
...MAAF YA GUYS TELAT UP, MAKLUM LAH YA, MIMIN LAGI MASA UJIAN AKHIR NIH JADI SIBUK SAMA NYIAPIN DIRI. TOLONG PENGERTIANNYA YA....
...JANGAN PADA BOSAN YA NUNGGUIN MIMIN...
...LOVE YOU GUYSSS...
...HAPPY READING………...
LANJUTAN………………….
“ ga jangan mau di perdaya sama mereka” kata syifa
“ lo emang gak tau diri atau apa sih “ kata cindy yang makin geram
“ lihat ga , sifat mereka . gak ada sopan-sopannya” kata syifa
“ kami yang gak sopan atau kalian yang keterlaluan” kata cindy lagi
“ udah cin jangan lawan lagi” kataku mencoba menahan cindy
“ apa lo bilang. Lo jangan bego vin, mereka membalikkan fakta” kata cindy yang semakin emosi.
“ ga, udah lo gak usah percaya , mereka memang selalu ganggu kita dan selalu nyakitin sofia” kata syifa mempengaruhi angga.
“ ga kakiku sakit hiksss” sofia mencoba mencari cara lain agar angga semakin membenciku.
“ vin lo emang gak ada puasnya ya, tadi pagi belum cukup ha” bentak angga
“ ka, kakak salah paham, aku gak lakuin apa-apa, aku gak sengaja ka sumpah” kataku membela diri
“ udah vin, tadi pagi juga lo bilang gak sengaja, sekarang juga gak sengaja. Lo benar-benar vinka yang dulu atau yang sekarang ha? Gua gak habis pikir sama lo” kata angga semakin salah paham
Aku sangat tersentak dengan apa yang di katakan angga, hatiku rasanya sakit seperti di tusuk beberapa kali mendengar ucapan ka angga barusan.
Cindy tak habis fikir dengan angga, dia melihatku dengan mata yang melotot seperti memberikan arti, namun tak bisa ku terima karna aku benar-benar pasrah dengan apa yang aku dengar tadi. Aku gak mau lagi membela diri karna aku merasa itu gak bakalan ada artinya. Sofia benar-benar sudah hilang kendali.
“ maaf ka kalau gitu aku pergi dulu” kataku
“ vin tunggu” kata angga
Aku berhenti berharap ka angga tak salah paham lagi. Sedangkan sofia mulai gentar karna angga menahanku.
“ kenapa ka?” tanyaku
“ minta maaf kamu, setelah apa yang lo lakuin apa lo gak merasa harus minta maaf “ kata angga
Hatiku semakin sakit dan seperti ingin meledak saja. Mataku mulai panas ingin mengeluarkan air yang dari tadi kutahan.
“ ka sadar ka, vinka gak salah” kata cindy
“ diam lo, lo gak usah ikut campur” kata angga
“ tapi ka” kata cindy namun dengan sigap aku menahan tangan cindy agar dia tidak melanjutkannya.
“ maaf ka syif ka sof, aku emang keterlaluan , sekali lagi maaf” kataku dengan suara yang serak karna menahan air mataku . setelah mengatakannya aku langsung berbalik dan pergi dengan air mata yang membasahi wajahku namun tak di lihat oleh mereka.
“ vin tunggu, issss lo akan nyesal ka dan kakak akan memohon maaf sama dia kalau lo tau yang sebenarnya” kata cindy lalu dia berlalu mengejarku.
“ vin tunggu” kata cindy
“ vin, lo bego atau apa sih . kok mau ngalah gitu “ kata cindy lagi
“ gak ada gunanya cin , ka angga juga gak bakalan percaya jika dia gak lihat semuanya. Lo bisa lihat sofia ekting dengan sempurna “ kataku
__ADS_1
“ tapi tetap aja vin” kata cindy
“ udah cin, kita harus ke kelas sekarang kepalaku pusing” kataku
“ yaudah yok, lo bawa vitamin lo kan?” Tanya cindy
Aku hanya mengangguk dan menaikkan kecepatan berjalanku agar tidak lemas di tengah jalan.
Sesampainya di kelas aku langsung bergegass mencari vitaminku dan memakannya.
“ awwww. Kepalaku sakit lagi” benakku
“ vin lo kenapa pulang-pulang gitu, tadi cerah aja tu muka” kata rendy
“ suttt, udah lo diam aja nanti gua jelasin “ kata cindy
“ gimana vin? Udah baikan?” Tanya cindy setelah beberapa saat aku memakan vitaminnya.
“ udah lumayan “ kata ku berbohong kepada cindy agar mereka tidak khawatir.
“”””””””””””””””””””””””””””””””””
Bel pulang bordering, cindy dan rendy pamit duluan karna ada urusan yang memang udah mereka rencanakan dari kemarin.
