My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 42. rencana libur


__ADS_3

".........."


setelah beberapa saat kemudian, aku melihat ka Angga membaca buku didepan rak.


" ka duduk sini aja, gak capek diri disitu?" kataku


" oh iya iya" kata ka Angga sambil berjalan ke meja baca sambil fokus ke bukunya.


bukkk...


" aduhhh"


" tuh kan ka, makanya kalau jalan tuh jangan sambil baca, kesandung kan" kataku sambil membantu ka Angga untuk duduk di kursi


" mana yang sakit" kataku sambil memperhatikan kakinya yang tersandung


" engga sakit kok" kata ka Angga.


" gak sakit gimana? orang memar gini. Bentar aku ambil es batu dulu buat kompres" kataku.


" GK perlu" tolak Angga.


" udah diam, kakak gak tau apa apa " kataku sambil berjalan ke arah kulkas mini yang disediakan bunda karna aku sering ngemil sambil belajar di perpustakaan mini ku.


" wahhhh ayah sama bunda Lo perhatian bangat kayaknya " kata ka Angga yang melihat kulkas mini itu.


" kenapa kakak ngomong gitu? " tanyaku.


" tuhh, kulkas aja di sediain buat Lo" kata ka Angga yang mengerti situasi nya.


" iya dong, orang tua siapa yang gak pengertian sama anaknya " kataku sambil mengompres lutut ka Angga.


" oh ya, hari ini Lo ada kegiatan lain gak?" tanya ka Angga


" engga ka, emang kenapa?" tanyaku.


" mau main gak? mumpung libur" ajak ka Angga.


" hmmm, main? "


" iyaaa, terserah deh mau kemana" kata ka Angga.


" bingung juga mau kemana, ka Angga ada tau tempat main gak? kalau ke mall udah bosan " kataku.


" gimana kalau ke pantai aja? lihat sunset aja." kata ka Angga.


" ini masih pagi loh ka" kataku.


" ya bentar lagi" kata ka Angga.


" hmmm, okey" kataku.


" oke"


" trus sekarang kakak mau ngapain lagi abis ini?" tanyaku.


" hmmm, ntah aku juga gak ada kegiatan" kata ka Angga.


" kringgg kringgg" bunyi hp ku


" sebentar ka , aku angkat telpon dulu" kataku.


" hmm"


" hallo ayah"


" hallo sayang, udah siap joging nya?" tanya ayah.


" udah yah, kenapa?" tanyaku.

__ADS_1


" kamu ke butik ya , temanin bunda mu, ayah mau ke kantor, abis ngantar ayah baru pak Mamat jemput" kata ayah.


" ohhhh, boleh ayah. vinka naik motor aja , biar gak kelamaan" kataku


" hmmmm, jangan deh sayang, tunggu pak Mamat aja" kata ayah.


" plukkk" suara buku jatuh.


" suara apa sayang?" tanya ayah.


" buku jatuh ayah, vinka lagi sama ka Angga , tadi ka Angga datang jadi vinka ajak ke perpustakaan" kataku.


" oh ya, kasih sama Angga dulu " kata ayah.


" okey yah"


" ni ka, ayah mau ngomong" kataku.


" gua?" tanya ka Angga dan aku hanya mengangguk aja.


" hallo om"


" hallo nak Angga, kenapa datang kerumah pagi pagi?" tanya ayah.


" ohhh, tadi mau ajak vinka ke perpustakaan om, gak taunya ada perpustakaan di rumah" tutur ka Angga.


" ohhh gitu, abis ini ada rencana gak?" tanya ayah.


" engga kok om, ada yang bisa Angga bantu om?" tanya ka Angga


" hmmm, kalau gak ngerepotin, boleh gak kamu antar vinka ke butik Tante, soalnya Tante gak ada teman di butik, tapi kalau memang kalian ada rencana sih gak usah nak" kata ayah.


" gak ada rencana kok om, biar Angga aja yang ngantarin om" kata ka Angga.


" ohhh baiklah nak, makasih ya" kata ayah.


