
jam pun menunjukkan pukul 5 sore, fara membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang, hari ini ia tidak pulang bersama aryan, karena aryan ada janji dengan seseorang.
fara pun duduk di halte untuk menunggu bis, tak lama bis pun datang fara pun naik dan duduk sambil menatap ke arah jalanan yang sangat ramai. setelah itu ia turun lalu bergegas masuk kedalam apartemen nya.
fara menyalakan semua lampu, lalu ia segera membersihkan dirinya, setelah itu ia duduk di sofa sambil menonton tv, ia teringat kembali akan kejadian tadi siang, kenapa sikap aryan sangat aneh tadi siang, fara berpikir mungkin mulai besok jika jam makan siang ia harus bersama aryan.
" hufffttt,,, sungguh merepotkan sekali " celetuk fara.
jam pun menunjukkan pukul 9 malam, ternyata di luar hujan sangat lebat, berkali kali fara menguap menandakan ia sudah sangat ngantuk, ia pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
baru saja ia merebahkan tubuhnya di kasur tiba tiba bel berbunyi, awalnya fara tidak menghiraukan tapi lama kelamaaan bel berbunyi gak berhenti.
dengan langkah malas, fara keluar dan membuka pintu, betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang di hadapan nya.
" kenapa lama sekali membuka pintu ...?" kesal seseorang yang tak lain ialah aryan yang basah kuyup karena kehujanan.
" pak aryan, kenapa bapak ....??"
aryan tak menghiraukan ucapan fara ia masuk tanpa permisi karena sudah kedinginan. fara pun menutup pintu lalu menghampiri aryan yang sangat kedinginan.
di apartemen ini hanya ada dua toilet yakni di dalam kamar dan di belakang, fara tidak tega jika aryan harus menggunakan toilet yang di belakang karena sangat sempit. terpaksa fara menyuruh aryan menggunakan toilet di dalam kamarnya.
karena apartemen ini milik aryan jadi ada beberapan pakaian aryan di dalam lemari yang di pakai fara saat ini, fara menyiapkan baju ganti untuk aryan dan segera ke dapur untuk membuat sup dan teh hangat.
saat aryan keluar dari kamar mandi ia melihat pakaian sudah tersedia di atas kasur , aryan tersenyum simpul lalu memakainya setelah itu ia keluar, fara sudah menunggu di meja makan dengan semangkok sup dan secangkir teh hangat.
aryan menghapiri fara dan duduk di hadapan fara, aryan melihat raut wajah fara dengan seribu tanda tanya.
" bapak makanlah supnya lalu teh nya jangan lupa diminum, setelah itu bapak istirahat, sebenarnya saya tidak mau serumah dengan seorang laki laki yang bukan suami saya, tapi ini rumah bapak jadi saya tidak bisa larang, setelah itu bapak istirahatlah di kamar biar saya tidur di sofa " ucap fara panjang lebar lalu fara bangun dari duduknya dan meninggalkan aryan, tetapi aryan mencegahnya dengan pertanyaan.
" apa kamu tidak ingin bertanya pada saya ?"
fara menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah aryan.
" maafkan saya pak, saya tipe orang yang tidak suka kepo dengan urusan orang lain "
" jadi kamu pikir saya ini orang lain bagimu ?"
" maaf pak maksud saya, saya berpikir bapak mempunyai urusan lain jadi mungkin bapak perlu waktu untuk menyelesaikan nya " ucap fara sopan.
aryan minum teh yang di buatkan fara, ia berpura pura tidak menghiraukan ucapan fara.
" saya akan siapkan kamar tidur untuk anda "
aryan masuk ke dalam kamar yang sudah fara siapkan, sebelum masuk kamar aryan berbicara pada fara
__ADS_1
" nona fara ..."
" iya pak, ada yang bisa saya bantu..?" ucap fara sambil menghampiri aryan yang berdiri di ambang pintu kamar.
" besok saya ingin sarapan menu indonesia ya "
" baiklah pak , "
" hmm" lalu aryan menutup pintu kamarnya.
pagi pun tiba, terlihat fara sedang menyiapkan sarapan untuk aryan dan dirinya, fara bengong melihat penampilan aryan pagi ini
" selamat pagi pak "
" pagi.."
