
bel istirahat berbunyi , aku, Cindy dan Rendy pergi ke kantin dan memesan makanan .
tak menunggu lama makanan pesanan kami siap dan kami berjalan menuju meja kami.
" wehhhh, katanya hasil tesnya sudah di tempelkan, kita lihat yok" kata siswa berjalan dengan temannya.
" boleh bangat tuh, penasaran gua" kata yang lain.
" heyyy, bisa gabung gak?" tanya ka Bastian yang juga datang dengan pesanannya.
" boleh ka " kata Rendy.
" oh ya Vin, loh udah lihat hasil gak?" tanya ka Bastian.
" udah ka " kataku.
" Lo kok santai bangat, bukannya senang atau gimana" sahut Bastian
" dia biasa aja , karna udah biasa di urutan itu ka " sahut Cindy.
" apaan deh cin, gak penting bangat ngomong gitu" kataku.
" yakan memang benar" sahut Cindy.
" wahhhh, hebat Lo. Lo bisa ngalahin Sofia " kata ka Bastian.
" ka Sofia urutan ke berapa ka?" tanya Rendy.
" hmmmm, kalian belum lihat Mading?" tanya Bastian balik.
" belum ka" kata Rendy.
" yaudah , biar kejutan kalian aja langsung yang lihat" kata ka Bastian.
" ya elah ,tinggal ngasih tau kali ka" kata Cindy.
" bodo amat " kata Bastian.
Rendy dan Cindy hanya buang nafas kesal.
" woi bro, kemari gabung" panggil ka Bastian ke arah pintu masuk kantin.
kita yang fokus makan tadinya langsung menoleh.
" wahhh, tumben loh " kata Angga.
" udah gabung aja, mumpung masih ada kursi kosong" kata Bastian.
" boleh " kata ka Angga.
ka Angga duduk di sebelah ku, dia melihat makananku.
" Lo diet?" tanya ka Angga
" engga kok ka" kataku.
" yakin loh, makan porsi segini ?" tanya ka Angga lagi
" emang kenapa ka?" tanyaku.
" ya gak papa sih, dah lanjut aja" kata ka Angga.
" sepertinya ada yang perhatian nih" kata Bastian.
" udah makan tuh makanan loh, keburu dingin" kata Angga mengalihkan .
aku hanya senyum tipis dalam hati , karna rasanya ka Angga makin kesini makin kelihatan perhatiannya.
" oh ya Vin, kita abis nih langsung lihat Mading yok" ajak Cindy.
__ADS_1
" hmmm, boleh tuh, penasaran " kata Angga.
" ah malas, kalian aja" kataku tak tertarik.
" hmmm, mentang mentang Luh" kata Cindy.
" ihhh, apaan dah gak jelas " kataku.
" yaudah , kala Lo GK ikut gua robek robek tuh kertas" kata Cindy.
" gak jelas banget loh" kataku.
setelah makan , Cindy dan Rendy memaksaku ikut, dan akhirnya aku nurut.
kami meninggalkan ka Angga dan ka Bastian di meja tadi .
" gua khawatir tuh bocah di gangguin Sofia deh" kaya Bastian
" kita lihat aja nanti" kata Angga santai namun sebenarnya kawatir denganku.
" hmmmm, yok ke kelas" kata Bastian.
" Lo duluan , gua mau ke toilet"
" okey, bye"
*..........*
" wahhhh, gua sempat ngira dia gak lolos" ucap Cindy.
" gak mungkin lah, tapi Lo hebat sih Vin ngalahin dia" kata Rendy.
" yaudah yok, gua gak suka jadi bahan perhatian disini " kataku
" temanin gua ke toilet dulu " kata Cindy.
" Lo GK di ajak " sahut ku dan Cindy bersamaan.
" lah emang siapa juga yang mau, gua juga mau ke toilet kali' kata Rendy.
" iya lah tuhh" sahut Cindy.
*.........*
" kenapa urutan kamu bisa turun haaa? tanya seseorang dari telpon.
" maaf ayah, Sofia bakal lebih giat lagi" kata Sofia.
" gak ada kata maaf, kamu tau ayah gak suka dengan hal seperti ini. ayah benar benar kecewa sama kamu , kamu gak bisa di banggakan, kamu juga anak paling bebal. apa susahnya belajar Sofia, nilai kamu benar benar mengecewakan" kata ayah Sofia
" maaf ayah, Sofia janji bakal ngubah semuanya , masih ada tes ke 3 ayah, Sofia janji bakal ubah semuanya" kata Sofia
" diam kamu! dari dulu bahasa kamu sama saja, kamu bukan melawan Angga lagi. kamu bahkan ngelawan adek jelas kamu Sofia! kamu sadar tidak! dasar anak tak tau di untung kamu. pulang sekolah langsung ke ruangan ayah" kata ayah Sofia dengan suara murka dan langsung mematikan hp nya.
