
“……………”
“Vin, udah siap cantik?” Tanya ka rehan
“ udah ka, yok jalan “
“ udah makan belum?” tang aka rehan
“ nanti aja ka, belum lapar “ kataku
“ yaudah kalau gitu kita berangkat sekarang ya , banyak kerjaan yang harus kakak kerjakan” kata ka rehan
“ iya ka , maaf ya ka buat kakak repot” kataku merasa bersalah
“ engga kok saying, yaudah yok” ajak ka rehan
“…….”
“ ris, kakak minta tolong kerjain itu secepatnya ya , itu harus selesai dalam mala mini, dan maaf ya buat kamu harus bekerja lembur hari ini, jangan sampai lupa ujiannya ya” kata ka rehan setelah kami di teras rumah
“ iya ka, e-mail yang kakak kirim udah riska lihat, nanti aku pelajari dan langsung buat laporannya “ kata ka riska yang sudah menerima e-mail dari ka rehan sedari tadi
“ yaudah , kita berangkat dulu ya, jaga rumah baik-baik. Kalau ada masalah telpon ke kakak aja “ kata ka rehan
“ baik ka, kalian hati-hati ya, vin jangan lupa belajar buat tes selanjutnya ya “ kata ka riska
“ okey ka , kita pamit ka , byee” kataku dan langsung memasuki mobil
Mobil ka rehan pun berlalu keluar dari gerbang rumah. Diperjalanan ka rehan focus dengan menyetir sedangkan aku terlelap dengan nyamannya.
Tak terasa, aku dank a rehan sudah sampai di apartemen milik ka rehan . apartemennya sangat besar dan mewah, ayah beri apartemen itu buat ka angga sejak dia umur 17 tahun, ayah meminta ka rehan buat urus bagiannya dan mendapatkan hadiah sebuah apartemen yang gak kalah jauh mewahnya dari apartemen bintang 5
“ vin, bangun sayang kita sudah sampai” ka rehan membangunkanku yang masih terlelap dengan idurku.
“ hmmm, ka aku lapar “ kataku
__ADS_1
“ yuadah kakak pesan aja ya , kita makan sama di dalam” kata ka rehan.
“ okey ka “ kataku .
Ting tong…ting tong suara bel dari luar pintu
“ aku aja ka” kataku . aku beranjak dari sofa yang aku duduki untuk membuka pintu.
“ pesanannya non” kata bapak yang mengantar pesanan makanan.
“ makasih pak “ kataku dan menutup pintu . aku tak perlu bayar lagi karna ka rehan langsung bayar pesanannya saat memesan tadi.
“ ka , makan dulu, nanti kerjanya bias dilanjut, ntar kakak sakit lagi” kataku karna sedari tadi ka rehan asik dengan leptopnya.
“ iya cantik, kamu tolong siapkan dulu, abis itu panggil kakak lagi” kata ka rehan yang masih asih dengan leptopnya.
“ okey ka” aku langsung bergegas ke meja makan dan menyiapkan makanannya.
“ udah nih ka , makan dulu yok “ ajakku
Kami pun menikmati makanan kami sambil bergurau ria layaknya kakak beradik yang sangat menyayangi satu sama lain.
Setelah selesai makan , ka rehan kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan aku membersihkan meja terlebih dahulu lalu beranjak kedekat ka rehan dan melihat setiap gerak nya .
“ kamu belum ngantuk dek?” Tanya ka rehan.
“ belum ka, masih kangan sama kakak” kataku dengan senyum tipisku
“ ini dah larut saying, kamu tidurlah sana , nanti sakit” kata ka rehan perhatian padahal dia juga lembur.
“ kaa, apa begitu parah ya , sampai kalian semua lembur gini? Aku terlalu egois ya sama ayah bunda kalau aku marah karna ditinggal mereka?” kataku dan itu mampu membuat ka rehan menghentikan sejenak pekerjaanya.
“ dengar sayang, kakak mengerti perasaanmu yang selalu ditinggal saat kamu awal masuk sekolah, libur sekolah, bahkan kadang di waktu pentingmu, kakak juga dulu begitu kok, kakak merasa kurang diperhatikan, dan selalu ditinggal, namun setelah kakak ikut serta dalam mengurus kerjaan ayah, kakak jadi mengerti kenapa ayah selalu sibuk. Jika bukan karna ayah kerja keras mungkin kita tidak bias merasakan nikmat hidup kita sekarang, lihat mereka yang diluar sana yang masih harus banting tulang nahan panas dan hujan namun gaji mereka tak seberapa, lihat orang orang yatim piatu yang di urus di panti asuhan. Kita masih diberikan kesehatan dan orang tua yang lengkap kita masih dikasih kenyamanan dan nikmat hidup , fasilitas yang lengkap dan masih banyak lagi. Kamu bukan egois sayang, tapi kakak harap kamu bias mencoba lebih mengerti situasi , oke deh sekarang kakak gak bias banyak ngomong sama kamu , maafin kakak ya , kalau urusan ini udah selesai kakak akan bawa kamu jalan jalan . sekarang kamu tidurlah” kata ka rehan panjang lebar.