" baiklah, om matikan dulu ya, om mau berangkat " kata ayah.


" baik om" kata ka Angga.


" nih hp nya, Lo ganti baju gih. gua yang ngantar Lo ke butik Tante " kata ka Angga.


" gak ngerepotin ka?" kataku.


" udah ganti baju gih " kata ka Angga.


" make ini aja deh ka, malas ganti" kata ku


" ganti gak! celana pendek gitu bisa nyaman Lo " kata ka Angga.


" emang kenapa ka? engga aneh kan" kataku.


" mau mamerin paha Lo itu sama orang orang Lo?" ketus ka Angga.


" ihhh siapa yang mamerin " kataku


" bandel ya ni anak kalau di bilangin, ganti gak? atau gua aja yang ganti" ancam ka Angga.


" ihhh iya iya aku ganti" kesalku.


" dah Sono" kata ka Angga.


" ihhh, posesif bangat jadi cowok" kesalku dengan suara kecil, dengan wajah ditekuk.


" hmmm, baru tadi di ingatin" kata ka Angga


" iya iyaaaa" kataku yang langsung berjalan cepat keluar dari perpustakaan takut ka Angga malah nekat ngelakuin hal tadi.


ka Angga yang melihatku berjalan cepat meninggalkan dia hanya tersenyum tipis

__ADS_1


"........."


" non, ini titipan nyonya . disitu dibawain ke butik" kata bi Tuti yang memberikan paper bag berisi bakal baju.


" oh iya bi, makasih ya. oh ya bi, nanti perpustakaan suruh dirapikan ya , tadi vinka buru buru jadi gak sempat nata buku yang kepake" kataku.


" baik non gelis, oh ya non hampir lupa, ini jusnya jangan lupa di minum sambil jalan ke butik"


" oh iya, makasih ya bi " kataku


" udah bisa jalan belum?" tanya ka Angga


" udah ka, yok jalan" kataku.


diperjalanan ke butik, aku dan ka Angga gak ngomong sepatah kata pun. ka Angga fokus nyetir dan aku hanya mandangin perjalanan sambil sesekali menatap ponselku.


" tinggg" suara pesan masuk dari hp ku.


" Vin lagi apa? " tanya boy


" lagi di jalan mau ke butik bunda boy, ada apa ?" tanyaku


" ohhh, kirain tadi senggang , mau ajak main" kata boy.


" nanti nanti lah, mau nemanin bunda dulu" kataku.


" yaudah deh"


itulah percakapanku dengan boy.


" sibuk bangat main hp nya. pesan dari siapa?" tanya ka Angga.


" teman ka" kataku


" siapa?" tanya ka Angga lagi


" teman sekelas ka" jawabku.


" teman sekelas mana?" tanya ka Angga lagi


"huffff, boy ka. kenapa emang?" tanyaku.


" asik bangat kayaknya, sampai yang di sini di anggurin " kata ka Angga.


" hmmmm, bukan nganggurin kaaa, tapi vinka juga bingung mau bahas apa sama kakak" kataku.


" alesan Lo, tuh jus Lo di minum" kata ka Angga .


" oh iya, kakak mau gak? eh gak jadi Deng ," kataku yang langsung minum jusnya sedikit.


" kalau gak niat nawarin ngapain di tawarin" ketus ka Angga.


" ya mau gimana ka , botol jus nya hanya 1 , kan gak mungkin sebotol berdua" kataku


" kenapa engga" kata ka Angga yang langsung merebut botol jusnya dan langsung menekuk sedikit jusnya.


" yaaa ka" kataku.


" kenapa? pelit amat jadi orang" kata ka Angga


" bukan pelit kaaa, tapi itu bekas vinka" kataku


" trus kalau bekas Lo emang kenapa?" tanya ka Angga.


" ka Angga gak jijik?" tanya ku


" jijik apanya , orang sebotol sama Lo" kata ka Angga dalam hati.


aku yang gak dapat jawaban dari ka Angga hanya bisa diam dan kembali fokus dengan jalanan di depan

__ADS_1


__ADS_2