
karena varun tak ingin kena amukan aryan, akhirnya ia memilih untuk pulang. kini tinggalah najma, kriti dan juga farhan. mereka sangat gelisah karena pasti aryan akan marah karena ulah mereka.
" kamu sih, kenapa tidak memperhatikan kakak ipar ?" kriti
" aku tidak tahu jika kakak ipar yang akan meminumnya " sahut najma sambi mondar mandir gelisah, ia takut kakaknya marah besar.
" sudah sudah, lebih baik kita pikirkan alasan bagus supaya kak aryan tidak marah " lerai farhan. ia pun sebenarnya sangat panik malam ini.
aryan membuka pintu kamar, ia mengetuk pintu toilet karena ia tahu pasti fara ada di dalam.
" fara, apakah kau di dalam ? fara..... " panggil aryan sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
fara tidak menjawabnya ia segera turun dari bathtube dan segera memakai piama lalu keluar menemui aryan.
fara membuka pintu toilet dan menatap aryan dengan intens.
entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini, fara melihat aryan begitu tampan dan menggoda, rasanya ia ingin mencium bibir aryan dan memeluk tubuhnya. tapi ia segera tersadar tatkala aryan memnaggilnya.
" fara, apa kau baik baik saja ?" aryan khawatir.
" eu... a... aku baik baik saja, sebaiknya kau tinggalkan aku sebentar saja " jawab fara gugup.
" ada apa denganmu, cepat katakan !" aryan memegang bahu fara dan itu membuat fara damaki. gemetar, takut ia tidak bisa mengontrol dirinya.
" pergilah sekarang, tinggalkan aku sebentar saja disini " fara membelakangi aryan. ia sangat frustasi dan sudah tak bisa menahannya lagi.
lalu aryan pergi menemui adik adiknya yang masih duduk di bawah, ketiga adiknya sangat panik saat melihat aryan turun dengan tatapan tajam.
mereka berdiri bersejajar. tatapan aryan sangat intens pada mereka sehingga mereka ketakutan di buatnya.
" apa yang kalian masukan ke minuman tadi ?" tanya aryan dengan tatapan membunuh. tapi ketiga adiknya hanya diam.
__ADS_1
" baiklah, jika tidak ada yang mau mengaku, kalian tidur di balkon " ancam aryan lalu ketiga adiknya terkejut.
setelah lima menit barulah mereka mengaku bahwa mereka menaruh obat perangsang di minuman tersebut. aryan sangat geram pada mereka, kenapa melakukan hal yang di luar batas.
" ini belum selesai, besok aku akan memberi hukuman pada kalian " ucap aryan dengan tegas lalu ia bergegas menuju kamarnya kembali.
aryan menutup pintu dan menguncinya. dilihatnya fara masih berdiri di tempat saat aryan mendekatinya ia malah menghindar karena takut tidak bisa menahannya.
" pergilah, jangan mendekat " lirih fara yang masih membelakangi suaminya. tetapi aryan tidak menghiraukan nya. ia malah semakin mendekat dan fara semakin takut.
aryan membalikan tubuh fara dan perlahan memeluknya, fara mencoba berontak karena takut, tapi aryan malah menenggelamkan kepala istrinya di dadanya.
" tak apa, kau bisa memelukku sebanyak yang kau mau malam ini " ucap aryan.
" tidak, aku tidak apa apa, lepaskan saja aku " pinta fara tapi ia tidak menolak saat aryan memeluknya erat.
aryan membawa fara untuk berbaring di atas kasur dan tidur bersama dengan posisi berhadapan. di situlah fara sangat agresif ia semakin tidak bisa menahannya lagi. tanpa sadar ia mencium aryan. mau tak mau aryan membalasnya meskipun ia ragu.
sebenarnya aryan menginginkan semua ini saat fara dalam keadaan benar benar sadar dan ikhlas tanpa paksaan, tetapi karena ulah adik adik iparnya membuat ia harus melakukan malam pertama yang tertunda ini dengan setengah di bawah kesadaranya karena dosis yang tinggi. yaaa meskipun tidak di pungkiri aryan sangat menikmatinya 🤣🤣🤣🙈.
mau tak mau aryan harus berterima kasih pada ketiga adiknya karena untuk pertama kalinya ia merasakan nikmatnya malam indah dalam hidupnya
*******************
pagi ini cuaca sangat mendung, rintik hujan membasahi bumi dan seisinya, seakan sinar matahari pun malu menampakkan dirinya. pagi itu fara lebih dulu membuka matanya.
ia terkejut saat mendapati suaminya sedang memeluknya di tambah ia dan suaminya tanpa mengenakan pakaian sehelaipun. mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam ia tidak ingat, yang dia tau hanya aryan memeluknya.
tak lama kemudian aryan pun ikut bangun, bibirnya tersenyum mengingat kembali kejadian semalam.
fara menatap suaminya yang ternyata sudah bangun dan punggungnya di kepala ranjang.
__ADS_1
" kenapa wajahmu begitu pucat, apa kau sakit patnee ?" tanya aryan, ia menempelkan telapak tangannya di dahi fara, akan tetapi secepat kilat fara menepisnya membuat aryan mengerutkan keningnya.
tanpa malu fara menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya dan memperlihatkan banyak tanda merah di sana sehingga bagian tubuhnya terlihat jelas oleh aryan.
" lihatlah, kejahatan apa yang kau lakukan semalam ?" ucap fara marah. aryan terkekeh dengan istrinya fara pun tersadar dan segera menaikan selimutnya hingga ke leher.
" kejahatan? " aryan terkekeh lagi
" iya kejahatan, kau sangat menyebalkan beraninya melakukan itu tanpa persetujuan ku " fara tambah marah, di mata aryan sangat lucu. lalu aryan mendekatkan wajahnya hingga hidung mancung mereka menempel.
" kau ingat ingat lagi, siapa yang lebih dulu menginginkannya " bisik aryan. lalu ia mencium bibir fara dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
sementara fara merasa kesal bertambah malu pada suaminya lalu ia kembali berbaring rasanya ia sangat lelah pagi ini dan saat aryan keluar dari kamar mandi ia mendapati istrinya sedang terlelap, aryan tersenyum lalu keluar dari kamarnya.
najma, kriti dan juga farhan kembali takut saat aryan berjalan menuruni anak tangga dengan wajah yang serius. aryan bergabung bersama mereka untuk sarapan.
ia tak menghiraukan ketiga adiknya yang menatapnya dengan perasaan yang takut aryan tetap tenang sambil menyantap sarapan nya dengan lahap.
" kenapa kalian menatapku seperti itu ?" tanya aryan tegas membuat ketiga adiknya kalap.
" pasti kalian sedang memikirkan kesalahan kalian kan"
" maafkan kami kak, kami sudah lancang " farhan lebih dulu membuka mulutnya.
" farhan, kriti, najma ini pernikahan kakak, kami tahu apa yang harus kami lakukan jadi kalian tidak usah repot repot membantu kami, tapi aku pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja keras kalian semalam " ujar aryan memperhatikan adik adiknya. dan ketiga adiknya itu menunduk
" terima kasih atas kerja keras kami karena kakak pun kerja keras, iya kan ?" sahut najma memberanikan diri becanda pada kakaknya yang terkenal dingin. aryan menatap tajam najma ,najma pun seketika diam.
tanpa berkata apa apa lagi aryan kembali ke kamarnya sambil membawa sarapan buat fara.
najma, kriti dan farhan pun tersenyum melihat tingkah kakak nya.
__ADS_1