
pagi ini matahari tampak bersinar cerah sekali, penghuni kediaman syeikh masih berada di kamarnya masing masing masih terlelap dalam mimpinya.
tapi tidak dengan Fara yang sedari tadi di sibukan dengan aktivitasnya mengemasi pakaian nya. hari ini ia memantapkan diri untuk pulang ke Indonesia, baginya tinggal di India pun percuma sudah tak ada lagi harapan apalagi memeperbaiki rumah tangganya.
Fara mengambil foto dirinya bersama reema dan juga Aryan, ia menatap gambar itu dengan senyuman getir.
hanya ini yang tersisa saat ini
lalu ia mengambil kopernya dan keluar dari kamar, sebelumnya ia membuka pintu kamar mertuanya, dan dilihatnya beliau masih terlelap.
Fara tersenyum melihatnya, kini ia bisa tenang, karena ibu mertuanya sudah sehat kembali.
lalu Fara bergegas pergi, taksi pun sudah meunggu sedari tadi karena Fara telah memesan taksi online.
taksi pun melaju meninggalkan kediaman syeikh, tak terasa air matanya jatuh, Fara segera mengusapnya.
ia tak menyangka takdirnya akan seperti ini, mendapat perlakuan yang tidak baik, padahal Fara adalah orang yang sangat baik.
sesaat taksi melaju meninggalkan rumah, mobil yang Aryan dan Varun tumpangi pun tiba di halaman.
sekilas Varun melihat kepergian taksi itu dan bertanya pada teman nya.
" siapa yang memesan taksi pagi pagi begini ?"
" mungkin Nino " jawab Aryan acuh.
lalu mereka masuk ke dalam rumah bersama.
baru saja mereka duduk di ruang keluarga tiba tiba Aryan dan Varun di kejutkan oleh suara orang berjalan ke arahnya.
" ibu ?? kau .... kau sudah sehat " ucap Aryan yang begitu bahagia melihat ibunya sudah bisa berjalan kembali seperti semula, ia berhamburan memeluk ibunya dengan hati yang sangat bahagia. Varun pun sangat terharu melihatnya.
" ibu aku sangat senang sekali melihat ibu kembali sehat Bu "
" iya nak, ini semua berkat istrimu Fara " mendengar kata Fara Aryan perlahan melepaskan pelukan ibunya.
" Fara ...?"
" ya faradilla istrimu, sekarang kau panggil dia kemari ibu ingin berterima kasih padanya karena dia sudah merawat ibu dengan baik " .
Aryan terdiam mendengar kata kata ibunya, ia baru menyadari kalau selama ini faralah yang selalu ada dan merawat ibunya dengan ikhlas.
lalu ia bergegas menuju lantai atas untuk mencari keberadaan Fara, ia mencari ke setiap ruangan akan tetapi Fara tidak ada di sana, Aryan segera turun dengan terburu buru
" mana Fara ? " tanya ibu
" ibu, Fara tidak ada " ucap Aryan panik.
" kau cari dia Aryan , Varun bantulah Aryan mencari Fara "
" baik bi "
Varun dan aryan mencari Fara ke setiap ruangan dan tempat tapi tak ada tanda tanda Fara di mana pun, bahkan Varun dan aryan bertanya pada para pelayan, mereka pun menjawab tidak tahu.
akhirnya Aryan dan Varun kembali ke ruang utama.
" mana Fara ..?"
" Fara tidak ada ibu mungkin dia pergi ke pasar"
" semoga saja begitu ".
najma, Nino, Kriti dan juga Farhan pun baru saja keluar dari kamarnya dan turun untuk menikmati sarapan.
mereka terkejut melihat ibunya yang kembali sehat, najma menghamburkan dirinya memeluk sang ibu.
" lho, kenapa ibu ada di sini, ayok kita sarapan " ajak najma .
" kita harus menunggu Fara dulu nak " ujar ibu.
__ADS_1
" Fara ? "
" ya, kau tahu kemana kakakmu pergi ?" tanya ibu. seketika raut wajah najma berubah dari bahagia menjadi jutek.
