MUSAFIR CINTA

MUSAFIR CINTA
Pandangan melelehkan


__ADS_3

“Zahra, boleh aku minta tolong” ucap furqon sambil memegang tanganku.


“Ya,m-mau minta tolong apa? Jawabku salah tingkah.


“Aku mau nitip ini ke temanmu Sari” ucap furqon sembari menyerahkan amplop berwarna pink. Entah mengapa, dadaku terasa sesak seketika ketika mengambil benda itu dari tangan furqon.


“Ya, nanti aku berikan” jawabku seadanya sembari berlalu meninggalkan Furqon yang mematung menyadari perubahan sikapku.


Kulangkahkan kakiku memasuki ruangan kelasku. Ya, aku sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA. Tak lama lagi kami akan mengikuti ujian akhir. Kupandangi benda berwarna merah jambu itu, ada rasa penasaran yang menelisik dalam hatiku. Namun semua kutepis.


“ apa peduliku, toh aku tidak ada hubungan apa apa dengan Furqon” lirihku dalam hati


“Tenanglah wahai hati, belum saatnya kamu merasakan hal yang seperti ini, masa depan yang indah menantimu” gumamku mencoba membesarkan hati.


Aku duduk di kursi sembari mengeluarkan beberapa buku ke meja dan alat tulis. Pagi ini aku ingin menyelesaikan tugasku yang belum rampung. Tak lama kemudian furqon masuk dan sekilas kulihat dia memandangiku sejenak dengan tatapan yang sulit kuungkapkan. Kemudian berlalu begitu saja.

__ADS_1


Braaak.... suara seseorang yang meletakkan buku dengan kasarnya di meja di sampingku mengagetkanku. Dia adalah sari, sahabatku yang duduk tepat di sebelahku. Entah apa yang terjadi padanya, pandangannya begitu kesal.


“ kamu kenapa sih riii???tanyaku menunjukkan keingintahuanku sudah tak dapat dibendung.


“ aku nggak apa-apa, mungkin capek aja. Di tambah dengan tugas yang semakin menumpuk” jawabnya mencoba meyakinkanku. Namun masih menyisahkan tanya di hatiku, tidak biasanya Sari seperti ini. Sari yang selalu semangat di pagi hari. Bercerita banyak tentangnya meski tak di minta.


Tak sengaja kuperhatikan Sari memperhatikan Furqon dari Jauh. Kemudian mendengus kesal dan menghembuskan nafas berat. Entah apa yang terjadi di antara mereka. Kembali kuingat titipan furqon.


“ Ri, ini ada titipan dari furqon” kataku sembari menyerahkan amplop pink kepadanya


“Ri, itu apaan sih?? Tanyaku mencoba ingin tahu. Namun sari tak menjawabku.Dia kemudian menyimpan benda itu di tasnya. Mendapat respon seperti itu, akupun menjadi acuh tak acuh dan kembali mengerjakan tugasku yang belum rampung. Tak lama kemudian bel tanda pelajaran akan segera dimulai.


Langkah kaki Ibu Nahla berhenti di depan kelasku. Membuat kami bergidik ngeri, bagaimana tidak dia guru yang terkenal kejam di kelas. Semua siswa takut kepadanya, tapi tidak dengan Furqon. Justru sekilas terlihat senyuman di bibirnya, bagaimana tidak ini adalah mata pelajaran favoritnya, MATEMATIKA. Setelah bu Nahla selesai menerangkan tema pelajaran hari ini, kami kembali berkutit dengan tugas yang di berikan.


Tak terasa waktunya jam istirahat, para siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin. Namun tidak denganku, aku lebih memilih melangkahkan kaki menuju perpustakaan. Ini adalah tempat favoritku di sekolah. Kutelusuri rak-rak buku di sana, tanpa sengaja aku menabrak seseorang.

__ADS_1


Deg... jantungku seakan berhenti berdetak. Pandangan mata teduh tak berhenti menatapku. Kualihkan pandangan agar tak kelihatan gugup.


“Fu-furqon. Aku tak sengaja, maafkan aku” ucapku mengalihkan pandanganku kembali ke rak buku di sampingku. Namun kali ini Furqon kembali menarik tanganku.


“ zahra, apa titipanku tadi sudah kau berikan ke Sari?” Tanyanya


“Sudah tentunya” jawabku. Entah mengapa mengingat benda yang berwarna pink itu, hatiku terasa teriris. Akupun berlalu meninggalkan furqon menuju sebuah meja dipojok ruangan. Dan mulai membaca sebuah buku.


“ boleh aku duduk di sini? Lagi Furqon menghampirinya dan membuatnya gugup.


“ tentu saja” jawabku dan kembali fokus ke buku bacaan masing.


Tanpa aku sadari ternyata sedari tadi furqon terus saja memandangku. Dan pandangan kami bertemu,, sebuah pandangan yang melelehkan hati yang beku..


Ternyata di sudut ruangan yang lain , ada mata yang selalu memperhatiakan kami berdua. Tanpa kami sadari...

__ADS_1


__ADS_2