
sesampainya di kamar , aku langsung berjalan menuju lemari pakaianku, dan pergi mandi, namun sebelum itu seseorang dari balik pintu memanggilku
" tok tok tok, vinn" sahut seseorang yang dia adalah ka Riska. dia adalah wanita yang baru bergabung 2 tahun lalu di rumah ini. dia di bawa oleh bunda kemarin karna kasihan melihatnya , ka Riska itu orang nya mandiri, dia sekolah dari SMP udah bayar uang sekolah sendiri, dia bekerja paruh waktu buat memenuhi kebutuhan, sekarang dia kelas 3 SMA. Bunda buat dia privat , namun ditolak oleh ka Riska, dia juga siswa yang pintar dan cerdas, selalu menjadi siswa terbaik di sekolah. bunda berencana buat dia kuliah jurusan bisnis , karna bunda akan tempatkan dia di perusahaan ayah nantinya.
" masuk ka" kataku.
" nih Vin belanjaannya " kata ka Riska .
" ohh, makasih ya ka, " sahutku
" ada perlu lagi kah Vin? kakak mau bantu bibi dulu di dapur" sahut ka Riska.
" bentar ka" kataku sambil berjalan ke arah belanjaannya dan membuka tas belanjaan ku.
" nih ka, tadi aku beli " aku menyodorkan sebuah paperbag berisi sesuatu
" apa nih Vin?" tanya ka Riska.
" buka dong ka , biar tau " ujarku.
" Vin , kamu bercanda ya? ini mahal bangat tau" kata ka Riska yang melihat isi paper bag itu adalah laptop impiannya . dia sudah menabung untuk membeli itu, namun belum terkumpul . padahal bisa aja dia minta langsung dari bunda , tapi ka Riska berbeda.
" kakak, suka gak?" tanyaku
" suka bangat malah, tapi ini udah berlebihan Vin, gimana aku mau balas nya coba" kata ka Riska.
" kan aku gak minta di bayar , aku kasih ini sebagai hadiah.aku tau kakak udah lama mau beli ini kan? " kataku.
" iya sih Vin, tapi ini "
" udah ka , ambil aja. kalau kakak gak terima aku marah aja deh" kataku
" jangan marah dong Vin, btw makasih banyak ya , kalian semua baik bangat sama aku, gimana aku nanti balas nya coba" kata ka Riska.
" iya ka sama sama, gunakan dengan baik tau"
" pasti, makasih sekali lagi loh"
" udah udahhh, yaudah deh ka , vinka mau mandi dulu , masih sempat deh kayaknya tidur 1 jam , capek bangat soalnya." kataku
" btw, selamat ya , aku yakin capaian kamu gak pernah mengecewakan" kata ka Riska.
" makasih ya ka, kakak juga gak kalah pintar, kakak dapat yang terbaik juga kan?" tanyaku
" iya , kakak takut ngecewain bunda" kata ka Riska. ka Riska juga memanggil bunda dengan sebutan yang sama, karna dulu waktu dia manggil ibu , bunda larang dan bilang kalau bunda harus dipanggil dengan sebutan yang sama dengan ku, karna dia udah di anggap keluarga sama bunda.
" selamat ya ka" kataku.
"oh ya , aku pamit dulu ya , kamu istirahat lah dulu" kata ka Riska.
" okey ka".
setelah selesai mandi, aku beranjak ke tempat tidur dengan piyama ku dan segera tidur. karna memang sudah terlalu letih satu harian, tak menunggu lama aku sudah tidur dengan pulas.
" ......... "
__ADS_1
tepat jam 07.30. bunda sudah siap dengan dinnernya , ayah juga sudah di rumah .
" Riska, vinka belum bangun ya?" tanya bunda.
" sepertinya belum bunda, mau Riska bangunin?" kata ka Riska.
" boleh nak " kata bunda. ka Riska pun berlalu ke kamarku untuk membangunkan ku
" bi, tolong mejanya lebih rapi lagi ya tataannya, itu piring piring letaknya jangan pada miring" kata bunda.
" baik Bu" kata bi Tuti merapikan mejanya.
