Mumbai In Love

Mumbai In Love
semakin terpuruk.


__ADS_3

selangkah lagi Tina akan mendapatkan semua yang ia mau selama ini, reema ada dalam genggamannya, ia juga sudah berhasil menghasut najma supaya membenci Fara dengan cara memfitnah kalau Fara dan Nino berselingkuh.


kini ia hanya tinggal meluluhkan hati Aryan yang masih beku.


Tina juga semakin terang terangan memberikan obat keras pada nyonya ahmed.


akan tetapi Aryan dan juga najma semakin hari semakin mempercayai Tina.


najma juga bertengkar hebat dengan Nino akibat hasutan Tina, Tina juga membuat gosip kalau saat ini Fara hamil anak Nino. najma berani mengusir Nino dari rumah karena geram atas berita itu.


Tina semakin menjadi jadi saat ini, jika Aryan dan najma pergi ke kantor ia akan pergi bersama teman teman nya ke salon.


saat itu rumah nampak sepi, Kriti dan juga Farhan baru saja sampai di kediaman Aryan.


" selamat datang nona Kriti, tuan Farhan " sapa salah satu pelayan sambil menghampiri keduanya.


" Meera, kenapa rumah tampak sepi kemana bibi dan yang lainnya ?" tanya Kriti sambil mengedarkan pandangan nya ke semua arah.


sedangkan Meera hanya diam tak berbicara sepatah kata pun.


" kenapa kau diam Meera, katakan mana bibi , reema, kakak juga ?" giliran Farhan yang bertanya. akan tetapi mulut Meera tetap diam.


Kriti dan Farhan masuk ke kamar nyonya Ahmed betapa terkejutnya ia melihat kondisi nyonya Ahmed yang memprihatinkan.


" Farhan kenapa bibi bisa seperti ini ?" Kriti bertanya dengan nada yang terkejut.


" aku tidak tahu " . lalu keduanya menghampiri nyonya Ahmed dan membangunkan dari pembaringan nya.


setelah itu Kriti membantu nyonya Ahmed untuk membersihkan diri, sementara Farhan mengganti sprei yang sudah kotor karena bau tidak sedap.


Kriti mengganti baju nyonya Ahmed dan memberikan wewangian.


" Farhan kau jaga bibi sebentar ya aku akan membuatkan bubur "


" hmmm "


saat Kriti ke dapur, sekilas ia melihat pretty masuk ke kamar Aryan dengan membawa banyak belanjaan.


Kriti bersembunyi di balik tembok dan memperhatikan gerak gerik pretty. stelah 20 menit menunggu Kriti di buat kaget saat melihat seorang wanita yang keluar dari kamar Aryan dengan pakaian perawat.


siapa dia ?


Tina turun dan berjalan menuju paviliun, Kriti terus membuntutinya dari belakang. bahkan saat Tina masuk Kriti tetap setia menunggu.


lagi lagi Kriti di buat kaget karena Tina keluar membawa reema yang terlihat lemah tak berdaya.


" haaaa... ya tuhan reema " ucap kriti terkejut sambil menganga.


" siapa wanita itu, apa mungkin dia pretty, aku harus mencari tahu " gumam Kriti lalu ia pergi menuju dapur.


setelah itu Kriti bergegas membawa bubur ke ruangan nyonya Ahmed.


" hey kenapa lama sekali sih " protes farhan


" sstttt diamlah, aku punya berita untukmu ".

__ADS_1


nampak Farhan mengerutkan dahinya, tapi ia duduk sigap untuk mendengarkan cerita adiknya.


Kriti menceritakan kalau ia melihat pretty masuk ke kamar Aryan dan keluar seorang perempuan yang menjadi baby sitter reema.


ia juga ternyata menyimpan reema di paviliun.


" apa...,..??? di menyimpan reema di paviliun ?" Farhan tersentak dengan cerita Kriti.


" iya Farhan , kasian reema pasti ia sangat tersiksa "


" baiklah Kriti kita harus minta bantuan seseorang untuk mengungkap semua ini "


" tapi siapa yang kita ...... "


Ni..... no......va.....va run. tiba tiba nyonya Ahmed membuka mulutnya dengan terbata


" bibi...??????" Kriti dan Farhan serempak kaget mendengar bibinya berbicara.


" bibi tadi bicara apa ? " Nino , Varun ? " ucap kriti , baru saja Kriti ingin bertanya lagi tiba tiba nyonya Ahmed pingsan.


" Kriti cepat panggil dokter !" perintah Farhan dengan wajah yang panik.


30 menit kemudian dokter memeriksa kondisi nyonya Ahmed, dokter menerangkan bahwa nyonya Ahmed harus di rawat secara intensif karena penyakitnya sangat serius.


******************


malam ini keluarga Ahmed sedang menikmati makan malam bersama, taampak juga Tina disana sedang menuangkan air di gelas Aryan.


