My Crazy Household

My Crazy Household
Episode 23


__ADS_3

Selena bagai terbelenggu dalam kurungan bayangan Shania. Akibat cemburu dalam hatinya, dia tak sadar seiring berjalannya waktu sosok wanita yang dibenci berubah menjadi idola untuknya.


"Aku hanya ingin kau menyukaiku," imbuhnya lirih. Tangannya dengan yakin mulai berayun memotong rambutnya.


Untung saja Eliot dengan cepat menahan ayunan tangan wanita itu dan menggenggam pergelangannya, hingga hanya beberapa helai rambut saja yang jatuh. "Aku mencintaimu," katanya. Dia menarik tubuh ramping istrinya lalu dipeluknya. Diangkatnya tubuh Selena masuk ke dalam rumah dengan menggendong depan wanita dewasa itu.


Selena yang masih terpegun hanya bisa diam. Dia tak menyangka bahwa Eliot akan membalas perasannya setelah sekian lama menanti.


Seluruh emosi yang meluap-luap langsung terobati sesaat setelah Eliot menyatakan cinta pada Selena. Hatinya dipenuhi kelopak bunga yang bertaburan, dia sangat senang.


"Apa kau bisa mengatakannya lagi?"


Selena melingkarkan kakinya tepat di pinggang pria itu, kemudian di pegangnya wajah beku suaminya. Dia tersenyum puas sambil memandang rupa elok Eliot. "Ayolah, katakan lagi," pinta Selena sambil mencium bibir Eliot berulang kali. Kecupan beruntun itu dilemparkannya terus-menerus sampai Eliot menuruti keinginannya.


"Aku mencintaimu," kata Eliot. Sudah berusaha payah menutupi raut senangnya, tiba-tiba Selena malah bertingkah manja di dalam gendongannya. Sungguh Eliot terpanah melihat betapa manis istrinya itu. "Kau sangat imut jika begini," puji Eliot. Matanya membola, dia tersenyum lebar sebab terhibur melihat tingkah menggemaskan istrinya tersebut.


"Katakan lagi," suruh Selena.


"Aku sudah mengatakannya seribu kali," keluh Eliot. Sepanjang perjalanannya menuju kamar, Selena terus menyuruh untuk mengatakan hal yag sama berulang kali. Tetap saja istrinya itu belum juga puas. "Bibirku bisa kaku," balasnya merambat jengkel. Meski sebenarnya dia tidak keberatan, namun Eliot berusaha agar terlihat tidak berlebihan mencintai Selena.


Selena duduk di atas ranjang dengan kaki bersila. Dia seperti anjing jinak bertuan yang sedang menunggu arahan. Lirikannya tak lepas dari Eliot.


"Sekarang ceritakan padaku apa yang telah terjadi," perintah Eliot. Dia membuka dasi yang belum masih terpasang ketat di lehernya, lalu duduk di sebelah Selena tanpa menyisakan jarak sama sekali.

__ADS_1


"Ini salahku. Tidak seharusnya aku membuka ponsel mu dengan lancang," ujar Selena menunduk. Pipinya menggembung, bibirnya mengerucut, sangat menggemaskan. "Aku takut dia akan merebut mu dariku, sebab itu aku memberikan dia pelajaran," terang Selena sembari menggosok kuku tangannya.


"Entah sudah seperti apa keadaan Shania sekarang, pasti dia akan trauma setelah bertemu istriku yang gila ini. Aku yakin mentalnya rusak akibat menerima pelajaran dari Selena," gumam Eliot bergidik ngeri. Dia sudah bisa membayangkan bagaimana mengerikannya Selena jika sudah memberikan peringatan kepada orang lain.


"Jika dia belum juga jera merayumu, aku akan mengulitinya," pekik Selena dengan tatapan berapi-api. "Oh yah, bagaimana pekerjaanmu? Apa berjalan dengan baik?" tanya Selena mengganti topik pembicaraan mereka. Jika terus membahas Shania, amarahnya bisa meluap-luap.


"Tidak ada masalah. Berbisnis bukanlah hal sulit bagiku, dalam seminggu aku bisa menaikkan harga saham perusahaan, lihat saja nanti," ungkapnya angkuh menyombongkan diri.


"Aku percaya," balasnya dengan ekspresi ragu. Dia mengangguk-anggukkan kepalanya meski tidak yakin.


