
" tolong jangan berdandan berlebihan, aku tidak suka " ungkap aryan kembali dengan wajah datarnya.
fara menghentikan aktivitasnya lalu mendekati suaminya
" kenapa ?" tanya fara sambil memasang wajah imut
ya allah kenapa dia seimut itu rasanya ingin aku mencium bibirnya lirih aryan dalam hatinya sambil membuang muka lagi ke sembarang arah karena salah tingkah.
" ayo katakan ".... ucap fara yang masih setia menunggu jawaban aryan.
" ya tak suka saja " jawab aryan acuh padahal kondisi jantungnya saat ini seakan meronta ingin keluar karena berhadapan dengan fara yang semakin hari semakin cantik di matanya.
issh menyebalkan sekali segitu gengsinya dia padaku gumam fara sambil tersenyum.
" kenapa kau senyum senyum sendiri, ?" tanya aryan yang sedari tadi memperhatikan fara di hadapannya.
" tidak, aku hanya sedang......... " ucapan fara terpotong karena kriti tiba tiba masuk tanpa permisi ke kamar aryan dan fara.
" aduh pengantin baru maafkan aku aku sudah mengganggu kalian tapi ini waktunya makan malam " ujar kriti memperhatikan sepasang suami istri itu.
" baiklah kau duluan kami akan menyusul " sahut aryan.
" hmmm " lalu kriti keluar dari kamar aryan. selepas kepergian kriti fara kembali memandangi suaminya supaya aryan salting. benar saja aryan salah tingkah dan gelagapan karena terus di pandangi fara.
" sudahlah ayo kita makan malam " ajak aryan sambil bangkit dari duduknya, sementara fara diam dan memperhatikan suaminya.
" ayolah, apa kau akan kenyang hanya dengan memandangiku saja "
" kalaupun iya kenapa ?" tanya fara
" ya alloh fara ayolah jangan bermain main denganku "
" aku tidak bermain main. pak aryan..." panggil fara
" hmm,, ada apa ?" jawab aryan malas
" jika ada seseorang yang mencintaimu di luar sana bagaimana ?"
" hah, pertanyaan konyol apa itu ! "
" jawab saja , apa susahnya "
" pastikan wanita itu harus lebih cantik dari istriku, lebih baik dari istriku dan lebih perhatian dari istriku, puas..! " ungkapan aryan mengejutkan fara membuat fara mendadak membeku karena mendapat serangan dadakan dari aryan. sebenarnya niatnya ingin gombalin suaminya malah dia yang kena batunya.
lalu fara menyusul aryan untuk makan malam bersama.
aryan duduk di samping fara begitu pun nino duduk di samping najma hingga posisi fara dan nino berhadapan.
berkali kali fara menghela nafasnya karena ia gugup saat berhadapan dengan nino, apalagi nino sedari tadi terus curi curi pandang pada fara.
aryan menyadari hal itu mempunyai ide untuk memanas manasi nino dengan cara membelai rambut fara dan menyuapinya.
__ADS_1
fara terkejut saat aryan melakukan itu padanya bahkan semua orang yang ada di meja makan pun terkejut, terlebih nino yang merasa geram sampai tersedak, perhatian semua orang tertuju pada nino yang tiba tiba tersedak najma pun memberika minum pada suaminya.
sedangkan aryan hanya tersenyum sinis melihat nino yang sepertinya kebakaran hati.
ya tuhan, apa kak aryan sengaja melakukan itu di depanku, sialan kak aryan gumam nino emosi
aryan kembali menyuapi fara dengan sendoknya meski fara menolak tapi aryan tetap memaksanya.
" pati, sudahlah aku malu aku bisa makan sendiri " bisik fara pada aryan
" tidak apa apa , aku hanya ingin jadi suami yang romantis saja hm..." sahut aryan dengan tatapan menggoda.
" duh kalian ini ya serasa kita sewa tempat saja di dunia ini " sahut kriti menyindir kemesraan kakaknya aryan pun membulatkan matanya pada kriti membuat kriti terdiam seketika.
" makanya menikah sana " timpal najma
" kau ni selalu saja menikah, menikah menikah " gerutu kriti
" ya emang gitu kan kenyataan nya " ujar najma lagi
" tapi aku ingin suami seperti kak aryan " ucap kriti sambil membayangkan mempunyai suami seperti kakak sepupunya.
" ehm, jika kalian mau ngobrol mendingan di luar saja " ancam aryan kepada kriti dan najma semua orang yang ada di meja makan pun seketika diam dan kembali melanjutkan makannya.
setelah makan malam aryan dan fara kembali ke kamar, aryan kembali melanjutkan pekerjaan nya, sedangkan fara hanya duduk memperhatikan suaminya bekerja.
" pati...."
ihhh menyebalkan, kenapa gak jawab iya patnee cantik
" pak aryan..." kini suara fara naik satu oktaf karena kesal suaminya tidak menyautinya sesuai keinginannya
" apa.... ! " jawaban aryan seperti sebuah bentakan untuk fara sehingga fara terkejut dan merasa tersinggung.
" ada apa .... " aryan menoleh ke arah fara, sedangkan fara hanya diam menunduk ia merasa sedih karena aryan membentaknya.
aryan memejamkan matanya sejenak entah apa yang fara inginkan darinya apa ia tidak melihat kalau suaminya sedang bekerja.
