
aryan dan fara kini berada di dalam mobil, mereka berdua hanya diam tak berkata apapun, hanya keheningan yang tercipta malam itu.
" terima kasih bapa sudah mengantar saya pulang " ucap fara yang memulai percakapan.
" sama sama "
lalu fara membuka pintu mobil, akan tetapi aryan lebih dulu menarik tangan fara.
" kenapa ?" tanya fara
" maafkan saya atas kejadian tadi di kantor "
" ooh,,, tak apa " fara membuang wajahnya ke sembarang arah.
" apa kau marah..?" tanya aryan
" untuk apa ?"
" apa kau mengira saya sedang mempermaikanmu?"
" kenapa bapak berpikiran seperti itu ? "
" sudahlah pak lupakan saja, mungkin semua laki laki emang seperti itu " ungkap fara hatinya merasa kecewa, lalu ia benar benar keluar dari mobil. ia segera masuk kedalam sedangkan aryan masih setia disana.
ia memikirkan tentang kata kata fara barusan, aryan sangat bersalah apalagi mengingat nino yang menikah dengan najma. tak pikir panjang aryan segera keluar dari mobilnya lalu menyusul fara ke apartemen.
kala itu fara baru saja duduk di sofa melepas penatnya, tiba tiba aryan datang dengan buru buru dan membawa fara keluar.
" pak aryan, bapak mau bawa saya kemana ?"
" ikutlah denganku "
kediaman keluarga syeikh
aryan masuk ke dalam rumahnya dengan menggandeng tangan fara, kala itu keluarga syeikh sedang berkumpul di ruang utama. tiba tiba aryan datang dan duduk bersama fara, sebenarnya fara masih bingung maksud aryan membawanya kemari.
" aryan, ada apa ini ?"tanya ibunya. nyonya ahmed dan juga fara mencoba bertanya lewat bahasa isyarat pada fara, akan tetapi fara juga tidak tahu.
" ibu, ayah.. aryan ingin memberitahukan kepada kalian sesuatu "
" katakanlah " ucap tuan ahmed.
__ADS_1
" aryan akan segera menikah dengan fara " ungkap aryan mengejutkan semua orang yang sedang berkumpul di ruangan utama. tak terkecuali fara, orang yang di sebut namanya.
" nak, sejak kapan kau menjalin hubungan dengan sekertarismu ?" ucap nyonya ahmed.
" sudah lama bu, aryan tidak ingin menunda lagi "
" tapi apa harus terburu buru ?" tanya tuan ahmed lagi.
" maaf tuan, nyonya saya ingin memberi usul kalau....."
" kalau pernikahan kita di langsungkan secara sederhana saja " timpal aryan yang memotong perkataan fara.
tuan dan nyonya ahmed saling beradu pandang dan melemparkan senyum satu sama lain,lalu nyonya ahmed berdiri dan menghampiri fara, ia membantu fara berdiri dan memeluknya.
" ibu akan merestui pernikahan ini "
semua orang yang berada di sana pun sangat bahagia,sedangkan fara masih bingung dengan semua ini. setelah berbincang bincang cukup lama mengenai pernikahan fara pamit untuk pulang karena sudah malam.
aryan mengantar fara pulang berkali kali fara menghela nafasnya hatinya merasa bimbang tentang rencana pernikahan yang mendadak.
" apa yang sedang kau pikirkan ?"
" apa saya terlihat sedang akting ?"
" terus apa yang bapak lakukan, ini........"
tiba tiba aryan menghentikan kemudinya.
" saya sungguh ingin menikahimu "
" atas dasar apa pak? bahkan bapak mencintai nona pretty kan?"
" bahkan kau juga masih mencintai nino kan?" aryan menyekak fara dengan pertanyaan serupa dan membuat fara terdiam seketika.
" jangan menyebut dia di depanku pak, "
" dan kau juga tidak berhak menyebut nama pretty "
lalu aryan melanjutkan kembali perjalanan nya menuju apartemen fara, sesampainya di halaman di antara keduanya masih membisu.
" turunlah, ini sudah malam beristirahatlah " perintah aryan dengan nada datar.
__ADS_1
" terima kasih sudah mengantar saya "
" hmm"
fara membuka pintu mobil tetapi lagi lagi aryan mencegahnya saat fara menegok ke arah aryan, aryan lebih dulu mencium kening fara dengan tiba tiba.
" jika kau berpikir pernikahan kita nantinya tidak di dasari rasa cinta, akan saya pastikan cinta akan tumbuh dengan sendirinya tanpa harus di minta " ucapan aryan membuat fara salah tingkah dan segera pergi dari aryan.
berbeda lagi dengan aryan yang tersenyum simpul melihat fara yang salah tingkah. fara segera masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu takut takut aryan masuk lagi tanpa permisi dan membawanya pergi.
" ya tuhan, apa pak aryan sudah tidak waras ya , " .
di kamar yang berbeda baik aryan atau pun fara mereka tidak bisa memejamkan matanya masing masing, padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari. berkali kali mereka berpindah posisi tetapi tetap tidak ada yang nyaman seperti ada yang mengganjal di pikiran mereka.
akhirnya fara bangun dan mengambil buku novel favoritnya, sedangkan aryan membuka laptopnya hingga beberapa jam lamanya mereka tertidur dengan posisi masing masing.
hingga mereka ke bablasan bangun jam 7 pagi
" ya tuhan, jam berapa ini " teriak fara kaget karena sinar matahari sudah menusuk ke kamarnya. begitupun hal yang sama serupa dengan aryan.
sesampainya di kantor fara berlari menuju ruangan nya sampai sampai semua teman teman yang lain merasa keheranan, fara tergesa gesa membuka laptopnya.
" ada apa denganmu far?" tanya vina memberanikan diri menghampiri teman nya.
" gue kesiangan vin "
tak lama kemudian di susul oleh aryan yang setengah berlari masuk ruangan nya.
" selamat pagi pak aryan " sapa vina dan fara serempak.
akan tetapi aryan tidak mendengar sapaan mereka karena buru buru
pak aryan juga telat ?? gumam fara.
" eh far lo sama pak aryan hari ini sama sama telat lho, kok bisa ya?"
" ssttt, udah sana balik ke mejamu vin "
" oke oke"
selepas kepergian vina fara kembali duduk mengerjakan tugasnya, sementara aryan menengok ke arah fara sejenak lalu membuka laptopnya.
__ADS_1