“ vin lo belum balik?” Tanya imam yang belum balik
“ belum im, lo balik aja duluan” kataku dengan senyum tipis
“ lo benaran gak papa? Apa lo sakit? Kok pucat gitu” kata imam
“ engga kok im, udah lo gak usah khawatir gua gak papa kok” kataku
“ kalau ada apa-apa langsung kabarin ya, gua juga ada urusan di sini jadi belum balik , kalau perlu bantuan telpon gua aja , nanti gua datang ke kelas ini “ kata imam
“ makasih im” kataku. Setelah itu imma pergi dengan rasa khawatir karna memang wajahku makin pucat .
“ bentar lagi boy, luan aja” sahutku.
“ lo kok pucat gitu, lo kenapa?” kata boy.
“ engga kok boy , perasaan lo aja itu mah” sahutku
“ engga enggak , lo sakit pasti kan , ayok ikut gua ke uks “ kata boy
“ engga boy, aku gak mau. Hanya istirahat dikit aja pasti baikan” sahutku
“ yaudah gua tungguin aja, gua gak mau lo kenapa-kenapa” sahut boy
“ udah boy pulang aja” kataku
“ sutttttttt gak ada penolakan, sekarang lo istirahat dulu nanti kalau udah baikan baru gua antar balik” kata boy
“ makasih boy” sahutku.
Diparkiran sekolah semua udah pada sepi, tinggal beberapa siswa yang berlalu lalang dan sebahagian berhenti di parkiran.
“pulang sama siapa?” Tanya angga
“ itu supir aku udah datang ga” kata sofia
“ yaudah lo balik aja , kalau butuh bantuan atau kakilo sakit lagi kabarin aja, mungkin gua bisa bantu” kata angga
“ makasih ga, gua balik duluan ya, lo nanti hati-hati ” kata sofia dengan senyum manisnya . sofia begitu bahagia melihat angga sudah mulai memperhatikannya.
__ADS_1
Setelah sofia pergi, angga berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya karna dia hendak pulang. Namun pada saat di gerbang sekolah pak mamat memberhentikan dia .
“ ehh nak angga “ sapa pak mamat
“ belum balik pak?” Tanya angga
“ belum nak, oh ya nak angga ada lihat non vinka?” Tanya pak mamat
“ bukannya dah balik pak? Soalnya sekolah udah pada sepi karna udah lama juga pulang sekolah” kata angga
“ karna itu nak, saya bingung mau balik aja atau masih nunggu non vinka” kata pak mamat
“ udah coba nelpon pak?” Tanya angga
“ udah nak, tapi hp nya gak aktif” kata pak mamat
“ bentar aku cek di dalam dulu pak” kata angga yang mulai khawatir. Namun sebelum kembali ke dalam sekolah , aku dan boy muncul. Aku berjalan dibantu oleh boy dengan tangan kananku memegangi kepalaku.
“ astagaaa, non kenapa?” Tanya pak mamat yang berlari menghampiriku setelah mellihatku
Angga yang tadinya di atas motor buru-buru turun dan ikut menghampiriku.
“ pak udah lama?” tanyaku
“ udah non, non kenapa ?” Tanya pak mamat
“ kita jalan dulu pak , di mobil nanti kuceritakan” kataku
“ yaudah yok masuk aja dulu ke mobil non” kata pak mamat ikut memapaku.
“ vin lo gak papa?” Tanya ka angga namun tak ku jawab sama sekali.
“ pak buka pintunya” kataku ke pak mamat
“ baik non” kata pak mamat tak bisa berkata-kata. Dia bingung dengan sikap ku ke ka angga. Karna sebelumnya aku dan ka angga tak pernah begini
“ hati-hati vin” kata boy yang membantuku masuk
“ makasih ya boy udah mau repot” kataku
“ aman lah, santai aja. Oh ya nanti kalau dah sampai kabari ya, langsung istirahat juga, kalau ada apa-apa kabari aja sekejap mata langsung ada di hadapan lo” kata boy dengan gurawannya. Sebenarnya itu sesuai dengan hatinya sih, tapi karna aku gak merasakan sifatnya yang lebih perhatian ke aku dibanding teman lainnya.
“ iya iyaaa , gua balik dulu ya dan lo hati-hati pulangnya” kataku
“ siappp bu bos” kata boy dengan tangan seperti seorang yang menghormat
“ kita berangkat non?” Tanya pak mamat
“ iya pak” kataku
Pak mamat pun menutup pintu mobilnya dan pamit ke ka angga dan boy.
“ kita pamit ya nak ga” kata pak mamat
“ hati-hati pak , kalau ada apa-apa sama vinka langsung kabari saya pak” kata ka angga
“ baik nak” kata pak mamat dan berlalu menyetir mobil. Setelah mobil tak terlihat , angga berbicara dengan boy
“ vinka kenapa?” Tanya ka angga
“ tadi pening ka jadi nunggu dia baikan baru saya bantu jalan kesini” kata boy
“ ouhhhhh, gua mau ngomong sama lo” kata angga
__ADS_1
“ ada apa ka?” Tanya boy.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> TUNGGUIN LANJUTANNYA GUYS……