
semenjak jalan jalan di kota Mumbai saat itu, semakin hari rasa cinta Aryan semakin bertambah pada Fara, akan tetapi ia selalu menyembunyikannya, Fara pun semakin lama semakin terbiasa dengan sifat Aryan yang kadang menunjukkan perhatiannya kadang dingin.
baginya semua itu tidak masalah karena Fara yakin setiap orang di ciptakan berbeda beda baik itu dari wajah, sifat, perilaku dan juga takdir.
terkadang, jika waktu senggang Aryan tak lepas memandangi foto dirinya dan Fara saat di gate kala itu seperti orang yang sedang di mabuk cinta ia tersenyum sendiri dan mencium ponselnya.
Aryan pun sering menolak pertemuan dengan clien jika permintaan clien bertemu sambil makan malam. ia sering menghabiskan waktu malamnya hanya dengan istrinya meski hanya dengan mengobrol atau sekedar becanda kecil.
malam itu Aryan dan Fara sedang membicarakan tentang diri masing masing waktu kecil dahulu, di mulai dari Fara yang menceritakan dirinya sewaktu ia kecil hingga dewasa, begitu pun dengan Aryan ia pun sama menceritakan dirinya saat masih kecil yang hidup dengan sangat berkecukupan namun Aryan sangat nakal dan susah di atur.
berbeda dengan Fara yang sedari kecil hidup dalam keluarga sederhana namun Fara sangat berprestasi.
tak jarang Fara menertawakan Aryan kecil yang sangat nakal namun lucu. membuat Aryan cemberut.
" pasti Aryan kecil itu sangat manis, ingin sekali aku mencubitnya " ujar fara.
" kata katamu sama seperti bibi, bibipun dulu selalu mencubitku " sahut Aryan.
" karena kau sangat menggemaskan " ucap Fara yang refleks mencubit gemas kedua pipi Aryan yang di tumbuhi bulu bulu.
Aryan pun memelototinya lalu Fara menurunkan tangannya dengan ekspresi takut dan cengengesan.
" hehehe maaf " ucap Fara.
Aryan kembali menetralkan obrolannya kali ini ia menarik Fara dan memeluk pinggul ramping istrinya, Fara yang mendapat perlakuan sangat terkejut sekaligus senang.
" tadi sampai mana pembicaraan kita ?" tanya Aryan
" sampai kau sangat menggemaskan " sahut Fara.
" tapi , jika suatu saat kita memiliki anak, aku tidak mau sifat anak kita seperti aku waktu kecil dulu yang nakal dan susah di atur, aku ingin anak kita memiliki sifat seperti ibunya yang baik, penyayang dan lembut " ujar Aryan sambil membayangkan anaknya kelak.
sementara pikiran Fara jauh menerawang, ia sangat senang dengan apa yang Aryan ucapkan, bahkan ia pun sangat ingin segera menjadi ibu, Fara tidak menyangka ternyata Aryan ingin memiliki anak darinya sementara yang ia tahu Aryan tidak mencintainya, selama ini Aryan hanya menjalani peran nya sebagai suami.
" Fara,,, Fara,,," panggil aryan sambil menepuk lembut pipi Fara, Fara pun tersadar akan lamunannya.
" eh.. i... iya ada apa ?" tanya Fara gelagapan.
" sebenarnya kau mendengarkan ku tidak ?"
" iya aku dengar "
" apa yang sedang kau pikirkan ?"
" ha, apa? yang aku pikirkan? ah,, tidak ada aku hanya........ "
" hanya apa ?" tanya Aryan penasaran.
__ADS_1
" Pati, apa kau ingin mempunyai anak ?" lirih Fara
" kau ini bertanya apa, jelas aku ingin mempunyai anak. setiap pernikahan pasti mendambakan keturunan kan " ungkap Aryan
bagaimana kita bisa mempunyai anak sedangkan kau menyentuhku saja tidak, dasar bodoh umpat Fara.
" ngomong ngomong, kamu ingin mempunyai berapa ?" tanya Fara
" mmmm.. yang banyak saja ya biar rumah ini ramai " jawab Aryan terkekeh,
" kita serahkan semuanya pada Tuhan saja, berapapun yang Tuhan berikan kita harus tetapi bersyukur " ucap Fara.
" iya kau benar juga, baiklah kita tidur sekarang"
Aryan lebih dulu membaringkan tubuhnya dan menarik selimut sementara Fara masih duduk, ia menatap suaminya aneh dahinya berkerut .
lalu Fara menyusul suaminya untuk tidur,kali ini Fara membelakangi suaminya.
tiba tiba Aryan membuka matanya dan memikirkan pembicaraannya dengan Fara beberapan menit yang lalu.
bagaimana aku bisa memiliki banyak anak sedangkan selama ini aku tidak pernah menyentuh fara, ya tuhan aku sangat berdosa sekali pada istriku, ayolah Aryan ini saatnya kau meminta hakmu bukankah kau sudah mencintainya gumam Aryan.
karena Fara sudah terlelap, munculah ide di brilian supaya Fara terbangun. Aryan berpura pura batuk hingga berkali kali.
mendengar Aryan batuk Fara pun terbangun
" Fara bisa tolong ambilkan minum untukku, tenggorokanku sangat gatal dan kering " ucap Aryan beralasan.
