Mumbai In Love

Mumbai In Love
permainan baru saja di mulai


__ADS_3

setiap hari Tina mengurus reema dengan telaten, bahkan ia menganggap reema sebagai anaknya sendiri, meskipun Tina sangat membenci Fara tapi Tina sangat menyayangi reema.


dan pemandangan yang Tina tidak sukai ialah pagi hari, Tina selalu melihat kemesraan antara Fara dan Aryan ingin rasanya ia segera menyingkirkan Fara dari sisi Aryan dan segera di gantikan olehnya.


sore hari Fara pamit pada mertuanya untuk pergi bersama najma.


" ibu, ayah Fara pergi keluar sebentar " pamit Fara pada mertuanya, di sana juga ada Tina yang sedang mengajak reema bermain.


" hati hati nak " ucap nyonya Ahmed


" iya ibu, Fara titip reema juga "


" kau tak usah khawatir soal reema ada ibu dan juga ayah di sini. "


" terima kasih Bu kalau begitu aku pergi dulu. "


Fara menghampiri reema dan mencium gemas anaknya


" sayang ibu pergi dulu sebentar ya nak " ucap Fara sambil menggendong anaknya.


" Tina, jaga anakku sebentar ya aku harus pergi dulu "


" iya nona reema akan aman bersamaku "


" ya sudah jaga baik baik " ucap fara, Tina tersenyum membalasnya.


Fara pergi bersama najma, sedangkan Tina memperhatikan Fara pergi sampai menghilang dari pandangannya.


Tina mulai menjalankan aksinya, ia membawa reema masuk ke kamarnya dan menaruhnya di box bayi, sementara ia masuk ke dalam toilet untuk membasahi handuk dengan air panas lalu ia menempelkan handuk tersebut di dahi reema sehingga reema menjerit kepanasan.


Tina berpura pura cemas, ia mengambil ponselnya menghubungi Aryan dan menceritakan kepada Aryan kalau reema demam tinggi, akan tetapi Fara malah pergi bersenang senang bersama najma.


seketika Aryan mengepalkan tangannya mengakhiri panggilan bersama Tina dan bergegas pulang.


sesampainya di rumah, Aryan segera masuk ke kamar. Aryan tidak menghiraukan keberadaan ibu ,ayah dan juga Nino di ruang keluarga.


semua orang tampak heran pada Aryan seperti orang khawatir. Aryan segera menggendong reema ke pangkuanya.


" Tina, cepat panggilkan dokter sekarang " perintah aryan.


" ba... baik tuan " sahut Tina, Tina membalikan badannya dan tersenyum sinis, rupanya Aryan telah masuk perangkapnya.


Tina menghubungi dokter, lalu 30 menit kemudian dokter datang. dokter memeriksa reema dan mengatakan kalau reema demam tinggi, semua itu membuat Aryan down.


setelah memeriksa keadaan reema dokter pamit untuk pulang, Tina pun mengantarnya saat di bawah tuan ahmed bertanya pada dokter dan Tina tentang apa yang terjadi pada reema.


Tina pun menjelaskan kalau reema demam tinggi tuan ahmed dan nyonya Ahmed pun shock pasalnya tadi sore reema baik baik saja.


lalu dokter Tina mempersilahkan dokter untuk melanjutkan perjalananya. dan entah ada perasaan apa tiba tiba Nino ingin mengikuti mereka.


saat di luar Tina memberikan sebuah amplop pada dokter dan semua itu terekam jelas di mata Nino.


Nino segera pergi ke kamarnya dan menghubungi najma.


" hallo sayang...."


" iya sayang ada apa ?" tanya najma dalam panggilan.


" sayang cepatlah kau pulang dengan Fara .."


" iya kenapa emangnya sayang, apa terjadi sesuatu"

__ADS_1


" reema tiba tiba demam tinggi "


" apa.......? baiklah kita akan segera pulang " najma menutup panggilannya.


" kak, ayo kita pulang reema demam tinggi " ujar najma dengan wajah khawatir


" apa, reema demam? ayo cepat kita pulang sekarang najma " ajak Fara.


Fara dan najma kini sampai di halaman rumah,tanpa mempedulikan apapun dengan langkah gontai ia berlari menuju kamarnya.


sedangkan di dalam kamar Aryan sedang duduk di sofa sambil menggendong reema, rupanya Aryan ketiduran dalam keadaan telanjang dada karena dokter menyarankan jika demam reema belum juga turun Aryan harus melepaskan pakaian nya dan memeluk reema.


Tina pun tak melewatkan kesempatan emas ini, ia menaruh reema di kasur sebentar lalu ia mengambil Selfi bersama Aryan yang sedang tidur , ia pun membuka semua kancing bajunya seolah mereka habis melakukan sesuatu.


setelah itu Tina mengancingkan kembali bajunya dan menaruh reema kembali di pangkuan Aryan.


tak lama setelah itu Fara datang dengan nafas yang tersengal, ia segera menghampiri reema dan juga Aryan dan mengambil reema dari pangkuan ayahnya.


" nak,, maafkan ibu ya seharusnya ibu tidak meninggalkanmu tadi " ucap Fara sambil menggendong dan mencium reema.


merasa terusik Aryan pun bangun lalu di susul oleh najma yang masuk ke kamar mereka.


" kak, apa reema baik baik saja ?"


" najma..."


" sini biar ku gendong sebentar " pinta najma, ia mengambil alih reema dari pangkuan ibunya.


sementara Nino melirik ke arah Tina dengan tatapan sinis, Tina pun hanya menunduk.


