
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
Setelah meminum minuman itu , aku belum merasakan ada yang aneh. Namun setelah berada dalam kelas tadi , kepalaku mulai pusing dan anehnya pusingnya hanya sesekali , namun ngantuknya benar-benar kuat.
FLASSBACK OFF…………….
“ cin, vinka dimana?” Tanya angga
“ didalam ka, lagi diperiksa” kata cindy
“ astagaaaa, ini kenapa haa? Kenapa dia bisa pinsan?” Tanya angga
“ tadi dia ………………” cindy menceritakan semua kejadian tadi kepada angga.
“ dimana pak arsya?” Tanya ka angga
“ ka maaf sebelumnya, ini juga salah cindy karna gak langsung beritau pak arsya keadaan nya, pak arsya gk sepenuhnya salah ka, dia hanya jalankan tugasnya” kata cindy yang mengerti kemarahan angga. Dia bisa lihat kalau angga sangat marah jika itu masalah berkaitan dengan ku.
“ benar apa kata cindy ka , tolong bersabar lah, kita lebih baik focus ke vinka dulu” kata rendy menyambung.
“ hufffffff bodoh, bodoh bodoh lo ga, jaga vinka aja gk becus lo. Lo gk becus jadi pacar dia . bajingan lo ga “ angga marah dalam benaknya sambil dia mengacak acak rambutnya. Namun setelah itu , dia sadar akan percakapan cindy tadi.
“ bentar cin, tadi lo bilang dia minum apa?” Tanya ka angga yang baru sadar akan ucapan cindy
“ minum the lemon dari kakak, tadi pagi ada adekan yang kasih ke dia , katanya dari ka angga” kata cindy
“ apaaa, gua gak ada kirimim the lemon ke vinka” kata angga.
“ lahhh, tadi vinka ngomong gitu ka” kata cindy
“ gua ga….” Ucapan angga terpotong karna suster penjaga uks keluar.
“ bu, gimana keadaan vinka?” Tanya rendy.
“ iya bu , kenapa dia bisa pingsan? Apa dia udah sadar? Bu boleh angga masuk?” kata angga melanjutkannya.
“ aduh satu-satu ga ibu pening dengan pertanyaan yang begitu banyak” kata suster itu.
“bu jawab dulu, angga cemas bangat nih” kata angga
“ dia lagi istirahat kok, tadi udah sadar , tapi dokter EL anjurin dia buat istirahat.” Kata suster itu.
“boleh di jenguk sebentar kan bu? “ Tanya cindy
“ bentar ya , saya tanyaain ke dokter dulu” kata suster itu
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’
“ berterimakasih lah padaku, dokternya tadi gk ijinin, kalau bukan karna wajah kalian yang menyedihkan saya gk bakalan memohon seperti itu” kata suster itu
“ makasih bu” kata angga dan dia langsung berlari masuk ke dalam.
“ astaga vin, wajahmu pucat sekali” kata angga dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
“ ga, tolong jangan ganggu dulu ya, saya percayakan ke kamu dulu, sekarang saya ingin ke RS jadi tolong jaga vinka ya” kata dokter EL
“ baik dok” kata ka angga dan kembali fokus ke orang yang sangat dia cintai.
“ ren , boleh gk aku bangunin dulu?” kata cindy yang gk kalah khawatirnya.
“ lihat tuh, dia lagi istirahat, kita datang ke sini nanti, gua juga khawatir, tapi kita disini bertiga juga gk bakalan ada artinya, yok kita ke kelas dulu, biar ka angga yang jaga vinka” kata rendi
“ tapir ren”
“ udah cin, yok . ka kita pamit dulu ya, kami titip vinka sama kk” kata rendi dan angga hanya mengangguk.
Setelah rendy dan cindy pergi, angga hanya ingin menemaniku tanpa berniat mengikuti pembelajaran selanjutnya. Dia selalu menatapku dengan wajah yang sangat cemas dan berharap aku bangun.
Sebenarnya tadi aku masih sadar saat ka angga datang, namun aku sangat ngantuk, aku juga bingung dengan semua yang terjadi.
“”””””””””””””””””””””””””””””””””
Beberapa menit kemudian, aku terbangun dan melihat ka angga yang setia duduk di sampingku, namun ka angga masih tak sadar kalau aku sudah bangun, dia seperti orang yang tidur dengan kepala yang di letakkannya di telapak tanganku dan mata yang di tutup.
Aku mencoba menarik tangan ku dari situ , namun ka angga kkeburu sadar akan pergerakan yang aku lakukan
“ vin, kamu udah enakan? Mana yang sakit haa? Kasih tau cepat, atau kita ke RS aja sekarang?” kata angga
“ ka, bukannya kakak harus belajar ya? Kok disini?” kata ku
“ apa itu lebih penting haaa?? Aku disini khawatir sama lo, apa aku masih sempat untuk belajar ?” kata ka angga.
