
semakin hari akting Tina semakin bagus, semua orang sangat menyayanginya dan percaya padanya, bahkan ia juga menawarkan diri untuk merawat nyonya Ahmed.
semenjak kepergian suaminya, nyonya Ahmed semakin terpuruk bahkan kondisi tubuhnya pun tidak stabil ia sering sakit sakitan.
Aryan tidak bisa menemani ibunya karena semenjak kematian ayahnya Aryan di sibukan dengan urusan kantor, begitupun dengan najma yang ikut membantu suami dan kakak nya mengelola perusahaan.
pagi itu dua pasang suami istri sedang sarapan pagi, tidak ada percakapan di antara mereka, karena semenjak kepergian ayahnya suasana menjadi sepi senyap.
" kakak, aku akan berangkat ke kantor lebih awal hari ini karena ada masalah di kantor cabang " ucap najma.
" kakak minta maaf ya najma, kau jadi ikutan sibuk di kantor "
" kakak tenang saja, lagian najma bosan juga di rumah, oh ya sayang apa kau akan pergi bersamaku ?" tanya najma pada suaminya yang sedang sarapan.
" aku akan menyusul mu nanti, karena aku harus mengambil beberapa dokumen di kantor dulu " sahut Nino.
" kakak ipar, aku titipkan ibu padamu maafkan aku sudah merepotkan mu " ucap najma pada fara.
" kau tak usah khawatir najma, ibu akan aman bersamaku " ujar Fara.
setelah sarapan najma dan Aryan berangkat bersama, sedangkan Nino masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil tas.
Fara masuk ke dalam kamar mertuanya untuk mengantarkan sarapan sekaligus menyuapinya.
Fara menyimpan makanan di atas meja dan membantu mendudukkan mertuanya supaya ia bisa menikmati sarapannya.
" Bu, sarapan dulu ya, biar Fara suapi "
" nak, maafkan ibu ya, ibu selalu merepotkan mu" lirih nyonya Ahmed dengan mata berkaca kaca.
" Bu, ibu adalah orang tua Fara , sudah sepantasnya Fara merawat ibu, pokoknya ibu tenang saja Fara akan selalu bersama ibu yang penting sekarang ibu harus sehat " ujar Fara sambil menggenggam tangan mertuanya yang sudah semakin mengurus itu.
Fara menyuapi mertuanya sampai habis tak tersisa, nyonya Ahmed sangat beruntung mempunyai menantu seperti Fara yang perhatian terhadapnya.
" ibu sangat hebat, makanan nya habis, ibu minum obat dulu ya " Fara memberikan obat pada mertuanya, lalu mertuanya meminumnya.
" nak, boleh ibu bertanya ? "
" iya ibu, ada apa ?"
" apa kau selalu menyuruh Tina untuk memberikan obat herbal pada ibu ?"
" obat herbal ?" nampak Fara mengerutkan keningnya, selama ini ia tak pernah memberikan obat herbal pada mertuanya lewat Tina.
" kenapa setiap ibu meminum obat herbal dari Tina dada ibu terasa sesak dan pusing sekali rasanya "
Tina memberikan obat herbal, herbal macam apa? apa yang Tina berikan, kenapa Tina memberikan pada ibu atas suruhan ku
" ibu, Fara tidak pernah memberikan obat apapun pada ibu, Fara hanya memberikan obat sesuai resep dokter saja "
" tapi kenapa Tina berkata itu darimu ?"
" Fara rasa ada yang janggal pada Tina, ibu jika Tina memberikan obat herbal lagi pada ibu, bilang saja ibu sudah minum obat nanti Fara akan bicara pada Tina. ya sudah Fara tinggal dulu kedapur ibu istirahatlah "
" iya nak ".
__ADS_1
Fara meninggalkan nyonya ahmed dengan hati bertanya tanya, sedangkan sedari tadi Tina mendengarkan percakapan Fara dan juga mertuanya dari balik pintu.
sialan, aku harus segera melenyapkan wanita tua itu rupanya dia sudah sangat curiga kepadaku. gumam Tina.
Fara menyimpan piring di dapur, pikirannya terus tertuju pada mertuanya yang meminum obat herbal pemberiannya.
" aku tidak pernah memberikan obat herbal apapun pada ibu, pantas saja sakitnya gak sembuh sembuh, apa karena obat itu, ya tuhan apa yang Tina lakukan " gumam Fara berbicara pada dirinya sendiri, ia teringat kembali saat Nino berbicara padanya tentang Tina waktu itu.
" aku harus bertanya pada Nino " ujar Fara.
Tina masuk ke kamar nyonya Ahmed sambil membawa gelas di tangannya.
" selamat pagi nyonya Ahmed, waktunya Anda meminum obat herbal "
" maaf Tina, saya sudah minum obat, jadi buang saja obat tak berguna itu " sinis nyonya Ahmed.
" nyonya, obat ini akan membantu proses penyembuhan anda kenapa anda ingin membuangnya ?"
" katakan padaku, apa itu Tina ..?" tanya nyonya Ahmed dengan raut wajah marah.
" ini obat herbal nyonya " jawab Tina dengan senyum paksanya.
" kau berbohong !!!"
" nyonya ini adalah racun, racun yang akan perlahan membunuhmu " bisik Tina dengan penuh penekakan.
" kau..... beraninya kau... "
" hahhahahah...... ya aku yang membuat racun ini bukan menantumu yang bodoh itu, aku akan membawamu untuk menyusul suamimu nyonya Ahmed syeikh hahahahahha..."