*.........*
" cepat masuk loh, gua tunggu di sini aja " kataku.
" hmmm yaudah ntar ya " sahut Cindy.
cindi pergi masuk ke kamar mandi dan aku memilih menunggu di depan toilet.
" Vin, kamu ngapain disitu. eh bentar jangan bilang loh nemanin Rendy teman loh yang barusan masuk?" kata Angga.
" ehhh, enggga kok ka. aku nungguin Cindy di dalam , Rendy juga ikut tadi katanya mau ke toilet juga" kataku.
" ohhh, kirain Lo ada miringnya" kata Angga simple.
" apaan sih ka , miring apa maksudnya?" kataku.
__ADS_1
" dah lupain, btw selamat atas urutan 1 nya" kata ka Angga.
" gak usah lebai deh ka, yang penting aku lolos ke tahap berikutnya itu udah lebih dari cukup" kataku.
" siapa yang lebai coba, semua heran kali lihat Lo ngalahin urutan Sofia" kata ka Angga.
" hmmm, tapi kan ka Sofia kasihan ka, mungkin dia juga jadi bahan perhatian" kataku yang menghawatirkan Sofia.
" ya elah anak ini dasar polos bangat deh" kata ka Angga.
" Lo gak usah sok perhatian ya, bilang aja Lo itu cari muka sama Angga , sok polos loh. senang kan loh lihat Sofia " kata Syifa yang menguping pembicaraan ku dan ka Angga dengan Sofia, namun Sofia hanya diam dan menatapku seakan akan ingin menerkam.
" Lo apa-apaan sih syif" kata Angga membela ku.
" udah lah Angga, Lo gak sadar dia itu hanya sok polos" kata Syifa lagi.
" gila Lo, anak baik-baik gini Lo bilang sok polos" kata Angga membela ku lagi.
" gua gak mau dengar kalian buat ulah dengan vinka ya, Lo masih ingat kan gua ketua OSIS disini dan Lo ingat gua bisa buat apa sama Lo" kata Angga.
" gila lo, lebih milih adekan dari pada tim Lo dan teman kelas Lo" kata Sofia yang tidak tahan dengan belaan Angga terhadapku.
" udah ka , gak usah ribut. Aku minta maaf ka Sofia" kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.
" eh ga, Lo bodoh atau gimana sih. tega bangat lo bela vinka di depan Sofia yang selama ini perhatiin Lo" kata Syifa.
" apaan sih , gak jelas Lo semua" kata Angga yang berlalu pergi.
~
aku berdiri di depan cermin kamar mandi
" heh vinka , Lo gak usah kecentilan ya jadi orang" kata Syifa yang sudah ada di kamar mandi dan Sofia.
" maaf ka , saya gak merasa kecentilan deh" kataku sedikit membantah karna sudah tak tahan dengan sikap Syifa.
" ohhhh, dah berani ngelawan Lo, sini Lo kalau berani " kata Syifa yang ingin menarik rambutku namun di tahan oleh Cindy.
" jangan mentang mentang kakak kelas, kalian jadi seenaknya nindas adekan ya, gua gak peduli sama tingkatan kalian" kata Cindy.
" wahhhhh, hebat Lo ya . berani lawan gua" kata Syifa.
" wahhh, keren juga nih anak " kata Sofia .
" udah cin , gak usah lawan " kata ku
" iya , emang kenapa kalau gua berani" kata Cindy.
" urusan gua bukan sama lo , urusan gua sama nih bocah , jadi Lo minggir deh" kata Sofia yang langsung menarik rambutku
" eh Lo, bukannya udah gua peringatan ya kemarin buat jatuhin Angga, apa peringatan gua itu belum cukup" kata Sofia sambil menarik rambut ku.
" aduh ka, sakit" kataku.
" woi , apaan loh main Jambak " kata Cindy yang mendekat namun di tahan oleh Syifa.
" Lo tau sakit , tapi Lo berani" kata Sofia
" minggir loh, " kata Cindy mendorong Syifa dan melepaskan tangan Sofia lalu mendorong Sofia.
" anj*r , berani bangat loh ya, kata Sofia dan Syifa yang mendekat ingin beradu kekuatan dengan Cindy. namun Cindy masih jauh lebih kuat dari mereka berdua karna memang Cindy anak taekwondo dari kecil hingga SMP.
" rasahin, emang enak kalah sama adekntingkatan. gua gak segan segan buat badan loh semua babak belur kalau masih berani nyalah gunain kekuasaan disini ya , apalagi kalau Lo berdua berani nyentuh teman teman gua" peringatan Cindy ke Syifa dan Sofia.
" udah cin , jangan lagi" kata ku.
" yok, kita balik ke kelas. gua jijik sama sampah berdua ini" kata Cindy yang pergi berlalu sambil menarik tanganku.
" kurang ajar ,bisa bisanya kita di bilang sampah sama anak begituan. lihat aja nanti gua bakal balas loh" kata Sofia
__ADS_1