My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 63. kambuh lagi


__ADS_3

“”””””””””””””””””””””””””””


Di pertengahan ujian , semua orang terlihat sangat sibuk dengan lembaran soal dan jawaban mereka, terkecuali aku. Kepalaku kembali sakit lagi, mataku sedikit berkunang-kunang, penglihatanku kadang kabur .


“ vin, tolong bersahabat lah, aku tidak akan memaksamu berfikir lagi , yang penting jangan sampai pingsan” benatku sambil memegangi kepalaku.


Aku berhenti sebentar dalam mengerjakan ujianku,dan mencoba menutup mataku untuk mengurangi sakitnya, namun semakin aku menutup mataku, semakin sakit rasanya.


“ waktu anda sedikit lagi, tolong periksa biodata anda dan cek jawaban anda jangan ada yang kosong” peringatan dari panitia .


Semua orang sudah pada gelisah karna waktu tinggal sedikit lagi, tak terkecuali aku, aku lebih gelisa karna belum menyelesaikan ujianku semua.


“ ayi vin, kamu pasti bisa. Jangan malu-maluin, kamu wanita kuat, kamu juga sudah sampai pada titik ini, jadi jangan sampai kamu pulang dengan kegagalan. Ingat ayah bunda yang menunggu capaianmu, ingat ka rehan yang percaya dengan kemampuanmu, jangan kecewain mereka vin, lo harus kuat” benatku menyemangati diriku sendiri, aku kembali mengerjakan soalku dan menahan rasa sakit di kepalaku.


“ baiklah, time is over, seluruh peserta ujian di harapkan berdiri dan letekkan kertas jawaban di depan masing-masing beserta soal .” kata panitia


“ baik pak” sahut seluruh peserta ujian . semua panitia yang bertugas, berjalan mendapatkan jawaban peserta ujian semua.


“ baiklah, kalian semua sudah bekerja keras, dan memberikan yang terbaik, untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasinya, semoga kelak kalian semua dapat menjadi sosok penerus dan generasi yang cerdas” kata penutup dari panitia itu.


“ aminnn” jawab seluruh peserta ujian


“ baiklah, kalian boleh keluar dengan hati-hati , dan tunggulah pengumuman selanjutnya dengan seluruh teman-teman kalian?” kata panitia itu . setelah itu dia pergi dari ruangan itu terlebih dahuulu.


Semua peserta ujian keluar dengan muka massam nya, aku masih menunggu sampai pintu keluar sepi, bukan karna itu tapi karna pusing dikepalaku juga sangat menyiksa .


“ vin yo” ajak cindy


“ eh lo kenapa?” Tanya cindy lagi setelah melihatku pucat


“ nih, minum dulu” cindy menawarkan air mineral kepadaku


“ kenapa cin?” Tanya rendy yang baru datang


“ vinka pucat, badannya juga keringat dingin” kata cindy


“ vin, tarik napas ya, relax. Lo dah makan tadi? Udah minum obat?” Tanya rendy perhatian


Aku hanya menganggukkan kepalaku menandakan iya.


“ yaudah sekarang lo tenang dulu, kasih tau aku dimana vitaminmu” kata rendy


“ ada di tas ren, gua lupa bawa tadi” kataku


“ yaudah sekarang kita keluar dulu, lo sanggup jalan atau gua gendong aja?” kata rendy


“ gendong ajar en, dia lemas bangat nih?” kata cindy


“ gua bisa sendiri kok, cukup pegangin gua aja” kata ku


“ yaudah kalau gitu, hati-hati ya” kata cindy sambil membantuku berdiri dari kursiku. Namun saat aku berjalan kakiku rasanya keram , penglihtanku kembali kabur dan berkunang-kunang. Aku hampir jatuh namun dengan sigap angga yang berada di belakang rendy mendapatkan ku.

__ADS_1


“ vin, astaga” sahut angga yang menahan badanku.


“ vin” kata cindy dan angga yang juga menahan badanku.


“ kenapa kamu ha?, kalau sakit bilang jangan dipaksain” kata angga


“ maaf ka, tapi vinka sepertinya butuh vitamin dan udara segar ka, makanya kita mau bawa dia ke luar” kata cindy


“ lo gakpapa kan?” Tanya angga lagi


Aku hanya menggeleng tanpa melihat ka angga. Tanpa aba-aba angga langsung menggendongku, dan membawaku ke luar.


“ ka, aku bisa sendiri” kataku


“ udah diam, gak usah sok kuat” kata ka angga


“ tapi ka”


“ udah diam gak? Atau mau gua tambal tu mulut” ancam ka angga.


Cindy dan angga saling pandang seakan memberi kode satu sama lain.


“ yok kita juga keluar , oh ya lo mau juga gak di gendong” kata rendy yang mengejek cindy karna muka cemburunya kepada sahabatnya yang diperhatikan seakan pacar sendiri.


