
Aku berusaha meyakinkan diri, bahwa dunia ini masih berpihak padaku. Setelah kepergian suamiku Tuhan kembali menitipkan amanah kepadaku, bukan lagi sebagai seorang istri namun sebagai ibu dari anak kembarku. Hari-hari kulalui dengan berjuang untuk bangkit kembali demi buah hati kami, meski tak kuingkari bahwa di setiap malamku aku masih merindukan suamiku. Hari ini, hari di mana aku di bolehkan oleh pihak rumah sakit untuk pulang ke rumah. Ibu dan kedua mertuaku terus berada di sampingku, ini membuat aku merasa terbantu mengurus dua bayiku.
" Hari ini kamu bisa pulang.. kamu harus tetap jaga kesehatan. Dan menata kembali hidupmu demi anakmu" wejangan dari dokter Agus penuh perhatian.
" Terima kasih dok" ucapku.
"loh. kenapa panggilnya Dok sih.. apa kamu tidak mau memanggil aku ini dengan sebutan papa?? " tanyanya kemudian sambil tersenyum.
" Pa, nggak usah dipaksakan. Nanti Zahra akan terbiasa nantinya" Ibuku memeluk lengan Dokter Agus di hadapanku. Aku hanya bisa memandangi mereka dengan senyum penuh arti. Bahagia karena ibuku menemukan pelabuhan cintanya yang terindah dan aku berharap bahwa ini menjadi yang terakhir. Meski masih ada jejak rindu di hati untuk bertemu dengan ayah kandungku. Namun, kehadiran Dokter Agus memberi arti tersendiri dalam hidupku, setidaknya ibuku merasakan figur seorang suami di sampingnya, dan aku bisa melihat senyum penuh cinta dari ibuku untuk suaminya itu. Aku mengulas senyum ke mereka berdua. Senyum bahwa aku bahagia dengan kehadiran mereka.
__ADS_1
" Nak, papa dan mama besok akan berangkat ke australia, Papa harap kamu memberikan kasih sayang yang terbaik untuk mereka" Kata pak Wijaya kepadaku sembari menggendong putriku. Sementara Mama mertuaku menggendong putraku dengan penuh kasih sayang.
" Kenapa harus secepat itu Pa, Ma, aku masih butuh kalian. Apakah papa sama mama tidak mau membantuku merawat cucu papa sama mama?" tanyaku sedikit kecewa.
" Bukan begitu Nak, berat rasanya kami meninggalkan cucu kami. Hanya, perusahaan di sana butuh kami Nak, kamu tenang saja, jarak Australia ke negara ini kan dekat, sekali dalam sebulan kami akan berkunjung ke tempatmu Nak" Mama mertuaku menjelaskan dengan guratan sedih di wajahnya.
" Hmmm, baiklah Pa . Ma, tapi malam ini nginap di rumah kami yah!!" rengekku ke mereka. Sejauh ini aku memang sangat dekat dengan mereka, begitu juga sebaliknya. Mendengar bahwa mereka akan pergi, sedih menyelinap di hatiku.
" Bu, ibu juga kan ? masih mau nginap di rumahku?" Tanyaku menggoda ibu yang masih terus bergelantungan di lengan Dokter Agus. Sekilas kulihat, dia menatap suaminya itu seakan meminta persetujuannya.
__ADS_1
" sekalian dokter juga yah, malam ini nggak apa-apa kan nginap di rumah? Tenang saja dok, kami masih punya kamar khusus untuk ibu melepas rindu. heheh" aku berkelakar di depan mereka. Sontak semua di ruangan tersenyum, ibuku terlihat malu-malu.
Setibanya di rumah, aku masuk dan berdiri lama di ruang tamu. Bukan tanpa sebab, karena di ruangan ini terpampang foto aku dan suamiku, Angkasa. Sesak di dada mulai terpicu, buliran kristal bening mulai menghangat di ujung mataku. Kupandangi dua bayi kembarku... Dorongan untuk kembali berandai-andai mulai muncul, namun segera kutepis.
" Mas, lihatlah anakmu telah lahir. Mereka sangat menggemaskan Mas, anak yang sangat kamu nantikan kini telah datang ke rumah kita. Namun, kamu sudah tak di sini Mas. Apalah dayaku, takdir tak mengizinkan kita membesarkan mereka bersama" butiran air mataku tumpah tuah, isak tangisku mulai terdengar lagi. Tidak hanya denganku, tapi semua yang ada di rumah ini.
" Sudahlah Nak, kamu harus kuat. Seorang wanita itu memang perasa namun perasaan seorang wanita menuntutmu untuk tegak, berdiri kokoh dan tahan dari segala cobaan. Apakah kamu tidak melihat dua bayimu ini? mereka butuh ibu yang kuat sepertimu Nak" Ibu menasehatiku. Berselang kupandangi dua bayi mungil di depanku. Kupeluk mereka, serasa ada kekuatan baru yang muncul dan membisikkan bahwa aku bisa melewati semua ini.
Tok tok tok
__ADS_1
Seseorang mengetuk pintu, netraku menangkap sosok yang sangat kukenal, untuk apa dia kemari??