
".........."
setelah beberapa saat kemudian, aku melihat ka Angga membaca buku didepan rak.
" ka duduk sini aja, gak capek diri disitu?" kataku
" oh iya iya" kata ka Angga sambil berjalan ke meja baca sambil fokus ke bukunya.
bukkk...
" aduhhh"
" tuh kan ka, makanya kalau jalan tuh jangan sambil baca, kesandung kan" kataku sambil membantu ka Angga untuk duduk di kursi
" mana yang sakit" kataku sambil memperhatikan kakinya yang tersandung
" engga sakit kok" kata ka Angga.
" gak sakit gimana? orang memar gini. Bentar aku ambil es batu dulu buat kompres" kataku.
" GK perlu" tolak Angga.
" udah diam, kakak gak tau apa apa " kataku sambil berjalan ke arah kulkas mini yang disediakan bunda karna aku sering ngemil sambil belajar di perpustakaan mini ku.
" wahhhh ayah sama bunda Lo perhatian bangat kayaknya " kata ka Angga yang melihat kulkas mini itu.
" kenapa kakak ngomong gitu? " tanyaku.
" tuhh, kulkas aja di sediain buat Lo" kata ka Angga yang mengerti situasi nya.
" iya dong, orang tua siapa yang gak pengertian sama anaknya " kataku sambil mengompres lutut ka Angga.
" oh ya, hari ini Lo ada kegiatan lain gak?" tanya ka Angga
" engga ka, emang kenapa?" tanyaku.
" mau main gak? mumpung libur" ajak ka Angga.
" hmmm, main? "
" iyaaa, terserah deh mau kemana" kata ka Angga.
" bingung juga mau kemana, ka Angga ada tau tempat main gak? kalau ke mall udah bosan " kataku.
" gimana kalau ke pantai aja? lihat sunset aja." kata ka Angga.
" ini masih pagi loh ka" kataku.
" ya bentar lagi" kata ka Angga.
" hmmm, okey" kataku.
" oke"
" trus sekarang kakak mau ngapain lagi abis ini?" tanyaku.
" hmmm, ntah aku juga gak ada kegiatan" kata ka Angga.
" kringgg kringgg" bunyi hp ku
" sebentar ka , aku angkat telpon dulu" kataku.
" hmm"
" hallo ayah"
" hallo sayang, udah siap joging nya?" tanya ayah.
" udah yah, kenapa?" tanyaku.
__ADS_1
" kamu ke butik ya , temanin bunda mu, ayah mau ke kantor, abis ngantar ayah baru pak Mamat jemput" kata ayah.
" ohhhh, boleh ayah. vinka naik motor aja , biar gak kelamaan" kataku
" hmmmm, jangan deh sayang, tunggu pak Mamat aja" kata ayah.
" plukkk" suara buku jatuh.
" suara apa sayang?" tanya ayah.
" buku jatuh ayah, vinka lagi sama ka Angga , tadi ka Angga datang jadi vinka ajak ke perpustakaan" kataku.
" oh ya, kasih sama Angga dulu " kata ayah.
" okey yah"
" ni ka, ayah mau ngomong" kataku.
" gua?" tanya ka Angga dan aku hanya mengangguk aja.
" hallo om"
" hallo nak Angga, kenapa datang kerumah pagi pagi?" tanya ayah.
" ohhh, tadi mau ajak vinka ke perpustakaan om, gak taunya ada perpustakaan di rumah" tutur ka Angga.
" ohhh gitu, abis ini ada rencana gak?" tanya ayah.
" engga kok om, ada yang bisa Angga bantu om?" tanya ka Angga
" hmmm, kalau gak ngerepotin, boleh gak kamu antar vinka ke butik Tante, soalnya Tante gak ada teman di butik, tapi kalau memang kalian ada rencana sih gak usah nak" kata ayah.
" gak ada rencana kok om, biar Angga aja yang ngantarin om" kata ka Angga.
" ohhh baiklah nak, makasih ya" kata ayah.
