Mumbai In Love

Mumbai In Love
mumbai


__ADS_3

sebulan kemudian keluarga syeikh telah berpindah ke mumbai, begitupun fara ia harus ikut bersama bosnya karena fara merupakan sekertaris andalan aryan.


hari ini adalah hari minggu, fara di sibukan dengan pekerjaan rumahnya membersihkan ruangan dan menatanya. aryan memberikan fasilitas apartemen sederhana untuk fara tinggal selama di mumbai.


di sela sela kesibukan nya tiba tiba bel berbunyi dan segera fara menghentikan aktivitasnya dan bergegas untuk membuka pintu, ia sedikit terkejut karena yang datang ialah aryan.


" pak aryan,, ada apa pagi pagi menemui saya, apa ada yang perlu di kerjakan? "


" kamu tidak mempersilahkan seorang tamu masuk?"


" oh maafkan saya pak, silahkan masuk ..?"


aryan pun masuk kedalam apartemen fara, sedang fara masih bingung dengan kedatangan aryan tapi cepat cepat ia menormalkan kembali pikiran nya.


" oh ya bapak mau minum apa, atau bapak sudah sarapan biar saya buatkan " tanya fara panjang lebar.


" tidak perlu, saya membawa sarapan untuk kita berdua "


" baiklah saya siapkan dulu "


aryan dan fara sarapan bersama di meja makan saling berhadapan, padahal bukan pertama kalinya mereka makan bersama karena setiap ada pertemuan penting mereka sering melakukan nya, tapi entah kenapa pagi ini semua terasa canggung bagi fara.


" oh ya pak mumbai sangat macet ya melebihi jakarta" ucap fara yang memulai percakapan supaya tidak terlihat canggung.


" ya begitulah, entah kenapa ayahku mau pindah kemari , tapi saya sebagai anak tidak bisa menolak keinginan orang tua "


" bapak emang anak yang penurut, pantas saja tuan dan nyonya ahmed sangat menyayangi anda " puji fara yang diiringi senyum ke arah aryan, aryan yang melihat fara tersenyum padanya menjadi salah tingkah sampai terbatuk. fara terkejut lalu pergi kedapur untuk mengambil air.


kenapa dia senyum semanis itu ke arahku, oh tuhan faraaa gumam aryan dalam hatinya.


tak lama fara kembali dengan membawa segelas air putih dan memberikan nya kepada aryan.


" maafkan saya pak, seharusnya saya tidak mengajak anda bicara saat makan "


" tidak apa apa, karena kita berdua , lain kali jangan seperti ini jika bersama client "


" baik pak, maafkan saya ".


setelah makan aryan pamit untuk pulang, tak lupa fara mengucapkan terima kasih atas sarapan nya.


setelah kepergian aryan fara kembali mengerjakan yang tertunda sampai selesai. fara merebahkan tubuhnya di atas sofa ia sangat kelelahan karena harus mengerjakan semua nya sendirian, lalu fara membuka salahsatu aplikasi di ponselnya ia tiba tiba terkejut saat membaca chat dari teman nya kalau teman nya bekerja di perusahaan yang sama.


fara sangat bahagia, akhirnya ia tidak sendiri di mumbai.


**************


pagi pun tiba, hari ini hari pertama fara masuk kantor kembali, ia sangat bersemangat karena ia akan betemu dengan kawan nya .


setiba nya di kantor fara seperti biasa menyambut kedatangan bos nya di depan. fara memberikan sapaan lalu diiringi dengan senyuman kepada bosnya, tetapi lain halnya dengan aryan sang bos yang tersipu malu karena setiap pagi ia harus melihat senyum manis sang sekertaris.


aryan masuk ke ruangan nya di ikuti oleh fara, " bapak mau minum apa?" tanya fara.


" segelas air hangat saja " jawab aryan singkat.

__ADS_1


fara pun pergi ke pantry tak lama kemudian ia kembali ke ruangan aryan sambil membawa nampan berisi segelas air hangat.


" siapkan meeting jam 10 pagi ya dan kumpulkan semua karyawan, ayah saya akan memimpin meeting kali ini "


" baik pak saya akan atur tempatnya, ada lagi yang bisa saya bantu?"


" itu saja dulu " ucap aryan singkat.


" baiklah pak kalau begitu saya permisi "


" hmm".


saat fara keluar dari ruangan aryan tiba tiba ia di kejutkan dengan kedatangan teman teman nya


" sureprize...." ucap serempak kedua teman fara yakni vina dan roland.


" hey kalian,, ucap fara kaget lalu mereka saling berpelukan bahagia, sedangkan aryan yang mendengar kegaduhan di luar ruangan nya tersenyum kecut.


" aku kira dunia ini luas, ternyata sempit ya " ucap fara.


" ya lahhh dari SD, SMP, SMA sampe kuliah kita selalu bareng , terus kalu kerja gak bereng gak solid namanya kan " celoteh vina.


" betul sekali kau vin " timpal roland.


