My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 54. CT SCAN


__ADS_3

...MAAF ATAS KETERLAMBATANNYA GUYSS...


...JANGAN LUPA DUKUNG MIMIN YA DENGAN LIKE DAN KOMEN...


...TERIMAKASIH GUYSS…...


HAPPY READING……….


.


.


.


“ hallo nak?, maaf bibi yang angkat telponnya, soalnya dari tadi hp nya berdering takutnya penting. Ada apa ya nak, jika ada perlu biar bibi sampaikan kepada non vinka” kata bi tuti


“ maaf bi, emang vinka nya ada dimana ya?” Tanya ka angga dari seberang telpon.


“ itu den, non vinka di bawa ke RS “ kata bi tuti.


“ APAAA???? KOK BISA BI?”


“ Tadi drop lagi den , kalau memang penting den bisa ke sana aja “ kata bi tuti


“ rumah sakit apa ya bi” Tanya ka angga


“ RS MURNI SEJATI den”


“ baiklah , terimakasih bi” kata ka angga dan langsung mematikan panggilannya.


Angga bersiap ingin ke RS, dia memakai pakaian seadanya .


“ ma, angga ke luar sebentar ya” ijin ka angga


“ kemana nak” Tanya tante angel.


“ ke RS ma, jenguk vinka “ kata ka angga terburu-buru.


“ bentar ga, vinka? Emang vinka kenapa?” Tanya bunda


“ angga juga belum tau pastinya ma, makanya angga mau ke RS” kata ka angga.


“ mama ikut” kata tante angel.


“ yaudah ma ayok, angga pengen cepat sampai ke sana” ujar ka angga


“ yaudah ayok, mama berangkat gini aja, bentar mama ambil dompet mama dulu”


“ okey ma, cepat yaa, angga tunggu di mobil ” kata ka angga.


“ okey sayang”

__ADS_1


Tak menunggu lama , ka angga dan tante angel pun berangkat , tak lupa tante angel mengabari om arwan , agar ketika pulang dari kantor om arwan tidak kecarian.


“””””””””””””””””


Di RS aku sedang di beri perawatan , ayah dan bunda bersama teman-teman menunggu di depan kamar. Cindy setia dengan mendampingi bunda yang sangat sedih.


“ tante, minum dulu nih” kata cindy sembari menawarkan air


“ makasih nak” ujar bunda.


“ om juga minum dulu” ujar cindy ke ayah.


“ makasih nak, taro aja disitu dulu, nanti om minum” kata ayah.


“ selamat siang om bunda, gimana keadaan vinka?” Tanya riska yang baru sampai


“ belum ada kabar nak, kemana bi tuti kenapa kamu yang datang? “ Tanya ayah.


“ riska yang minta ayah, riska juga khawatir dan pengen langsung lihat dia. Oh ya, ini riska bawain roti buat ganjal lapar , kalian belum makan kan?” kata ka riska


“ nanti aja nak, bunda gak selera” kata bunda


“ makasih nak, nanti ayah dan bunda makan, berikan ke teman-teman vinka aja dulu, mereka juga belum makan “ kata ayah.


“ engga om, kita bisa nanti makannya , kalian makan lah dulu, agar ada tenaga “ ucap boy


“ iya om, kita bisa nanti , om dan tante pasti lapar, makan lah dulu” kata imma.


“””””””””


“ ohh, mereka di ruang UGD lantai 3 pak, buk”


“ terimakasih sus”


Setelah angga dan tante angel mengetahui ruanganku, mereka bergegas pergi naik lift dan mencari keberadaan ku.


“ gaa, itu mereka” kata tante angel yang melihat keberadaan ayah dan bunda.


“ iya ma, ayok susul mereka” kata ka angga .


“ pak , jeng. Gimana keadaan vinka? “ Tanya tante angel.


“ jeng, kalian kok ada disini?” Tanya bunda


“ dapat kabar jeng, jadi gimana ? “ Tanya tante angel lagi.


“ jeng hiksss, gimana kalau vink..”


“ suttt jangan langsung berfikiran buruk dulu jeng, sekarang kita banyak berdoa untuk kesembuhannya” kata tante angel sambil menenangkan bunda.