" baiklah tunggu di sini aku akan ambilkan " lalu Fara keluar untuk mengambil air di dapur, setelah itu ia kembali dengan membawa gelas berisi air minum dan memberikannya pada aryan.
" maaf , karena keasyikan ngobrol aku jadi lupa menyiapkan air minum untukmu "
Aryan tidak menyauti perkataan Fara, ia meneguk habis minumnya hingga tak tersisa lalu menyimpannya di atas nakas.
Fara kembali merebahkan tubuhnya akan tetapi Aryan menghentikannya.
" ada apa lagi ?"
" apa kau sangat ngantuk "
" memangnya kenapa ?"
" aku tidak bisa tidur, bisakah kau menemaniku sebentar saja " pinta Aryan dengan memelas.
" baiklah, apa maumu ?"
" Fara ......"
__ADS_1
" ya "
kok malah sekarang dia yang jutek, biasanya kan aku
" aku..... aku....... "
" aku apa ?" tanya Fara, ia sangat penasaran tidak biasanya Aryan seperti orang gugup.
" aku......, tiba tiba Aryan memeluk erat Fara
" bisakah kita melakukannya sekarang ?" pinta Aryan di iringi detak jantung yang sangat kencang seperti sedang marathon.
" melakukan apa maksudnya ?" tanya Fara
" melakukan sesuatu apa yang seharusnya kita lakukan "
" hey, katakan yang jelas, kita sering melakukan banyak hal sebelum tidur kan " ujar Fara yang masih di peluk Aryan.
aku maklumi kebodohanmu Fara teriak Aryan frustasi .
lalu Aryan melepaskan pelukannya perlahan dan mulai mendekati Fara, semakin Aryan dekat semakin Fara menjauhi Aryan hingga mentok ke kepala ranjang, lalu Aryan mencium bibir Fara, Fara membulatkan matanya, jantungnya saat ini jangan di tanya lagi.
detakan nya sangat kencang, lalu Aryan melepaskan ciumannya
" bagaimana kita bisa mempunyai banyak anak sedangkan kita tidak pernah melakukannya, maafkan aku Fara " bisik aryan. sedangkan Fara masih menatap suaminya dengan nafas yang tidak beraturan.
" ta.... tapi...... " Fara tidak tahu harus berkata apa, di satu sisi ia sangat bahagia karena akhirnya suaminya mulai membuka hatinya akan tetapi ia juga takut jika setelah semua ini terjadi Aryan hanya mencapakkan nya .
pikirannya kali ini bercampur aduk. satu persatu Aryan membuka kancing baju Fara hingga tampak jelas warna bra yang Fara kenakan malam ini. tapi tangan Fara menghentikan tangan Aryan yang mulai membuka kancing bra milik Fara.
" kenapa?" tanya aryan, ia mulai khawatir akan Fara menolaknya, mau tak mau Aryan harus siap jika Fara menolaknya karena Aryan pun telah berdosa selama ini tidak memberikan nafkah batin padanya.
" apa kau tidak siap atau tidak mau melakukannya ?" tanya Aryan lagi
" tidak, ma... maksudku biar aku saja yang membukanya " jawab Fara terbata. Aryan pun tersenyum.
" tidak apa apa, biar aku saja " bisik Aryan, terpaksa Fara pun mengiyakan nya.
ini pertama kalinya bagi Aryan dan Fara melakukannya dengan sadar dan tanpa paksaan, rasa bahagia menyelimuti kedua sepasang suami istri di malam itu, hingga sampai larut malam pun mereka belum selesai dengan pergulatannya.
" Aryan berapa lama lagi, aku sudah sangat lelah " rengek Fara, ya sedari tadi Aryan tidak hentinya melepaskan Fara.
" sebentar lagi, " ucap Aryan bersemangat. semakin Fara merengek minta berhenti semakin Aryan tidak tahan hingga mencapai klimaksnya, saat di penghujung Aryan menumpahkan benihnya di rahim fara, karena Aryan sangat menikmatinya ia berkali kali melakukan nya sambil menghisap payudara Fara sehingga Fara mendesah. 🙈🙈🙈🙈🙈
malam pun semakin larut, karena Fara Sangat kelelahan ia lebih dulu memejamkan matanya di pelukan Aryan, Aryan pun memeluknya dengan erat hingga jatuh dalam mimpi masing masing.
aduhh maaf sekali part ini author tidak pandai 🤣🤣 jangan lupa ya likenya kasih bintang lima, mangga sok di komen juga supaya author tuh semangat gitu nulisnya guys 🤣
__ADS_1