
sesuai perintah aryan, varun bertolak ke indonesia untuk misinya, bagi varun ini adalah hal yang sangat mudah di lakukan, sesuai dengan profesinya sebagai agen rahasia. lebih tepatnya mantan agen rahasia terkenal di amerika siapa lagi kalau bukan FBI. agen agen rahasia yang tampan dan keren seperti di tv tv.
sambil menyelam minum air, itulah pepatah yang pantas saat ini untuk varun, selain melancarkan misinya ia juga bisa berjalan jalan di pulau dewata bersama gadis gadis seksi. meski hanya sebentar 🤣.
back to mumbai fara di sibukan dengan persiapan acara ulang tahun syeikh company yang ke 30 tahun, yang akan di selenggarakan di lobi utama.
aryan meminta kepada team untuk menyulap lobi utama menjadi tempat yang sangat istimewa dan berkesan, karena tamu yang mereka undang merupakan orang terpenting di negara asia.
aryan memperhatikan fara yang sedang memberi arahan untuk mengatur properti kepada para pekerja. dan juga mengatur jadwal para artis papan atas untuk hadir di acara nanti malam.
salah satu staff berjalan melewati aryan dengan membawa sebuah nampan berisi kopi milik fara, aryan pun bertanya pada staff tersebut untuk siapakah kopi itu, sang staff menjawab untuk sekertaris anda.
aryan menawarkan diirinya untuk memberikan kopi tersebut pada sekertarisnya tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada staff tadi.
" kopi " aryan memberikan kopi itu kepada fara.
" terima kasih " jawab fara sambil tersenyum.
" bagaimana, sudah berapa persen persiapanya ?"
" masih 70 persen pak, tapi bapak tenang saja sore ini pun semuanya terselesaikan " ujara fara.
" oke, saya percaya pada hasil kerjamu nona" puji aryan, fara pun melemparkan senyumannya kepada aryan.
senyumanmu........ gumam aryan frustasi akan senyuman fara.
***************
malam yang di tunggu pun telah tiba, para tamu undangan satu persatu datang bersama pasangan nya dan memberi ucapan selamat atas berdirinya syeikh company sampai 30 tahun lamanya.
konglomerat penjuru negri pun ikut serta dalam acara malam ini, apalagi para gadis yang tak sedikit memuji ketampanan putra sulung ahmed syeikh itu, ada pula yang nekat menghampiri nya, ada juga yang meminta untuk sefi bersama dan tak sedikit pula yang tebar pesona untuk menarik perhatian aryan.
beberapa sambutan di sampaikan kepada para tamu dari tuan ahmed syeikh, ia sangat bersyukur karena sampai saat ini tuhan masih mempercayainya untuk menjalankan perusahaan nya.
setelah acara penyambutan, dilanjutkan dengan potong kue dan berdoa bersama, setelah itu sang pembawa acara mempersilahkan tamu undangan untuk memcicipi hidangan yang sudah di sediakan serta di iringi tampilan artis papan atas.
__ADS_1
akan tetapi berbeda dengan aryan, sedari tadi pandangan nya menyapu ke semua sudut, hati nya tampak gelisah karena orang yang ia tunggu belum menampakkan batang hidungnya.
lalu ia memutuskan untuk pergi ke toilet, aryan segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" hallo, kamu dimana kenapa belum datang, ?" pertanyaan aryan beruntun karena khawatir akan seseorang di balik sambungan telpon itu.
" maaf pak saya terjebak macet karena ada perbaikan jalan " ujarnya yang tak lain ialah fara. fara masih berada dalam perjalanan, ia tidak bisa menghindari kemacetan kota mumbai apalagi ada perbaikan jalan, membuatnya harus extra sabar.
" ya sudah , kau hati hati di jalan "
" baik pak terima kasih "
aryan mengakhiri obrolan nya bersama fara, setelah itu ia ikut bergabung lagi bersama orang tuanya.
" dari mana saja kau nak?" bisik sang ibu, karena sedari tadi aryan pergi meninggalkan mereka.
" dari toilet bu sebentar "
" mana sekertarismu, kenapa dia tidak datang ?"
" oh, cepatlah nanti acaranya selesai ".
aryan diam tidak menanggapi perkataan ibunya, sejujurnya ia pun sedang menunggu fara, bahkan hingga di penghujung acara pun fara masih belum datang juga, aryan terlihat mondar mandir berkali kali ia melihat ke arah handphone nya tak ada satupun notifikasi dari fara, membuatnya frustasi.
para tamu satu persatu meninggalkan acara begitu juga dengan keluarga aryan yang lebih dulu berpamitan pulang, kini tinggal aryan dan beberapa pegawai yang tersisa, aryan bahkan sangat lelah menunggu dan memutuskan untuk pulang karena tampaknya fara tak akan datang, ada rasa sedikit kecewa di hati aryan malam ini.
susana tempat acara pun begitu sunyi, aryan melangkahkan kakinya untuk pulang, akan tetapi langkahnya terhenti karena mendengar suara sepatu yang berderit di atas lantai.
dialah fara, dengan langkah terburu buru ia menghampiri bosnya yang tak berhenti menatapnya takjub akan kecantikan sekertarisnya.