" ibu tidak usah mengharapkan dia lagi, karena semalam najma telah mengusir dia dari rumah ini " ucap najma. tiba tiba ibu menampar najma dengan keras. membuat najma kaget.
" kenapa ibu menamparku ?" najma meminta penjelasan pada ibunya
" kau membuat kesalahan najma, kau telah mengusir orang yang berharga dirumah ini " ucap ibu marah.
" maksud ibu apa, wanita itu hanya wanita murahan yang bisanya menggoda suami orang"
ibu kembali menampar najma dengan begitu keras, emosinya tersulut karena najma telah lancang menuduh Fara yang tidak tidak.
" kau telah mengusir orang yang salah najma, seharusnya kau mengusir iblis di rumah ini "
" siapa iblis yang bibi maksud di rumah ini bibi ?" tanya Kriti.
" Tina....! dia telah berani meracuni ibu selama ini " ungkap ibu dengan menggebu gebu
semua orang sangat terkejut mendengarnya tak terkecuali Aryan, lalu aryan menghampiri najma dan menarik tangan nya hingga najma meringis kesakitan
" pergi kau dari sini dan cari Fara sampai ketemu najma "...
" aw... kakak... sakit "
" aku tidak peduli, cari dia...!!" bentak Aryan. najma bergetar hebat karena Aryan telah memarahinya dan membentaknya.
najma tak menghiraukan kata kata ibu dan kakak laki lakinya ia berlari menuju kamarnya dan di susul oleh Nino.
seseorang yang berdiri di balik tembok pun bergetar ketakutan, ia segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri.
sementara Aryan pamit ke kantor karena ada meeting dadakan. begitu pun dengan nyonya Ahmed, ia kembali masuk ke dalam kamarnya.
kini tinggalah Varun, Kriti dan juga Farhan.
" ada apa sebenarnya ini ?" tanya Varun.
Kriti menceritakan kejadian di rumah ini semuanya secara detail, termasuk kematian tuan Ahmed yang secara tiba tiba.
" sebentar Kriti, kau bilang paman Ahmed meninggal di ruangan nya ? apa sebelumnya ia merasakan sesuatu seperti pusing atau mengkonsumsi obat ?" Varun bertanya secara detail pada Kriti tentang kematian tuan Ahmed.
" menurut kakak ipar, paman tidak sakit beliau baik baik saja " .
" atau mungkin saja ada seseorang yang sengaja membunuh paman Ahmed " duga Varun.
" aku pun tak tahu kak " sahut Kriti.
" oh ya apa di lantai dua ada kamera cctv nya ?"
" ada kak, " jawab Farhan.
" ok Farhan bagaimana kalau kita cek siapa yang terakhir masuk saat paman berada di dalam "
" baiklah kak bagaimana kalau kita meminjam ruang kerja kak Aryan saja "
" oke kita kesana ".
Farhan dan juga Varun beserta Kriti kini berada di ruangan Aryan, mereka mencoba membuka rekaman cctv waktu kejadian meninggalnya tuan Ahmed, dan benar saja dugaan Varun, seseorang telah masuk ke dalam ruangan itu dan tak lama ia keluar.
Varun memperbesar gambar itu dan yang tertangkap seorang perempuan berambut pendek keluar berlari dari ruangan tuan Ahmed.
" siapa dia ?"
" dia seperti tina kak " jawab Kriti sambil menunjuk ke gambar yang sedang di zoom.
" siapa Tina ?" tanya Varun dengan ekspresi bingung
" Tina adalah pengasuh dari reema, anaknya kak Aryan dan kak Fara " ujar Kriti.
__ADS_1
" ooohh,,,, aku menaruh curiga padanya, ada perlu apa dia masuk ke ruang kerja paman Ahmed ya, atau begini saja aku punya satu ide buat kalian "
" apa itu kak " serempak adik dan kakak itu menjawab.
Varun berdiskusi dan merencanakan sesuatu untuk menjebak Tina kepada Kriti dan juga Farhan. mereka pun menyetujuinya.
