Mumbai In Love

Mumbai In Love
tak mau menyerah


__ADS_3

saat Fara dan Aryan membicarakan masalah mereka dari hati ke hati, tiba tiba suara tawa membuyarkan kedua orang tua yang kembali rukun.


Aryan dan Fara menghampiri reema yang sudah duduk di atas kasur.


" pagi anak ayah yang cantik, " sapa Aryan pada reema , si cantik reema pun tersenyum dan mencium pipi ayahnya.


" nak, ayo kita antar ayah berangkat ke kantor " ajak sang ibu.


" biar ku gendong reema, aku tidak mau kau kelelahan di pagi hari " ucap Aryan.


lalu mereka bertiga turun ke lantai bawah untuk sarapan. Tina di buat terkejut tatkala melihat Fara dan juga Aryan turun ke bawah bergandengan tangan.


semua orang di meja makan tampak tersenyum melihat Fara dan Aryan baik baik saja, sedangkan Tina yang sedang menuangkan susu di tiap gelas menampakkan rasa tak sukanya pada Fara, diam diam Nino melihat Tina mengepalkan tangan.


" ehm, Tina ada apa denganmu, apa kau tidak enak badan ?" tanya Nino , dengan nada menyindir.


sialan pak Nino , aku harus hati hati dengannya


tanpa permisi Tina meninggalkan meja. Nino tersenyum sinis pada tina.


" selamat pagi semua ..." sapa Aryan.


" pagi kak, pagi kakak ipar pagi reemaku " sahut najma.


" bagaimana kondisi reema semalam Aryan ?" tanya tuan ahmed.


" reema tidak apa apa ayah, semalam ia tidur sangat nyenyak " jawab Fara.


" iya ayah reema baik baik saja " timpal Aryan.


" syukurlah, kami sangat khwatir , apalagi ayah mendengar kau teriak pada istrimu "


" maaf ayah Aryan khilaf " sesal Aryan. suasana di Ruang makan pun menjadi hening.


" ayah kami baik baik saja kok, o ya sayang cepat habiskan sarapanmu nanti kau telat " ucap Fara .


setelah itu Fara mengantar Aryan menuju halaman.


" sayang, kau jaga anak kita ya " ucap Aryan.


" iya, aku tidak akan kemana mana lagi ".


" hmm, jika kau mau pergi kau harus menghubungiku "


" iya iya, cepat sana pergi "


" reema ayah berangkat dulu ya nak".


Aryan memberikan reema pada Fara lalu ia masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya.


Fara pun membawa reema masuk, di depan pintu Fara berpapasan dengan Nino dan juga najma.


" kalian mau kemana ?" tanya Fara.


" eh kakak ipar, reema, kita mau pergi ke rumah bibi " jawab najma.

__ADS_1


" ada apa dengan bibi ?"


" bibi sakit kak, jadi kita mau menjenguknya "


" oh, kalau begitu kalian pergilah, nanti aku menyusul dengan aryan. " ujar Fara.


" iya kak, o ya sayang kau tunggu sebentar ya sepertinya handphone ku ketinggalan di kamar"


ucap najma pada suaminya.


" iya cepatlah " sahut Nino, kini tinggal Fara dan Nino berdua. tiba tiba suasana begitu canggung saat mereka berdua.


" Fara, maafkan kesalahanku yang dulu aku......"


" sudahlah Nino aku sudah melupakan semuanya "


" o ya Fara, kau harus hati hati dengan pengasuh reema itu dia sepertinya bukan orang baik, aku pernah....... "


" sayang ayok berangkat sekarang " ucapan Nino terpotong karena najma tiba tiba datang.


" ayo sayang.. dah reema "


" daah paman daah bibi..." sahut Fara menirukan suara anak kecil.


lalu Fara masuk dengan hati yang bertanya tanya, ia mengingat perkataan Nino tentang Tina. tiba tiba tina datang membuyarkan lamunan Fara.


" nona Fara biar reema saya yang gendong " ucap Tina, Fara pun memberikan reema pada Tina dan Tina membawanya ke Playground.


aku harus menanyakan lagi pada Nino apa yang ia ketahui tentang Tina. gumam Fara.


setelah itu Fara berjalan menuju kamarnya, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Aryan. sementara Aryan masih dalam perjalanan.


" Pati, bibi sedang sakit bagaimana kalau nanti sore kita menjenguknya "


" ya baiklah nanti siang aku jemput kamu ya "


" hmm,, daah sampai nanti ".


sepanjang hari, Fara menghabiskan waktunya dengan reema, sementara Tina membantu pelayan di dapur, semua nampak baik baik saja tidak ada yang tahu kalau Tina adalah pretty.


