Mumbai In Love

Mumbai In Love
duka yang mendalam


__ADS_3

pagi itu Aryan baru saja pamit untuk berangkat ke kantor kepada anak istrinya, setelah kepergian Aryan Fara mengajak Tina untuk ikut serta berbelanja kebutuhan bulanan.


akan tetapi Tina menolaknya dengan alasan ia harus mencuci botol dan pakaian reema. Fara pun tak bisa memaksa, akhirnya ia pergi bersama najma dan juga Nino serta membawa reema.


semenjak Fara melahirkan reema, Nino menyadari bahwa cinta tak harus memiliki meski awalnya ia ingin kembali pada Fara dan merusak hubungan keluarga ini. tapi niat buruknya itu ia kubur dalam dalam dan memutuskan hanya untuk bersama najma.


di dalam rumah Tina mengajak semua pelayan untuk merapikan kebun belakang, setelah semua pelayan menuruti kemauannya ia mengendap ngendap mundur meninggalkan kebun dan pergi ke tempat kerja tuan ahmed.


tanpa mengetuk pintu, Tina masuk ke ruangan kerja milik tuan ahmed, dan disana tuan ahmed sedang memeriksa berkas berkas kantor.


" selamat pagi tuan Ahmed syeikh " sapa Tina dengan nada sinis. tuan Ahmed mengangkat kepalanya


" ada perlu apa kemari Tina "


" ada perlu apa ?, oohh majikanku kan tuan Aryan bukan tuan Ahmed ya..."


" jika kau tahu kenapa kau datang kemari, keluarlah saya sedang sibuk "


" kau, berani mengusirku tua Bangka !" ucapan Tina mengejutkan tuan Ahmed sehingga ia berdiri dengan tatapan penuh amarah


" siapa kau berani berbicara kasar padaku !" bentak tuan Ahmed.


" aku,,, aku adalah pretty, calon menantumu yang tak kau setujui " sinis Tina.


" pergi kau dari rumahku ...!" perintah tuan Ahmed, Tina menjadi tersulut emosi dan mendekati tuan Ahmed menarik kerah baju tuan rumah yang sudah tak lagi muda itu.


" kau yang pergi bukan aku pak tua.." ucapan pretty penuh penekanan.


cengkraman pretty membuat tuan Ahmed terbatuk, sementara pretty semakin menjadi dengan mencekik leher tuan Ahmed sehingga tuan Ahmed jatuh tersungkur.


pretty melepaskan cekikannya, lalu memukul pelan bahu tuan Ahmed yang sudah jatuh pingsan.


" ya Tuhan,,, apa dia mati, aku harus ada segera pergi dari sini "


pretty berjalan pelan keluar dari ruang kerja tuan Ahmed, ia berlari menuju kamarnya dan tak mau seorang pun melihat kejadian ini, padahal ia tak sadar kamera cctv telah merekamnya keluar dari ruang kerja tuan Ahmed.


di sisi lain, nyonya Ahmed menaiki tangga sambil membawa secangkir kopi ia ingin memberikan kopi itu kepada suaminya.


berkali kali nyonya Ahmed mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, karena merasa kesal akhirnya nyonya Ahmed masuk.


" ya ampun suamiku,, kenapa ruanganmu begitu berantakan, ini kopimu " nyonya Ahmed berucap tanpa sahutan dari suaminya, tak biasanya ruangan tuan Ahmed berantakan.


nyonya Ahmed menghampiri meja kerja suaminya, betapa terkejutnya ia sampai sampai menjatuhkan cangkir yang berisi kopi, ia membekam mulutnya sendiri tatkala melihat suaminya yang sudah berbaring tak bernyawa dengan mata melotot.


nyonya Ahmed menjatuhkan dirinya ke lantai dan tak bisa berkata apapun.

__ADS_1


satu jam kemudian nyonya Ahmed tersadar, kini ia berada di pembaringan di kelilingi anak mantunya yang tak henti menitikan air mata.


" nak, kenapa kalian berada di sini, mana ayahmu, ayahmu tidak apa apa kan aryan, najma ?" tanya sang ibu, akan tetapi Aryan maupun najma tidak bisa menjawabnya, mereka berdua berhamburan memeluk ibunya.


" kenapa kalian menangis, ada apa cepat tolong ayah kalian ia tadi pingsan di ruang kerja " ujar ibu yang masih belum sadar bahwa tuan Ahmed sudah meninggal.


" ibu maafkan kami, ayah sudah pergi dari kita semua " sahut najma yang lebih dulu melepaskan pelukan.


nyonya Ahmed diam terpaku mendengarnya, air mata yang sudah tidak terbendung lagi akhirnya tumpah.