" fara, aku sedang bekerja jika kamu ada ingin bicara bicaralah aku akan mendengarkannya meski sedang bekerja " ujar aryan memberi pengertian pada istrinya.
" maaf..." lirih para sambil menunduk. lalu ia bangkit dari duduknya meninggalkan aryan sendirian. aryan menghela nafasnya dan membiarkan fara pergi ia berpikir apa kata katanya tadi menyinggung fara.
fara masuk ke dalam kamar kriti dengan berurai air mata, saat di depan kamar kriti fara segera menyeka air matanya supaya tidak terlihat menangis.
fara masuk ke kamar kriti yang terbuka pintunya dan meminta izin untuk masuk, kriti pun memepersilahkan kakak iparnya untuk masuk.
" belum tidur ya ..."
" belum, ada apa kakak ipar kemari, apa kak aryan mengizinkanmu untuk keluar ?" tanya kriti
" kenapa tidak, lagian kakak bosan sekali, kakakmu selalu bekerja tidak mengajakku mengobrol " ujar fara yang ikut duduk di kasur kriti.
__ADS_1
" oh, kak aryan keterlaluan sekali membiarkan istrinya yang cantik ini " puji kriti.
" ishh kau ini kriti, baiklah teruskan pekerjaanmu "
" katanya kakak ipar ingin ngobrol "
" selesaikan saja dulu pekerjaanmu, eh apa kakak boleh pinjam salah satu buku novelmu sepertinya seru seru " ucap fara sambil memilih milih beberapa novel milik kriti.
" boleh, ambilah sesukamu " sahut kriti, fara pun tersenyum dan merebahkan tubuhnya di kasur sambil membaca salah satu novel berjudul true love.
saking asyiknya membaca fara tidak sadar kalau jarum jam sudah menunjukkan pukul 22:00. sampai sampai ia ketiduran di kamar kriti, kriti yang baru saja selesai mengerjakan tugas kampusnya kaget melihat fara tidur dengan pulas, ia bingung dan juga tak tega untuk membangunkan fara, akhirnya kriti pun ikut merebahkan tubuhnya di samping fara karena sudah ngantuk.
begitupun dengan aryan yang baru saja selesai mengerjakan tugas kantornya, ia melihat ke arah jam dinding lalu menoleh ke arah pintu kamar.
mungkin fara masih di bawah bersama najma dan juga kriti pikirnya, lalu aryan masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka, tak lama ia keluar tapi tak mendapati fara ada di kamar.
aryan tidak menghiraukan nya ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, sambil menunggu fara meskipun ia mengantuk tapi matanya enggan untuk terpejam karena meunggu fara, sekali lagi ia menoleh ke arah pintu kamar berharap fara datang akan tetapu tidak ada tanda tanda akhirnya aryan kembali menunggu sampai dua jam lamanya.
aryan sudah sangat kesal bercampur emosi, bisa bisanya fara mengabaikan nya dan membiarkannya tidur sendirian. aryan membuka kasar pintu kamar dan bergegas menuju lantai bawah, akan tetapi lantai bawah lampunya sudah padam, lalu aryan mencari ke taman belakang pun tidak ada.
ia semakin emosi dan mencari fara di setiap ruangan, akan tetapi ia tidak menemukannya.
terakhir kamar kriti, ya kamar kriti adalah tujuan terakhirnya aryan mengetuk pintu kamar kriti akan tetapi tidak ada jawaban, aryan mencoba kembali mengetuk pintu dan memanggil kriti, dengan langkah malas kriti membuka pintu kamarnya.
" ada apa .....?" tanya kriti dengan suara khas orang mengantuk.
" mana kakak ipar ?"
" kenapa kak aryan menncarinya, di sini tidak ada kakak ipar " ujar kriti lalu menutup pintu kamarnya kembali, akan tetapi di tahan oleh aryan.
" kau jangan bohong kriti, kau mau ku lempar ke lantai bawah " ancam aryan.
" selalu saja mengancam " gerutu kriti. lalu kriti keluar dan menutup pintu kamarnya.
" kak, lain kali jangan biarkan seorang perempuan bosan menunggu, sekarang kakak bosan kan, marah kan karena menunggu kakak ipar, begitulah yang kakak ipar rasakan tadi, lama kelamaan kakak ipar mencari laki laki lain di luar sana karena kakak seperti itu " ujar kriti menakuti aryan sambil berkaca pinggang
" kau tak tak tahu apa apa jadi diamlah " sergah aryan
" jelas aku tahu karena aku juga perempuan, sudah lah aku mau istirahat "
" e...e kriti tunggu kakak "
" apalagi sih kak"
" kakak mohon bantulah kakak malam ini, kau tidur di kamar kakak ya pleasee...." ucap aryan memohon.
" kriti gak mau "
" kriti please, kakak tambahkan uang jajanmu "
kriti mencoba menimbang nimbang tawaran aryan, kalau di pikir pikir lumayan juga, akhirnya kriti setuju untuk bertukar kamar dengan aryan. lalu kriti setuju dan masuk ke kamar aryan, aryan mengelengkan kepalanya dan segera masuk ke kamar kriti.
__ADS_1