“ kaa, aku gak kenapa-kenapa kok, lagian aku kan Cuma pingsan , kakak gk perlu sekhawatir itu “ kataku
“ apa ??? Cuma pingsan? , lo hanya pingsan aja gua udah hampir gila . masi mau bilang hanya pingsan haa???” kata angga yang mulai kesal
__ADS_1
“ maafin vinka ka, tapi vinka udah gk kenapa kenapa lagi kok, jadi kakak gk perlu khawatoir lagi “ kataku
“ hmmmm, kamu benar-benar udah hypnotis aku sampe ke dalam vin” kata ka angga dan langsung memelekku.
“ jangan sakit ya, aku gk bisa lihat kamu begini” lanjut ka angga
“ maaf udah buat ka angga khawatir ya , vinka akan semakin baik jika ada ka angga “ kataku yang membalas pelukan ka angga.
Setelah beberapa detik saling berpelukan, ka angga melepass pelukannya.
“ kamu kenapa bisa piingsan . tadi pagi masih segar kelihatan ?” Tanya ka angga
“ aku juga gk tau, aku merasa pusing seketika dan rasa ngantuk yang datang terus menerus” kataku
“ kok bisa? Semalam kamu gk begadang kan?” Tanya ka angga
“ engga kok ka, vinka langsung tidur setelah dari kamar “ kataku
“ hmmmm, yaudah kalau ada apa-apa , langsung kabarin aku, ingat ya aku bukan orang lain, aku gk suka orang tau terlebih dahulu daripada aku jika kamu kenapa-kenapa “ kata ka angga
“ iya ka” kataku
“ yaudah yok kita pulang, aku udah telpon supir aku dan udah ijinin kamu , biar nanti kamu istirahatnya enak” kata ka angga
“ ka , vinka gk mau balik dulu, nanti bunda khawatir kalau tau, dan bunda gk bakalan bisa kalau gk kasih tau ayah, nanti masalahnya gk selesai-selesai” kata ku
“ tapi , kamu harus istirahat dengan baik “ kata ka angga
“ aku masih bisa di sini kok ka, nanti aku pulang kalau udah jamnya pulang” kataku
“ vin aku gk suka kamu keras kepala begini , aku mau yang terbaik sama lo” kata angga dengan sedikit penekanan nanmun masih sangan lembut terdengar.
“ ka, please, aku gk mau bunda khawatir, ijinin ya please” kataku membujuk
“ hmmmmmm, dengan satu syarat” kata angga sudah pasrah namun juga gk mau kalah
“ apa ka?” tanyaku
“ nih” kata ka angga yang menunjukkan pipinya .
“ ih ka angga apaan sih, ini di sekolah ka, ada cctv “ kataku
“ sekarang udah gk ada yang lihat” kata ka angga yang menutup tirai disana .tau kan tirai pembatas bad yang seperti di RS ? ya begitu juga gambarannya.
“ emang kenapa kalau di sekolah? Ini sekolah milik kita sayang. Trus kenapa kalau mesum? Kan mesumnya sama ayang” kata ka angga yang menggombal bagaikan lelaki playboy.
“ ih ka angga genit deh” kataku
“ cuppp “ satu kecupan mendarat di bibirku.
“ ka angga ,,,, ihhhh gk sopan deh” kata ku
“ hadehhhh, yaudah nih …. Abis tuh udah gk lagi” kata ka angga yang menunjukkan pipinya lagi dan berkata kalau dia gk buat hal itu lagi.
“ betulan ya” kataku memasstikan
“ hmmmm” kata ka angga
Setelah mengumpulkan keberanian aku menutup mataku dan mencoba mengecup pipi ka angga, namun sebelum kecupan ku mendarat di pipi ka angga. Ka angga menoleh sehingga kecupanku mendarat di bibir ka angga, dan itu sontak menyadarkanku dan langsung membuka mataku.
Setelah melihat bukan pipi yangn aku kecup aku menarik wajahku, namun sebelum itu terjadi ka angga malam menarikku dan memperdalam kecupannya . yang tadinya hanya kecupan kini berubah jadi lum**an.
Aku terbengong dan tak tau mau buat apa, aku seperti terhipnotis dan badanku rassanya tidak bisa ku gerakkan.
“ sayang ini ciuman pertamamu?” Tanya ka angga.
“ ha aa apa ka tadi?” kataku terbata dan mulai sadar
“ maaf ya , aku sangat lancang” kata ka angga
Aku hanya diam dan tak tau mau jawab apa. Aku sebenarnya kesal akan apa yang dilakukan ka angga. Namun aku tidak tau apa yang terjadi pada diriku. Aku berpikir sejenak .