" tapi,,,, ngomong ngomong kenapa kalian bekerja juga di sini ? tanya fara yang masih bingung.


vina dan roland berbisik pada fara kalau pak aryan lah yang mengirim mereka kemari dan kabar gembiranya vina dan roland berkewajiban membantu fara jika dalam kesusahan bekerja atau apapun.


lalu fara teringat akan perintah aryan untuk menyiapkan meeting jam 10 pagi, secepat kilat ia pergi keruang meeting dan mempersiapkan segala sesuatu.


rapat pun berjalan sesuai rencana, karena sang pemilik perusahaan turun langsung untuk menanganinya, aryan memrintahkan fara untuk mendampingi tuan ahmed selama rapat berlangsung.


setelah rapat selesai aryan mengajak fara untuk ikut ke ruangan tuan ahmed di sana tuan ahmed meminta pendapat aryan dan fara tentang perusahaan yang akan membuka kembali cabang di kota lain , fara pun memberikan usul yang sangat baik dan tepat kepada tuan ahmed.


ide fara di setujui tuan ahmed, begitupun dengan aryan yang tak henti menatap fara saat ia berbicara pada ayahnya, dan diam diam tuan ahmed memperhatikan aryan yang tak lepas memandang fara yang sesekali di selipi senyuman manis di bibirnya, tuan ahmed hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.


saat makan siang fara meminta izin pada aryan untuk makan bersama teman teman nya, dengan berat hati aryan menyetujui nya karena ia pun berencana ingin mengajak fara makan siang di sebrang restoran, tetapi mendengar permintaan fara aryan tidak bisa menolaknya, ia hanya diam di ruangan nya saat jam makan siang.


fara dan sahabatnya berada di kantin mereka becanda seperti saat mereka sekolah dulu dan bedanya sekarang ia di tempat lain dengan makanan yang berbeda.


setelah jam makan siang selesai fara kembali ke ruangan nya dan duduk sambil merapikan rambutnya, tiba tiba dari balik kaca ia melihat aryan terdiam sepertinya serius.


perasaan fara sangat tidak enak kali ini, ia segera masuk ke ruangan aryan lalu memberanikan diri untuk bertanya.


" maaf pak apa ada yang bisa saya bantu..?"


aryan tidak menjawab pertanyaan fara, ia pura pura sibuk dengan laptopnya.


" pak aryan, apa bapak sakit..?"


aryan tetap diam.


" apa bapak sudah makan ?"

__ADS_1


lagi lagi aryan tidak menjawab, membuat fara bingung.


" maaf pak saya permisi dulu "


aryan tetap diam dan menatap kepergian fara dari belakang.


fara duduk di kursinya memikirkan apa yang terjadi dengan bosnya, tiba tiba telpon berbunyi ia pun mengagkatnya fara mengangguk.


tak butuh waktu lama fara sudah berada di ruangan tuan ahmed,


" selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu..?"


"hmm,, kemarilah nak bantu saya mengemasi laptop, saya harus pulang untuk istirahat di rumah "


fara pun membantu tuan ahmed lalu mengantarnya ke depan untuk pulang.


" hati hati di jalan tuan.." ucap fara sangat sopan.


" terima kasih, oh ya nona fara segeralah temui aryan karena ia belum makan siang sama sekali " ucap tuan ahmed lalu ia masuk ke dalam mobil, mobilpun meninggalkan kantor.


fara terdiam sejenak mencerna perkataan tuan ahmed barusan , lalu ia teringat akan sikap aryan yang diam tanpa bicara, sekarang ia faham apa maksudnya


fara segera berlari untuk membeli dua porsi makan siang beserta minum nya.


10 menit kemudian fara kembali dengan membawa dua porsi makan siang untuk dirinya dan aryan, meski fara sudah makan tetapi ia faham akan bosnya.


fara masuk kedalam ruangan aryan dan di dapati aryan sedang tidur di sofa, tepatnya pura pura tidur karena harus menahan lapar. dengan sangat hati hati fara membangunkan aryan, aryan pun membuka matanya.


" maaf pak makan siangnya telat, tadi jalanan sangat macet " ucap fara beralasan.


" saya tidak lapar " ketus aryan.


" tapiii........."


" buang saja makanannya !"


" tapi pak saya juga belum makan " ucap fara sedikit memelas. mendengar ucapan fara seketika aryan bangun dari tidurnya.


" apa..... jadi kamu belum makan?" tanya aryan dengan nada khawatir.


" iya pak "


" kenapa?? nanti kalau kamu kena maag gimana,"


fara terkejut dengan aryan, kenapa bosnya terlihat khawatir serasa aneh baginya.


" maafkan saya pak "


" ya sudah ayo kita makan bersama "


fara menyiapkan makanan nya sedangkan aryan tersenyum senang, bisa makan bersama ia kira tadi fara makan bersama teman teman nya.


lain lagi dengan fara yang harus menghela nafasnya karena pasti ia akan kekenyangan.

__ADS_1


__ADS_2