" Kriti maaf ya aku tidak menyambut kedatanganmu " ucap najma


" oh ya kak Aryan tadi bibi jatuh pingsan, dan kami segera memanggil dokter katanya sakit bibi sangat serius " Farhan ikut menimpali.


" apa, ibu pingsan? kenapa bisa ?"


" ya memang begitu kenyataan nya kak " sahut Farhan


" Tina, kenapa ibu bisa pingsan, ?" tanya Aryan dengan nada kesal, sedangkan yang ditanya bertingkah gelagapan karena seharian ini ia hanya sibuk bersama teman teman nya.


" kenapa kakak tanya Tina, Tina kan tidak ada tadi " Kriti berucap sembarangan.


" benarkah itu tina ?" Aryan kembali bertanya dengan tatapan tajam.


" eu.... itu tuan tadi, aku mengajak reema jalan jalan ke taman sebentar jadi..... , maaf tuan mungkin reema lapar aku akan mengecek beliau sebentar " Tina beralasan ia menghindari supaya Aryan tidak curiga padanya.


" aneh sekali dia " decak Kriti.


sementara di kamar Aryan reema menangis kencang, Tina datang dengan perasaan yang sangat kesal di tambah lagi reema menangis tidak berhenti.


tina membungkam mulut reema dengan batal berukuran besar, cukup lama ia membungkam reema hingga reema tidak terdengar lagi jeritan tangisnya.


Tina merasa heran dan membuka bantal tersebut, ia terkejut karena reema sepertinya pingsan. Tina sangatlah panik lalu ia memanggil aryan.


Aryan dan yang lain nya bergegas naik ke atas untuk memeriksa keadaan reema. Farhan lebih dulu memeriksa nafas reema.


" ya Allah kak Aryan reema tidak bernafas "

__ADS_1


" apa? kau becanda Farhan " sergah Aryan sambil mendorong Farhan dan memeriksa reema bergantian. kemudian Aryan melirik tajam ke arah Tina yang sedang berdiri di di sampingnya.


" kau apakan anakku Tina ??! "


" tuan, anak anda tadi panas aku tidak apa apakan dia " jawab Tina gugup.


" bohong.....!!!" bentak Aryan.


*****************


anggota keluarga syeikh kini kembali kehilangan satu orang yang sangat di cintai, reema cucu pertama keluarga syeikh meninggalkan dunia ini untuk selamanya.


begitu terpuruknya Aryan saat ini, ia tidak bisa berbicara sepatah kata pun hanya air mata yang terus mengalir.


tiba tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan fara, semua nya sangat keget dan berdiri termasuk Aryan.


tatapan Fara begitu tajam saat bertemu dengan Aryan, dengan berani Fara menampar aryan.


" kau,,, kau boleh menyakitiku Aryan, tapi tidak dengan reema, kau tega Aryan kau tega...!!!!!"


" Fara dengarkan aku, maafkan aku Fara " sesal Aryan dengan berurai air mata.


" aku benci kamu Aryan aku benci........ " teriak Fara ambruk jatuh ke lantai sambil menangis.


Aryan mencoba membangunkan Fara, akan tetapi Fara malah menolak dan mendorong Aryan.


" Fara maafkan aku, aku sangat lalai " lirih Aryan.


Fara tidak mendengar ucapan aryan, lalu ia bangun dan lari menuju kamar tidur reema.


Fara mengambil pakaian reema dan memeluknya.


" maafkan ibu nak, maafkan ibu " lirih Fara sambil menangis.


Aryan perlahan masuk ke kamar dan menghampiri fara.


" aku salah, tolong hukum aku Fara "


" tidak ada hak bagiku untuk menghukum siapapun termasuk kamu, kau sudah memutuskan malam itu kalau aku bukan istrimu lagi " ujar Fara dengan nada datar.


lalu Aryan berlutut di hadapan fara, ia menyesali semua apa yang telah ia perbuat dan ia ucapkan malam itu.


akan tetapi Fara sama sekali tidak iba akan Aryan. ia tetap membeku


" aku ingin memeriksa ibu " ucap Fara langsung pergi meninggalkan Aryan, sedangkan Aryan memejamkan matanya.


Fara memeriksa ibu mertuanya yang sudah tidak berdaya. ia langsung berhamburan memeluknya.


" maafkan aku ibu, aku sangat berdosa sudah meninggalkan mu " lirih Fara dengan air mata yang deras mengalir.


nak, ibu sangat merindukanmu sayang, tolong bawa ibu keluar dari sini anakku jerit nyonya Ahmed dalam hatinya.


" ibu, apa Aryan dan najma tidak merawatmu , kau sangat kurus sekali " Fara melepaskan pelukan nya dan memeriksa badan mertuanya yang sudah sangat kurus tak terurus.


" ibu tenang saja, Fara akan merawat ibu kembali, mulai sekarang Fara akan selalu ada bersama ibu " janji Fara pada mertuanya.

__ADS_1


sementara seseorang di balik pintu tersenyum mendengar ucapan Fara.


__ADS_2