MUSAFIR CINTA

MUSAFIR CINTA
Nenek


__ADS_3

“ zahra, istriku sayang” kudengar seseorang memanggilku lirih. Ya dia adalah suamiku. Aku telah sepenuhnya menyerahkan diriku padanya.


“Iya mas. Kenapa?” Jawabku


“ sini sayang. Ada yang mau aku beritahu”


“Apa mas? Lebih baik mas bangun dulu cuci muka, mandi, biar seger setelah itu baru mas beritahu ke saya apa yang ingin mas aku ketahui” ucapku seraya menarik selimut yang masih melilit di tubuh suamiku itu.


“ aaaaaaaaaahhhh, mas belum pake baju???” Teriakku kemudian setelah menyadari suamiku masih bertelanjang dada.


“ hmmm, nggak usah teriak teriak. Aku hanya nggak pakai baju koq sudah histeris” Angkasa menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal melihat tingkahku yang konyol.


Aku segera merapikan tempat tidurku. Mengganti seprei. Kulihat noda merah itu lagi, kembali mengingatkanku akan malam yang panjang yang kami lalui.


“Terima kasih Tuhan. Telah mempertemukanku dengan jodoh yang tak terduga namun kebaikannya yang tak terhingga kepadaku.” Gumamku dalam hati.


Kreeeeekkk. Pintu kamar mandi terbuka. Segera kuraih baju yang sudah kusiapkan untuk suamiku itu.


“ pakai baju dulu mas. Baru setelah itu kita makan. Sarapan sekaligus makan siang” ucapku sembari tersenyum.


Dia kembali sibuk dengan kesibukannya. Aku pun kembali menata makanan. Setelah itu kami makan dengan lahapnya.


“ hari ini mas tidak ke kantor?” Tanyaku sembari membereskan piring bekas makan kami.


“ tidak. Hari ini mas ada keperluan sebentar. Kamu tidak mau ikut?” Tanyanya kemudian


“ tidak deh mas, aku masih susah jalannya. Aku di rumah saja mau istirahat”


“Baiklah. Kalau ada apa-apa telfon saya yah”


Cuuuuuppp. Dia mengecup keningku. Ada kebahagiaan tersendiri ketika Angkasa mengecup keningku.

__ADS_1


“Oh iyya, aku hampir lupa. Ini, pakai untuk belanja saranku pake aplikasi online saja belanjanya sayang. Supaya kamu tidak repot-repot keluar rumah lagi” ucap angkasa sambil memberiku segepok uang seratusan.


“ ini kebanyakan Mas, “ ucapku kemudian setelah melihat uang itu.


“ itu nggak seberapa sayang tidak sebanding dengan cintaku padamu” dia kemudian mengulurkan tangannya padaku dan akupun meraih mengecupnya.


“Aku berangkat dulu syang. Assalamualaikum”


“Waalaikumussalam. Hati-hati Mas” aku terus memandangi punggung suamiku yang berlalu meninggalkanku. Mau kemana dia? Tumben dia tidak pakai stelan kantor?


Deeeeeerrrrr deeeeerrrrrt derrrrt.


Suara panggilan masuk kembali menyadarkanku.


(Halo, assalamualaikum wahdah)


( waalaikumussalam zahra, kamu apa kabar?)


(Baik raa, kamu ada waktu nggak?)


(Hmmmm, hari ini aku kurang enak badan sih. Emang ada apa?)


(Rencananya aku mau minta di temenin ke toko buku. Tapi kalau kamu nggak ada waktu nggak apa-apa sih)


Tiba- tiba muncul ide gilaku.


( aku minta maaf yah. Tapi kamu tenang saja, aku akan meminta seseorang menemanimu ke toko buku)


(Tapi dengan siap raa)


(Pokoknya kamu tenang saja, kamu tinggal siap-siap tunggu jemputan di rumahmu. Oke!)

__ADS_1


Aku menyudahi panggilanku ke wahdah secara sepihak. Mataku kemudian beralih ke kontak lain di hapeku.


SUAMIKU...


(Assalamualaikum mas)


(Waalaikumussalam sayang. Ada apa?)


( bisa aku minta tolong nggak mas?)


( minta tolong apa sayang)


( hmmm. Bisa nggak asisten mas itu siapa lagi namanya, oh reyhan. Jemput dan antar teman saya wahda ke toko buku?)


( jangan-jangan kamu berniat menjodohkan mereka yas sayang)


( udah mas tenang saja. Wahda itu gadis yang baik dan pintar saya rasa mereka sangat cocok. Tolong yah mas...)


( baiklah istriku sayang. Nanti aku perintahkan reyhan untuk menjemputnya)


( makasih yah mas. Mas masih lama nggak?)


( kenapa? Sudah rindu yah. Tidak lama lagi mas akan pulang)


( baik mas. Aku tutup dulu yah)


( eeh. Tunggu sayang. Suruh bibi untuk menyiapkan makanana yang enak untuk nenek yah)


( masya Allah Mas, mas jemput nenek? Makasih yah mas)


( ya sama-sama sayang. Kalo gitu sudah dulu yah. Assalamualaikum)

__ADS_1


( waalaikumussalam) ada rasa haru dan gembira menyeruak dalam dadaku. Aku memang sangat rindu bertemu nenek. Sejak enam bulan kami tidak pernah bersua. Meski begitu uang bulanan selalu di kirimkan oleh Angkasa suamiku. Tidak sabar rasanya bertemu dengannya.


__ADS_2