
sudah 3 hari fara tinggal di rumah bibi, mereka sangat bahagia dengan keberadaan fara di tengah tengah keluara kecil ini, apalagi bibi yang sangat bahagia karena fara sangat rajin. setiap pagi para selalu membuatkan sarapan, menyiram tanaman di depan rumah, memasak makan siang semua ia kerjakan.
sebenarnya bibi sudah melarangnya karena ada pembantu rumah tangga yang mengerjakan nya, tapi fara bersikeras ingin tetap melakukannya dengan alasan merasa jenuh kalau hanya diam saja.
pagi ini mereka sedang berkumpul menikmati sarapan.tak ada yang berbicara seorang pun hanya benturan piring dan pisau yang bersuara di pagi itu.
sang bibi sedari tadi melihat raut wajah fara yang tampak murung tidak semangat.
" nak, apa kau sakit ?" pertanyaan bibi mengagetkan fara yang hanya memutar mutar makanan dengan sendok.
" ah... aku tidak apa apa bi " jawabnya dengan gugup.
" jika kau tidak enak badan, pergilah ke kamarmu dan istirahatlah "
" tidak bi a... aku baik baik saja "
" iya kak, pergilah ke kamarmu biar nanti kriti yang bereskan " timpal kriti yang ikut khawatir. sejenak fara melirik kearah bibi dan farhan, mereka pun menganggukan kepalanya. lalu kriti memapah fara untuk masuk ke kamarnya.
sesampainya di kamar, kriti membantu fara untuk duduk di kasur dan bersandar di kepala ranjang.
" kak, jika kakak punya masalah, tolong ceritakan kepada kami jangan di pendam sendiri "
" terima kasih kriti "
tiba tiba ibu datang sambil membawa segelas susu hangat di tangannya, lalu meletakkannya di atas nakas
" nak, sebentar lagi kau akan menikah jadi jika kau ada masalah ceritakan pada kami " lirih bibi sambil memegang pipi fara dengan penuh kasih sayang.
" terima kasih, kalian sangat baik padaku, aku sangat sedih bibi di detik detik pernikahanku ini aku sangat merindukan ibu dan ayah " tiba tiba fara menangis terisak.
" anakku, kita adalah keluargamu, anggap saja aku ini ibumu ingat kau tidak sendiri ada kami disini yang akan selalu melindungi dan mendampingimu nak "
__ADS_1
" bibi aku sayang kalian " mereka pun berpelukan.
sebenarnya fara gadis yang sangat periang, akan tetapi setelah ia putus dengan nino sifatnya berubah menjadi tertutup apalagi setelah nino melakukan hal yang telah melecehkan fara waktu itu.
apalagi sekarang ia akan menikah dengan orang yang tidak ia cintai dan tidak mencintainya.
" sudahlah nak jangan bersedih lagi besok akan ada orang yang datang kemari, jadi kau harus bersiap " ucap bibi.
" siapa bi "
" orang orang kemari untuk menghias tangan dan kaki kamu kak" sahut kriti.
fara melirik ke arah bibi dan bibi pun membalasnya dengan senyuman.
mulai sekarang aku harus membiasakan hidupku, aku harus menerima apa yang telah tuhan takdirkan kepadaku lirih fara dalam hatinya.
ya, mulai sekarang ia berjanji untuk tidak bersedih lagi, fara akan menerima apa yang telah tuhan takdirkan kepadanya.
aku yang memutuskan untuk menikah dengannya, berarti aku harus mulai belajar untuk mencintainya meskipun jujur, dalam hati ini tidak ada rasa cinta gumam aryan dengan pikiran nya.
****************
kini hari bahagiapun telah tiba, keluarga syeikh sudah siap dengan pakaian saree yang sangat cantik, begitu juga sang pengantin laki laki yang baru saja keluar dari kamarnya bergegas turun kebawah dengan pakaian pengantin semua orang yang sedari tadi menunggu di bawah nampak tersenyum bahagia melihat mempelai pria turun sang ibu menarik tangan aryan untuk duduk di sofa, ibu, ayah dan juga najma bergantian menyuapi aryan dengan manisan.