“ hmmm belum ngantuk ka, vinka boleh bantu kakak gak?, kakak kan masih harus belajar buat ujian kakak” kataku
__ADS_1
“ kamu belum mengerti ini sayang, sekarang kamu tidur gih” kata ka rehan
“ yaudah kalau gitu, kakak kalau ada apa apa atau ada butuh apa panggil vinka ya” kataku
“ iya cantik, malam baik ya, jangan lupa berdoa sebelum tidur” kata ka rehan mengingatkan
“ siap bos” kataku sambil bertingkah seakan akan tentara yang memberikan hormat kepada atasannya.
Ka rehan hanya tersenyum melihatku dan langsung melanjutkan kembali pekerjaannya yang semakin terlihat hasilnya, untung ka riska juga membantu ka rehan , sehingga pekerjaan ka rehan sedikit terbantu.
“…………….”
“ bun, kamu udah kabarin rehan dan vinka?” Tanya ayah
“ tadi hp bunda lobet yah,lupa tadi langsung ngecharger, jadi ini masih di cas, hp ayah aja sini , biar bunda telpon” kata bunda .
“ besok aja bun, rehan pasti lagi sibuk ngerjain laporannya dan vinka mungkin udah tidur” kata ayah.
“ yuadah kalau gitu , ayah juga istirahatlah, ayah jangan terlalu cape lagi” kata bunda. Mereka baru saja selesai rapat bersama pengurus dan petinggi di kantor ayah, mereka langsung berangkat tadi ke kantor sesampainya di Singapore.
“ bunda istirahat lah dulu, ayah masih memiliki kerjaan yang harus ayah cek” kata ayah
“ apa gak bias besok yah?, ini udah sangat larut, jangan jadi sakit karna kerjaan yah, ingat kita masih harus sehat karna anak kita masih perlu didikan “ kata bunda
“ iyah bun, kamu ngomong seakan akan ini akhir kita deh, jadi seram” kata ayah bercanda
“ ayah ih, bunda ngomong begitu bukan pengen begitu, bunda masih ingin lihat cucu dulu “ kata bunda
“ ayah juga maunya gitu bun, bunda sih ngomongnya gitu tadi , jadi overthinking kan ayah” kata ayah.
“ ahhhh, sudahlah mari istirahat, kita lanjutkan besok saja kerjaan ayah” kata bundadengan menarik tangan ayah untuk beristirahat.
“……………………”
“ aku juga gak pengen seperti ini terus ayah, aku juga pengen bias terima kalau ayah sibuk dan kerjaan ayah itu penting, tapi aku juga pengen keseharian kita itu ada , dari kecil aku hanya akan melihat ayah singkat aja, bias lihat pagi sebelum sekolah, malam kalau ayah cepat pulang kerja. Vinka gak pernah bias puas dengan kebersamaan dengan ayah,vinka juga pengen seperti orang-orang yang ke sekolah si antar ayahnya, jalan-jalan menghabiskan waktu seharian, belanja-belanja dan masih banyak lagi. Ayah memang beri vinka kehidupan yang mewah, tapi vinka gak minta itu ayah, vinka hanya ingin ayah lebih lama bermain dengan vinka. Selama ini yang gantikan posisi ayah adalah ka rehan , tapi ka rehan juga punya hidup nya sendiri , mana bias ka rehan selalu ada buat ku, sekarang aja ka rehan sudah susah si ajak main, bukan karna sekolah nya aja, aku dan ka rehan juga sudah tidak bersama di satu tempat yang sama karna dia harus kuliah. Kalau bukan ayah dank a rehan siapa lagi yang nantinya menemaniku disaat ayah dan bunda pergi lagi. Hari ini sedikit berbeda dari hari yang lalu, sekarang ka rehan jemput aku bersamanya . tapi aku takut suatu saat nanti ka rehan tidak bisa menjemputku saat ayah bunda pergi aku akan sendiri lagi “ itulah ku tulis di buku harianku yang selalu ku isi saat aku sedih . dalam suara kecil sambil meneteskan air mata aku terisak dan air mataku tak henti hentinya berjatuhan sampai aku tertidur dengan isakan yang aku tahankan agar tak terdengar oleh ka rehan.
__ADS_1