
LANJUTANNNNN…………………
Aku mengambil piyamaku dan pergi berlalu dengan perassaan senang , sesampainya pintu
“ vin, sebentar” kata ka angga menahanku dengan memelukku
“ ka , lepasin nanti ada yang lihat” kataku
“ gak akan ada yang lihat” kata ka angga membalikkan badanku dan menutup pintu kamar ku lalu menempelkanku ke pintu kamar itu.
“ ka, ada apa?” tanyaku yang mulai gugup
“ aku masih mau lihat kamu”, kata ka angga langsung memelukku dengan erat
“ huffffff, mikir apa sih vin” benakku
Setelah beberapa menit, kakiku mulai pegal dan mulai tak nyaman. Aku sedikit gelisah karna kakiku yang pegal. Aduhhhhh kok bisa pegal dalam situasi seperti ini ya hahahahaha……
“ maaf , “ kata ka angga melepas pelukannya karna sadar dengan situasinya.
“ ka , aku boleh pergi sekarang?” tanyaku
“ apa gk ada baju yang bisa ku pake vin? Masa tidur pake dinas” kata ka angga.
“ hmmmm, bentar vinka lihat dulu” kataku sambil berlalu ke depan lemariku dan berdebat dengan pikiranku yang tak peka akan itu.
“ iya sayang” kata ka angga. Dan itu sontak membuat aku melongo sesaat dan tersadar kembali , senyum manis terpancar di wajah ka angga begitu juga denganku. Aku sangat tak percaya, bahwa laki-laki idamanku dan semua wanita di sekolah sekarang jadi milikku seorang. Aku merasa menang dan aku merasa bahagia.
“ ka, mau make sweater ini gak? “ tanyaku menunjukkan sweter ditanganku.
“ hmmmmmm, coba lihat yang lain” kata ka angga yang mendekat denganku sambil membantu lihat sweternya.
“ kalau yang ini?” tanyaku
“ okey , ini bagus “ kata ka angga yang mengambil dari tanganku
“ nih celananya” kataku memberikan celanan sweter itu
Ka angga mengambil dari tanganku sambil mencium pipiku
“ makasih sayang, jangan pergi dulu , tunggu aku siap bersihin badan” kata ka angga yang berlalu pergi
“ ihhhh ka angga “ kataku malu karna ciuman nya, pipiku memerah dan sedikit panas karna menahan malu namun senang juga
Aku menunggu sambil merapikan bukuku yang ada di meja belajarku
“ astagaaaa, kok sampai lupa sama budi , aduhhh mati gua” kataku sambil mencari ponselku
aku melihat sudah ada pesan dari budi bahwa dia sudah sampai, dan ada panggilan tak terjawab sebanyak 5 kali.
“ oalah, kok bisa lupa sih, apa ku telpon aja kali ya?”
Aku hendak menelpon dia dan sebelum tombol telepan tertekan ka angga sudah menarik dan mengambil hpku.
“ sibuk bangat sih” kata ka angga
“ eh ka, udah siap, yaudah istrahat ya, aku ke kamar dulu” kataku
“ yaudah gih” kata ka angga
“ sini hp ku ka” kataku
“ buat apa?” Tanya ka angga
“ gk buat apa sih, tapi kan aku mau tidur di kamar sebelah “ kataku
“ yaudah sana, kan mau tidur bukan main hp” kata ka angga
“ tapi ka, aku mau nelpon budi dulu, ada panggilan dia yang gk kejawab” katakku
“ kan udah di chat , buat apa nelpon lagi” kata ka angga yang mulai cemburu kembali
“ kok kakak tau?” tanyaku
__ADS_1
“ lo terlalu asik sampai aku keluar dari kamar mandi aja gk tau “ kata ka angga
“ maaf ka” kataku
“ vin, dengarin ya, aku sekarang pacar lo, dan lo harus tau bahwa lo itu milik gua, gua gk suka lo dekat dengan laki-laki lain, begitu juga dengan sebaliknya, jika nanti ada laki-laki yang dekatin lo, jangan salahkan gua kalau hidupnya gk tenang” kata ka angga mulai posesif
“ ihhh ka, kok jadi seram sih, dengarin vinka ya, aku gk bakalan duain ka angga, vinka juga tau jaga batasan vinka sekarnang karna vinka udah puny aka angga , jadi ka angga gk usah khawatir , vinka bisa jaga hati dan mata vinka” kataku menenangkan ka angga
“ hmmmm, bagus deh. Dan 1 hal lagi, selamat malam cantik nya aku” kata ka angga tiba-tiba. Dan itu mampu buat pipiku memerah kembali.
“ ih ka angga, sini hp nya aku mau ke kamar dulu” kataku menunduk karna malu dengan wajah merahku.
“ hahahah, nih . itu aja malu” kata ka angga memberikan hp ku.
“ makasih ka, vinka pamit. Selamat malam” kataku
“ malam cantik, mimpi indah” kata ka angga.
Setelah itu ka angga menyusuri setiap sudut kamarku, dia gk langsung tidur karna dia sangat terkesan dengan kerapian tatanan kamarku, ditambah dengan warna nya yang kalem dan soft
“ selamat malam sayang “ kata ka angga
…………………………………………………………….
Pagi harinya, aku bangun dari tempat tidurku, aku melihat sudah tepat pukul 05.30 wib. Aku bergegas turun dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi.
“ aduhh sabunku dan semua peralatan mandiku di kamar ku, bagaimana ya? , ka angga udah bangun gak ya? Apa aku masuk gitu aja?” semua pertanyaan berputar di kepalaku .
