MUSAFIR CINTA

MUSAFIR CINTA
Ronde kedua


__ADS_3

Angkasa semakin mendekat ke arahku. Dan ikut mandi bersamaku. Dia memutar badanku ke arahnya. Kemudian mulai mengecup kepalaku lembut.


“ mas, aku malu”


“ kenapa malu, aku sudah melihat semuanya tadi bahkan aku sudah merasakannya dan menjadi candu untukku zahra” ucapan Angkasa itu semakin membuatku ketakutan.


“Mas, tapi ini masih perih mas” ucapku menolak


“ tidak apa-apa sayang aku akan melakukannya yang lembut. Bukankah aku sudah bilang tadi? Kalau sering maka tidak terasa perih lagi?” Bisik Angkasa di telingaku. Tangan Suamiku kembali bergelirya. Sentuhan sentuhannya terasa hangat membuat tubuhku meremang. Entah keberanian dari mana aku mulai membalas sentuhan suamiku itu. Ronde kedua pun berlangsung...


Tubuhku mulai menggigil setelah menyelesaikan hasrat kami. Angkasa dengan segera memberiku handuk dan memapahku keluar. Kemudian menggosokkan minyak kayu putih ke kakiku dan leherku untuk menghangatkan kembali tubuhku.


“ maafin mas yah sayang”


“Nggak apa-apa mas” ucapku. Aku kembali melihat gelas susu yang masih ada di meja samping tempat tidur kami.


“Mas, itu tadi susu apa sih? Koq rasanya agak aneh yah?”

__ADS_1


“ oooh itu, susu khusus untuk ibu- ibu yang mau promil sayang. Aku mau benih penerusku tertanam di rahimmu ini secepatnya sayang” ucap Angkasa sembari mengelus perutku yang rata.


“Lebih baik kamu istirahat” ucapnya kembali. Belum sempat kepalaku menyentuh bantal sayup-sayup terdengar adzan subuh. Kami tidak menyadari begitu lamanya permainan kami.


“ Mas, sudah subuh. Lebih baik kita sholat dulu”


“ tak terasa yah sampe subuh, kamu ternyata wanita tangguh juga sayang. “ ucap Angkasa menggodaku. Mukaku memerah seketika mendengar penuturan Suamiku itu.


Setelah selesai ibadah subuh. Rasa kantuk kami sudah tak tertahankan. Kami pun kembali terlelap. Badanku rasanya remuk semuanya.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 siang.


“ tuan, nyonya, belum bangun? “ Bi surti terdengar berusaha membangunkan kami. Kruuuuuk.kruyyyyyyyyyuuuuuk. Penghuni kampung tengah juga sudah mulai berdemo minta jatah. Aku berusaha mengangkat tangan kekar Angkasa yang menindih tubuhku.


“ iya bi. Aku sudah bangun.” Ucapku ke bi surti sembari membuka pintu kamarku.


“ cieee cieeee habis begadang yaah mbak sampe bangunnya kesiangan”

__ADS_1


“Bibi apaan sih.” Ucapku malu malu.


“ nggak usah malu mba. Sudah hal lumrah bagi pasangan suami istri bangun kesiangan”


“Hmmmm, makan siangnya di antar ke kamar saya saja ya bii. Aku mau mandi dulu” ucapku ke bi Surti.


“Baik nyonya” ucap bi surti tersenyum.


Sebelum melangkah ke kamar mandi aku perhatikan wajah teduh suamiku yang masih terlelap di alam mimpinya. Wajah yang sudah setia dan sabar menanti selama 6 bulan pernikahan kami. Aku semakin mengagumi suamiku itu. Wajah teduh menghangatkan . Ucapannya yang sangat lembut kepadaku. Dan yang paling penting kantongnya yang tebal sehingga aku bisa hidup layak( jiwa matre ku sebagai wanita kembali meronta). Aku hanya tersenyum memikirkan semua itu. Perlahan kukecup pucuk kepala suamiku itu. Aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku . Segarnya air mengembalikan kesegaran tubuh dan perasaanku hari ini. Setelah kurasa cukup aku keluar dan kudapati bibi baru saja masuk.


“ simpan saja di meja bi.”


“ nyonya, tuan belum bangun? Sepertinya kelelahan sekali yah” Bi Surti kembali menggodaku.


“ apa-apaan sih bibi”


“Maaf nyonya, bercanda tapi sepertinya keranjang cucian juga sudah penuh yah. Aku ambil ya nya, sekalian aku cuci” aku hanya mengangguk dan menggelengkan kepala melihat tinggah asisten rumah tanggaku itu.

__ADS_1


“Zahra..... sayang” seseorang memanggilku lirih.


__ADS_2