
"......."
" Lo ingat kita nanti sore kemana?" tanya ka Angga .
" ingat ka , tapi... "
" tapi apa? kalau memang gak mau kenapa harus iyain " kata ka Angga memotong perkataan ku sambil bicara sedikit kesal.
" bukannya gak mau ka , tapi ...."
" ahh udahlah , gak usah bahas lagi" kata ka Angga lagi memotong perkataan ku.
aku gak tau mau ngelakuin apa atau mau bilang apa lagi, muka ka Angga sepertinya kesal bangat dan GK mau dengar aku ngomong.
" ka , apa kakak marah?" tanyaku sedikit ragu .
" engga, ngapain " kata ka Angga ketus.
" tapi kalau Kaka gak marah , kenapa wajah kakak ketus gitu?" tanyaku lagi.
" Lo bisa diam gak sih, gua gak fokus jadinya nyetir " kata ka Angga.
" hmmm, sebenarnya bukannya karna aku gak mau ka , tapi belum ijin aja sama bunda , tadi ijinnya bilang pulang lama aja " tuturku memberanikan diri menjelaskan ke ka Angga.
" terserah " kata ka Angga ketus.
" masih marah ya, yaudah nanti abis dari RS kita langsung ke pusat perbelanjaan beli bahannya gimana?" tawar ku.
" terserah " kata ka Angga lagi.
" yaudah deh " kataku dan tidak melanjutkan , karna mungkin ka Angga masih salah paham.
" hahah gua bakal kerjain loh, siapa suruh nurutin laki laki lain, padahal gua dah dari kemarin minta di masakin" dalam hati ka Angga. yang sebenarnya cemburu dengan Rendy.
*.........*
" wahhh, ka Angga ikut ternyata, kok bisa bareng? " tanya Cindy .
" udah itu gak penting,. kita masuk aja" kata Rendy.
" oh ya gimana , kapan operasi nya di mulai?" tanya ku.
" bentar lagi Vin, kata pak marwan semalam jam 4 sore" sahut imma.
" yaudah masuk dulu yok" kata ku
" loh bawa kan bekal gua?" tanya Rendy.
" bawa kok, minta tolong bawain ya , aku sekalian bawa untuk pak marwan ada kue juga buat kalian" kataku.
__ADS_1
" wahhhh, bagus tuh" kata Rendy dan imma.
" Vin , ajarin gua masak Napa" kata Cindy berbisik sambil berjalan menuju ruang icu
" aman dah kapan loh mau bilang aja " sahutku.
" benaran ?" tanya Cindy.
" iya loh " sahutku .
*..........*
" selamat siang pak" sapa kami ke pak marwan.
" siang nak , gimana perkembangan kasus boy?" tanya pak marwan.
" mengenai itu biar kami yang urus pak, bapak udah makan? " tanya Rendy
" belum nak, bapak gak tega ninggalin boy" kata pak marwan
" pak gimana pun kondisi boy, bapak harus makan,. kalau bapak sakit siapa yang ngurus boy, bapak harus tetap sehat pak, jaga kesehatan bapak" tutur ku.
" iya nak, makasih ya " sahut pak marwan.
" yaudah pak, makan dulu , kita bawa makanan buat bapak, " kata ku .
" iya pak , bareng sama saya pak, saya juga belum makan soalnya" sambung Rendy.
" oh ya pak, ibu boy GK datang?" tanya imma.
" iya juga ya , gua gak kepikiran " kata Cindy.
" saya dan ibunya boy sudah lama pisah rumah, ibunya ke luar negri sedangkan saya bawa boy ke kota ini" sahut pak marwan.
" kalau boleh tau , kota awal sebelum ke sini dimana pak?" tanya Rendy sambil memakan nasi goreng nya.
" kami dari kota Jakarta nak" kata pak marwan.
" kenapa pindah pak ke sini?" tanya Rendy lagi.
