
para tetua sudah menentukan tanggal pernikahan aryan dan fara yakni satu minggu lagi lamanya, kriti dan juga farhan pergi menuju apartemen fara untuk membantu fara membereskan barang barangnya, karena fara akan tinggal di new delhi bersama mereka.
" aku senang deh kakak akan tinggal bersama kami " ucap kriti yang bahagia ia tak sabar untuk segera pulang bersama fara.
" kakak mohon bimbingan kalian ya, " fara mengahmpiri kriti dan duduk di sebelahnya
" kakak tenang saja, selama kakak di sana, kami akan selalu bersama kakak dan tidak akan ada waktu sedikitpun terlewatkan, ya kami harap kakak selamanya tinggal bersama kami " lirih kriti, ia menggenggam tangan fara seakan memohon agar fara selalu berada di sampingnya.
" kau tak usah takut kriti, kakak akan selalu berkunjung ke sana " imbuh fara.
" benarkah ?" tanya kriti bahagia
" hmmm "
" ya sudah kita selesaikan semuanya lalu kita pergi " ucap kriti dengan semangatnya.
" ayo kak kita berangkat sekarang " sahut farhan yang tiba tiba muncul dan menghampiri dua gadis itu.
" farhan, bagaimana kalau kita ke kantor pak aryan, aku ingin memberikan surat pengunduran diri dulu " pinta fara.
" baiklah, aku tunggu di mobil ya "
" ok ".
farhan, kriti dan juga fara sudah berada di kantor, banyak karyawan lain yang menyapa fara dan tak sedikit karyawan perempuan berpelukan dengan fara menanyakan kabar sekertaris idola kantor itu.
" wah kak fara sangat populer ya di kantor ini " ucap kriti dengan takjub dan menggoda fara, sedangkan farhan hanya diam tanpa bicara sedikitpun.
" tidak juga kriti, " imbuh fara.
" buktinya, tuh lihat banyak karyawan yang menyapamu " kriti memperhatikan satu persatu karyawan kantor sepanjang perjalanan.
" hai vina " sapa fara pada temannya, semenjak fara tidak masuk vina yang menggantikan posisi fara untuk sementara dan itu atas permintaan aryan.
" fara, kau apa kabar " sapa balik vina sambil berjalan dan memeluk erat sahabatnya itu.
" aku baik vin "
__ADS_1
" aku kangen sekali sama kamu tahu " rengek vina sambil melepaskan pelukannya dan beralih menggenggam kedua tangan fara.
" aku juga, maafkan aku ya vin " lirih fara
" fara, kau tak usah minta maaf, aku dan roland sangat bahagia "
" vin, hari ini aku akan pindah ke new delhi, aku akan tinggal disana bersama bibinya pak aryan " lirih fara dengan tatapan sedih.
" aku pasti sangat merindukanmu far, boleh aku memelukmu ?" pinta vina dengan muka yang sedih, rasanya ia tak ingin berpisah dengan sahabatnya yang sudah ia anggap seperti saudarinya itu.
mereka pun berpelukan, kriti dan farhan sangat terharu melihat kedua sahabat itu akan berpisah. tak lama mereka melepaskan pelukannya kembali
" roland mana vin,?"
" roland sedang pergi ke kantor cabang "
" sampaikan maafku pada roland ya vin "
" kau tenang saja, nanti aku akan sampaikan, sudah pergi sana pak aryan sudah menunggumu di dalam " perintah vina sambil mengusap air matanya.
" bagaimana kau tahu ?"
" ishhh kau ini vin " cebik fara.
fara masuk keruangan aryan di ikuti oleh kriti dan farhan, fara mengetuk pintu dan aryan mempersilahkan fara untuk masuk.
" maaf pak saya mengganggu waktu anda " ucap fara dengan nada yang sopan.
" kau tak menggangguku, kalian duduklah !"
lalu mereka duduk di sofa secara bersamaan, kriti sangat takjub dengan desain ruangan milik aryan yang begitu minimalis tapi terkesan mewah. matanya tak lepas memperhatikan setiap barang barang yang ada di dalam ruangan itu.
" nyaman sekali " ucap kriti sambil menyenderkan pumggungnya di sofa, aryan hanya tersenyum melihat tingkah adik sepupunya itu.
" ada apa kalian ramai ramai datang kemari ?" tanya aryan, dan ketiga orang itu sejenak saling pandang
" kami datang kemari untuk mengantar kak fara bertemu dengan kakak, iya gak kriti ?" farhan meminta penjelasan pada kriti.
__ADS_1
" iya, kak fara ingin memberikan surat pengunduran diri " sahut kriti.
" oh ya kriti cuaca hari ini sangat panas ya, bagaimana kalau kita jalan jalan keluar sambil memmbeli minum " ajak farhan pada adiknya
" aku tidak merasa panas kak, kau tak lihat apa suhu ac di ruangan ini dingin sekali tahu "
" ayo temani aku keluar aku gak kuat " farhan menarik tangan kriti
" aku tak mau, aku mau disini " kriti masih diam di tempatnya. farhan secepatnya menarik tangan kriti secara paksa dan membawanya keluar.
" lepaskan farhan, sakit tahu " kriti sangat kesal pada kakaknya karena memaksanya untuk keluar. dan kini mereka ada di depan ruangan aryan.
" kau ini gak ngerti ya, aku mengajakmu keluar supaya kak aryan leluasa berbicara dengan fara bodoh " umpat farhan pada adiknya.
" o iya ya kok aku telmi ya " ucap kriti sambil menggaruk kepala tak gatal.
" emang kau telmi " sahut farhan sambil berjalan meninggalkan adiknya
" hey farhan tunggu ..." teriak kriti dan menyusul kakaknya keluar.
*************
" kedatanganku kemari untuk mengantarkan surat pengunduran diri untuk sementara waktu " ucap fara sambil memberikan amplop berwarna coklat.
" kapan kamu berangkat ke new delhi ?"
" hari ini "
" maaf, aku tidak bisa mengantarmu, karena kita tidak di perbolehkan untuk bertemu "
" tak apa, bibi sudah menjelaskannya padaku " jawab fara sambil menunduk malu.
" sampai jumpa minggu depan " lirih aryan sambil menatap fara intens.
" ya " jawab fara sambil mengangkat kepalanya dan tersenyum, kalau begitu aku permisi, fara berdiri lalu berpamitan pada aryan.
" fara " panggil aryan, merasa namanya di panggil fara menoleh ke sumber suara tersebut.
__ADS_1
" aku akan merindukan mu " kata kata itu spontan keluar dari mulut aryan tanpa permisi, entah mengapa tiba tiba ia ingin mengatakan hal demikian, membuat fara tersenyum lalu segera keluar dari ruangan bosnya.
selepas kepergian fara, aryan mengutuki dirinya sendiri akan kebodohannya.