" tapi kak, bagaimana kak Fara dan kak Aryan ?"
" masalah mereka berdua itu sangat gampang sekali, karena aku yakin mereka berdua masih saling mencintai " ungkap varun
" aku juga berpikir seperti itu kak " sahut Kriti.
" kak varun bagaimana dengan bibi ?" timpal Farhan bertanya.
" oke sementara bibi kau antar ke rumah ibumu, biarkan dia rileks "
" oke siap detektif ". ucap Farhan dan mereka bertiga tertawa bersama.
back to Fara dan Aryan
Fara kini sudah sampai di bandara, ia di bantu oleh supir untuk mengeluarkan koper dari dalam bagasi, dan tak lupa Fara mengucapkan terima kasih pada supir tersebut.
ia berjalan menuju ruang tunggu dan duduk disana, ingatan nya kembali tertuju pada aryan.
ini yang terbaik untuk kita Aryan lirih Fara dalam hatinya
sedangkan Aryan nampak termenung di ruangan nya, ia teringat dengan Fara dan juga mendiang reema anaknya.
Aryan mengusap kasar wajahnya ada rasa penyesalan di hatinya telah membuat rumah tangganya seperti ini dan bodohnya kenapa ia lebih mempercayai orang lain di banding istrinya.
tiba tiba seseorang menghubunginya dan mengatakan kalau Fara ada di bandara. mendengar kabar tersebut Aryan segera bergegas pergi ke tempat itu.
*****************
Aryan melihat Fara sedang menunggu, lalu ia menghampiri Fara yang sedang duduk.
" sedang apa kau disini ?" Aryan berdiri tepat di depan Fara, Fara yang mendengar suara itu mendongakkan kepalanya dan menatap Aryan.
" dari mana kau tahu aku disini ?"
" dari mana aku tahu itu tidak penting, katakan sedang apa kau disini?
" apa urusanmu ?" Fara bertanya dengan nada ketus.
mau tak mau Fara harus mengikuti kata kata Aryan untuk memenuhi keinginan nya, dan kini Fara sedang berada di taman dekat bandara. mereka duduk berdua.
" kedatanganmu membuatku ketinggalan pesawat, kau selalu semena mena padaku pak Aryan " ujar Fara dengan nada datar dengan tatapan yang lurus kedepan, sedangkan Aryan tak henti menatap Fara yang ada di sampingnya
" kau belum menjawab pertanyaanku " ucap Aryan. Fara menghela nafasnya, rasanya berat untuk mengatakan pada aryan kalau ia akan pulang ke negaranya. tapi ia tetap mengatakan nya.
" aku akan pulang ke negaraku "
" pulang,,, tapi kenapa Fara? "
" apanya yang kenapa, aku bukan siapa siapa disini, dan aku tidak punya siapapun orang yang aku cintai pun telah pergi " perlahan air mata Fara keluar, ia tak bisa menahan nya lagi.
tiba tiba Aryan berlutut di hadapan Fara
" apa yang kau lakukan ?" Fara terkejut dengan perlakuan Aryan padanya.
" tolong jangan pergi, maafkan aku " lirih Aryan dan tak terasa air matanya keluar.
" maaf, tapi aku tidak bisa aku harus pergi. tolong jangan seperti ini " ucap Fara .
" Fara tolong, maafkan aku " Aryan tetap pada pertahanan nya.
" maaf pak Aryan, maaf saja tidak cukup untuk menebus rasa sakit hati ini "
" aku tahu Fara aku tahu, tapi tolong dengarkan aku sekali ini "
__ADS_1
" kau tahu, kau saja dulu tak mau mendengar penjelasanku dan kau tetap dengan keputusanmu sehingga kau tega mengusirku tanpa kau memikirkan dan khawatir padaku sedikitpun " ungkap Fara, akhirnya semua yang ia tahan selama ini ia keluarkan juga.
Fara meninggalkan Aryan sendirian, ia tetap pergi sedangkan seseorang sedari tadi memperhatikan pembicaraan Aryan dan Fara dari balik pohon merasa bersalah, dan dia adalah najma.