" jadi, selain untuk mengubur kenangan dari ibu nya boy, setelah ibunya pergi boy juga jadi kurang kasih sayang, dia masuk geng motor dan sering bolos sekolah, karna saya tidak mau dia jadi anak yang tidak beres makanya saya bawa dia kesini dan memulai lembar baru" kata pak marwan menjelaskan panjang lebar.
" kalau boleh tau pak, apa bapak tau nama geng motor boy" tanya ka Angga
" saya tidak tau pasti nak , tapi saya pernah lihat jaketnya bertulisan big wolf ." kata pak marwan.
" sepertinya saya tau geng itu pak, nanti ssaya hubungi mereka untuk tau lebih jelas " kata ka Angga.
aku melihat ka Angga dengan penasaran.
__ADS_1
" yaudah pak , jangan di ambil pusing mengenai ini, bapak fokus dengan kesembuhan boy dulu, bapak juga makan yang banyak pak" kata Rendy.
" makasih ya nak, kalian memang anak yang baik, saya mohon bantu boy di sekolah ya , jika dia menyimpang tolong diingatin ya , bapak mohon bantuan kalian" kata pak marwan.
" udah pak , makan dulu , kmai sebagai teman boy pasti saling tolong menolong " kata Rendy lagi.
*.......*
" pak kami pihak medis akan melangsungkan oprasi boy sesuia dengan waktunya, mohon bantuan doanya ya pak" kata dokter.
" dokter, tolong anak saya ya dok, saya hanya bisa berserah ke Tuhan dan dokter saja " kata pak marwan.
" kami akan melakukan yang terbaik pak , mohon doanya ya , " kata dokter sambil membawa boy ke ruangan operasi.
setelah 1 jam berlalu , ada 2 orang pasien yang berlari dari ruang operasi dengan buru buru,
" suster ada apa? apa operasi nya lancar?" kata pak marwan yang panik melihat suster berlari keluar
" sebentar ya pak, kita harus cepat, nanti biar dokter yang menjelaskan , tolong jangan hambat jalannya operasi " kata suster itu yang berlari kembali
" boy, bertahan nak, ayah disini, jangan tinggalin ayah nak" kata pak marwan sambil berdiri tidak tenang di depan pintu .
" pak , sabar ya pak, yang tenang ya, kita doakan boy dan semua tenaga dan alat medis yang membantu operasi nya boy" kata imma .
2 jam berlalu , kini oprasi boy telah usah , dokter yang melakukan tindakan kepada boy pun keluar dari ruangan operasi dan kami semua pun berdiri mendekat ke arah dokter .
" gimana doc, apa operasi nya lancar?"tanya pak marwan.
" puji Tuhan, lancar pak" kata dokter
" hufff terimakasih tuhan,. terimakasih docter" kata pak marwan.
" tapi , kondisi boy belum stabil, dia masih harus di masukkan ke ruang icu, karna dia masih koma dan butuh bantuan alat medis" kata dokter menjelaskan.
" apaa, berapa lama dia akan sadar dok?" tanya pak marwan lagi.
" kita tunggu perkembangannya ya pak" kata docter sambil berlalu pergi.
" sabar ya pak, yang penting proses paling sulit sudah dilalui boy, dia hanya akan berjuang dikit lagi jadi kita jangan berhenti berdoa" sahutku.
boy pun di masukkan ke dalam ruang icu kembali, dan kami pun pamit ke pak marwan untuk balik karna jam sudah menunjukkan pukul 19:15 wib .
*..........*
" Vin, loh sama ka Angga atau bareng kita?" tanya Cindy.
" vinka bareng gua aja , kami se arah ,. nanti kalian jadi keliling keliling" kata ka Angga.
" ohh yaudah ka, kita pamit ya , kita duluan ya Vin, langsung balik loh" kata Cindy sambil sedikit mengkode.
__ADS_1
" iya iya ibu negara" sahut ku.
" yaudah yok " kata ka Angga .