Mumbai In Love

Mumbai In Love
masih mencintaimu


__ADS_3

syeikh company


" nona fara, tolong antarkan dokumen ini ke kantor cabang kita yang di lucknow, katakan pada pimpinan disana besok kita adakan rapat " perintah aryan yang menghampiri meja fara pagi itu.


tumben sekali pak aryan datang ke meja kerjaku.


" oh ya satu lagi, setelah mereka menandatangani semua ini kamu bawa lagi pada saya, mengerti ? "


" iya pak, kalau begitu saya akan berangkat sekarang juga "


" ya, lebih cepat lebih baik ".


****************


" jadi begini pak, pak aryan meminta saya untuk memberitahu anda kalau anda di undang untuk acara rapat besok di kantor pusat, apa bapak ada waktu "


" tentu saja nona, saya akan memenuhi undangan pak aryan "


" terima kasih pak atas pengertian anda, kalau begitu saya pamit undur diri "


fara saling berjabat tangan dengan laki laki paruh baya itu, setelah itu fara keluar untuk pulang. saat di lobi kantor ia berpapasan dengan nino yang kebetulan nino ada kunjungan juga ke kantor cabang.


saat itu nino yang lebih dulu melihat keberadaan fara dan segera menghampiri nya.


" fara, kau sedang apa disini ?" tanya nino dengan raut wajah sumringah.


" pak manager, saya sedang mengantarkan dokumen milik pak aryan "


" fara, bagaimana kalau kita minum kopi dulu sebentar, sudah lama kan kita tidak...."


" maaf pak manager, tetapi saya sudah di tunggu opeh pak aryan di kantor, permisi " fara menyauti ajakan nino dengan menolaknya. akan tetapi nino tidak kehilangan akal dan ia menarik paksa tangan fara supaya mengikuti kemauannya.


fara berusaha untuk berontak akan tetapi ia tidak punya cukup tenaga untuk melawan nya.


nino membuka pintu mobilnya lalu dengan paksa memasukan fara ke dalam mobil.lalu ia menyusulnya masuk ke dalam.


fara sangat ketakutan, ia menangis dan mencoba membuka pintu mobil, akan tetapi tangan nino kalah cepat dengan fara.


"fara, dengarkan aku kenapa kau menangis, katakan! seharusnya kamu bahagia hari ini kita bisa bersama " ucap nino sambil memegang pipi fara, sedangkan fara berkali kali menepisnya hingga nino melakukan hal di luar batas.


ia menarik tengkuk fara memaksa untuk mencuimnya, fara menangis dan memberontak, nino tetap menicium fara dengan ganas, sampai sampai kancing kemeja fara bertebaran. semua itu memudahkan nino untuk meremas payudara fara dengan leluasa.


ia tidak menghiraukan fara yang menangis hingga nino merasa iba dan menghentikan kejahatannya. ia menatap fara dengan tatapan sendu dan menangis sambil mengelus rambut fara. fara segera menpis kasar tangan nino.


" puas kau nino puas....!!!! seharusnya kau sadar, siapa kamu " teriak fara amarah nya sudah memuncak ia sangat kecewa atas perlakuan nino

__ADS_1


" fara maafkan aku , tolong maafkan aku fara " sesal nino, ia menggenggam tangan fara dan secepat kilat fara menarik tangan nya kembali.


" fara... maafkan aku semua ini aku lakukan karena aku sangat mencintaimu, aku sangat frustasi ketika aryan berencana akan menikahimu. ini semua salahku kenapa aku harus terbuai dengan kekayaan tolong fara maafkan aku " imbuh nino, ia pun ikut menangis.


fara tidak menghiraukan nino ia segera keluar dari mobil nino dengan jalan sempoyongan dengan wajah yang kusut akibat menangis. bahakan ia tidak peduli tatkala semu orang memperhatikannya ia tidak mempedulikan kemejanya yang terbuka.


yang ia rasakan saat ini hanya sakit hati dan merasa dirinya kotor. fara masuk kedalam mobilnya ia kembali menangis berteriak histeris akan keadaan nya saat ini. antara terpukul, sakit hati dan mungkin ia akan mengalami trauma.


***************


berkali kali aryan memandangi arloji di tangannya dan mengecek ponselnya. ia sangat mencemaskan sekertaris nya saat ini, sekali lagi ia membuka aplikasi hp nya tapi tak ada satupun notifikasi yang muncul.


untuk kali ini ia sedikit melupakan gengsinya dan mencoba menghubungi fara, akan tetapi ponselnya tidak aktif.


kenapa lama sekali, apa terjadi sesuatu padanya, atau.... ah tidak mungkin dia kan wanita yang hebat


aryan mencoba tenang, ia menarik nafas dalam dalam dan perlahan menghembuskan nya. dan akhirnya ia memutuskan untuk keluar mencari tahu sendiri saat di lobi kantor aryan melihat nino dengan raut wajah yang sedih.


beribu pertanyaan bermunculan di otak aryan tatkala melihat nino, membuatnya ingin mengetahui ada apa dengannya.


dan tak sengaja aryan betemu dengan neha, ia pun langsung bertanya pada neha.