" baiklah, om matikan dulu ya, om mau berangkat " kata ayah.
" baik om" kata ka Angga.
" nih hp nya, Lo ganti baju gih. gua yang ngantar Lo ke butik Tante " kata ka Angga.
" gak ngerepotin ka?" kataku.
" udah ganti baju gih " kata ka Angga.
" make ini aja deh ka, malas ganti" kata ku
" ganti gak! celana pendek gitu bisa nyaman Lo " kata ka Angga.
" emang kenapa ka? engga aneh kan" kataku.
" mau mamerin paha Lo itu sama orang orang Lo?" ketus ka Angga.
" ihhh siapa yang mamerin " kataku
" bandel ya ni anak kalau di bilangin, ganti gak? atau gua aja yang ganti" ancam ka Angga.
" ihhh iya iya aku ganti" kesalku.
" dah Sono" kata ka Angga.
" ihhh, posesif bangat jadi cowok" kesalku dengan suara kecil, dengan wajah ditekuk.
" hmmm, baru tadi di ingatin" kata ka Angga
" iya iyaaaa" kataku yang langsung berjalan cepat keluar dari perpustakaan takut ka Angga malah nekat ngelakuin hal tadi.
ka Angga yang melihatku berjalan cepat meninggalkan dia hanya tersenyum tipis
__ADS_1
"........."
" non, ini titipan nyonya . disitu dibawain ke butik" kata bi Tuti yang memberikan paper bag berisi bakal baju.
" oh iya bi, makasih ya. oh ya bi, nanti perpustakaan suruh dirapikan ya , tadi vinka buru buru jadi gak sempat nata buku yang kepake" kataku.
" baik non gelis, oh ya non hampir lupa, ini jusnya jangan lupa di minum sambil jalan ke butik"
" oh iya, makasih ya bi " kataku
" udah bisa jalan belum?" tanya ka Angga
" udah ka, yok jalan" kataku.
diperjalanan ke butik, aku dan ka Angga gak ngomong sepatah kata pun. ka Angga fokus nyetir dan aku hanya mandangin perjalanan sambil sesekali menatap ponselku.
" tinggg" suara pesan masuk dari hp ku.
" Vin lagi apa? " tanya boy
" lagi di jalan mau ke butik bunda boy, ada apa ?" tanyaku
" ohhh, kirain tadi senggang , mau ajak main" kata boy.
" nanti nanti lah, mau nemanin bunda dulu" kataku.
" yaudah deh"
itulah percakapanku dengan boy.
" sibuk bangat main hp nya. pesan dari siapa?" tanya ka Angga.
" teman ka" kataku
" siapa?" tanya ka Angga lagi
" teman sekelas ka" jawabku.
" teman sekelas mana?" tanya ka Angga lagi
"huffff, boy ka. kenapa emang?" tanyaku.
" asik bangat kayaknya, sampai yang di sini di anggurin " kata ka Angga.
" hmmmm, bukan nganggurin kaaa, tapi vinka juga bingung mau bahas apa sama kakak" kataku.
" alesan Lo, tuh jus Lo di minum" kata ka Angga .
" oh iya, kakak mau gak? eh gak jadi Deng ," kataku yang langsung minum jusnya sedikit.
" kalau gak niat nawarin ngapain di tawarin" ketus ka Angga.
" ya mau gimana ka , botol jus nya hanya 1 , kan gak mungkin sebotol berdua" kataku
" kenapa engga" kata ka Angga yang langsung merebut botol jusnya dan langsung menekuk sedikit jusnya.
" yaaa ka" kataku.
" kenapa? pelit amat jadi orang" kata ka Angga
" bukan pelit kaaa, tapi itu bekas vinka" kataku
" trus kalau bekas Lo emang kenapa?" tanya ka Angga.
" ka Angga gak jijik?" tanya ku
" jijik apanya , orang sebotol sama Lo" kata ka Angga dalam hati.
aku yang gak dapat jawaban dari ka Angga hanya bisa diam dan kembali fokus dengan jalanan di depan
__ADS_1