" kakak kau sangat tampan sekali " puji najma pada aryan, aryan hanya tersenyum.
najma pun memasangkan bunga di kepala aryan. setelah itu keluarga aryan bersiap untuk berangkat ke kediaman pengantin perempuan dengan menggunakan mobil yang telah di hiasi bunga bunga khas pengantin.
setelah beberapa jam perjalanan akhirnya keluarga pengantin perempuan menyambut kedatangan rombongan pengantin laki laki, aryan di gandeng oleh najma dan juga varun kala itu.
lalu aryan duduk di tempat yang sudah di sediakan dengan mengadap tirai pembatas di hadapan nya, ia nampak sangat gugup hari ini.
__ADS_1
kini giliran kriti dan juga bibi menggandeng fara menuju tempat ijab kabul sepanjang perjalanan dari kamar semua orang sangat takjub dengan kecantikan gadis indonesia yang di sulap menjadi pengantin adat india, semua orang tak hentinya memuji fara membuat fara tersipu malu.
fara pun duduk di dampingi kriti dan juga bibi, fara pun tak kalah gugupnya dari aryan hari ini. berkali kali ia berdoa dalam hatinya meminta kelancaran di hari pernikahan nya ini.
pak penghulu mulai mengucapkan ijab kabul sebagai wali hakim fara, karena fara tidak mempunyai ayah fara sangat sedih, tapi kriti dan bibi selalu menguatkannya.
setelah ijab kabul selesai aryan pun menjawab sebanyak tiga kali " saya terima, saya terima, saya terima " begitupun pak penghulu bertanya pada fara demikian fara pun menjawab dengan ucapan yang sama.
semua orang pun turut berbahagia, akhirnya fara dan aryan kini saha menjadi suami istri, farhan dan varun secara bersamaan membuka tirai pengahalang antara fara dan aryan, sumpah demi apapun aryan sangat terpesona melihat kecantikan fara, aryan tak berkedip sedikitpun membuat fara tertunduk malu di buatnya.
dengan bersamaan varun dan farhan membuyarkan aryan hingga aryan tersadar dan kikuk, semua orang menertawakan aryan, lalu aryan mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh fara, fara mencium tangan aryan dan aryanpun berdoa sambil meletakkan tangan nya di kepala fara.
setelah itu aryan menggandeng fara menuju kursi pengantin, sementara keluarga besar menyantap hidangan yang sudah di sediakan.
fara dan aryan tak sempat saling sapa karena baru saja mereka duduk tiba tiba para pengganggu datang menghampiri pengantin dan menggodanya.
" selamat ya bro akhirnya kau menikah juga " ucap varun yang terlebih dahulu memberi ucapan dan disusul oleh farhan, kriti najma dan juga nino. mereka berselfi ria bersama pengantin baru.
kini giliran nino memberi ucapan selamat pada kedua pengantin yang berbahagia. nino memberikan selamat dan menjabat tangan aryan, dan yang terakhir fara
" fara, selamat menempuh hidup baru ya, aku doakan yang terbaik untuk kalian berdua " lirih nino, bagai di tusuk seribu pisau begitulah perasaan nino saat ini, harusnya ia yang ada di sana tetapi akibat kebodohan nya ia harus merasakan semua nya.
aryan yang menyadari akan nino yang tidak bergeming sama sekali di hadapan fara secepat kilat menarik tangan fara.
" ucapan selamat sudah habis, lebih baik kau pergilah, tanpa doa darimu kami sudah bahagia " ketus aryan dengan nada datar. nino segera pergi dari hadapan aryan dan fara.
benar benar tak tahu diri manusia itu gumam aryan.
sementara fara hanya diam.
mohon maaf ya readers, jika banyak yang salah dalam bab ini. jangan lupa author minta dukungan dari kalian ya.
__ADS_1