Mumbai In Love

Mumbai In Love
rencana aryan


__ADS_3

sejak kejadian kemarin, aryan melarang fara untuk memakai lagi saree ke kantor, entah apa alasannya fara pun tak tahu, yang jelas hanya aryan dan authorlah yang tahu.


dengan langkah yang penuh semangat, fara berjalan menuju ruangan nya, senyum di bibirnya masih terukir sejak ia keluar dari apartemen. entah apa yang membuat suasana hatinya begitu cerah pagi ini secerah matahari yang ikhlas menyinari pagi.


raut bahagianya yang terpancar terekam jelas di mata aryan.


dasar gadis aneh, kalau sedih bikin orang khawatir, giliran bahagia gak memberitahu orang. gerutunya dalam hati, meskipun hatinya menggerutu akan tetapi bibirnya tak berhenti menggulum senyum.


" ehmm, nona fara sedari tadi anda terus tersenyum, apa yang membuat anda bahagia pagi ini " aryan menghampiri fara yang sedang bekerja.


pak aryan kemari hanya untuk menanyakan itu? konyol sekali


" emmm,, iya pak karena saya akan meminta kepada bapak untuk memberi saya izin pulang ke indonesia " ujar fara yang sudah sangat percaya diri.


apa ? dia mau pulang ke negaranya dan berharap saya akan memberi izin, pede sekali gadis ini.


" mmmm,,,, ada keperluan apa anda meminta cuti ?"


" saya hanya rindu saja dengan tanah kelahiran saya pak "


aryan berlalu pergi, ia sedikit kecewa akan fara yang merindukan tanah kelahirannya, tetapi aryan pun tak mau egois, bagaimana pun fara berhak merindukan negaranya.


aryan duduk di kursi kebesarannya sambil menatap langit langit, ia harus mencari cara agar fara tidak pergi lalu ia mengambil ponsel dan sepertinya ia menghubungi seseorang.


seorang laki laki tampan bertubuh kekar dengan jambang halus di wajahnya datang ke kantor, para wanita teriak histeris melihat ketampanan laki laki tersebut, terlebih ia melambaikan tangan nya ke para wanita di sekelilingnya, membuat para wanita di buat baper akan pesonanya.


laki laki itu menghampiri fara yang sedang sibuk dengan laptopnya.


" permisi nona cantik " sapa laki laki yang bernama varun.


" iya tuan ada yang bisa saya bantu ?" tanya fara dengan senyum manis di bibirnya.


" perkenalkan, nama saya varun, " ucap varun sambil mengulurkan tangannya. fara pun membalas uluran tangan varun di ikuti dengan senyum nya, membuat varun terpesona sampai ia lupa bahwa ia sedang berjabat tangan dengan sekertaris cantik itu.


tiba tiba seorang laki laki datang menghampiri mereka dan membuyarkan lamuna varun.


" ehmm,,"

__ADS_1


suara itu membuyarkan varun dan melepaskan jabatan tangan nya.


" aryan.." ucap varun dengan ekspresi kaget yang di buat buat.


" saya sudah lama menunggu anda tuan varun, ternyata anda di sini toh " sindir aryan dengan tatapan tak suka.


" ya aryan, tadi saya mau bertanya ruangan mu dimana pada wanita ini tapi........ " ucap varun yang terpotong.


" alasan " timpal aryan mendelik sebal, ia menatap fara dan varun secara bergantian lalu masuk ke ruangan nya kembali.


" aryan hey tunggu aku,, aryan ....... " panggil varun, ia pun melangkah mengikuti aryan akan tetapi aryan tidak menggubris nya.


" hey,, kenapa kau marah, apa kau sedang datang bulan ?"


aryan tidak mendengarkan ocehan temannya, ia tetap menampilkan wajah kesalnya.


" ayolah,, kau jangan seperti itu, saya jauh jauh datang dari kashmir hanya untuk memenuhi panggilamnu "


aah benar juga ya gumam aryan.


" jadi bagaimana...?" tanya varun, seprti biasa ia duduk di meja


" kau seperti tidak tahu sahabatmu ya pak wakil ketua, katakan apa masalah anda, siapa tahu saya bisa bantu sampai tuntas ".


sekilas aryan mendelik pada varun lalu mau tak mau ia menceritakan maksudnya memanggil varun kemari.


" kau datang pada orang yang tepat aryan, jadi.. siapa gadis yang sudah membuatmu takut kehilangan seperti ini hmm " varun menyelidiki lewat raut wajah aryan yang terlihat merona. lalu aryan menunjuk ke arah fara dengan matanya, varun pun mengikuti arah mata aryan memandang.


" hah,, gadis cantik itu ?" varun terkejut karena aryan menunjuk gadis yang akan jadi incarannya.


" kenapa harus dia, dia itu....." ucapnya dengan wajah memelas.


" jadi kamu mau bantu saya tidak ?" tanya aryan dengan nada suara yang sedikit meninggi.


" baiklah, demi persahabatan kita saya akan mengalah, tapi ada satu syarat "


" apa syaratnya ?"

__ADS_1


" jika dia mempunyai sahabat tolong kenalkan padaku ya "


" ya,, ya,, ya terserah apa katamu " pasrah aryan dengan kelakuan sahabatnya.


**************


saat jam menunjukkan bubar kantor, fara terlihat berdiri dengan perasaan harap harap cemas, aryan mengerutkan dahinya saat melihat fara lalu menghampirinya.


" pak aryan ,"


" kenapa kamu belum pulang ?"


" sekarang saya mau pulang, bagaimana kalau bapak saya antar pulang " tawar fara di sertai mimik muka yang sok menggemaskan.


apa dia sedang merayuku ?


sedangkan fara masih dengan posisinya sampai akhirnya aryan menganggukan kepalanya. fara merasa senang malam ini semoga jadi awal yang baik pikirnya. tanpa disadari bibir yang semula kaku pun menjadi refleks membentuk satu senyuman manis ketika seseorang di belakangnya kegirangan.


sesampainya di halaman rumah fara sudah lebih dulu bertanya pada bos nya tentang rencana cuti.


" jadi, bagaimana pak, apa bapak izinkan saya ?" fara setia menunggu jawaban dari aryan


ohh jadi dia mengantarku hanya karena ini.


" begini nona, jelaskan alasan yang paling tepat kenapa anda ingin pulang " dengan santainya aryan berbicara


" begini pak, dua minggu lagi adalah hari ulang tahun ibu saya, jadi saya........ " ucapan fara terpotong, fara tiba tiba sedih mengingat saat kepergian mendiang ibunya.


" sudahlah, jangan menangis nanti saya akan atur jadwalnya " imbuh aryan.


" terima kasih pak " ucap fara.


************


" apa......????? indonesia ?, kau sudah gila aryan dalam waktu 12 hari saya harus menyelesaikan misi ini ? varun kaget setelah mendapatkan perintah dari aryan.


" bisa gak kamu mengecilkan volume suaramu yang jelek itu " sergah aryan.

__ADS_1


ya, setelah permohonan fara tadi aryan menjadi kepikiran, satu sisi ia tak ingin fara pulang di sisi lain ia juga tidak boleh egois, terlebih fara merindukan keluarganya meskipun sudah tiada.


maka dari itu aryan memanggil varun untuk meminta bantuan nya supaya bisa mencegah fara pulang ke indonesia.


__ADS_2