
“ vin focus dong, kok ceroboh mulu sih?” kata cindy yang udah kesal.
“ maaf maaf cin, gua coba lagi” kataku
“ udah-udah, biar gua aja, lo istirahat dulu gih” kata cindy yang mengambil pipet tetes dariku
“ maaf cin, gua benar-benar gk sengaja” kataku yang melihat cindy yang udah kesal.
“ hufffffff, udah gk papa , sekarang lo ke sana dulu , cek yang lain, tulis hassilnya” kata cindy
Aku pun berlalu sambil pasrah dengan kekesalan cindy,
“ hmmmm, cape bangat nih badan, kasihan cindy jadi repot lagi , maaf cin udah berkali kali gagal tu tugas karna gua” benakku.
Kami sekarang sedang di ruangan laboratoruim , karna sedang ada mata pelajaran praktek lab , namun sebelum masuk jam praktek aku memang sudah merassa gak enak badan, aku merasa ngantuk dan badanku rasanya ngantuk.
“ vin, udah beres belum?” Tanya cindy yang sudah datang.
“ udah cin, aku letak disana, oh ya maaf ya aku mau ke kelas duluan , badan ku gk enak bangat” kata ku
“ lo sakit vin?” Tanya cindy yang memegang kepalaku untuk cek suhu tubuhku.
“ engga kok” kataku sedikit menghindar.
“ apa gak sakit maksud lo?, ini badan lo hangat lo” kata cindy
“ gk tau nih cin , rasanya ngantuk bangat dan badanku rasanya berat bangat” kataku
“ kok bisa? Tadi pagi masih aman-aman aja” kata cindy
Aku hanya menggeleng kepalaku menandakan akupun gak tau apa yang salah dengan ku.
“ tadi lo makan apa? Manatau salah makan lo” kata cindy
“ engga kok, aku makan bekal aku, trusss …..aku minum……., eh bentar tadi aku minum the lemon sih “ kataku
“dari mana?” Tanya cindy
“ ada adek kelas yang ngasih, katanya dari ka angga, jadi aku minum” kata ku
“ bentar…. Ngapain ka angga ngasih minuman ke lo?, bukannya ka angga sama lo udah jarang komunikasi ya?” Tanya cindy.
“ hadehhhh, kita udah jadian kali cin” benakku. Aku belum ngasih tau kalau aku sama ka angga sudah pacaran.
“ woi ditanyain malah bengong lo” kata cindy
“ ahhh entahlah cin, yang pasti aku mau tidur, mata gua udah pedih bangat nih” kata ku
“ yaudah deh, lo ke uks aja mending, biar enak rebahannya” kata cindy
Aku pun mengangguk dan ingin pergi, namun sebelum aku tegak berdiri , pak arsyandi datang. Akupun tak jadi beranjak, dan menahan rasa ngantukku di dalam. Bukannya aku gk bisa ke uks saat itu, namun pak arsyandi mengatakan akan mencoba mentes satu per satu dari kami dan membuat penilaian dari ini, sehingga aku memilih untuk menahan.
“ baik, untuk memulai, kita coba yang pertama vinka dulu sebagai murid terbaik di sini” kata pak arsya
“ vin lo yakin? Tadi aja salah mulu lo” kata cindy memperingati
“ gua akan usahain cin” kataku sambil berlalu ke depan pak arsya sambil berjalan sedikit lemah.
“ baiklah vin, sekarang coba lakukan apa yang tadi bapak praktekin sebelum pergi , dan lakukan dengan benar agar temanmu bisa lihat dengan baik” kata pak arsya.
__ADS_1
“ baik pak” kataku mencoba untuk melakukan tes tersebut.
Namun dipertengahan , tanganku benar benar ceroboh, aku melakukan kesalahan yang sama , aku mencoba ke dua kalinya namun masih sama, dan itu membuat penilaiankku benar-benar buruk.
“ vinka, apa kamu tidak memperhatikan bapak tadi? Mengapa kamu bisa ceroboh begini? Kamu ini ceroboh atau tidak tau apa-apa?” kata pak arsya.
“ maaf pak, vinka ceroboh sampai 2 kali” kataku.
“ bapak kecewa dengan mu vin, bapak piker kamu bisa jadi wakil bapa mengajarkan hal ini ke teman-temanmu , tapi bapak terlalu berharap denganmu” kata pak arsya kecewa.
“ maaf pak, vinka akan belajar lagi “ kataku
“ sudahlah, kamu keluar lah dulu bapak tidak suka murid bapak main-main saat bapak mengajar” kata pak arys.
“ maaf pak sekali lagi “ kataku dan berlalu keluar ruangan dan berdiri di depan kelas.
“ baik kita lanjut, sekarang rendy , lakukan dengan baik” kata pak arsya
“ baik pak” kata rendy yang masih merasa gak enak denganku , dia memang tak tau aku sedang sakit namun dia merassa ada yang salah makanya aku bisa seceroboh itu.
Pelajaran sudah berlalu dan waktunya sudah habis, pak mamat menutup kelas dan berlalu keluar dari kelas.
“ vinka ikut bapak ke kantor” kata pak mamat dan langsung berlalu setelah mengatakan itu
Aku pun mengikuti pak mamat ke kantor ddengan jalan yang sangat lamban, karna rasanya kakiku ingin remuk saja.
Sesampainya di kantor, pak mamat memulai inrtogasinya dan mulai wawancaranya. Ya kalian tau lah ya bagaimana jika seorang murud tidak melakukan kewajibannya sebagai pelajar akan dapat ceramah dari gurunya.
