
Dalam perjalanan pulang dia singgah disebuah supermarket dan membeli barang-barang yang aku butuhkan untuk masa orientasi besok. Aku tidak tahu darimana dia mengetahui itu, tanpa aku beritahu barang yang dia beli persis dengan apa yang kubutuhkan besok.. waktu menunjukkan pukul 07.00 malam. Saat mobil Angkasa tiba di depan rumahku. Kulihat sosok yang sedang menungguku sedang duduk di teras rumah.. sebelum turun dari mobil angkasa, dia memberiku sebuah amplop yang akupun tidak tahu apa isinya.
“ ini untukmu. Ingat saat ini kamu adalah calon istriku. Jangan bertindak bar-bar.”
“Calon istri kontrak maksudmu!!”
“ terserah apapun namanya. Kamu harus bertingkah layaknya kekasihku di kampus besok”
Aku pun turun sambil membawa barang belanjaan yang di belikan angkasa untukku. Kulihat dia juga sedang menenteng beberap kresek di tangannya. Kami berjalan menghampiri nenek.
“ assalamualaikum nek” ucapku sembari mencium tangan nenek. Angkasa pun melakukan hal serupa denganku. Bertingkah sok akrab.. gumamku.
“ zahra, ini siapa?” Ucapanya setengah berbisik. Belum sempat aku menjawab pertanyaan nenek, dia sudah mendahuluiku meperkenalkan diri.
“ saya angkasa nek. Seniornya zahra di kampus, oh iyya ini aku bawa oleh oleh untuk nenek.” Ucapnya sembari menyerahkan kresek yang di tentengnya.
“ ini apa nak”
“ hmmm, itu beberapa bahan bahan dapur nek, semoga saja nenek suka. “ tak kusangka angkasa sepertinya mengetahui kondisi ekonomiku. Yang menjadi pertanyaanku. Dia mengetahui itu dari siapa dan dari mana??
“ kalau begitu saya pulang dulu nek” ucapnya sembari menyalami nenek.
“Zahra, aku pulang dulu. Jangan lupa besok untuk masa orientasi di kampus kamu tidak boleh telat” ucapnya padaku. Dan berlalu meninggalkan kami.
“Semakin protektif saja ini orang. Kenal juga baru sehari. Gayanya seperti suami saja. Sok menasehati aku segala” gumamku
Semenjak angkasa meninggalkan kami. Aku di brondong pertanyaan oleh nenek.
“ zahra, bagaimana di kampus nak. Kamu dapat bea siswa itu?”
“ tentu saja nek. Alhamdulillah. Ini aku sudah beli barang-barang yang akan dipakai beson di kampus” ucapkan sambil memperlihatkan barang bawaanku kepada nenek. Sepertinya dia agak merasa aneh, kenapa aku bisa membeli barang sebanyak ini.
“ nenek tenang saja, jangan berburuk sangka kepadaku. Kebetulan tadi aku dapat kerja sampingan dari Kak Angkasa. Ini sebagai bonusku untuk hari ini”
“ kerjaan apa maksudnya nak”
“Aku jadi asistennya rumah tangga di rumah kak Angkasa bu,, aku hanya di minta untuk datang pas pulang kuliah” jawabku
“ maafkan aku nek, aku terpaksa berbohong. Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku jadi calon istri kontrak Angkasa.” Kataku dalam hati.
Nenek pun, mengangguk dan berlalu meninggalkanku membawa barang yang dibeli oleh angkasa tadi kedapur. Belum sempat aku masuk ke kamarku. Nenek kembali bertanya padaku..
__ADS_1
“Kenapa pakaian kamu seperti itu? Sepertinya itu barang-barang mahal.”
“ oh ini dari kak angkasa nek, bonus juga supaya aku tampil menarik sebagai asisten rumah tangganya. “Kujawab asal. Mana ada asisten rumah tangga berpenampilan seperti ini. Sepertinya nenek kurang puas dengan jawabanku.
“ zahra, aku harap kamu dapat memegang kepercayaan nenek nak. Jaga dirimu, meskipun kita berasal dari keluarga yang kurang dalam hal harta. Kita jangan sampai menjadi orang yang kurang adab dan akhlak”
“ iya nek. Aku janji, aku akan menjaga kepercayaan nenek padaku. Aku mandi dulu ya nek. Aku sudah gerah” ucapku dan masuk ke kamar untuk mengganti pakaianku. Dan bergegas ke kamar mandi. .
Saat aku sedang asyik menyiapkan barang untuk orientasi besok . Sebuah pesan masuk..
