
Laki laki itu memintaku dengan paksa untuk naik ke mobilnya. Entah apa yang ada di fikirannya.
“Kita mau kemana sih? “ kata-kataku tak digubris olehnya. Saya agak kebingunan di buatnya. Dia mengenjangkan sabuk pengamanku. Saat pria aneh ini yang tidak kutahu entah dari planet mana mulai mendekatiku, ada rasa takut dan salah tingkah dalam diriku.
“ kamu mau ngapain! Jangan macam-macam yah!” Bentakku saat wajahnya tepat berada di hadapanku.
“ dasar gadis bodoh. Kamu fikir saya mau apa? Tenang saja aku sama sekali tak tertarik padamu” kata pria itu dengan cueknya.
“Kamu duduk dengan tenang saja. Nanti kamu bakal tahu sendiri kemana kita akan pergi” ucapnya sembari mengendarai mobilnya.
“ apa jangan-jangan kamu mau menculikku?!!”
“Waaaahhhhhaaahaaaa, kamu pikir untuk apa aku menculikmu.? Apakah tampangku ini mirip dengan tampang kriminal?”. Ucapnya tertawa keras. Benar juga sih, dalam standar pria dia memiliki wajah yang cukup menarik dan tatapan mata inndahnya akan siap melepaskan panah asmara bagi siapa saja yang melihatnya. Huuuuft, lagi lagi aku memuji pria aneh ini. Lantas akan di bawa kemana diriku.?
“Maaf tuan gagah yang baik hati, kita akan kemana?” Aku berusaha bertanya selembut mungkin.
“ jadi kamu mengakui ketampananku? “
“ kita sebenarnya mau kemana sih? Aku belum membeli barang-barang untuk kegiatan orientasi besok” ucapku lemah
“ kamu tenang saja, masalah itu nanti aku yang urus. Dengan catatan kita bekerja sama. Ok”
“ kerja sama??? Maksud kamu apa?” Ucapku
“ kamu ikut aja. “ tak lama kemudian mobilnya berhenti di sebuah salaon kecantikan. Dia turun, dan membukakan pintu untukku.
“Ayo turun!” Sembari menarik tanganku.
“Nggak mau ah, aa-ku....” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku. Tubuhku sudah berada dalam gendongannya. Sontak semua mata tertuju padaku.
“ kamu apa-apaan sih, turunkan aku!!” Teriakku sambil memukul dadanya. Namun tangan kecilku tidak mempan pada dada bidangnya.
“ selamat siang tuan!! Ada yang bisa kubantu?” Seorang karyawan salon menyambut kami dengan hangat. Sepertinya wanita ini sudah mengenal pria aneh yang masih saja menggendongku.
“Aku ingin. Kamu mendandani gadis ini secantik mungkin. Berikan semua pakain terbagus yang kalian punya” ucap pria itu dan menurunkanku dari gendongannya. Aku berusaha mundur hendak lari dari hadapannya. Namun lagi lagi tangan kekarnya berhasil menangkap tanganku.
“Kamu tidak akan pernah bisa lari dariku. Aku paling tidak suka dengan penolakan”
“ hei tuan, atas dasar apa anda memerintahku??” Ucapku tak mau kalah.
“Kalian tunggu apa lagi, cepat kerjankan tugas kalian” bentaknya ke karyawan salon.
“ baik tuan” ucap wanita tadi dan mendudukkanku paksa di depan meja rias.
Aku pasrah saat ini. Perlahan mereka me make over wajahku. Berselang beberapa menit kemudian aku memberanikan diri membuka mata.
__ADS_1
“Benarkah apa yang kulihat ini? Cantik juga diriku.” Gumamku dalam hati. Mereka kembali menyodorkan beberapa stel gaun untuk di coba. Tentunya gaun-gaun yang menutup auratku. Pilihanku jatuh ke gaun berwarna ungu muda. Saat semuanya selesai, mereka membawaku keluar dari tempat itu menuju ruang tunggu.
Pria aneh yang melihat Zahra keluar dari sana tak mampu mengedipkan matanya sedikit pun.
“Dia cantik juga,” gumamnya sambil terus menatap zahra.
“ puas kamu!! Sekarang apa lagi?!” Bentakku
“ kamu cantik juga kalo berdandan” ucapnya sembari tersenyum.
“ cantik apanya! Mukaku seperti onde -ondel dengan make up tebal ini” ucapku berusaha menutupi wajahku yang memerah kalau dipuji.
Dia segera mengeluarkn black cardnya. Dan membayar semua tagihan di salon itu. Dia membawaku kembali menuju mobil.
“ kita mau kemana lagi??” Ucapku menatapnya heran.
“ kamu duduk, tenang aja aku tidak bakal mencelakai kamu!”
Aku meraih benda pipih dari dalam tasku. Mencoba menghubungi nenek.
( assalamualaikum nek)
( waalaikumussalam nak. Kamu kenapa belum pulang sudah menjelang sore loh.) sayup sayup kudengar suara nenek yang mulai mengkhawatirkanku.
( baiklah nak, jaga dirimu. Jangan pulang larut malam)
Pria aneh yang tak kuketahui namanya itu. Hanya sesekali melirikku. Mungkin dia bisa menangkap kekhawatiran di wajahku. Tak lama kemudian mobil terparkir di depan sebuah toko sepatu.