" pergi kau iblis, pergi kau......." teriak nyonya Ahmed frustasi.
setelah itu Tina meninggalkan nyonya Ahmed yang sudah tergeletak di atas kasur.
tak lama Fara kembali menemui mertuanya, tiba tiba Fara berteriak histeris melihat mertuanya pingsan dengan mulut berbusa, kala itu Nino baru saja keluar dari kamarnya untuk bersiap berangkat ke kantor.
ia mendengar teriakan dari arah kamar mertuanya, Nino bergegas mencari tahu apa yang terjadi.
" Fara apa yang terjadi dengan ibu ?" tanya Nino panik
" Nino tolong ibu " ucap Fara yang tak kalah panik.
Nino segera menggendong mertuanya untuk membawanya ke rumah sakit, ia memasukan nyonya Ahmed ke kursi penumpang, dan kala itu Tina mengambil foto Nino dan juga Fara masuk ke dalam mobil.
" heuh, ini akan jadi berita yang menarik, aku akan membuat kekacauan kalau Nino dan Fara berselingkuh, pasti sangat seru sekali hahhahahahahahha " ucap Tina.
sesampainya di rumah sakit, Nino memanggil suster untuk membantu mertuanya supaya cepat di tangani.
Fara dan juga Nino ikut mendampingi nyonya Ahmed .
" maaf tuan, nyonya anda tidak boleh masuk " perintah sang dokter.
Fara yang sudah sangat khawatir pun terpaksa mengikuti instruksi dari dokter. ia dan Nino menunggu di ruang tunggu.
" Nino, kita harus beritahu Aryan juga najma "
__ADS_1
" jangan dulu far, kita tunggu kondisi ibu dulu setelah kita tahu baru kita kasih tahu Aryan dan najma "
" baiklah " .
Fara duduk bersama Nino di ruang tunggu, dari belakang memang terlihat mereka seperti sedang bercumbu karena saat itu posisi Nino sedang berbincang dengan Fara.
seseorang telah mengambil foto dari kejauhan, ya dia adalah orang suruhan pretty
setelah itu seorang laki laki itu pergi setelah mendapatkan apa yang telah ia dapatkan.
tak lama dokterpun keluar dari ruangan pasien, Fara dan juga Nino bergegas menyambut dokter dan menanyakan keadaan mertua mereka.
" bagaimana keadaan mertua saya dok..?" tanya Fara dengan perasaan cemas.
" nona, mertua Anda sepertinya terlalu banyak mengkonsumsi obat dengan dosis tinggi, sehingga sangat menganggu pada syaraf otaknya " tutur dokter menjelaskan keadaan mertuanya.
Fara terkejut, ia menutup mulutnya saking tidak percaya dengan keadaan mertuanya saat ini.
" apa dok, mengkonsumsi obat dosis tinggi ?, bukankah selama ini obat yang ibu saya konsumsi itu dari dokter ?" tanya Nino tidak percaya. selama ini mertuanya mengkonsumsi obat dari resep dokter.
" maaf pak Nino, saya ini seorang dokter mana mungkin saya meracuni pasien saya sendiri, atau mungkin saja ibu anda megkonsumsi secara diam diam atau ada seseorang yang memberinya " ujar dokter, Nino dan Fara saling melempar pandangan.
karena nyonya Ahmed meminta untuk pulang akhirnya Fara dan juga Nino membawanya untuk beristirahat di rumah.
dalam perjalanan pulang Fara tampak terdiam berusaha keras memikirkan sesuatu yang terjadi pada mertuanya, dan sikap Fara tak luput dari pandangan Nino, sedari tadi Nino memperhatikan Fara yang selalu diam.
" far, kamu kenapa ?"
" no, ada yang ingin aku tanyakan padamu tentang Tina "
" ada apa dengan Tina ?"
" tempo hari kamu pernah bilang kalau Tina itu ..... "
" itu aku sudah lupa far, emangnya kenapa ?"
" sejak pembicaraan kita dengan dokter tadi aku jadi kepikiran sesuatu tentang ibu no "
" apa yang kamu pikirkan ?"
" pagi tadi aku menyuapi ibu, lalu setelah itu ibu cerita padaku kalau Tina selalu memberinya obat herbal atas suruhan ku " ujar Fara.
" apa ? obat herbal ?" Nino tersentak dengan ucapan Fara sampai sampai ia secara tiba tiba menginjak rem.
" iya, tapi aku tidak pernah menyuruh Tina berbuat hal itu , aku yakin pasti ada sesuatu " duga Fara.
" aku jadi curiga padanya, baiklah far, aku akan coba menyelidiki semua ini "
" iya no , tapi kau harus hati hati ".
sampailah Fara dan Nino di kediaman syeikh, Fara membuka pintu belakang untuk memudahkan Nino menggendong mertuanya.
sedangkan semua orang sedang menunggu dia ruang keluarga, menunggu kedatangan Nino, Fara dan juga ibu.
saat Nino dan Fara datang, najma lebih dulu menghampiri ibunya dan menanyakan keadaan ibunya. akan tetapi Fara menyuruh najma untuk mengikuti suaminya mengantar ibu beristirahat.
__ADS_1
" kenapa ibu bisa pingsan sayang ?" Aryan meminta penjelasan pada istrinya.
" lebih baik kita ngobrol di dalam aja pati " jawab Fara sambil menarik tangan suaminya.