Mumbai In Love

Mumbai In Love
kebersamaan tiga wanita penghuni rumah


__ADS_3

aryan memasuki kamar dengan membawa sarapan di tangannya. ia meletakkan nampan berisi makanan itu di atas meja. pandangan nya tiba tiba tertuju pada tempat yang berantakan, ia berniat untuk merapikannya aryan membulatkan matanya ketika melihat ada noda darah di sprei.


ayran segera menarik dan menggulungnya lalu mengambil sprei yang baru dari dalam lemari dan memasangkan nya sendirian. sedari dulu aryan tidak sepenuhnya menggantungkan semuanya pada pelayan apalagi menyangkut ruangan nya ia lebih memilih melakukannya sendirian hanya membersihkan toilet dan membersihkan lantai saja yang pelayan lakukan.


saat aryan di sibukkan dengan memasang bed sheet fara keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" kenapa kau melakukannya kau kan harus berangkat ke kantor " fara menghampiri aryan yang sedang sibuk. tapi aryan tidak menghiraukan fara ia hanya fokus dengan apa yang ia lakukan.


" pati....!" fara memanggil suaminya dengan nada kesal karena aryan tidak mendengarkannya. lalu aryan berhenti dan mendekati istrinya.


" aku sudah membawakan sarapan untukmu, makanlah " ucap aryan dengan nada pelan.


" tapi,,,, "


" aku sudah sarapan di bawah " nada bicara aryan berubah menjadi datar lalu ia kembali melanjutkan pekerjaan nya sampai selesai. sementara fara duduk menikmati sarapan nya dengan wajah yang cemberut. sesekali fara memperhatikan suaminya dari sudut matanya.


menyebalkan sekali dia, apa dia tercipta untuk jadi laki laki yang datar seperti itu ? cebik fara dalam hatinya.


setelah aryan selesai ia menghampiri istrinya dan mencium kening fara dan perlakuan aryan yang secara tiba tiba romantis itu pun membuat fara tersipu malu.


" aku berangkat ke kantor dulu, tunggu aku pulang " ucap aryan dengan nada lembut.


" iya, biar ku antar sampai depan "


" tidak usah, kau istirahat saja "


" ya sudah hati hati di jalan "


" hmm "


aryan berangkat ke kantor lalu fara berlari ke balkon untuk melihat kepergian suaminya, fara pun melambaikan tangan nya seiring dengan melajunya mobil yang di tumpangi suaminya. setelah kepergiannya fara tersenyum teringat akan perlakuan manis aryan padanya.


" aryan, kadang kau menyebalkan , kadang kau sangat manis " gumam fara sambil mengapit kedua pipinya.


****************


fara turun menuju dapur untuk menyimpan piring yang kotor bekas sarapan nya saat di dapur ia berpapasan dengan nino yang sedang mengambil air dari dalam kulkas lalu menuangkannya ke gelas.


fara berhenti sejenak saat melihat nino, ada rasa trauma dalam dirinya waktu mengingat kejadian dimana fara di lecehkan oleh nino tanpa perasaan.

__ADS_1


kriti yang melihat fara yang berdiri di ambang pintu pun segera menghampirinya.


" kakak ipar, apa yang sedang kau lakukan ?" tanya kriti dan kedatangan kriti membuat fara kaget.


" kriti, kau mengagetkan aku saja "


" lagian kakak ipar sedang apa berdiri di sini "


" eu... tadi kakak ada yang lupa jadi kakak berpikir dulu"


"oh, kak ayo kita ke atas aku sudah buatkan sesuatu untuk kakak " ajak kriti sambil menarik tangan fara


" sebentar kakak simpan ini dulu "


" ya sudah cepatlah "


fara memberanikan diri berjalan menuju dapur melewati nino, nino yang menyadari kehadiran fara langsung menghampirinya akan tetapi kriti lebih dulu menarik tangan fara dan membawanya keluar dari dapur.


fara merasa lega karena kriti lebih cepat dari nino. kriti mengajak fara menuju taman belakang.


" duduklah kakak ipar " perintah kriti fara merasa takjub dengan semua manisan yang ada di hadapannya.


" dalam rangka apa ini ?" sekali lagi fara meminta penjelasan pada kedua adik ipar di hadapannya. kriti dan juga najma hanya bisa tersenyum.


