Mumbai In Love

Mumbai In Love
menikahlah denganku fara......


__ADS_3

sejak kejadian malam itu fara sering melamun dan tidak berkonsentrasi dalam bekerja, ia lebih suka sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.


aryan sering memergoki fara menangis, ia merasa bersalah pada fara yang terpuruk. ingin rasanya aryan menghampiri fara dan berkata yang sebenarnya, tetapi ia pun tidak tega kalau najma harus mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


saat di kantin fara bertemu dengan nino, mereka sempat beradu pandang tetapi sesegara mungkin fara menghindar dan pergi dari kantin, nino pun secepat kilat menarik tangan fara


" fara, kita perlu bicara..."


" maaf nino sepertinya tidak ada yang harus di bicarakan di antara kita " ucap fara sambil berusaha menahan air mata jatuh.


" aku ingin menjelaskan semua yang terjadi, aku mohon fara ini yang terakhir kalinya "


" baiklah, tapi setelah ini aku tidak mau bertemu denganmu lagi, aku tidak mau terjadi salah faham di antara kita, aku sangat menghargai nona najma " ujar fara. dan nino pun perlahan mengangguk.


sedangkan di balik tembok ada sepasang mata yang mengintai percakapan mereka dialah aryan, aryan akan mengikuti mereka sampai mereka bertemu, ia sangat takut jika nino mengatakan yang sebenarnya.


...****************...


sore pukul 18:00 sepulang dari kantor nino menunggu fara di bawah pohon tempat mereka selalu bertemu. fara duduk di kursi " katakan nino apa yang ingin kau bicarakan..." ucap fara dengan nada datar.


"maafkan aku fara, aku memutuskan brrtunangan dengan najma tanpa memberitahumu, aku menyesal, dan ini yang terakhir kalinya kita bertemu, maafkan aku fara aku sudah tidak mencintaimu kita putus.." ungkap nino sambil meninggalkan fara sendirian.


sumpah demi apapun fara menangis tersedu, dan kala itu hujan pun turun membasahi bumi, fara masih terdiam di tempatnya dengan tubuh yang basah kuyup ia sudah tidak peduli.


fara tetap menangis, sungguh fara patah hati saat itu aryan baru keluar dari kantor, karena supirnya belum kunjung datang terpaksa aryan berjalan ke parkiran, akan tetapi matanya tertuju pada seorang gadis yang tengah duduk di pinggir pohon.

__ADS_1


aryan pun menghampiri gadis tersebut " kenapa kau menangis fara, ?" tanya aryan.


" saya tidak menangis pak, lebih baik bapak tinggalkan saya sendiri " ucap fara tanpa memperdulikan bosnya.


" iya kenapa kamu menangis, ayo kita pulang biar ku antar "


" tidak pak, saya ingin sendiri "


tiba tiba nino menghampiri fara dan aryan


" pulanglah fara, jangan seperti ini nanti kamu sakit !" perintah nino, sedangkan aryan menatap kedua karyawan nya itu dengan tatapan bingung.


" sebenarnya apa yang terjadi ?" tanya aryan. tetapi fara dan nino tidak menghiraukan pertanyaan aryan.


" sudahlah fara, jangan di sesali aku sudah tidak mencintaimu, aku sudah punya najma dan sebentar lagi kita akan menikah, jadi relakan saja aku.." ucap nino lalu ia pergi.


fara melongo mendengarnya, apa maksud aryan berbicara seperti itu.


" menikahlah denganku, aku sudah lama memendam perasaan terhadapmu "


" pak aryan, apa yang bapak ucapkan ? " tanya fara.


" aku serius fara, aku ingin menikah denganmu" ucap aryan memperjelas ungkapan perasaan nya.


" tapi,,,, tapi saya......."

__ADS_1


" ayo kita pulang, " ajak aryan sambil menarik tangan fara meninggalkan nino yang bingung. ia pun merasa sakit mendengar aryan ingin menikahi fara secara tiba tiba.


setibanya di rumah fara merasa kebingungan mengingat kata kata aryan tadi sampai sampai ia tidak bisa tidur, begitupun dengan aryan yang tidak bisa memejamkan matanya.


" huhhhhfff kenapa saya spontan mengatakan itu ke fara, ya tuhan " ucap aryan frustasi.


pagi pun tiba, seperti biasa fara berdiri di depan kantor untuk menyambut bosnya, mobilpun terparkir sempurna tepat di depan gedung, fara pun membungkukkan badannya dan memberi sapaan selamat pagi kepada bos nya.


" selamat pagi pak.." sapa fara sambil tersenyum


" pagi fara, apa jadwal saya hari ini? tanya aryan sambil berjalan dan di ikuti oleh fara dari belakang. sampai di dalam lift keduanya seketika terdiam dan gugup.


" jadi....?" tanya aryan membuyarkan lamunan fara


" oh,,, jadi ha.. hari ini bapak ada meeting dengan client dari singapura dan sore nya bapak harus bertolak ke sana untuk meninjau lokasi proyek baru " ujar fara.


" fara.."


" iya pak..?"


" saya serius dengan ucapan saya kemarin " ucap aryan, dan pintu lift pun terbuka aryan meninggalkan fara dengan perasaan yang sama sekali ia tidak tahu antara sedih, bingung, atau senang. sedangkan aryan berjalan menuju ruangan nya ia duduk di kursi kebesaran nya dan melamun maafkan saya fara, saya terpaksa lakukan ini gumam aryan.


nino berjalan menuju ruangan aryan, tetapi sebelumnya ia menghampiri fara yang sedang sibuk berkutat dengan computernya.


" maaf fara, apa pak aryan ada di dalam ? " tanya nino.

__ADS_1


" ada pak silahkan anda masuk " ucap fara tanpa menoleh sedikitpun ke arah lawan bicaranya. sedangkan nino menghela nafas nya melihat sikap fara yang berbeda dari sebelumnya.


nino masuk ke ruangan aryan sedangkan fara mengedarkan pandangan nya ke sembarang arah, ia berjanji mulai saat ini ia tidak ingin berinteraksi dengan mantan pacarnya itu.


__ADS_2