MUSAFIR CINTA

MUSAFIR CINTA
Dia kembali


__ADS_3

Jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 04.00 dini hari. Aku terbangun setelah panggilan alam memaksaku. Bergegas masuk ke kamar mandi. Rasa kantuk masih saja menyerangku, kubasuh wajahku dengan air wudhu. Apa salahnya aku mengadu kepada Sang Pencipta kali ini, mengadu bahwa aku sangat merindukan mereka, orang tua yang mungkin tak menganggap kehadiranku meski mereka menyadari bahwa aku adalah benihnya.


Ya Allah Dzat Yang Maha Mengetahui, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang aku tahu aku hambaMu yang berlumur dosa, ampunilah aku.


Ya Allah ku adukan masalahku padaMu tiada daya dan upaya melainkan dariMu kusadari skenarioMu begitu apik, namun aku sangat ingin bertemu dan memandang wajah kedua orang tua kandungku. Meski kasihMu tidak pernah meninggalkanku, dalam hati kecilku aku sangat merindukan mereka Ya Rabb. Aamiin


Tak terasa air mata mengalir hangat. Ada rasa lelah menusuk dalam raga. Namun, itulah dunia. Tak mungkin seorang yang masih bernyawa hidup tanpa masalah. Karena menurutku hidup tanpa masalah tidak pantas untuk dijalani.


“ tetap semangat Zahra” gumamku.


Aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku sedari tadi. Belum sempat aku berbalik, tangan kokoh suamiku memelukku.


“ Mas, sudah bangun?”


“ hmmmm, kamu kenapa sayang? Koq matamu sembab gitu?”


“ huufffft, aku tidak apa-apa mas?”


“ Ya sudah, kalau ada sesuatu yang mengusik fikiranmu, aku siap menjadi pendengar siapa tahu saja aku bisa membantu sayang” aku hanya mengangguk mendengar kata-kata suamiku itu. Dia kemudian meraih pucuk kepalaku dan mengecupnya hangat. Aku merasa begitu istimewa menjadi istri seorang Angkasa Wijaya.


Allahu Akbar Allahu akbar


Sayup-sayup kudengar lantunan adzan menghempaskan heningnya malam itu.

__ADS_1


“ aku wudhu dulu ya sayang, kita jamaah subuh.” Ucapnya kemudian berlalu meninggalkanku. Malam ini memang sangat dingin di tambah lagi hujan turun dengan sangat derasnya. Aku menuju kamar nenek berniat untuk membangunkannya. Tapi belum sempat aku membuka pintu. Terdengar nenek sudah membaca ayat suci. Aku hanya tersenyum dan kembali ke kamarku.


“Sayang. Dari mana?”


“ itu tadi saya mau membangunkan nenek tapi ternyata dia udah bangun”


“ ya sudah. Kita jamaah yuk, keburu pagi”


“Iya mas”


Setelah merapikan sajadah aku beralih ke lemari pakaian suamiku. Kusiapkan baju yang akan dipakainya ke kantor hari ini. Kemudian bergegas menuju dapur.


“ pagi nyonya”


“ nasi goreng Nyonya”


“Baiklah bibi, aku bantu yah”


“ nyonya nenek di mana? Aku belum liat dia keluar dari kamar?” Tanya bibi kepadaku.


“Mungkin masih ngaji bi. Tadi aku sempat mendengar nenek sedang ngaji” memang sedari tadi nenek belum keluar dari kamarnya.


Tidak lama kemudian Angkasa sudah rapi, berjalan dengan gagahnya menuju meja makan. Aku sampai terkagum-kagum melihatnya.

__ADS_1


Cuuuuupppp, spontan dia mencium pipiku. Mukaku memerah seketika.


“ hmmmmm, makin romantis aja nih tuan dan nyonya”


Aku yang mendengar celotehan bi surti hanya bisa tersenyum kecil.


“ sayang. Nenek mana? Koq nggak ikut sarapan sama kita?”


“ tunggu mas, aku cek ke kamarnya” ucapku hendak meninggalkan meja makan.


“ biar bibi aja yang panggil nenek. Nyonya temani tuan Angkasa saja sarapan, kasian loh tuannya, makan tanpa memandangi wajah cantik istrinya” goda bibi.


“Ya sudah, cepat yah bi”


Nyonyaaaaaaaaa, tuuaaaaaaann.


Tak lama kemudian terdengar teriakan bi surti. Aku yang mendengar itu langsung panik tak karuan dan berlari menuju kamar nenek, begitu juga dengan mas Angkasa.


“ astagfirullah neneeeekk” kulihat nenek masih tersungkur dalam sujudnya. Tak ada pergerakan sama sekali. Nafasku sudah tak dapat kukontrol, segera kumenghambur ke arahnya. Takut terjadi apa-apa dengannya.


“ nek, bangun nek. Mas nenek kenapa mas ?” Kulihat suamiku hanya menggeleng.


“Innalillahi wa innailaihirojiun, kita harus mengikhlaskan nenek sayang, Allah lebih sayang padaNya” ucap suamiku. Mendengar penuturannya aku merasa langit seakan runtuh di kepalaku. Duniaku seperti berhenti sejenak. Semuanya gelapp. Dan....

__ADS_1


__ADS_2