"......."
" tok tok tokkk, Vin boleh aku masuk?" tanya ka Riska namun tidak di jawab olehku.
" apa dia belum bangun ya , Vin aku masuk ya" kata ka Riska yang membuka pintu kamarku.
" astagaaaa anak ini , tadi ngomong nya 1 jam aja " kata ka Riska yang langsung masuk dan membangunkan ku.
" Vin, heyyy bangun Vin, dinnernya udah mau mulai, "
" hmmm, udah jam berapa emang ka?" tanyaku yang berbicara namun mataku masih tertutup.
" udah setengah 8 nih, mandi gih" kata ka Riska.
" iya iya ka, " kataku yang masih larut dengan nyamannya kasurku.
" bunda udah nungguin di bawah, cepat turun tau gak" kata ka Riska.
" heyy, buka mata dulu . mandi gih, nanti gak keburu tau gak? " kata ka Riska.
" iya ka iyaa" kataku.
" yaudah aku ke bawah dulu, masih banyak mau di lakuin" kata ka Riska yang beranjak dari tempat tidur.
"........."
" Ting nonggg" Suaran bel rumah berbunyi.
" sepertinya itu mereka deh, mari kita sambut mereka" kata bunda.
" selamat malam pak, njeng" kata bunda yang membuka pintu.
" malam Bu, jeng" kata om dan Tante barengan"
" silahkan masuk , eh Angga dimana?" tanya bunda.
" lagi markirin mobil" kata Tante anggel.
" ohhhh, yaudah yok masuk" kata bunda.
" sesampainya di ruang tamu , Angga pun datang dari arah pintu luar.
" ehhh, anak ganteng, sini nak masuk" kata bunda.
__ADS_1
" baik Tante." kata ka Angga.
" pak Hendra mana Bu?" Tanya om Arwan.
" ohhh, lagi siap siap pak" kata bunda.
" hey , dah pada datang ya , mari mari kita langsung dinner aja" kata ayah yang datang dari menuruni anak tangga.
" hey pak, waduhhh lama nunggu ya pak, udah lapar nih kayaknya" canda pak Arwan.
" hahahh, engga kok pak. saya malah takut kalian yang udah kelaparan " kata ayah.
" belum kok pak, santai aja" sahut pak Arwan.
" oh ya jeng, vinka mana?" tanya tante anggel.
" oh iya , anak itu kok belum turun turun juga ya, perasaan udah di bangunin tadi" kata bunda.
" kok cepat bangat tidurnya" kata Tante anggel.
" kecapean jeng, seharian main sama temannya" kata bunda.
" wahhh, yaudah kita tunggu aja" kata pak Arwan.
" aduhhh, kita dinner duluan aja deh pak, gak enak jadinya " kata ayah.
" engga kok pak, lagian kita belum lapar kok, gimana kalau kita berkeliling dulu, kayaknya udah banyak perubahan ini rumah" kata pak Arwan.
" enaknya lihatnya pas pagi pak kalau udah terang , lebih terlihat " kata ayah
" haduhhh, maaf deh jadi lama , biar saya panggilin dulu" kata bunda
" iya Bun, panggil aja tuh anak" kata ayah.
" oh ya pak, rumah ini rasanya banyak perubahannya ya? gak terasa ya 20 tahun udah gak kesini lagi" kata pak Arwan.
" iya yah pak, udah 20 tahun aja ya" kata ayah
" iya pak, masih ada rehan aja bermain di taman dengan girangnya " kata pak Arwan
" hahahh betul pak, sekarang dia udah besar aja , rindu juga lihat dia main di halaman rumah itu" kata ayah.
mereka pun berbincang bincang , membicarakan nostalgia mereka dari dulu .
"........."
" Riska, vinka nya tadi udah bangun?" tanya bunda yang melihat Riska di dapur.
" tadi udah Riska bangunin bunda" kata ka Riska.
" yaudah kamu juga siap siap gih, bunda mau lihat vinka dulu" kata bunda
" baik bunda" kata ka Riska.
bunda pun beranjak menaiki anak tangga untuk memanggilku di kamar.
__ADS_1