" kalian dari mana saja, dan kau Fara kenapa kau keluar sedangkan reema dalam keadaan demam " Aryan membentak Fara.


" sudahlah, kalian tolong tinggalkan kami " ucap Aryan pada orang orang yang berada di kamarnya.


Fara mengambil reema, najma, Nino dan juga Tina bergegas keluar dari kamar Aryan. sepeninggalan mereka Aryan memarahi Fara dan membetaknya.


" beraninya kau meninggalkan anak kita dalam keadaan demam " ucap Aryan dengan nada emosi.


" maafkan aku Pati, saat aku pergi reema baik baik saja "


" kau jangan beralasan Fara, kalau tidak ada Tina mungkin anak kita sudah mati "


" tapi.... tadi reema baik baik saja " ucap Fara dengan berurai air mata karena aryan membentaknya.


" aku tidak percaya padamu "


degggg...... jantung Fara seakan berhenti, bisa bisanya Aryan mengatakan semua itu tanpa mendengar penjelasan Fara dengan jelas.


Fara terdiam dan membawa reema untuk tidur bersamanya, sedangkan Aryan masuk ke dalam kamar mandi. seseorang di balik pintu kamar Fara mendengar jelas pertengkaran antara suami istri itu


permainan baru saja di mulai Aryan gumam tina dengan senyum sinisnya.


Aryan keluar dari kamar mandi, ia mendapati Fara dan juga reema sedang tertidur pulas, Aryan menatap kedua orang yang ia cintai dengan intens, lalu ia mengecek dahi reema dengan telapak tangannya.


" demam nya kok cepat sekali turun ya, apa mungkin karena Fara ada di dekatnya ?" gumam Aryan.


tak pikir panjang Aryan pun ikut tidur bersama Fara dan reema.


*************


paginya, Fara bangun lebih awal ia mengecek suhu badan reema.

__ADS_1


" Alhamdulillah sudah tidak demam lagi " ucap Fara. lalu ia mencium reema, saat Fara ingin mencium Aryan tiba tiba ia ingat akan ucapan Aryan semalam. Fara mengurungkan niatnya akan tetapi Aryan lebih dulu menarik tangan Fara hingga Fara jatuh tersungkur di pelukan Aryan.


" lepaskan aku, aku harus menyiapkan keperluanmu " Fara berontak


" tidak, aku tidak akan melepaskanmu "


" lepaskan sekarang juga nanti reema bangun "


terpaksa Aryan melepaskan Fara , lalu ia bangun dan masuk ke dalam kamar mandi, sementara Fara menyiapkan keperluan Aryan, meskipun Fara sakit hati terhadap suaminya ia tetap mempersiapkan semua keperluan suaminya.


20 menit kemudian Aryan keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya.


ia melihat Fara yang sedang memilih baju untuk Aryan bekerja, tanpa pikir panjang Aryan pun memeluk Fara dari belakang dan mencium tengkuk Fara.


" lepaskan aku, " ucap Fara dengan nada jengah


" maafkan aku, tidak seharusnya aku mengucapkan kata kata kasar padamu " lirih Aryan. Fara hanya bisa terdiam menutup matanya sejenak.


" aku sudah memaafkanmu "


" tidak, kau belum memaafkanku "


" aku sedang tidak ingin bicara, jadi tolonglah "


" sekali lagi maafkan aku, aku menyesal semalam aku tidak bisa mengontrol emosiku, karena aku shock dengan kondisi reema "


" pakailah bajumu dan segeralah pergi ke kantor " ucap Fara cuek.


" aku tidak mau pergi bekerja sebelum istriku memaafkanku "


" aku sudah bilang aku memaafkanmu "


" kau belum memaafkanku " sahut Aryan.


" bagaimana kau tahu itu " timpal Fara menatap suaminya dengan tatapan tidak suka.


" aku tahu kamu, jika kamu sedang marah kamu tidak akan membantuku memakaikan dasi dan mengancingkan baju " ucap Aryan melunak, lalu Fara mengambil kemeja Aryan dan membantu memakaikannya, mengancingnya dan memasangkan dasi. akan tetapi Fara tetap diam.


" jika kau masih marah, luapkanlah sekarang jangan di pendam " bisik Aryan pada Fara, seketika Fara menghentikan aktivitasnya dan menatap Aryan.


" maafkan aku patnee, maafkan aku " lirih Aryan.


fara memeluk Aryan dan menangis tersedu, ia sudah tidak tahan semalaman menahan emosi dan air matanya.


" menangislah,,, aku tahu apa yang kau rasakan"


setelah Fara merasa lega, ia menghapus air matanya dan melepaskan pelukanya. tapi Aryan kembali memeluk dan mencium kening Fara dengan mesra.


" entah kenapa hatiku tersentak saat kau bilang kau sudah tidak mempercayaiku lagi, rasanya aku yang paling salah di dunia ini " ujar Fara meluapkan isi hatinya.


" aku tahu perasaanmu, tolong maafkan aku "


" saat aku pergi, reema sangat baik baik saja dan ceria, aku keluarpun hanya untuk membeli kebutuhan reema bukan untuk senang senang"


" tapi kenapa kau tidak bilang padaku ?" tanya Aryan sambil mengelus panggung istrinya.


" aku takut mengganggumu " jawab Fara. ia melepaskan pelukan Aryan.


" jika kau tak mempercayaiku, kau bisa taanyakan pada ibu , ayah dan juga Nino "


" aku percaya padamu " ucap aryan.

__ADS_1


__ADS_2