Eliot melirik kaki Selena, dilihatnya sprei tempat istrinya duduk begitu kotor dan berdebu. "Bagaimana kalau kita mandi bersama," tawar Eliot. Dia membuka kemeja putihnya berangsur ke bagian celananya.


"Tidak!" tolaknya cepat. Sigap Selena menutupi tubuhnya dengan menyilangkan tangan. "Aku tidak mau!" tegasnya sembari menggeleng-gelengkan kepala.


Selena baru sadar jika telapaknya sangat jorok karena tadi kakinya sama sekali tidak beralas saat berjalan pulang. Dia terlalu girang hingga lupa untuk mencuci kakinya.


"Aish ... ini pasti susah hilang, aku bisa kewalahan mencucinya nanti," ucap Selena kesal. Dia memukul seprei ranjangnya untuk menghilangkan noda di atas sana.


"Kau tidak perlu memikirkan hal sepele ini. Ayo, mandi," ajak Eliot. Tidak ada basa-basi, pria itu langsung menarik Selena dengan paksa menuju kamar mandi.


Meski Selena sudah berusaha melepas genggaman suaminya, tapi tetap saja dia tidak bisa lolos. Dia berlari hendak kabur dari kamar mandi tersebut saat Eliot sibuk mengisi air ke dalam bathtub keramik.


"Mau kemana, Istriku? Buka bajumu atau biarkan aku yang melakukannya," cegah Eliot. Tangan panjangnya langsung menekan pintu kamar mandi agar Selena tidak dapat keluar dari dalam sana. Dia mengunci pintu tersebut, lalu menarik tangan Selena dengan lembut untuk berendam di bathtub bersama dengannya.

__ADS_1


Tubuh Selena kaku, suasana yang tegang menyertai raut wajahnya. Dia tidak bisa berkutik, matanya nanap menghindari pemandangan memalukan ini. Dia duduk meringkuk, menutupi buah d*danya.


"Kami tidak akan melakukan hubungan se.ks, kan? Badanku masih terasa pegal karena perbuatannya malam itu," gumam Selena dalam hati.


Dia sedikit menoleh ke arah suaminya, melihat kegiatan Eliot.


Deg!


Mata mereka bertemu. Kebetulan Eliot berhasil menangkap basah bidikan matanya. Dia langsung memalingkan muka mengindari tatapan suaminya. Dia membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam air hingga tak ada sedikit pun yang tamapak di permukaan. Dia malu.


"Kau ingin shampoo yang mana?" tanya Eliot seraya menampakkan dua buah botol shampoo.


"Terserah," balasnya. Pipinya memerah, matanya berbinar-binar menghindari Eliot. Bagaimana tidak segan, pria itu sama sekali tidak mengenakan apa pun di badannya. Meski sudah beberapa kali melihat tubuh Eliot, namun rasanya masih saja canggung. "Benda besar mengerikan itu membuatku merinding," celetuknya dalam benak. Selena semakin menegang saat kepunyaan suaminya itu tak sengaja mengenai bokongnya. Posisi Selena saat ini tepat membelakangi Eliot, tentu saja gairahnya meningkat. "Bajingan, bisakah kau jauhkan tubuhmu dari belakangku!" teriak Selena geram. Dia berbalik menghadap Eliot, kemudian di dorongnya tubuh kekar suaminya tersebut. "Astaga!" Selena langsung menutup mulutnya. Dia lepas kendali sampai mengamuki suaminya, bahkan sempat mengumpat mengatai Eliot dengan kasar. "Ma-Mafkan aku, kau boleh lanjutkan," ungkapnya menyesal. Selena beringsut kembali membelakangi suaminya.


Pria bertemperamen buruk ini tidak boleh dipancing sedikit pun, atau semua berubah pelik.


"Ehm, ada baiknya jika kau menghadap ke arahku saja, agar aku bisa melihat wajah ketakutan mu." Eliot memutar tubuh istrinya itu agar matanya dapat menikmati mimik terintimidasi istrinya itu.


"Bu-Bukannya kau ingin menggosok punggung ku saja?" tanya Selena gemetar. Dia tak sanggup menatap mata Eliot.


Eliot menyeringai, sudut bibirnya naik sebelah. "Aku akan menyabuni seluruh tubuhmu," bisiknya nakal. Kemudian Eliot menggigit telinga istrinya sebelum mulai mengecup tengkuk hingga gundukan molek milik Selena. Dijilatnya dengan nikmat, sembari memainkan tangannya di atas sana.


__ADS_1


__ADS_2