***************


Fara bersama Aryan bertolak ke rumah bibi tanpa reema, reema ia titipkan bersama Tina di rumah.


Tina melihat kepergian Aryan dan juga Fara dari atas jendela sambil menggendong reema.


" kau akan lihat sebentar lagi reema, siapa yang akan jadi ibumu, dan aku tidak akan pernah menyerah sampai kapanpun ". ucap tina dengan senyuman licik.


Tina mengunci kamar dan meletakkan reema di box bayi, sementara ia duduk berselonjor di sofa sambil meneguk minuman keras.


" haahh,, indah sekali hidup ini jika aku menjadi nyonya Aryan hahahaha. tapi,,,, kau harus sabar pretty karena sebentar lagi kau akan mendapatkan apa yang kau mau, iyakan botol ?".


hahahhahahhahahahhaha.


sementara Tina terus meracau karena terlalu banyak minum tanpa mempedulikan reema yang menangis karena lapar.

__ADS_1


" diam kau bayi kecil...!!!!!! kau sangat menjengkelkan ku " bentak Tina pada reema yang tak berhenti menangis.


di sisi lain Aryan dan juga Fara yang sedang makan malam bersama di sebuah restoran, tiba tiba Aryan melihat baju Fara yang basah karena air susunya keluar.


Aryan cepat cepat membuka jasnya dan memakaikannya ke tubuh Fara.


" bajumu basah sayang, " bisik Aryan di telinga Fara


" aku tahu, perasaanku tiba tiba gak enak mending kita pulang saja " lirih Fara.


" ya sudah, habiskan makananmu "


" aku tidak bisa makan, entah kenapa aku teringat reema terus Pati "


" kita pulang saja " ajak Aryan, lalu ia menggandeng Fara menuju pintu keluar restoran.


Tina tersadar karena ketukan pintu dari luar kamar. ia segera memunguti botol botol yang berserakan di lantai dan membuangnya keluar,


Tina menyalakan pengharum ruangan dan meninggikan suhu AC di kamar, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci mukanya dan kumur kumur.


setelah itu ia menggendong reema yang tak berhenti menangis dan segera membuka pintu.


dan ternyata dia adalah tuan ahmed.


" tuan ahmed....." sapa Tina .


" kenapa kau lama sekali membuka pintunya, dan aku dengar reema terus menangis, apa yang sedang kau kerjakan di dalam kamar ini " tanya tuan ahmed dengan nada suara tegas.


" ini tuan tadi reema mengantuk dan tidak mau minum susu jadi dia menangis " ujar Tina beralasan


" lalu kenapa kau tidak membawanya turun supaya bermain bersama kami "


" maaf tuan aku tidak tahu, aku pikir anda sedang beristirahat "


" kau tidak akan tahu, karena kau tidak turun sedari Aryan dan Fara pergi " ucap tuan ahmed sambil pergi meninggalkan Tina.


tuan ahmed memanggil pelayan lain dan menyuruhnya untuk mengambil alih reema dari Tina. tuan ahmed turun menuju lantai bawah bersama pelayan dan reema.


sialan, si tua Bangka itu harus segera mati. gumam Tina dengan mata mendelik.


tak lama, mobil yang di kendarai Aryan dan juga Fara sudah sampai, Fara lebih dulu keluar dari mobil lalu di susul oleh aryan.


dengan langkah yang cepat Fara berjalan menaiki tangga, akan tetapi ayah dan ibu mertuanya memanggilnya karena reema ada bersama mereka.


Fara langsung menghampirinya dan segera mengambil reema dari tangan mertuanya. di peluknya erat reema dan di cium oleh Fara, entah kenapa ia sangat merindukan putri kecilnya padahal baru beberapa jam ia tinggalkan.


" bawalah reema bersama kalian, dan istirahatlah " ucap ibu mertua.


" iya ibu, kalau begitu Fara permisi dulu "


" iya nak ".


sepeninggalan fara, Aryan dan orang tuanya berbincang bincang di ruang keluarga, tuan ahmed menceritakan pada Aryan kalau reema menangis,dan ia mengatakan rasa tidak sukanya pada Tina dan meminta kepada Aryan untuk mengganti Tina.


Aryan meminta waktu untuk memikirkannya, dan semua itu di dengar oleh Tina.

__ADS_1


dari balik dinding ia mengepalkan kedua tangannya dan bersumpah untuk membunuh siapa saja yang menghalangi niatnya.


guyysss,, jangan lupa like, komen dan juga vote nya, kasih juga. bintang lima supaya author semangat melanjutkan ceritanya ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2