" apa hari ini bapak tidak masuk ke kantor ?"
" tidak, saya sedaang tidak enak badan hari ini "
" apa perlu saya panggilkan dokter ?" tanya fara khawatir, dengan refleks fara mengecek kening aryan dan lehernya dengan telapak tangan nya membuat aryan salah tingkah dan gugup.
"sedikit hangat , saya panggilkan dokter ya "
" ti... tidak perlu saya butuh istirahat saja " ucap aryan terbata ia masih salah tingkah dengan sikap fara.
setelah itu fara pamit untuk berangkat ke kantor pada aryan.
" maaf ya fara saya merepotkan mu "
"tidak apa apa pak saya senang kok "ucap fara sambil tersenyum.
" oh ya fara , mulai besok kamu jangan menggunakan rok yang terlalu ketat dan sangat pendek seperti itu, kalau para laki laki lihat bagaimana " tegur aryan karena melihat fara menggunakan rok di atas lutut.
hah, ada apa dengan pak aryan, setiap hari kan aku pakai baju seperti ini? apa dia sedang demam tinggi, aneh sekali gumam fara.
" baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu "
di dalam taxi, fara mengingat ke anehan aryan , tapi fara segera melupakan nya. saat masuk ke dalam kantor semua karyawan pun bergosip tentang aryan yang tidak masuk kantor hari ini, tak sedikit yang bertanya pada fara termasuk vina dan roland sahabatnya
fara menjelaskan semuanya pada karyawan bahwa aryan sedang sakit dan tidak bisa masuk kantor karena harus istirahat total.
fara sangat sibuk di kantor karena ia harus menghandle semua pekerjaan aryan sendirian, sampai sampai ia lupa kalau ia ada janji dengan aryan.
fara lalu mengeluarkan ponselnya dan memanggil aryan .
__ADS_1
" hallo pak selamat siang, maafkan saya pak saya sangat sibuk "
" tidak apa apa, kamu kerjakan saja tugasmu " ucap aryan dalam panggilan
" nanti kurir akan antar makanan buat bapak ya "
" terima kasih ya fara.."
" iya pak bapak tenang saja yang penting bapak segera sehat kembali "
" oh ya fara saya ada satu permintaan "
" iya pak silahkan "
" tolong kamu hubungi percetakan, cetakin saya foto kamu pilih foto saya yang paling tampan dan gagah ya, lalu cetak paling besar, dan saya ingin di antar ke apartemen hari ini juga ya "
" i... iya pak, tapi kok ...?"
baru saja fara ingin bertanya aryan lebih dulu menutup telepon nya.
" aneh sekali permintaan pak aryan hari ini, ah tapi ya sudah lah bodo amat gue "
fara memenuhi permintaan aryan, dan segera orang kantor mengirimnya ke apartemen yang aryan minta.
setelah itu aryan memasangnya di ruang tamu ia tersenyum senang supaya fara selalu memandang foto tersebut.
*************
sore pun tiba waktunya fara pulang, ia sangat lelah hari ini karena banyak sekali pekerjaan, sesampainya di rumah saat ia membuka pintu ia terkejut melihat foto yang terpampang di dinding begitu besar.
fara mengerutkan dahinya, tapi apa boleh buat ia membiarkan aryan sesuka hati melakukan nya karena ini apartemen nya asal masih di batas kewajaran saja.
lalu fara bergegas ke kamar mandi belakang untuk membersihkan dirinya, setelah itu aryan sudah duduk manis di kursi menunggu fara untuk makan malam bersama.
" pak aryan, kenapa bapak lakukan ini, bukannya bapak sedang sakit "
" kemari duduklah temani saya makan " lagi lagi aryan tidak mendengarkan kata kata fara, terpaksa fara duduk dan makan bersama bos nya.
" harusnya bapak istirahat saja tidak perlu seperti ini, ini kan pekerjaan saya ?"
" tidak apa apa kali kali saya harus memberi hadiah untuk sekertaris terbaik saya "
" pak, kenapa bapak tidak menikah dengan............."
" kalau begitu kapan kita menikah ???"
__ADS_1
haaaahhhhhhh...........