Dari nomor yang tak kukenal lagi.
( ingat besok jangan telat. Angkasa)
( iya) balasku singkat.
Dari mana dia mendapatkan nomorku. Bukankah aku tidak pernah memberi tahunya?
(Dan ingat sekarang kamu harus bertingkah layaknya calon istriku. Apakah kamu sudah membuka amplop yang kuberikan padamu?)
Hmmm. Amplop aku sempat melupakannya. Kuraih tasku dan kuambil amplop itu dan membukanya. Ada lima puluh lembar pecahan uang seratus ribuan di sana. Mataku terbelalak tak percaya dengan itu. Untuk apa dia memberiku uang sebanyak ini?
( apa kau lupa sekarang kamu calon istriku. Kau pakailah uang itu membeli beberapa pakain dan kebutuhanmu. Anggap saja ucapan terima kasihku karena sudah membantuku hari ini)
( makasih sebelumnya. Tapi ini terlalu banyak, aku janji akan mengembalikan separuhnya untukmu)
( barang yang sudah kuberikan ke orang lain. Pantang bagiku untuk menerimanya kembali.)
(Baiklah) balasku singkat
( oh iyya. Besok pagi aku jemput. Tidurkah supaya besok pagi kamu tidak terlambat.)
(Ok)
Ku save nomor itu. PRIA ANEH. Itulah namanya di kontakku. Akupun berusaha memecampkan mataku. Sampai akhirnya aku terlelap.
“Zahra. Zahra. Bangun sudah subuh” seseorang mengguncang tubuhku. Akupun mengeliat dan membuka mata.
“Nenek, aku masih ngantuk”
“ jangan banya alasan cepat bangun. Bukankah pagi ini juga kamu harus ke kampus?”
__ADS_1
Mendengar nama kampus aku bergegas ke kamar mandi . Berwudhu dan melaksanakan kewajibanku ke sang Pencipta. Setelah itu aku bergegas untuk mandi. Dan bersiap siap menuju kampus. Tak lupa aku berpakaian di sertai dengan beberapa atribut mahasiswa baru di pakaianku. Nenek yang sedari tadi sibuk di dapur memanggilku.
“Zahra, ayo sarapan dulu”
”iyya nek. Tunggu”
Aku pun bergegas ke meja makan. Pagi ini menu sarapanku ayam goreng dan nasi goreng. Dilengkapi segelas susu putih hangat.
“ nek. Tumben masak ayam. Ini dapat dari mana?”
“ ap kamu lupa kemarin seniormu itu yang beli semua ini.”
“Oh iyya nek. Aku lupa” ucapku sambil tersenyum.
Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan sarapanku. Akupun pamit ke nenek.
“ nek, aku pamit dulu. Doakan agar aku jadi orang sukses. Supaya nenek tidak capek kerja lagi. “ ucapku sambil mencium punggung tangan nenek.
“ iyya nak. Doaku selalu menyertaimu” sambil mengusap kepalaku.
“ assalamualaikum”
“Waalaikumussalam”
Belum sempat aku keluar dari halaman rumahku. Sebuah mobil yang kukenal berhenti di depan rumahku. Ya dia angkasa! Terlihat dia begitu tampan dengan gayanya.
“ assalamualaikum nek. “ ucapnya dan meraih tangan nenek
“ waalaikumussalam”
“ aku kesimi mau jemput zahra nek”
“Iyya nak kalian hati hati di jalan”
Kami pun melangkah meninggalkan nenek. Dalam perjalanan kami tidak banyak bicara. Sekilas kulihat dia tampak tenang. Dia juga sesekali melirik ke arahku kemudian tersenyum. Entah apa yang difikirkannya. Sampai kami turun dari mobil tepat di pekarangan kampus. Semua mata menuju ke kami. Aku menjadi kikuk di buatnya.
“ ingat kamu harus bertingkah layaknya kekasihku” bisiknya di telingaku dan memegang tanganku.. sepasang bola mata memandang sinis ke arahku. Ya siapa lagi kalau bukan Widia.
“ pasti gadis itu pake pelet. Bisa- bisanya dia begitu dekat dengan angkasa” ucapnya pelan namun masih sempat terdengar di telingaku. berbeda dengan angkasa yang tampak biasa dan terus memegang tanganku melewati mereka.
Orientasi pun dimulai. Dan sesorang yang bertindak sebagai ketua panitia. Mulai meminta kami untuk segera berkumpul. Dan tak kusangka orang itu adalah ANGKASA. Sepertinya dia memang memiliki pengaruh di kampus ini....
__ADS_1