“ ini apa lagi sih?”
“ turun” ucapnya dan membuka pintu mobilnya untukku. Aku sudah pasrah dengan semua. Kuikuti langkahnya memasuki toko itu.
“Pilihlah sepatu yang cocok untukmu” ucapnya sambil menunjuk rak rak sepatu di hadapanku.
“ aku kan sudah pakai sepatu?!!”
“ kamu perhatikan dirimu apakah baju yang kau pakai serasi dengan sepatumu?”
Aku memang tidak menyadari itu. Mana mungkin aku memadukan sepatu kets dengan gaun ini. Kucoba melihat lihat sepatu di hadapanku. Tapi seketika nyaliku ciut ketika melihat harga di sepatu itu, bahkan harga satu sepatu di tempat ini sama dengan harga sepuluh sepatu di pasaran. Karena melihatku berdiri mematung. Pria itu mengambil sepatu yang senada dengan warna gaunku. Dia pun berjongkok di hadapanku.
“ sini aku bantu! Bisa bisa kita akan tinggal sampai malam haru kalau kamu hanya mematung begitu” ucapnya sembari melepas tali sepatuku. Aku yang diperlakukan seperti itu seketika menjadi kaku.
“Tidak perlu. aku bisa sendiri!!” Sepertinya kata kataku tak mempan untuknya. Dia memasangkan sepatu itu di kakiku. Membuatku semakin salah tingkah. Pikiranku kembali berkelana ke sosok FURQON. Seandainya pria yang ada dihadapanku ini adalah dirinya. Mungkin aku akan sangat senang. Ahhhh... dia pasti sudah bersenang-senang dengan sari di sana!! Lamunku.
Pria aneh itu melambaikan tangan di wajahku.
__ADS_1
”ngapain melamun. Ayo!!!” Ucapnya sembari menggandeng tanganku. Aku secepatnya menyusul langkah kaki jenjang di hadapanku.
“ sekarang aku akan membawamu ketemu dengan orang tuaku” ucapnya ringan.
“Apa??? Untuk apa?” Tanyaku tak percaya dengan apa yang dilakukannya.
“Kamu jangan heran dulu. Aku akan memperkenalkanmu sebagai calon istriku. Namun hanya calon istri kontrak. Setelah perjodohanku dengan Widia di batalkan. kamu bisa lepas dari kontrak itu?? Tenang saja sebagai jaminannya kamu akan mendapatkan uang bulanan dan bea siswa full di kampus.”
“ apa?? Aku tidak setuju! Tega kamu membohongi orang tuamu” bentakku.
“ aku mohon kali ini saja, bantu aku yah” ucapnya memelas. Sepertinya dia memang dalam masalah.
“ ya sudah. Aku bantu demi bea siswa full dan uangnya.” Jawabku terus terang. Dengan begini aku bisa membantu nenek dalam urusan ekonomi keluarga.
Mobilnya memasuki halaman sebuah rumah mewah dengan layaknya sebuah istana.. rupanya ini adalah kediaman pria aneh ini.
“Sore tuan. “ dua orang yang nampaknya seorang ART menyapanya sambil menunduk.
“Siang bi. Mama papa ada?
“ ada tuan. Mereka ada dihalaman belakang”
Dia menggandeng tanganku. Aku hanya bisa terkagum kagum dengan pemandangan mewah dari rumah ini. Begitu luas dan dilengkapi dengan prabot merah. Kami melewati beberapa ruangan menuju halaman belakang rumah itu. Langkah kaki kami berhenti, disebuah taman yang dipenuhi dengan bunga di tengahnya terlihat sepasang orang tua tengah duduk bercengkrama menikmati udara sore hari. Dia berjalan menggandengku.
“Pa, maa, “ suara pria ini mengalihkan pandangan dua orang yang tengah bercengkrama itu. Kami pun duduk di kursi kosong dihadapan mereka.
“ Angkasa, siap gadis ini?” Tanyanya lembut
“ ini ma. Calon istri aku.” Ucapnya ringan namun justru membuatku semakin tidak nyaman. Sekilas kulihat kedua orang itu memperhatikanku dan mendekat kepadaku..
“Siapa namamu nak?” Tanya ibu itu
“ zahra tante.” Ucapku pelan
“Kenalkan saya tante elisa, mamanya Angkasa. Dan ini om Agus, papanya angkasa” aku pun menyalami mereka satu per satu.
“ ma. Pa. Tolong batalkan perjodohanku dengan Widia. Dia bukan tipeku. Aku tidak suka padanya” ucap pria yang ternyata bernama Angkasa itu.
“ kalau kamu sudah memilih calon istrimu sendiri. Kami akan mengurusnya. Secepatnya kami akan datang ke orang tua zahra” ucapnya tersenyum padaku.
Sepertinya mamanya Angkasa menyukai zahra. Mereka pun berbincang bincang layaknya orang tua dan anak. Kehangatan keluarga ini memberikan sedikit warna hidup di hati zahra. . Hatinya ter enyuh dan meneteskan air mata. .
Angkasa yang melihat itu. Serta merta mengusap air mata Zahra. Dan zahra menerimanya tanpa penolakan.
“ mungkin ini salah satu cara yang digariskan tuhan agar aku bisa melupakan furqon, cinta untuknya akan kukubur dalam-dalam” batin zahra.
__ADS_1