
Kuhempaskan tubuhku dengn kasar ke tempat tidur. Pikiranku berkelana memikirkan masa depanku. Entah kemana lagi arah langkah kaki membawaku. Yang ada dalam fikiranku hanya satu, membahagiakan nenek. Sejenak fikiranku melanglang buana. Mencari pekerjaan di kota tempat tinggalku , bukanlah hal mudah.
Kuraih benda pipih yang ada di atas nakas samping tempat tidurku. Kugeser layar, berharap melalui alat canggih ini aku dapat mendapatkan pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahku kelak. Begitu melihat beberapa lowongan kerja yang tertera segera kuraih kertas dan pena. Kucatat alamat perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan. Kulebarkan senyumku.
“Bismillah, semoga saja ini menjadi awal yang baik untukku”gumamku.
Kukirim email berisi lamaran kerja ke perusahaan tersebut. Dalam hati aku berdoa dan berharap semoga aku bisa di terima di perusahaan ini. Kuraih kembali smartphone, mencoba mencari beberapa universitas yang menyediakan bea siswa untuk orang yang tak mampu sepertiku. . Kudaftarkan namaku disebuah universitas swasta di kotaku. Berharap aku dapat bea siswa di tempat itu. Sepertinya malam ini mataku sangat sulit untuk terpejam. Memikirkan nasibku ke depan. Tidak mungkin aku terus bergantung ke nenek. Apalagi di usiaku yang sudah dibilang produktif. Aku akan terus berjuang untuk menggapai apa yang kuimpikan. Tiba- tiba aku tersentak dalam lamunan.
Tiiiiiingg... sebuah pesan masuk dari nomor yang tak kukenal.
( assalamualaikum)
(Waalaikumussalam, maaf ini dengan siapa?) kubalas pesan itu penuh selidik.
(Pengagum setiamu,🤗)
__ADS_1
Mataku semakin melotot membaca balasan pesan itu. Sejenak aku seakan melayang.. “aku sudah seperti selebriti aja, seorang zahra ternyata memiliki pengagum juga. Jelas saja aku kan memang cantik” jiwa percaya diriku meronta.
(Maaf aku sedang tidak bercanda) balasku
( aku juga sedang tidak bercanda, aku memang mengagumimu Zahra. Percaya tidak percaya aku selalu menyelipkan namamu dalam doa doaku, berharap kelak kita bersama dalam ikatan yang halal)
Rasa penasaran semakin bertambah. Siapa sebenarnya orang ini. Dan juga, dia tahu namaku... pikiranku teringat akan satu nama. Ya laki-laki dengan sikap dingin itu.
“Ah tidak mungkin dia orangnya, selama ini kan dia tidak pernah merespon diriku. Aku aja yang kebanyakan haluu” gumamku seorang diri.
( kamu sebenarnya siapa? Setauku aku memiliki begitu banyak pengagum, ya secara aku memang cantik nan memikat) balasku melampai garis percaya diriku.
(Bukan kepedean tapi kenyataan!!!!)
( suatu saat pasti kua akan tahu, aku hanya ingin memberi tahumu untuk tidak mengganti nomormu ini. Aku akan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Kuharap engkau dapat menungguku, sampai aku datang untuk melamarmu jadi istriku🤭🤭)
__ADS_1
Makin tidak waras orang ini. Pikirannya terlalu jauh, namanya saja tidak kuketahui. Malah memintaku menunggu sampai dia datang melamar. Hmmm... kalo ternyata dia hanya seorang penipu, bisa bisa aku jadi perawan tua.
(Masalah jodoh itu ada di tangan Tuhan, meskipun aku tidak mengenalmu. Aku hanya berpesan jangan main-main dengan ucapanmu!!!!!!!!!!!) balasku kesal
Beberapa saat terus kulirik smarphone ku tapi tidak ada juga balasan dari orang yang tidak waras itu. Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam. Rasa kantuk mulai menyerang, tak butuh waktu lama aku terseret ke alam mimpiku.
“ zahra, aku mencintaimu” ucap furqon kepadaku
Aku merasa bingung kenapa tiba-tiba furqon mengucapkan kalimat itu. Dia kembali mendekatiku dan duduk tepat di hadapanku sambil memegang setangkai mawar merah.
“ zahra, maukah kamu menikah denganku?”
“Furqon !!!! Zahra !!!! Kenapa kamu tega kepadaku!!” Teriak Sari sambil meneteskan air mata.
“Raa, aku tidak menyangka kamu tega menusukku dari belakang. Kamu bilang kamu tidak menyukai Furqon tapi ap ini. Sahabat macam apa yang rela menyakitu perasaan sahabatnya !!!!” Sari berteriak kepadaku dan menunjuk tepat di depan mukaku.
__ADS_1
“ Rii, ini tidak seperti apa yang kamu lihat “ ucapku berusaha meraih tangan sari.
“ lepaskan aku raaa, mulai saat ini kamu bukan sahabatku lagi” teriak sari dan berlalu meninggalkanku....