Mumbai In Love

Mumbai In Love
menghasut najma


__ADS_3

satu Minggu telah berlalu, Fara menepati janjinya untuk merawat ibu mertuanya.


Fara sangat sabar, ia juga di bantu oleh Kriti dan juga Farhan. dan semenjak Fara berada di sampinya, nyonya Ahmed seperti menemukan hidupnya kembali, ia sudah bisa berbicara meski belum bisa berjalan.


begitu juga dengan Aryan yang diam diam selalu memperhatikan fara, ia sangat bahagia Fara bisa kembali ke rumah ini.


meskipun sekarang yang berbalik benci itu Fara pada Aryan, akan tetapi Aryan akan sabar menunggu supaya Fara bisa memaafkan nya.


berbeda lagi dengan si ular betina yang masih berkeliaran di rumah ini, ia sangat benci dengan fara, ia benci suasana damai saat ini.


siang itu, ia melihat najma sedang duduk di taman sendirian sambil membaca buku, Tina menghampiri najma.


" hai nona najma, kau sedang apa ?"


" eh Tina seperti yang kau lihat, aku sedang membaca buku " jawab najma.


" nona, boleh aku bertanya sesuatu ?"


" kau mau tanya apa Tina "


" nona, apa kau mencintai tuan Nino, apa kau tahu kalau tuan Nino diam diam sering bertemu dengan Fara ?" Tina mencoba mengganggu pikiran najma.


" aku rasa tidak mungkin kakak ipar seperti itu, kau jangan membuat gosip ya Tina " tegur najma.


lalu Tina memperlihatkan foto foto kedekatan Fara dan juga Nino, Tina juga bilang kalau Nino adalah mantan pacarnya Fara. dan mengarang cerita kalau Fara sering menggoda Nino.


najma berhasil terpancing, tanpa berkata sepatah katapun ia pergi meninggalkan Tina dengan raut wajah di penuhi amarah. sedangkan Tina sangat bahagia melihatnya.


mudah sekali ternyata mempengaruhi si bodoh najma itu heuh


kala itu Fara dan juga Kriti sedang menemani nyonya Ahmed makan siang di pinggir kolam. tiba tiba najma datang, Fara dan juga Kriti berdiri menyambut kedatangan najma.


" najma kau............ " ucapan Kriti terpotong tatkala najma menghampiri Fara dan menamparnya hingga meninggalkan jejak merah di pipi Fara yang bersih.


" najma apa yang kau lakukan, kau tidak sadar yang kau tampar itu siapa ?" teriak Kriti.


" ya, aku sadar yang ku tampar adalah wanita penggoda suami orang " jawab najma dengan sinisnya. sedangkan Fara hanya diam.


" apa maksudmu najma?" kriti meminta penjelasan.


" kau tanyakan saja pada kakak kesayanganmu itu " ujar najma, lalu ia pergi begitu saja.


" kak, maksud dia apa, siapa yang kau goda ?"


" aku tidak tahu kriti, biarkan saja dia " jawab Fara acuh tak acuh.


" tapi........ oh tuhan kenapa seperti ini " .


semakin hari rasa benci najma semakin bertambah pada Fara, bahkan untuk bertegur sapa pun tidak Sudi, Aryan sudah memperingatkan najma untuk tidak bersikap seperti itu tapi najma tetap bersikukuh dengan pendirian nya.


sering sekali Aryan menghampiri Fara dan meminta penjelasan tentang masalah ini akan tetapi Fara selalu menghindarinya.

__ADS_1


hingga pada satu waktu Aryan ikut membenci Fara karena hasutan dari Tina dan juga najma .


hingga Fara di caci maki oleh najma dan juga Tina tapi Fara hanya diam tak membalasnya.


ia akan tetap pada pendirian nya untuk merawat mertuanya hingga pulih. malam itu Fara berada di kamar nyonya Ahmed .


" pergilah nak, kau sudah sangat menderita di rumah ini karena kesalah fahaman, ibu tidak kuat melihatnya kau sangat sabar sekali ".


" ibu tenang saja, aku baik baik saja, dan aku tidak akan pergi dari sini sebelum ibu sembuh total " .


setelah berbincang dengan mertuanya Fara pergi menuju kamar Kriti dan menangis disana, sebenarnya ia sudah tidak tahan lagi. tapi mengingat janjinya pada mertuanya ia harus tetap kuat.


mungkin aku akan pulang saja ke Indonesia, ya rumahku di sana bukan di sini lirih Fara dalam deraian airmata yang terus mengalir.


selepas kepergian Fara Kriti dan Farhan datang menemui nyonya Ahmed di kamar.


" apa bibi sudah makan ?" tanya farhan.


" bibi sudah makan dan minum obat Farhan " jawab bibi.


" Bi, apa kakak ipar tadi kemari ?"


" iya, Kriti Farhan, tolong bantu bibi nak, bibi sangat kasian dengan Fara "


" bi kita harus bantu apa, kau tahu sendiri kalau yang berwenang di rumah ini hanya kak Aryan seorang, kita tidak bisa berbuat apa apa " ujar Farhan.


" bibi sangat menyayangi dia, melebihi Aryan dan najma " lirih nyonya Ahmed.


Kriti dan najma membiarkan bibinya untuk beristirahat, dan mereka keluar dari kamar.


