
Aku melangkah perlahan mengikuki langkah kaki jenjang suamiku. Jantungku berdetak tak menentu layaknya musik disco.
Dug. Dug dug dug dug.
“ huuuuuft, tenang zahra.” Kuhembuskan nafas berat mencoba menenangkan hatiku sendiri. Aku berjalan sambil menundukkan kepalaku memainkan jari jemariku. Dan buuuuuuughk. Aku tanpa sengaja menabrak dada bidang Angkasa yang berhenti di depan pintu kamar kami. Netra kami bertemu.. wajah suamiku ini memang sangat tampan.huuuuft kenapa aku memujinya lagi?
“ hmmm, segitu tidak sabarnya ingin menyentuhku yah”
“ nggak koq mas, itu tadi aku tidak sengaja” dia hanya tersenyum dan kembali membuka pintu. Dan melangkah masuk... kulihat dia meraih gawainya..
Tanpa pikir panjang aku ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku sebelum tidur. Samar-samar kudengar Angkasa sedang berbicara dengan seseorang..
“ Dia kemana? “ pandanganku menyapy seluruh ruangan tapi netraku tak menemukannya.
“Ahhhh, masa bodoh” aku melangkahkan kakiku sambil meregangkan otot leherku. Kuraih smartphone ku. Kulihat ada pesan masuk.
(Aku keluar sebentar yah sayang. Jangan tidur sebelum aku pulang. By suamimu)
__ADS_1
“ untuk apa dia melarangku tidur? Aneh. Emang dia fikir mataku ini punya tombol on off apa? Bisa terpejam dan terbuka semaunya??” Aku bergumam sendiri.
Tiiiiingg..
( assalamualaikum. Pekan ini aku akan pulang ke indonesia untuk liburan Raa, aku rindu denganmu sahabatku) kali ini pesan dari Sari sahabatku. Ada perasaan kembali bergemuruh dalam dada. Bagaimana aku memberitahunya kalau aku sudah menikah? Aku memang tidak sempat mengabarinya kala itu...
(Masyaa Allah riii, aku juga sangat merindukanmu. Kutunggu kedatanganmu🤗)
Aku kembali meletakkan hpku . Kuputuskan untuk keluar ke balkon kamarku. Sambil menunggu suamiku yang keluar entah ke mana. Rintik hujan masih menyisahkan hawa dingin menyegarkan. Kunikmati malam yang terasa sangat panjang itu sambil duduk di kursi yang ada di sana. Tak terasa mataku terlelap tak mampu ku kontrol rasa kantuk yang menyerang.
“Zahra. Zahraaa, kamu di mana sayang?”
“ Astaga, zahra kenapa kau tertidur di sini?” Ucap angkasa sambil berusaha membangunkanku
Samar - samar ku dengar suara Angkasa. Aku perlahan membuka mata dan benar saja Angkasa sudah di depanku.
“ Mas. Sejak kapan mas disini?”
__ADS_1
“ lebih baik kamu masuk dulu sayang. Di sini sangat dingin. Aku tidak mau kamu kenapa-napa.” Ucap Angkasa sembari mengangkat tubuhku. Aku tak bergeming saat Angkasa menggendongku.
“ kamu lumayan berat yah sayang” dia kembali meletakkan tubuhku di tempat tidur.
“ ini kamu minum susu dulu.” Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku itu. Baru kali ini dia memintaku meminum susu di malam hari.
“Ini susu apa mas? Tumben membuatkanku susu malam-malam begini”
“ minum saja dulu, itu baik untuk tubuhmu”
“ baiklah Mas” aku pun menyeruput susu hangat itu. Rasanya sedikit hambar, baru kali ini aku meminum susu seperti ini.
“ mas....” baru saja aku mau bertanya namun angkasa sudah tak ada di hadapanku. Terdengar bunyi kerang air di kamar mandi. Setelah menghabiskan susu itu. Aku berniat untuk melanjutkan tidurku yang terganggu tadi.
Kreeeeek. Bunyi pintu kamar mandi mulai terbuka. Terlihat Angkasa dengan dadanya yang terbentuk layaknya potongan roti itu baru saja keluar dari kamar mandi. Manik manik air sisa mandi masih terlihat di sana. Sejenak aku menikmati pemandangan itu. Jantungku kembali berdetak tak menentu. Aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku.
“ susunya sudah habis?” Tanya Angkasa dan aku hanya mengangguk ringan. Kulihat Angkasa berjalan ke arahku masih dengan bertelanjang dada.
__ADS_1
“ kapan malam ini berakhir, kenapa terasa sangat lama?” Gumamku dalam hati.