Aku memang di kantor dan badanku memang berada tepat di hadapan pak arsya , namun pikiranku sudah melayang-layang, aku udah gk sanggup menahan sakit badanku dan rasanya aku ingin tumbang di tempat itu aja.
“ vinka, kamu dengar bapak atau tidak?” kata pak arsya yang melihatku seperti orang yang pandangannya kosong.
“ VINKAAA,,,,, wahhhh kamu benar-benar ya! Apa kamu piker bapak disini radio yang rusak?” kata pak arsya meninggikan suaranya karna sudah emosi melihat tingkahku.
“ maaf pak , maaf vinka benat-benar gk sengaja” kataku sambil mulai memegang kepalaku yang udah mulai pening karna terlalu memaksakan diriku sedari tadi
“ vinka kamu benar-benar sudah kelewatan hari ini, bapak tak pernah melihatmu melakukan kesalahan, tapi hari ini kamu benar-benar keterlaluan “ kata pak arsya yang sudah tak habis piker
“ pak, maaf sebelumnya, apa cindy boleh ambil waktunya sebentar?” Tanya cindy yang baru datang
“ iya ada-apa cin?” Tanya pak arsya
“ pak maaf sebelumnya, vinka lagi kurang s….” sebelum cindy melanjutkan aku tumbang di tempat dan itu sontak buat semua seisi ruangan itu khawatir.
“ astaga, vin….vinn bangun hey” kata pak arsya sangat takut.
“ maaf pak , kita bawa dulu ke uks” kata cindy
“ ada apa ini? Kenapa vinka?” Tanya beberapa guru yang ada dikantor itu yang juga sama khawatirnya
“ tidak tau bu, saya bawa ke uks dulu” kata pak arsya.
“ rendy, bantuin pak arsya” panggil cindy ke rendy yang menunggu cindy di depan kantor guru. Mereka memang berangkat sama tadi dari kelas karna khawatir denganku, cindi cerita semua ke rendi setelah tadi pelajaran sudah selesai.
“ emang vinka kenapa?” Tanya rendy makin bingung
“ udah, cepat masuk ren. Vinka pingsan” kata cindy
“ APA” kata rendy kaget dan berlalu massuk ke kantor dan membantu pak arsya
__ADS_1
Rendy langsung menggendongku dan membawaku ke uks sambil berjalan setengah berlari.
DITEMPAT LAIN………
“ sof ini gak keterlaluan gk sih?, gua takut dia sakit parah atau apalah” kata syifa.
“ udah tenang aja , dia paling Cuma pusing aja dan sering ngantuk doing, lo gk usah khawatir” kata sofia yang menenangkan sahabatnya itu
“ rasahin lo, lo piker gampang berhadapan dengan gua? Gak menunggu lama lo akan lenyap dari muka bumi ini” benak sofia.
FLASSBACK ON……..
“ syif bantu gua ngasih pelajaran sama vinka” kata sofia
“ buat apa repot lagi sih sof, bukannya angga sama tuh bocah dah gk saling komunikasi lagi” kata syifa.
“ lo kan gk tau makanya bilang gitu. Tadi gua lihat mereka datang bareng, dan sialnya mereka kompak gitu . saling salam dan ih macam ada apa-apa” kata sofia geram
“ mungkin perasaan lo kali” karta syifa.
“ gua serius kali syif, tadi juga gua gk senganja lihat angga balas chat dia sambil senyum” kata sofia
“ masasih?” kata sofia masih tak percaya.
“ lo teman gua atau engga sih, gk percayaan bangat” kata sofia
“ hadehhh, yaudah mau lo apa? “ Tanya syifa
“ kita kasih pelajaran dengan…….” Kata sofia berbisik kepada syifa agar tidak ada yang dengar obrolan mereka.
“ lo gila apa sof? Kalau dia kenapa-napa gimana? Gua gk mau berurusan sama angga tau lo” kata syifa
“ udah deh syif, lo hanya bantuin gua, dan gua yang akan buat, tenang aja lo gk bakalan terlibat” kata sofia
“ tapi sof, apa itu gk berpengaruh buruk?” Tanya syifa
“ tenang deh lo , dia paling pusing dan pengen tidur aja, jadi gk masalah. Gua hanya buat perhitungan ke dia biar nanti pas pelajaran dimulai dia itu ngantuk dan itu bisa buat guru marah bukan “ kata sofia
“ asal benar aja , gua takut dengan yang berbaur obat-obatan sof” kata syifa
“ udah tenang aja, sekarang lo pesan obatnya dari online, gua akan beli minumannya dulu” kata sofia
“ yaudah kalau gitu, gua ke kelas dulu ngambil hp soalnya gua gk bawa” kata syifa
“ yaudah gua ke kantin dulu “ kata sofia dan berlalu
“””””””””””””””””””””””””
“ sof, nih kalau ada yang lihat bakal mampus kita” kata syifa.
“ yok kita buat di belakang kelas aja, disana pasti sepi” kata sofia
“ yaudah yok” . mereka berdua melancarkan aksinya , mereka menyusun rencana itu sedemikian sehingga tidak ada yang curiga. Sofia menelpon adekan yang selama ini mereka tekan di sekolah atau bisa dibilang bahan bulian mereka.
Mereka menyuruh adekan itu untuk memberikan minuman itu ke aku, dengan mengatas namakan angga, karna sofia yakin jika dengan nama angga aku bakalan percaya.
Setelah mereka melihatku meminum minuman itu, sofia dan syifa merasa puas dan berlalu dari tempat persembunyian mereka.
“ mampus lo, rasain aja akibatnya, lo akan merasa ngantuk setiap saat , dan pusing sampai mampus” benak sofia.
__ADS_1