
setelah fara membersihkan dirinya, ia segera masuk ke dalam kamarnya dan mengganti baju dan sedikit berdandan. pikirnya mungkin aryan sudah berangkat ke kantor. lalu ia keluar sambil menenteng tas kecil di pundaknya.
ia berjalan menuju pintu keluar, hari ini ia berencana untuk pergi ke swalayan membeli kebutuhan dapur dan yang lainnya sambil melupakan perasaan nya pada aryan.
" mau pergi kemana ?" seseorang bertanya padanya, fara menghentikan langkahnya dan mencari sumber asal suara, ternyata aryan sedang duduk santai di sofa sambil menumpangkan satu kakinya ke kaki lain.
" kenapa belum berangkat ke kantor ?"fara balik bertanya dengan nada yang ketus. lalu aryan bangkit dari duduknya dan berdiri di depan fara.
" aku tidak bisa pergi ke kantor, karena istriku tidak mengizinkan nya " ujar aryan dengan santainya berbicara. fara sangat terkejut dengan apa yang di katakan aryan.
" aku tidak bilang begitu " sahut fara membuang mukanya ke sembarang arah. tapi aryan malah tersenyum di buatnya.
" bagaimana kepalamu, apa masih sakit ?" aryan mengalihkan topik pembicaraan nya.
" aku baik baik saja, bahkan lebih baik lagian apa peduli anda bukan kah anda tidak mau di repotkan . sudahlah aku mau pergi ke swalayan "
fara berjalan melewati aryan yang masih berdiri di hadapan nya, hatinya begitu puas karena sudah menumpahkan rasa kesal yang semalam ia pendam.
oh jadi karena itu dia semalam menghindar dariku, kenapa aku keterlaluan padanya huhh gumam aryan. sekarang ia tahu alasan istrinya bersikap aneh.
tapi aryan tidak marah akan sikap fara justru ia merasa gemas apalagi melihat wajah fara yang lucu saat marah. akhirnya aryan menghubungi bawahan nya untuk menghandle pekerjaan nya hari ini ia izin masuk karena ingin menemani istrinya.
setelah aryan menghubungi orang kantor ia bergegas menyusul fara. aryan meminta fara untuk pergi bersamanya akan tetapi fara menolak dan pergi meninggalkan aryan. perdebatan kecil terjadi di antara keduanya sampai sampai menjadi tontonan para sepasang lansia yang sedang berjemur menikmati cerahnya matahari pagi.
karena aryan sudah sangat bosan, akhirnya ia menggendong fara, fara memberontak kala itu tetapi aryan tidak menghiraukan ocehan fara. akhirnya fara pasrah ia tak mau buang buang energi di pagi hari.
banyak pasang mata lansia yang melihat pun berkata " dasar anak muda jaman sekarang " ucap si suami lansia itu.
__ADS_1
" dulu pun kita pernah mengalaminya " timpal sang nenek.
dalam perjalanan fara tidak berbicara, bahkan saat belanja pun fara hanya diam tetapi aryan sangat sabar menghadapinya.
setelah belanja selesai aryan dan fara, belum ada tanda tanda ingin berbicara di bibir fara, ia tetap bungkam. rasa hati ingin berbicara sebenarnya ia tak tega mendiami aryan seperti itu karena itu merupakan resikonya menjalani pernikahan tanpa di cintai.
tapi ia tidak tahu harus mulai dari mana, akhirnya sampai di apartemen aryan membantu fara membawa semua barang barang belanjaan.
aryan menjatuhkan dirinya di atas sofa mungkin ia sangat kelelahan fara sangat tidak tega melihatnya tapi ia tetap membereskan barang barangnya. setelah itu ia membuatkan minum untuk aryan dan meletakkannya di meja.
" lain kali tidak usah ikut aku belanja, tugasmu hanya di kantor bukan menemaniku berbelanja " ketus fara. aryan meneguk minumannya sampai habis. kali ini seorang vice chairman terlihat diam saat di marahi biasanya dia balik memarahi.
" apa kau sedang marah padaku ?"
" tidak, aku tidak marah " jawab fara bohong. lalu fara berdiri untuk menghindari aryan tetapi tangan aryan lebih cepat menarik tangan fara sehingga fara jatuh ke dalam pelukan aryan yang sedang duduk di kursi.
kau tak salah pak aryan, yang salah aku kenapa aku berharap lebih dengan pernikahan ini lirih fara dalam hatinya.
perlahan fara melepaskan pelukan aryan dan membuang mukanya
" kau tidak salah, aku yang salah kenapa aku begitu lancang padamu maafkan aku juga " fara berbicara tanpa melihat aryan.
aryan membalikan kepala fara perlahan hingga berhadapan dengannya.saat ini kondisi jantung fara berdetak tak karuan
" jika seorang suami sedang berbicara, maka tataplah jangan membuang muka seperti itu " ujar aryan dengan nada bicara yang lembut.
" maaf " lirih fara. rasanya ia ingin berlari dan bersembunyi di dalam lemari karena takut aryan melihat raut wajah fara yang merona merah dan jantungnya pun semakin lama semakin berdetak kencang.
__ADS_1
" berjanjilah, jika aku mengulangi lagi kesalahan padamu maka kau akan menghukumku " ucap aryan.
" tolong jangan berlebihan seperti itu, maafkan aku aku yang lancang " timpal fara.
tolong pak aryan, jika kau tidak mencintaiku jangan bersikap manis padaku , aku takut terbiasa .
" ya sudah kita pulang sekarang " ajak aryan pada istrinya. dan fara pun mengiyakan nya.
***************
najma dan kriti sangat senang dengan kedatangan fara, mereka menarik fara untuk duduk bersama di ruang tamu tanpa menghiraukan kakaknya seakan mereka cemburu pada aryan yang tiap detik selalu bersamanya. aryan tersenyum melihat keakraban di antara mereka.
setelah itu aryan pamit untuk berangkat ke kantor karena ada meeting dadakan.
" kak , bagaimana harimu baik kan ?" tanya fara yang sudah sangat kepo
" seperti biasa " jawab fara singkat .najma dan kriti menepuk jidatnya bersamaan.
" kak fara..... " najma tampak sedang merajuk pada kakak iparnya.
" sudahlah najma , kriti, kakak tidak mau berharap lebih pada kakakmu, pernikahan ini terjadi tanpa rasa cinta jadi kakak akan bersikap biasa saja , kakak takut jika terbiasa akan terasa sakit akhirnya " ujar fara yang tatapannya berubah menjadi sendu.
dan semua ucapan fara tak sengaja di dengar oleh aryan yang kala itu kembali ke rumah karena ada yang ketinggalan.
ku kira kamu masih mengharapkan nino dan tidak ada tempat di hatimu untukku, ternyata aku salah, kau pun memiliki perasaan terhadapku sama seperti aku padamu gumam aryan yang masih berdiri di belakang ke tiga wanita itu lalu ia mengurungkan niatnya untuk mengambil barangnya yang ketinggalan.
ia kembali ke kantor dan menyuruh karyawan nya untuk mengambilnya.
__ADS_1