“ kenapa aku tak marah? Aku sudah dilakukan semena-mena oleh ka angga. Kenapa aku gk bisa respon? . wahhhh apa aku gila? Mengapa aku seperti ingin melakukannya lagi?” benakku
“ vin… sayanggg hey kamu kenapa sih kok bengong? Aku bicara loh” kata ka angga
“ haa a apa tadi ka?” kataku
“ hmmm aku minta maaf “ kata ka angga
“ ee…. Gaa….gk papa kok ka” kataku
“ vin, boleh aku nanya sesuatu?” Tanya ka angga
“ apa ka?” tanyaku
__ADS_1
“ maaf agak lancang, apa ini ciuman pertamamu?” Tanya ka angga.
“ i…iya ka” jawabku dengan gugup dengan pertanyaan ka angga. Pipiku memerah karna mengingat bahwa aku menerima perlakuan ka angga beberapa menit yang lalu
“ kamu gk bohong?” Tanya ka angga dan aku mengangguk
“ pantes “ kata ka angga
“ kenapa ka?” tanyaku penasaran
“ pantasan tadi gk ada perlawanan” kata ka angga dan itu sontak membuatku geram sekaligus malu
“ ih ka angga “ kataku sambil tertunduk.
“ hahahh kok mereh pipinya? Udah jangan nunduk , cantiknya malah gk kelihatan “ kata ka angga yang mulai duduk di tepi bad tidur itu dan menegakkan wajahku
“ ka aku malu” kataku yang masih menunduk
“ malu kenapa? Kan aku yang ngerjain kamu, maaf ya sayang” kata ka angga
“ berarti tadi ka angga sengaja?” kataku
“ taddinya aku kira hanya kecup tipis sayang , tapi siapa sangka kamu malah bertahan tampa melawanku, dan itu berbahaya bagi kaum adam, jadi berhati-hatilah” kata ka angga.
“ ihhh ka, awass aja kalau berani” kata ku
“ hahhahha, tapi kamu benar-benar polos sayang, kamu gk tau cara melakukannya , dan itu sesuatu yang bisa ku banggakan karna akku lah yang merebut first kiss mu” kata ka angga
“ first kiss itu apa ka?” tanyaku
“ ciuman pertama sayang” kata ka angga
“ owhhh, tapi ka kalau begitu bukan kk dong yang dapat” kata ku
“ apaaa?????/ jadi siapa ha???? Siapa yang berani mengambil ciuman pacarku?” kata ka angga gk terima
“ayah, bunda dan ka rehan. Aku sering kecup pipi mereka tangan mereka” kataku
“ hufffff dasar bodoh kamu , kamu buat aku emosi dengan ucapanmu sesaat” kata ka angga.
“ kok gitu?” tanyaku
“ udah lupain, nanti kita lanjut lagi. Sekarang kamu istirahat, aku mau ke kelas dulu buat kelas terakhir. Mata pelajaran ini penting” kata ka angga
“ yaudah ka, kakak kekelas aja, aku nunggu kakak disini” kataku
“ yaudah , bentar ya sayang” kata ka angga
“ hmm bentar ka “ kataku yang menahan tangan ka angga
“ hmmm kenapa sayang? “ Tanya ka angga
“ boleh cium lagi?” tanyaku malu
“ haa???” ka angga heran dengan apa yang dia dengar dan sekaligus merasa sedikit senang
“ kamu serius?” Tanya ka angga lagi
“ mmmm, serius. Boleh gak?” Tanya ku
“ kamu yakin?” Tanya ka angga yang gk mau aku nyesal walau dia juga mau
“ engga ka, tapi boleh kayak tadi gk? “ tanyaku yang sedikit berani. Aku juga gk tau kenapa aku seberani ini.
“ kamu gk sakit kan sayang?” Tanya ka angga
“ engga , kemari sayang lebih dekat” kataku yang menarik ka angga.
Aku mencium bibir ka angga, namun aku merasa beda . sepertinya bukan seperti ini tadi
Aku melepas dan menatap heran
“ kenapa?” Tanya ka angga
“ hmmmm, kenapa aneh ?” tanyaku
“ sini biar ku ajari” kata ka angga yang menarikku dan menc**m bi*irku , namun karna tak ada perlawanan ka angga berhenti
“ mau ku ajarkan?” Tanya ka angga dan kujawab dengan anggukan
“ begini…………..” ka angga menjelaskan sambil mempraktekkannya. Aku merasa jauh lebih nyaman dari sebelumnya. aku terhanyut dengan perlakuan ka Angga. tanganku mencekram dinas ka Angga dan kalian Taulah ya bagaimana ..... hehhehe
Karna nafasku mulai tak beraturan, ka angga menyudahinya.
“ sayang cukup sampai sini, kamu istirahatlah, makasi ya udah kasi first kiss mu sama ku, oh ya awas ya kamu kasih dengan laki-laki lain. Yaudah aku pergi dulu, cup” kecupan tipis di bibirku yang masih basa.
__ADS_1