Mumbai In Love

Mumbai In Love
kembali bekerja


__ADS_3

pagi ini matahari menampakkan sinarnya, hangatnya menembus melalui celah celah jendela kamar.


seorang gadis sedang berdiri di depan cermin, sedari tadi ia tak henti melihat pantulan dirinya di kaca.


ya, dialah faradilla, ia memutuskan kembali bekerja setelah istrirahat selama satu minggu akibat kejadian yang membuatnya terpukul hingga jatuh sakit.


hari ini wajahnya tampak segar, tetapi badannya sedikit kurus mungkin karena ia banyak pikiran. fara memutuskan untuk merubah penampilannya hari ini.


ia menggunakan kain saree yang tempo hari nyonya ahmed menghadiahkannya saat ulang tahun. meski terlihat terbuka di bagian perutnya, namun ini sedikit lebih baik dari pada ia menampilkan pahanya yang mulus yang selama ini ia tampakkan.


fara membiarkan rambut panjangnya terurai, membuatnya sangat anggun dan berbeda.


saat fara memasuki kantor, semua mata tertuju padanya tak sedikit yang terpesona akan kecantikan fara apalagi ini pertama kalinya ia menggunakan saree.


heran? ya, karena sejak ia masuk ke lobi semua orang memperhatikannya, tapi ia tak peduli fara tetap berjalan menuju mejanya.


"idiiihh kesambet apa bu sektor pake baju ala nehi nehi" ucap roland sambil memperagakan tarian india. vina dan fara tertawa melihat tingkah sahabatnya yang konyol itu.


" kamu lupa ya land, kalo bu sektor kan bakal jadi warga negara india " ckckckck.


" udah deeh kalian selalu saja memojokkanku " cebik fara, tapi tak di pungkiri ulah sahabat nya itu membuat ia tersenyum kembali.


" balik sana ke meja kalian berisik tau " usir fara


" ya ... ya.. ya .. baiklah bu sektor kita mau bekerja, sampai jumpa di kantin ya bye.. " vina dan roland kembali ke mejanya masing masing, sementara fara tak hentinya mengukir sebuah senyuman di bibirnya.


kalian emang gila gumamnya dengan senyuman tak pernah lepas di bibirnya.

__ADS_1


fara tidak menyadari jika sepasang mata sedang memperhatikanya dari dekat tetapi fara tidak melihatnya.


"ehmmm" ..


fara mencari tahu asal suara itu, ia pun berdiri tanpa menengok sedikitpun. fara tersadar jika yang di depannya saat ini adalah bosnya.


" selamat pagi pak ..."sapa fara.


" pagi, apa kabar nona faradilla ?" tanya sang bos dengan ekspresi yang sudah jelas sangat bahagia melihat sekertarisnya kembali bekerja, apalagi yang mengejutkan ia memakai saree pemberian dari ibunya.


sebisa mungkin aryan menyembunyikan raut wajah bahagianya.


" lebih baik pak "jawab fara, aryan tidak mendengarkan jawaban fara, ia berlalu seraya melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman.


fara kembali duduk, memeriksa jadwal aryan hari ini, sedangkan aryan duduk di kursi kebesarannya sambil memperhatikan fara dari ruangan nya.


fara masuk ke ruangan aryan tanpa mengetuk pintu, karena ia sudah terbiasa.


" maaf pak saya hanya mengingatkan kalau sekarang bapak ada meeting bersama pejabat kantor " ujar fara mengingatkan aryan, akan tetapi aryan terus menatap fara dengan lekat seakan bola matanya meronta meminta keluar. fara menjadi bingung bagai mana caranya supaya aryan fokus.


ide usil pun terlintas di otak fara, ia mendekati wajah aryan yang sedang menatapnya, dan jaraknya pun sangat dekat kalau di lihat dari kejauhan hidung mereka beradu.


sepertinya ide fara berhasil, aryan tersadar dan gugup.


" a.. ada apa fara ?" ia gelagapan dan segera menjauhkan wajahnya dari fara, sedangkan fara tersenyum usil


" sekarang bapak harus menghadiri rapat, bapak sudah di tunggu "

__ADS_1


" ok,, baiklah mari kita pergi " aryan mendahului langkah fara, ia takut wajahnya yang merona merah di ketahui oleh sekertarisnya. sedangkan fara masih tertawa cekikikan di belakang aryan.


***********


aryan masuk ke ruangan meeting yang sudah di tunggu oleh para pejabat yang lainnya dan di ikuti oleh fara, fara lebih dulu membuka suara meminta maaf atas keterlambatan dirinya dan bosnya.


meeting pun berjalan dengan sangat baik, kali ini fara menjadi juru bicara aryan. fara menjelaskan semua yang tertera di layar led yang terpampang besar.


semua mata memperhatikan fara yang sangat dengan teliti menjelaskan detail segalanya, semua mata tak luput dari perhatian aryan terutama nino yang sepertinya lebih fokus pada fara ketimbang isi dari pembahasan kali ini.


meeting pun selesai dan fara menutupnya dengan salam. fara mempersilahkan aryan untuk menyampaikan beberapa saran untuk meeting kali ini, akan tetapi aryan menolaknya karena penjelasan fara pun sudah sangat cukup mewakilkan semuanya.


dan pembahasan kali ini sangat di setujui oleh pejabat lainnya, semua orang memuji kecerdasan fara apalagi kecantikan nya.


setelah meeting selesai aryan keluar bersama fara, banyak sekali karyawan laki laki yang menatap fara membuat aryan kesal di buatnya. fara hanya bisa menundukkan pandangan nya sampai memasuki lift.


aryan menoleh ke arah fara, ia membalikan badan nya lalu menarik selendang fara dan melilitkan nya sehingga menutupi bagian perut fara yang terbuka.


fara terkejut mendapat perlakuan yang tiba tiba dari bos nya, sama halnya dengan karyawan yang lain mereka sangat terkejut melihat adegan seperti di film film Bollywood.


" saya tidak mau kamu jadi pusat perhatian mata mata keranjang mereka " ujarnya yang seperti tak rela jika wanitanya di lihat oleh orang lain. fara tersipu malu mendengarnya, terebih karyawan wanita yang lainnya sedang memperhatikan nya.


saat lift terbuka, aryan berpapasan dengan nino, dengan sengaja aryan menarik tangan fara dan menggenggamnya melewati nino yang sedang berdiri di hadapannya.


sungguh hati nino terasa sakit melihat pemandangan itu, seharusnya dia yang menggenggam erat tangan fara saat ini, bukan aryan.


sampai menuju ruangan nya pun aryan masih menggenggam erat tangan fara, ia tak sadar kalau banyak orang yang memperhatikan nya bahkan ada pula yang berbisik, semua itu membuat fara risih dan segera menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" kenapa berhenti ?" tanya aryan sedikit heran, fara memberi isyarat pada aryan kalau tangan nya masih menggenggam tangan fara lalu aryan melihat sekelilingnya kalau banyak pasang mata yang melihat, aryan segera melepaskan tangan fara lalu pergi meninggalkan fara. fara hanya bisa menggelengkan kepalanya dan sesekali ia tersenyum.


__ADS_2