" tidak ada " jawab najma singkat.


" tapi kenapa sebanyak ini ?"


" kakak ipar kau tenang saja semua ini tidak ada maksud apa apa kok " sahut kriti.


kriti dan najma saling mengedipkan matanya, sebenarnya ini adalah perayaan kecil buatan mereka berdua sebagai tanda kalau sepasang suami istri itu sudah melepas lajangnya. sementara fara yang tak tahu apa apa mencoba semua manisan yang ada di depannya dengan lahap.


setelah itu mereka bertiga bersiap untuk pergi ke supermarket membeli keperluan dapur dan yang lainnya, kriti dan fara menunggu najma sambil sibuk dengan ponselnya masing masing.


tak lama kemudian najma turun bersama suaminya saling bergandengan tangan mesra. najma menghampiri fara dan juga kriti.


" sayang, aku minta izin untuk pergi berbelanja hari ini " ucap najma pada suaminya.


" hati hati ya, jangan terlalu capek " sahut nino sambil membelai rambut panjang najma.

__ADS_1


" ya sudah cepatlah berangkat ke kantor, kak aryan sudah sedari tadi berangkat "


" hm, jaga dirimu baik baik sayang " ucap nino sambil mencium kening najma. nino sengaja memamerkan kemesraannya di depan fara dan itu membuat fara memalingkan wajahnya karena melihat semua itu.


baginya kemesraan yang nino tunjukkan pada najma sangatlah menjijikkan.


nino pun pergi meninggalkan najma dan menumpangi mobilnya menuju kantor najma memperhatikan kepergian suaminya sampai menghilang.


" manis sekali kak nino padamu najma " puji kriti.


" makannya menikah sana biar ada yang manis padamu " ledek najma pada kriti sedangkan kriti hanya cemberut mendengarnya.


" sudahlah ayok kita berangkat sekarang " lerai fara, lalu mereka berangkat menuju supermarket. dan membeli semua keperluan rumah dan juga dapur.


fara sangat bersyukur karena ia di kelilingi oleh orang orang yang menyayanginya hingga ia tidak merasa kesepian setiap harinya.


mereka sangat menikmati kebersamaan mereka hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu petang, ketiganya pun pulang.


setibanya di rumah, mereka di bantu oleh pelayan untuk mengambil semua belanjaan dan meletakkannya di dapur, setelah itu mereka berpisah di ruang tengah dan bergegas menuju kamar masing masing untuk membersihkan diri.


fara yang baru saja keluar dari kamar mandi di kejutkan dengan kedatangan aryan.


" kau sudah pulang " fara mendekati suaminya dan megambil tas dan jas dari tangan suaminya.


" mandilah, aku akan menyiapkan pakaian untukmu " ucap fara lagi, tapi aryan lagi lagi tidak menyauti semua perkataan fara, ia hanya mengikuti intruksinya saja.


fara yang sudah tahu sifat suaminya hanya bisa geleng geleng kepala.


setelah itu fara menyiapkan pakaian ganti untuk aryan dan turun ke bawah membuatkan teh. dan aryan baru saja keluar dari kamar mandi tidak melihat fara di kamar ia sempat mencari cari akan tetapi aryan kemudian membiarkannya mungkin fara pergi ke dapur pikirnya.


lalu aryan duduk di atas kasur sambil membuka laptopnya untuk mengecek email yang masuk. tak lama kemudian fara kembali dengan secangkir teh di tangannya.


fara meletakkan tehnya di atas nakas tanpa berbicara, begitupun dengan aryan yang diam dan tak mau bertanya.


mata aryan mengikuti kemana fara pergi, padahal fara hanya membereskan pakaian kotor lalu duduk di meja rias hanya untuk sekedar berdandan.


" mau kemana sore sore begini dandan ?" akhirnya aryan membuka suaranya.


" kenapa, apa seorang istri tidak boleh berdandan untuk suaminya " sahut fara sambil menengok ke arah suaminya, aryan seketika membuang muka nya karena takut ketahuan fara kalau dia sangat senang dengan kata kata fara barusan.

__ADS_1


fara pun mengetahuinya dari balik cermin, ia pun ikut tersenyum karena sudah berhasil membuat suaminya baper.


__ADS_2