Aryan tak kuasa melihat kesedihan sang ibu yang ia cintai, Aryan memeluk ibunya dengan erat, sedangkan ibu tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.


suasana duka cita pun sangat terasa tatkala jenazah tuan ahmed di bawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.


tangisan ibu kembali pecah saat melihat ayah untuk terakhir kalinya, ia tak kuasa menahan tangis. Fara yang tidak tega melihat kesedihan sang ibu mertua pun segera menghampiri dan memeluknya.


" kenapa ayahmu pergi secepat ini " lirih ibu dengan tangisan yang tak henti.


" ibu, bersabarlah ayah sudah tenang di sana " jawab Fara sambil mengelus pundak mertuanya.


**************


hening, itulah yang tercipta di rumah keluarga Ahmed malam ini, Fara dan juga najma mengantar ibunya menuju kamarnya untuk beristirahat.


Fara dan juga najma membiarkan ibunya untuk istirahat, mereka menutup pelan pintu dengan sangat hati hati, tiba tiba Aryan menghampiri Fara sambil menggendong reema yang sedang menangis.


" mana Tina ? "


" aku tidak tahu, sedari tadi reema bersama pelayan lain "


" ya Tuhan , dia lalai sekali "


" sudahlah, apa ibu sedang istirahat ? "


" ya, sebaiknya kita jangan mengganggunya dulu "


" ya sudah ayo kita ke kamar "


" hmm ".


sedangkan Tina sedang berada di sebuah diskotik, ia sedang merayakan hari kematian tuan Ahmed dengan minum minum bersama teman temannya.


dentuman alunan musik DJ di tambah teriakan para pengunjung membuat suasana malam di sebuah club malam pusat kota Mumbai menjadi sangat ramai, di pojokan club seorang perempuan seksi sedang mabuk bersama beberapa laki laki hidung belang.


rupanya pretty sedang mabuk berat, dua orang laki laki mengangkat pretty menuju kamar yang sudah di sediakan.

__ADS_1


kedua laki laki itu tersenyum simpul penuh arti saat setelah membaringkan pretty di tempat tidur.


pretty tidak sadar ketika salah satu dari laki laki tersebut melucuti pakaian nya dan saling bergantian mencicipi tubuh pretty.


**************


di dalam kamar, nampak sepasang suami istri sedang duduk di atas kasur, najma masih larut dalam kesedihan karena di tinggal ayah tercinta.


" sayang, ayah udah tenang di sisi Tuhan, kita doakan saja " ucap Nino yang selalu setia menemani najma.


" aku tidak menyangka ayah begitu cepat pergi meninggalkan kita Nino "


" semua ini sudah takdir tuhan sayang, sudahlah tidak baik terlalu larut dalam kesedihan, mulai sekarang kita sama sama fokus akan kesehatan ibu, " ujar Nino sambil menenggelamkan najma dalam dekapannya.


" iya, terima kasih sayang " sahut najma.


paginya pretty terbangun, ia kaget saat mendapati dirinya sudah tak memakai sehelai benang pun, pretty mencoba mengingat kembali apa yang sudah terjadi semalam tapu ia tidak mengingatnya sama sekali.


pretty melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi, ia segera memunguti pakaiannya dan pergi meninggalkan kamar itu.


pretty segera menaiki taxi menuju rumah keluarga syeikh, tak lupa ia merubah penampilannya menjadi Tina, setelah tiba di kediaman syeikh, Tina berjalan cepat menuju kamar Fara dan juga Aryan untuk mengambil reema.


ternyata reema masih tidur, cepat cepat Tina bersandiwara membereskan tempat tidur Fara, karena Fara berada di dalam kamar mandi.


tak lama Fara keluar dan melihat Tina sedang membereskan tempat tidurnya.


" tina,.... "


" nona Fara, selamat pagi nona " sapa Tina yang sedang sibuk menata bantal.


" kau kemana saja, kenapa aku tidak melihatmu semalam ?"


" maafkan saya nona, kemarin sore saya mengunjungi ibu saya yang tiba tiba jatuh sakit, dan saya juga mendengar kabar kalau tuan besar......., saya turut bersuka cita nona Fara " ucap Tina berakting sok sedih.


" aku pun tidak menyangka tuhan secepat itu memanggil ayah "


" nona yang sabar ini sudah takdir " sahut Tina.


" iya Tina, oh ya Tina karena reema belum bangun, lebih baik kamu bantu temanmu di bawah, nanti kalau reema bangun aku panggil kamu , tidak apa apa kan ?"


" tidak apa apa nona, kalau begitu saya permisi kebawah " jawab Tina sopan.


" ya Tina ".


Tina keluar dari kamar Fara dan ia menutup pintu.

__ADS_1


aku harus berakting lugu di depan siapapun, supaya tidak ada yang tahu kalau aku yang membunuh tuan ahmed. gumam Tina dalam hatinya.


__ADS_2