" maafkan saya pak, ini adalah kesalahan saya yang sangat fatal karena saya sangat terlambat ke acara yang sangat penting ini " ungkap fara panjang lebar menceritakan kejadian yang ia alami selama dalam perjalanan. sedangkan aryan sama sekali tak bergeming dari tempatnya sampai fara selesai menjelaskan.
" sekali lagi maafkan saya pak, pak.... pak aryan..." ujar fara membuyarkan lamunan aryan, aryan pun tersadar dan segera menetralkan keadaannya.
aryan dan fara menikmati makan malam berdua, fara memperhatikan aryan yang begitu lahapnya menyantap makan malamnya. membuat fara merasa bersalah mungkinkah aryan menunggunya.
__ADS_1
" maafkan saya pak " ucapan fara seketika menghentikan makan aryan dan membuat aryan menatap ke arah gadis yang ada di hadapannya.
" kenapa harus minta maaf, ya sejujurnya saya sedikit kecewa tapi bagaimana lagi kamu kan manusia, jika kamu burung mungkin kamu akan terbang dan datang tepat waktu " ujar aryan, mendengar ucapan bosnya fara tertawa, aryan pun melanjutkan suapan nya yang tertunda diselingi dengan senyuman karena melihat gadis di hadapan nya tertawa kecil.
entah kenapa melihat dia seperti ini membuatku merasa bahagia gumam aryan dengan bibir yang masih terukir senyuman.
tiba tiba semua lampu di ruangan padam dan seluruh ruangan gelap, fara begitu panik karena ia sangat phobia dengan gelap. ia meraba raba sekitar dan yang tertangkap tangan aryan.
"tenanglah , ada saya di sini " ucap aryan berusaha menenangkan fara yang sangat panik.
" saya mohon pak saya ingin pulang saya takut..." fara tambah mengeratkan genggaman tangannya. fara mencoba berdiri ingin segera ia meninggalkan ruangan yang gelap itu, aryan meraba jasnya dan mencoba menyalakan baterei di handphone nya akan tetapi handphone nya mati.
" tenanglah fara, mungkin ada kesalahan, pegawai... cepat nyalakan kembali lampunya " teriak aryan kepada pegawainya, akan tetapi tidak ada sahutan dari mereka.
fara mulai terisak, ia sangat ketakutan, fara memanggil manggil nama ibu, berharap sang ibu menolongnya. aryan merasa tak tega dengan kondisi fara saat ini, sebegitu takutkah ia sampai menangis.
dengan ragu aryan perlahan menarik tangan fara dan mencoba menenangkan nya dengan memeluknya, meskipun tangis fara masih belum mereda.
tiba tiba layar besar yang terpampang di hadapan mereka menyala, aryan perlahan melepaskan pelukan fara, keduanya menatap layar tersebut, lalu munculah sebuah video tentang kampung halaman fara dan sapaan dari orang sekitar, dan yang bikin fara takjub adalah transpormasi foto fara sewaktu bayi sampai dewasa, disana juga menampilkan saat fara bersama ibu dan ayahnya dulu.
fara mendekati layar itu dan menangis perasaan bahagia, sedih bercampur rindu saat ini melihat video yang terpampang di layar, para pegawai varun, dan juga aryan sangat terharu melihat semuanya.
" ibu,,,,,, fara sangat merindukan ibu......" tangisnya pecah di malam itu, lalu aryan mendekati fara
" apa kau suka ?" pertanyaan itu membuat fara menoleh ke belakang.
" pak aryan, apa ini semua bapak yang........." ucapan fara terpotong karena aryan lebih dulu menggenggam tangan nya.
" jangan pernah merasa sendiri di dunia ini, karena tanpa kamu sadari orang orang di sekitarmu sangat peduli terhadapmu "
" apa boleh saya peluk bapak " pinta fara dengan airmata masih mengalir di pipi chubbi nya. aryan melemparkan senyumnya dan mengangguk tanda setuju, fara memeluk aryan, ada perasaan tenang di hatinya saat berada di pelukan laki laki yang menjadi bosnya saat ini.
peluklah tubuhku fara, jika itu membuatmu nyaman dan aku tidak akan membiarkanmu pergi gumam aryan.
di balik layar seseorang mengacungi aryan jempol, aryan pun melihatnya dan tersenyum, dialah varun. ya semua ini varun yang rencanakan.
__ADS_1