“ oh iya, aku mintol sama bibi aja “ kataku sambil berlalu ke bawah. Aku menuruni anak tangga dengan sedikit cepat namun masih hati-hati. Karna tak melihat keberadaan bik tuti di dapur aku memilih melihatnya di belakang rumah, mungkin saja bibi sedang membersihkan meja disana, karna ayah setiap pagi sebelum sarapan biasa duduk di situ
“ selamat pagi ayah bun..bunda, eh tante da nom masih disini? Pagi tante om, pagi ka angga” sapaku yang melihat mereka sudah berkumpul di ruangan bersantai dekat taman
“ pagi sayang, eh dah bangun ? tumben turun jam segini” kata ayah.
“ iya ayah, lagi nyari bibi” kataku
“ ada di ruangan kerja ayah, ada perlu apa?”Tanya ayah
“ yaudah gih” kata ayah
Akupun naik kembali dan masuk ke kamarku, karna ka angga sudah tak ada di kamar lagi jadi aku memilih mandi dikamarku dari pada membawa peralatan mandiku ke kamar ka rehan.
Disisi lain…………….
“ ma, angga balik duluan aja ya, nanti takutnya telat ke sekolah, angga gk ada dinas bersih disini” kata ka angga
“ yaudah gih. Pamit sama tante dan ommu” kata tante angel
“ tante , om, angga balik ya, makasih udah biarin angga tidur di sini” kata ka angga
“ ih angga , udah nanti aja, kita sarapan bareng dulu , baru kamu balik. Nanti di rumah kamu tinggal sip-siap” kata ayah
“ iya nak, lagian belum keburu juga kok” kata bunda
“ yaudah ga, ikutin apa kata om sama tantemu” kata om arwan.
“ baik pa, pamit ambil barang dulu om tante” kata angga
“ oke sayang” kata bunda.
……………………………………………………………………..
“ kok gk ada ya? Kemana ya? Apa aku salah letak?” kataku yang mencari dinasku di lemari namun tak kelihatan
“ apa masih di laundry belakang?” pikirku lagi.
“ ah sial , sepertinya benar. Malas bangat harus make baju rumah lagi” kataku sambil memakai dasterku dan berlalu ke bawah. Bukannya aku gk bisa manggil bi tuti , namun karna bi tuti juga sibuk.
Sebelum ka angga masuk kamar dia hendak mengetuk kamarku karna takut aku ada di dalam. Namun sebelum dia mengetuk aku sudah terlebih dulu membuka pintu kamarku
“ eh ka, selamat pagi” kataku dengan senyum manis
“ pagi juga pacar akuu” kata ka angga memulai rayuannya
__ADS_1
“ ihhh lucu “ kataku
“ kenapa belum siap-siap?” Tanya ka angga
“ dinasku sepertinya masih di bawah ka” kataku
“ kamu mau turun dengan pakaian seperti ini?” Tanya ka angga
“ emang kenapa ka? Emang gk boleh?” tanyaku
“ sependek ini?” Tanya ka angga
“ kan di rumah” kataku
“ hufffffff , ganti sekarang” kata ka angga
“ kenapa sih ka?” tanyaku heran
Ka angga mendekat ke arahku dengan menatapku tajam. Aku mundur seakan terhipnotis oleh pandangannya.
“ fuhhhh” ka angga meniup wajahku dengan tiba-tiba
“ kaaa, ihhh “ kataku sedikit kesal
“ganti sayang, atau mau akku yang gantiin?” ancam ka angga
“ ih ka , ngomongnya lo” kataku kesal mendengarnya
“ hadehhh bercanda , udah ganti sana , dibawah ada papa, kamu mau calon mertuamu melihat pahamu itu?” Tanya ka angga
“ ih ka angga bicaranya looh. “ kataku
“ mau atau engga?” kata ka angga
“ ya engga lah ka” kataku
“ yaudah ganti” kata ka angga
Aku pun beranjak melihat celanaku untuk memakainya sebelum turun. Namun sebelum aku mengambilnya bi tuti sudah mengetok pintu kamarku
“ tok… tok …tok …, non boleh bibi masuk?” Tanya bi tuti
“ masuk aja bi” kataku
“ maaf non, bibi lupa bawa dinassnya, ini non dinasnya” kata bi tuti
“ aduh bi, udah gpp. Lagian vinka udah mau turun tadi , vinka tau bibi sibuk, makasih ya bi “ kataku
“ aduk non, yaudah bersiaplah, bibi akan turun” kata bi tuti
“ okey bi” kataku
“ mari den” kata buk tuti dengan senyum seperti mengartikan sesuatu kepaa ka angga yang duduk di kasurku
Ka angga hanya mengangguk dan senyum ke bi tuti.
“ ka, keluar gih vinka mau ganti baju” kata ku
“ yaudah ganti “ kata ka angga yang melihatku dari tadi
“ kyaaaa… apa ka angga mau mengintipku?” kataku
“ hadehhh,,,,, kamar mandi sana. Buat apa kamar mandi sebesar itu kalau gk di gunain” kata ka angga
“ ihhhh yaudah ddeh, awas aja ka angga ngintip” kata ku
“ ngintip dikit gpp kali, kan calon istri” kata ka angga
“KYAAAA KA ANGGA” kesalku
“ hahahhah, udah udah bercanda doing. Gih ganti ,aku juga mau keluar kok” kata ka anggayang berlalu pergi.
“ dasar mesum, kelihatannya aja kutup utara, ternyata otaknya mesum juga” benakku yang sedikit kesal sambil berlalu ke kamar mandi
__ADS_1