“ boleh kita tau apa yang terjadi sama vinka ?” Tanya tante angel

__ADS_1


“ hiksss, dia jatuh dari tangga rumah , dia buru-buru untuk turun karna akan pergi bersama kami untuk berlibur, dia sangat senang jeng, dia sangat girang kemarin, tapi sekarang apa yang terjadi? Dia malah terbaring di dalam sana hikssss, dia pasti ketakutan dan kesepian jeng hiksss, bagaimana ini?”


“ jeng, udah nanti kita bahas lagi, maaf udah nyinggung masalahnya, sekarang kita tunggu hasil pemeriksaannya” kata tante


“ tapi jeng, kemarin kata dokter nya vinka hanya akan istirahat aja, karna tak ada komplikasi , tapi kenapa malah begini hiksss, apa yang terjadi hikss” tangis bunda makin pecah mengingat keadaanku.


“ udah jeng, kamu yang sabar ya, semua sudah si suratkan, kita berdoa saja agar vinka tidak apa-apa dan segera sembuh” kata tante angel menenangkan bunda.


" astagaaa, ternyata dia jatuh dari tangga ren, kasihan sekali vinka" ucap Cindy ke Rendy dengan suara berbisik.


" huffff gimana dia bisa jatuh ya? apa tangga nya licin?" tebak Rendy.


" mungkin tersandung kali" kata imma menanggapi.


" jangan banyak omong deh kalian, kalau kalian tidak tau apa-apa mending diam deh, jangan buat suasana makin genting" ucap boy.


" kita kan cuma ngomong doang boy, sensi amat loh" kata Rendy


" udah kalian jangan bisik bisik gitu, bisikan kalian masih terdengar jelas" kata ka Angga yang mendengar ucapan teman temanku.


“ gaa, kalian tau dari mana vinka di rawat?” Tanya ayah


“ tadi angga nelpon vinka om, tapi yang angkat bibi, trus bibi kasih tau “ kata ka angga.


“ ohhh, makasih ya uda datang, tapi bolehkah om minta tolong?” Tanya ayah


“ minta tolong apa om?” Tanya ka angga


“ tolong pergi ke rumah sebentar, ada berkas di atas meja di ruangan om, nanti suruh bi tuti yang tunjukin ruangannya, map warna hijau. Tolong bawakan ke kantor om, nanti om akan share lokasinya, berikan ke resepsionis mapnya, dan sampaikan pesan om ini. Berikan ke sekretaris bapak, dan segerakan batalkan semua rapat untuk minggu ini. Om gak bisa ngasih kabar ke kantor karna hp kerja om ketinggalan di rumah. Dan 1 lagi . nanti malam suruh sekretaris om datang ke sini. “ jelas ayah .


“ baik om, saya pergi sekarang” kata ka angga


“ terimakasih nak” kata ayah.


“ sama-sama om” kata ka angga


Ka angga pergi dengan hati yang terpaksa. Dia bukan terpaksa karna di suruh ayah, namun karna dia juga penasaran degan keadaanku. Tapi dia juga sungkan untuk menolak ayah, karna map itu sepertinya sangat penting.


Tak lama dari kepergian angga, dokter andika pun keluar dari ruanganku sambil membawa ku keluar


“ ada apa ini dok? Kenapa dia dibawa keluar” kata ayah yang semakin panic.


“ maaf pak, kita akan melakukan CT Scan agar memastian apa yang terjadi padanya” kata dr.andika


“ dok, tolong kasih perawatan terbaik dok hiksss”


“ lakukan apa pun yang seharusnya kalian lakukan, aku tidak terima satu kesalahan pun, atau aku akan bunuh kalian” bentak ayah yang mulai khawatir dengan ku.


“ baik pak, saya akan lakukan sebaik yang aku bisa “ kata dr. andika


Dr. andika pun pergi bersama dengan tenaga medis lainnya yang ikut dalam membantu dokter melakukan pemeriksaan terhadapku. Ayah juga meminta untuk masuk bersama bunda dan tante angel. Sebenarnya dr. andika menolak namun karna ayah yang minta dan karna ayah juga pemilik RS ini, tidak ada yang bisa menolak nya.

__ADS_1


__ADS_2