" Farhan tunggu...... " Kriti menghentikan langkah kakak nya.


" ada apa Kriti ? "


" bagaimana kalau kita meminta bantuan kak varun ?"


" kak varun ? kau jangan gila Kriti kak varun itu sedang di Amerika " jawab Farhan tiba tiba seseorang menimpali percakapan mereka.


" kak varun baru saja pulang dari Amerika "


" kak Nino ??? " Kriti dan Farhan kaget dengan kedatangan Nino yang tiba tiba.


" ya , aku setuju dengan usulan Kriti, kita harus menemukan kebenaran di rumah ini, karena aku sangat heran dengan kematian ayah yang tiba tiba " ujar Nino, tampak Farhan berpikir keras menimbang usulan Nino dan Kriti.


" aku sangat mencurigai Tina "


" Tina ???? ada apa dengan Tina kak " tanya Farhan penasaran.


" maka dari itu, kita harus memecahkan masalah ini dengan kak varun "


" baiklah kak, aku setuju dengan kalian " ungkap Farhan dengan mantap penuh keyakinan.

__ADS_1


akhirnya Farhan menghubungi Varun dan menceritakan semua masalahnya, Varun pun menyetujui untuk datang besok.


sementara di kamar Aryan, diam diam tina selalu memberikan obat supaya Aryan patuh pada setiap kata katanya, dan itu terbukti selama ini ia mendengar kata kata Tina untuk membenci fara.


tampak Aryan keluar dari kamar mandi dan melihat Tina sudah siaga di atas kasur dengan lingerie yang sangat seksi.


Tina segera menghampiri Aryan dan memeluk tubuhnya Aryan pun tak sungkan untuk membalasnya.


pelukan yang berujung menjadi ciuman panas, mereka berdua berpindah ke atas kasur dan melanjutkan nya. saat Tina melepaskan pakaian tipisnya dan mulai memeluk Aryan tiba tiba dering ponsel milik Aryan berbunyi.


terpaksa Aryan mengangkatnya dan itu membuat pretty berdecak kesal, entah Aryan berbicara dengan siapa karena ia bergegas pergi meninggalkan Tina sendirian tanpa berbicara. sedangkan jangan di tanya lagi raut wajah kesal Tina karena hasrat nya tidak tersalurkan malam ini


Aryan berjalan menuju lantai bawah, dan disana ia berpapasan dengan Fara yang baru saja keluar dari dapur. pandangan mereka bertemu kembali seperti saat pertama kali bertemu di kantor dulu.


ya tuhan aku merindukan kamu Pati,,,,, aku merindukanmu


faradilla, meree patnee aku sangat merindukanmu.....


mereka saling berperang dalam pikiran masing masing, perlahan keduanya mendekat tanpa mereka sadari berdiri saling menatap wajah yang saling di rindukan selama ini.


entah apa yang menghalangi cinta mereka saat ini, meskipun dekat tetapi susah untuk mengungapkan, hanya benci yang bersarang di hati mereka.


tiba tiba suara najma dan juga Tina membuyarkan mereka berdua.


" kakak, kau mau kemana malam malam begini, dan kau wanita murahan, sedang apa kau disini apa kau mau menggoda kakak ku setelah kau menggoda suamiku hah ?" ucap najma dengan tidak sopan.


" jaga bicaramu najma !" bentak Aryan pada adiknya.


" kenapa kakak membela dia, jelas jelas dia itu wanita jalang nan murahan , entah apa yang membuat dia masih berada di sini. harusnya kakak mengusirnya !"


" Aryan, kita kembali ke kamar, ini sudah malam, kau jangan pergi " sahut Tina dengan nada manja.


Aryan berlalu pergi tanpa mendengar kata kata najma dan Tina, dan setelah kepergian Aryan najma menatap Fara dengan intens.


najma yang dulu mengidolakan fara, kini malah berbalik menjadi jijik dan benci.


" kau harus segera pergi dari rumah ini faradilla" ucap najma dengan nada tegas, sedangkan Tina tersenyum kecut melihat Fara yang sedang di intimidasi.


" tanpa kau minta pun aku akan pergi dari sini najma, bahkan jika sampai kau berlutut memintaku untuk mencegah kepergian ku aku akan tetap pergi " jawab Fara dengan penuh penekanan.


" aku tidak akan Sudi mencegahmu pergi " sahut najma sambil pergi meninggalkan Fara. sedangkan Tina menatap Fara dengan tatapan mengejek.


" kau tahu faradilla, aku sangat benci kamu. dan,aku akan sangat bahagia melihatmu di lempar dari rumah ini "


" siapa kau sebenarnya ?" tanya Fara


" aku, hahaha kau ingin tahu aku siapa? baiklah, aku adalah pretty. pretty wanita yang telah Aryan tolak karena ia lebih memilih wanita kampungan sepertimu " ujar pretty dengan nada emosi.lalu ia pergi meninggalkan Fara sendirian.


Fara mengingat kembali saat dia pertama kali melihat pretty saat di kantor, dan di acara pertemuan kala itu.


ya, Fara baru ingat kalau pretty adalah pacar Aryan yang telah berkhianat karena pretty berselingkuh dengan rekan bisnis Aryan.

__ADS_1


" kau............"


__ADS_2