MUSAFIR CINTA

MUSAFIR CINTA
Tak tahu malu


__ADS_3

Aku tersentak. Widia, mau apa dia. Aku yakin dia ingin mengintimidasiku lagi. Tapi sepertinya kamu salah orang widia.


“ lepaskan!!! “ ucapku sembari mendorong widia.


“Heh, gadis kampung. Pelet apa sih yang kamu pakai sampe Angkasa rela meninggalkanku demi menikah denganmu?” Aku tak terpengaruh sedikit pun dengan ucapan widia itu.


“Jangan-jangan kamu hanya menginginkan harta Angkasa yah? Sampai kamu pakai cara pintas untuk menjebaknya dalam pernikahan.” Widia terus mengumpatku.


“ jaga ucapanmu Widia!” Bentak wahda


“Kamu tidak usah ikut campur” sembari mendorong wahda hingga terpental ke belakang. Membuat wahda sedikit meringis kesakitan. Rupanya Widia sudah mulai bertindak kasar. Plaaaaaaakkkkk... aku menampar Widia. Dari tadi tanganku sudah sangat gatal, namun aku masih bisa menahannya. Tapi setelah dia bertindak kasar ke rekanku. Aku tidak tinggal diam lagi...


“Berani-beraninya kamu menamparku!!” Ucap widia sambil meringis memegangi wajahnya. Dia berniat kembali menyerangku, namun kalah cepat denganku. Plaaaaak. Kembali kudaratkan tamparan ke pipinya.


“Widia, apa kamu sudah tidak tahu malu? Aku ini istri dari Angkasa. Aku sama sekali tidak pernah mengejarnya. Tapi dia memang takdir yang tuhan tentukan untukku”

__ADS_1


“ sebenarnya. Aku tidak mau bertindak kasar widia, tapi kau yang memancingku.” Ucapku sembari berniat meninggalkan widia. Namun lagi - lagi widia menghalangiku.


“ gadis kampung. Aku tidak bakal tinggal diam. Aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku, termasuk Angkasa” ucapnya senbari berlalu dengan tatapan sinis tak bersahabat.


Aku tidak bergeming dari tempatku. Dadaku masih membuncah di penuhi amarah. Sampai Wahda menarik tanganku memasuki ruangan.


Di tempat lain...


“ lapor pak, sepertinya wanita itu sudah mulai bertingkah melewati batas”


“Baru saja dia berbuat ulah dengan istri bapak”


Ya dia adalah Reyhan, kaki tangan Angkasa. Penampilannya yang tak kalah keren dengan atasannya. Dia di tugaskan Angkasa untuk mengawasi dan menjaga istrinya di kampus.


Reyhan. Berjalan memasuki ruangan zahra. Dia merupakan salah satu dosen pengganti saat itu. Tentu saja ini akal akalan Angkasa agar tetap bisa mengontrol keadaan istrinya. Apalagi Widia wanita yang tak tahu malu itu mulai bertingkah di luar batas. Soal dedikasi Reyhan tentunya di atas rata-rata. Reyhan pun memperkenalkan diri dan pandangannya menyapu semua yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


“ gadis yang manis” gumam reyhan begitu tak sengaja melihat gadis yang duduk tepat di sebelah istri atasannya itu.


Reyhan pun memulai perkuliahan. Semua antusias mendengar materi yang di sampaikannya. Cara penyampaian yang luwes. Tidak bertele-tele dan mudah dipahami, sesekali di selipkan candaan membuat semua yang ada di ruangan itu terkesima dengan Reyhan.


Tak terasa haru itu merupakan haru berat untuk zahra. Dia merasakan sakit perut yang melilit. Dia sesekali menahan sakit.. sampai perkuliahan selesai. Saat dia hendak keluar daru ruangan.


“Zahra. Kamu lagi pms?”;tamu bulanan wanita normal) . Aku yang mendengar sontak berbalik dan mendapati noda merah di rok yang kukenakan. Aku kembali duduk di tempatku dan segera meraih ponselku.


“Mas. Boleh minta tolong segera kemari?” Ucapku singkat sambil menutup panggilanku.


Tak butuh waktu lama dia sudah datang dan segera menghampiriku.


“ kamu kenapa? Ada yang luka?” Tanyanya sangat khawatir.


“ mas bisa minta tolong beliin itu nggak?? “ aku tidak tahu bagaimana harus mengucapkannya.

__ADS_1


“ beli apa?”


“ itu mas, aku pms. Tolong dong beliin pembalut” ucapku memelas. Kulihat dia semakin menatapku seakan tak percaya. Dia pun membuka jas nya. Dan mengikatnya di pinggangku untuk menutupi noda merah itu. Huuuppp. Dia membopongku menuju mobil. Wahda yang melihat itu hanya tersenyum... dia akan membawaku kemana sih? Gerutuku dalam hati.


__ADS_2