“ gila lo. Udah yok keluar” kata cindy yang langsung berjalan meninggalkan rendy


“ woi, tunggu woi” kata rendy mengejar cindy dengan tawa kesenangan.


“”””””””””””””””””””


“ sakit bu, kita ijin ke mobil dulu bu, mau ngasih vitamin, biar dia juga istirahat” kata angga


“ yaudah nak, kalau ada apa-apa langsung kabari ibu ya, ibu akan beresin semua di sini” kata buk risma


“ baik bu, terimakasih” kata angga, dan langsung pergi kea rah mobil.


“ vin, buka mata loh hei, vin” kata angga yang mulai panic.


“ ka , kepalaku pusing sekali” kataku dengan suara lemah bahkan hampir tak terdengar.


“ vin jangan begini, buka mata lo, cepat” kata angga sambil menepuk-nepuk pipiku pelan


Karna tak ada respon , dia segera mencari taxi dan membawaku ke RS. Sesampainya di RS angga langsung menggendongku dan melarikanku pada seorang suster yang kala itu berdiri di depan itu. Suster itu pun mengambil bad pasien beserta temannya dan membawaku ke ruangan.


Angga tidak bisa masuk, dia menunggu di luar dengan sangat gelisa. Namun dia tiba-tiba kepikiran dengan sesuatu. Dia langsung mengambil hp nya dari saku celananya dan mencari sebuah nama.


“ hallo buk” kata angga


“ hallo nak, kalian dimana? Kita semua udah nungguin” kata bu risma.


“ maaf bu, baru ngabarin. Boleh ibu jangan panic dulu? Aku akan beritahu semua namun jangan ada anak-anak yang dengar bu, takutnya situasinya makin parah” kata ngga

__ADS_1


“ emang kenapa ga?” Tanya bu risma sembari keluar dari mobil agar orang yang ada di situ tak menddengarnya.


“ maaf bu , tadi keadaan vinka makin buruk, jadi langsung ku bawa ke RS terdekat, sekarang dia udah di tanganin , namun belum juga selesai. Nanti saya akan update kondisinya” kata angga


“ apaa!!!! Okey, ibu akan ke sana, kamu tunggu di sana” kata bu risma


“ baik bu” jawab ka angga dan mematikan hpnya”


“ pak, saya akan tinggal di sini dulu , ada kondisi mendesak, kalian pulang lah dulu, jangan sampai anak-anak telat sampai di rumah mereka, karna sekarang sudah akan malam” kata bu risma


“ bagaimana dengan 2 anak lagi bu? Mereka belum datang” kata pak andy supir mobil itu.


“ saya akan mengurus mereka, saya akan digantikan oleh guru lain untuk jaga anak-anak disini” kata bu risma.


“ bu apa ka angga bisa dihubungi bu?” hanya ka angga yang bawa hp nya, hp vinka tinggal di tasnya.” Kata cindy yang turun dari mobil karna cemas aku dank a angga belum juga ketemu, yang buat dia cemas karna tadi kondisiku yang tak baik.


“ cin, kamu masuklah, ibu akan urus semuanya, jadi kalian gak usah khawatir, sekarang kalian berangkatlah agar nanti sampainya tak larut malam” kata bu risma


“ tapi bu, tdi vinka sakit dan yang bawa dia itu ka angga. Aku kwatir dia makin drop seperti kemarin” kata cindy


“ kamu tau apa sakitnya?” Tanya bu risma


“ lebih dari yang ibu tau” kata cindy


“ cin telpon ka angga juga gak di angkat” kata rendy yang juga turun dari mobil


“ baiklah kalau begitu, ibu akan cerita tapi jangan sampai anak-anak lain dengar” kata bu risma


“ ada apa bu? Apa ada sesuatu yang terjadi sama mereka?” kata angga yang juga penasaran


“ apakah dia juga sama denganmu cin?” Tanya bu risma


“ iya bu” kata cindy.


“ jadi sebenarnya angga dan vinka lagi di RS, tadi vinka makin drop jadi angga bawa dia ke RS” kata bu risma


“ APA” kata cindy namun mulutnya langsung di tutup oleh rendy.


“ ibu akan ke sana sekarang, jadi kalian pulanglah duluan” kata bu risma


“ engga bu kita juga ikut” kata rendy dan cindy


“ tolong mengerti nak, kalau kalian ikut anak-anank akan curiga dan situasinya akan semakin runyam, dan lagi ibu juga tak akan biarkan kalian ikut karna orang tua kalian pasti nunggu kalian di sekolah , jadi tolong bekerjasamalah “ kata cindy


“ tapi bu” kata cindy


“ udah cin, mari kita dengarin ibu” kata rendy yang mengajak cindy masuk ke mobil


“ permisi bu, ibu hati-hatilah di sini, dan kami nitip vinka ya bu” kata rendy


“ baik nak, kalian hati-hatilah” kata bu risma

__ADS_1


__ADS_2