" neha, apa hari ini atasanmu ada jadwal penting ?"


" pak aryan, iya pak ada tadi beiau mengunjungi kantor cabang yang ada di lucknow " ujar neha


" sama sama pak, kalau begitu saya permisi "


" hmmm "


apa nino bertemu dengan fara disana ? apa lebih baik saya susul fara, ah ini sangat berlebihan.


aryan kembali ke ruangannya, ia masih belum tenang karena fara masih belum pulang, bahkan sampai jam pulang pun aryan masih setia menunggu fara.


tak terasa jarum jam menunjukkan pukul 9 malam, aryan sangat lelah menunggu akhirnya ia memutuskan untuk pulang, tetapi dalam perjalanan ia teringat lagi akan fara, aryan mencoba untuk melewati lucknow malam ini.


ya, dugaan aryan benar ia melihat mobil fara masih di sana " padahal ini sudah malam, apa mobilnya mogok , atau.... ah sudah lah biar ku cek sendiri " gumamnya.


aryan menepikan mobilnya tepat di samping mobil fara, aryan mencoba mengetuk kaca mobil tapi tidak ada jawaban, akhirnya aryan membuka pintu mobil tersebut, betapa terkejutnya aryan ia melihat fara yang tertidur dengan mata yang sembab dan pakaian yang lusuh dan berantakan


bahkan meski sedang tidur pun fara masih mengeluarkan isak tangis, seperti sedang menanggung beban pikiran yang sangat berat.


aryan kembali keluar untuk mengambil tas lalu mengunci mobilnya lalu kembali masuk ke dalam mobil fara dan mengendarai mobil tersebut. dalam perjalanan aryan sesekali menengok ke arah fara yang masih terlelap, ingin sekali ia bertanya apa yang terjadi akan tetapi ia tak tega untuk membangunkannya.


sampai pada akhirnya tiba lah di apartemen fara, aryan menggendong fara dan membaringakannya di tempat tidur, aryan pun menyelimutinya saat ia beranjak pergi dari kamar fara tiba tiba tangan fara menarinya

__ADS_1


" ibu.... aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri aku takut bu " ucap fara sambil terisak nangis , sepertinya ia mengigau, aryan merasa tak tega untuk meninggalkannya, akhirnya ia duduk di samping fara.


semalaman fara meracau tak karuan sambil menangis memanggil nama ibunya, badannya sangat panas. aryan sangat takut dan tak tahu harus berbuat apa apa.


ia pun memanggil dokter keluarga untuk datang ke apartemen nya, setelah 20 menit menunggu dokterpun datang dan segera memeriksa fara.


" bagaimana keadaannya zain ?" tanya aryan pada dokter yang sudah lama menjadi sahabatnya.


" dia demam tinggi ar, sepertinya ia mengalami depresi berat " ujar dokter zain yang usianya tak jauh dari aryan.


" depresi ??" maksudnya ?"


" ya mungkin dia punya masalah sendiri sampai mengalami trauma yang mendalam "


" trauma? se tahuku dia tampak baik baik saja "


" kau ini bodoh atau apa, mana ada seorang perempuan menceritakan masalahnya sendiri pada oranglain " umpat zain sambil diiringi tawa meledek.


" ya sudah aku pulang dulu ya istriku sudah menunggu di rumah, kau jaga sekertarismu itu kasian dia "


" mm,, zain bisakah kita ngobrol sebentar ?"


" tapi sebentar ya "


zain menuruti permintaan aryan untuk mengobrol sebentar menemaninya.


" ar , apa kau memberi pekerjaan berat padanya ?"


" saya tidak pernah memberikan pekerjaan yang berat padanya, saya memberikan tugas sesuai porsi nya saja " imbuh aryan.


" soalnya yang aku lihat dari raut wajahnya sangat terpukul seperti memiki beban pikiran yang sangat berat " ungkap zain.


apa dia sangat terbebani dengan rencana pernikaha ini, apa sampai segitu nya fara memikirkan nya, apa lebih baik saya bertanya apa vina saja ya


" ar... aryan woy "


" eh iya zain kenapa ?" aryan gelagapan.


" kenapa melamun, ?"


" tidak , katanya kau mau pulang, pulanglah pasti istrimu sudah menunggu " usir aryan pada sahabatnya.


" kenapa kau jadi mengusirku ar "


" bukannya kamu bilang istrimu sudah menunggu di rumah, sudah sana pulanglah " aryan mendorong zain sampai pintu dan memaksanya untuk keluar

__ADS_1


" sialan kau ar " umpat dokter zain, lalu ia pulang.


besok saya harus mencari tahu lewat vina guamam aryan.


__ADS_2