untuk menjelaskan segalanya " Fara berucap tanpa jeda.


" pergi sekarang juga dari rumah ini..!! "


" baiklah, aku akan pergi, aku akan membawa hati dan perasaanku, dan tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya kembali termasuk dirimu .." lirih fara.


sedangkan Aryan tidak peduli dengan semua yang telah Fara ucapkan.


malam ini, Fara pergi meninggalkan rumah dengan sejuta kenangan, dimana ia harus meninggalkan cintanya, buah hatinya dan kehidupan yang membuatnya bahagia selama ini.


semuanya pupus sudah, kini di hatinya tidak ada lagi perasaan pada Aryan, Aryan yang dulu ia sayangi kini menjadi orang lain baginya.


sungguh hatinya begitu sakit, mengingat kbali semua ucapan yang keluar dari mulut Aryan.


di rumah utama najma menyuruh Nino untuk menyusul Fara dan meminta untuk mengantarkannya ke rumah bibi.


najma menghampiri kakak nya yang masih berdiri di tempatnya.


" aku adalah saksi kak, saksi bahwa kakak ipar tidak akan pernah kembali membawa hati dan perasaan nya kepada siapapun, termasuk dirimu " sahut najma dengan nada yang serius.


" aku tidak peduli dengannya lagi ..!"


" aku harap kau tak menyesal suatu saat nanti ".

__ADS_1


Aryan berbalik menghadap najma " jika kau tahu apa yang sebenarnya terjadi, mungkin kau akan melakukan hal yang sama najma ".


" tidak kak, jika itu terjadi padaku aku akan bertanya dan meminta alasan yang tepat ". ucap najma, lalu ia pergi meninggalkan Aryan.


__ADS_2